NovelToon NovelToon
MENIKAH KARENA HAMIL

MENIKAH KARENA HAMIL

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:394.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irhen Dirga

Harus menikah namun tak aku cintai, lelaki itu adalah kesalahan yang pertama dan terakhir dalam hidupku, kami terbangun di saat sudah saling tak mengenakan pakaian. Kami terjebak di kamar hotel dalam keadaan mabuk dan berakhir dengan kehamilanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhen Dirga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut

Gani sampai di kantor, ia bergegas masuk ke ruangan dimana terjadinya perkelahian antara kedua temannya itu, Gani tak menyangka bisa mendengar perkelahian keduanya.

Tadi Devan berdebat dengan Manda, dan sekarang berkelahi dengan Juno.

Gani melihat Devan dan Juno duduk terpisah, mereka terlihat seperti seseorang yang baru saja meluapkan emosi.

"Apa-apaan kalian? Berkelahi seperti anak kecil didepan semua karyawan," tanya Gani, mendengkus.

Devan dan Juno saling bertukar pandangan dan langsung menundukkan kepala.

Gani memilih duduk dihadapan kedua temannya, mereka terlihat bermusuhan, mata mereka mengeluarkan kilatan amarah yang tak bisa di bendung lagi.

"Apa tak ada yang mau menjawab gua?" tanya Gani, terus saja menghela napas panjang. "Apa kalian anak kecil? Anak kecil saja tak akan seperti kalian."

"Lo juga, Dev, apa lo emanh lagi nyari masalah? Tadi berdebat dengan Manda, sekarang berkelahi dengan Juno."

"Lo tahu kan kita ada proyek milyaran rupiah dari Tuan Max?" tanya Devan.

"Ya. Gua tahu. Apa hubungannya dengan itu?"

"Karena Juno kita kehilangan proyek yang bernilai besar seperti itu. Sungguh, gua sangat marah sekarang."

"Apa? Kita kehilangan proyek itu?"

"Ya. Semua karena Juno."

"Gua udah nanya ke dia, waktunya kapan dan tempatnya dimana, namun dia nggak jawab gua, dan malah langsung pergi setelah menerima telpon," sergah Juno, membela diri.

"Jadi, kita kehilangan kesempatan itu? Wah. Kalian memang salah besar telah kehilangan proyek yang bernilai besar seperti itu," lanjut Gani, membuat Devan menghela napas panjang.

"Jadi, kita harus gimana sekarang?" tanya Devan.

"Tentu saja kita harus mendapatkan proyek itu kembali."

"Caranya?"

"Salah satu dari kita harus ke Spanyol, kita harus membujuk Tuan Max, hanya itu yang bisa kita lakukan untuk membuat proyek itu kembali," kata Gani.

"Bagaimana jika tidak?" tanya Juno.

"Jika tidak, kita nggak akan mendapatkan investor baru," jawab Gani. "Gimana sama lo, No?"

"Gua? Ke Spanyol?"

"Ya iya. Masa ke Bandung. Gua kan tadi bilang Spanyol." Gani menggelengkan kepala. "Hanya lo yang bisa ke Spanyol, lo kan masih bujang."

"Jadi, karena gua bujang, jadi lo mau ngirim gua?"

Gani menganggukkan kepala. "Lo kan tahu, istri Devan lagi hamil muda, Devan juga lagi ngidam. Gua juga nggak mungkin ninggalin Manda. Kalian kan tahu, Manda kayak gimana."

"Wah. Lo jahat banget sama gua." Juno mengeluh.

"Ini demi kepentingan perusahaan kita, Bro," jawab Gani. "Gimana menurut lo, Dev?"

"Gua serahin aja sama kalian, gua ngikut," ucap Devan, sejak tadi mual.

"Mau nggak, Bro?" tanya Gani, pada Juno

"Baiklah. Gua terima aja, lagian hanya gua yang bujang di sini," jawab Juno, membuat Devan dan Gani tersenyum.

Devan sejak tadi mual sekali.

"Lo nggak muntah aja sana?" tanya Gani.

"Kalau gua bisa muntah ya pasti udah gua buang di sana, tapi ini rasanya mual aja nggak pengen muntah," jawab Devan.

"Lo mau tahu kenapa Manda kesal sekali ketika melihat lo sama Lestari?" tanya Gani, menghela napas panjang.

"Kenapa?"

"Karena dia udah lama pengen punya anak, namun kami belum diberikan kepercayaan itu. Dia kasihan sama anak yang dikandung Nesa."

Juno menoleh menatap Devan yang duduk di kursi tunggal, terlihat mata Gani pun menyorot mata Juno.

"Jadi, lo masih jalan sama Lestari?" tanya Juno, matanya terlihat sangat tajam. "Jangan bilang pas gua nanyain tempat dan waktu dimana meeting bersama Tuan Max, lo pergi setelah mendapatkan telpon dari wanita itu?"

"Udah deh, kalian nggak usah bahas itu lagi."

"Gimana nggak kita bahas, lo itu nyadar nggak sih, lo itu hanya nyakitin wanita. Di sini sudah jelas, bukan gua yang salah pasal proyek yang bernilai milyaran itu, tapi lo." Juno menunjuk Devan, membuat Gani menghentikannya.

"No, kita sedang di perusahaan, lo harus ngehargain Devan, dia itu CEO kita," kata Gani.

"Gua harus ngehargain dia? Yang bener aja. Gua tuh tahu, mana yang bakal gua hargain mana nggak," kata Juno menghela napas panjang.

"Ya. Itu emang salah gua. Salahin gua aja nggak apa-apa," kata Devan, membuat Juno terus saja menatap tajam ke arahnya.

Gani memilih diam saja, meski ia tahu bahwa tak ada yang bisa ia diamkan, jika terus berdebat, Devan dan Juno pasti akan berkelahi lagi, dan berakhir dengan wajah babak belur.

"Yang sekarang harus kita lakuin itu bukan berdebat dan saling menyalahkan, yang harus kita lakuin nyiapin hal yang akan Juno bawa ke Spanyol, yaitu bahan proyek yang akan kita tunjukkan kepada Tuan Max." Gani menjawab.

***

Nesa dan Manda kini membantu Mbok Nab menyiapkan makan malam, mereka sesekali tertawa bersama. Keakraban Manda dan Nesa terjalin begitu saja.

"Nes, kamu buat apa?" tanya Manda.

"Saya buatin Kak Devan soto betawi, Kak," jawab Nesa dengan senyum cantiknya.

"Benar juga katamu, Devan memang suka soto betawi," kata Manda. "Merayu suami dengan cara memasakkan sesuatu yang dia sukai, oke juga."

Nesa tersenyum, dan menganggukkan kepala.

"Kamu nggak punya pacar, kan, Nes?" tanya Manda membuat Nesa memicingkan mata.

"Saya ... nggak punya pacar, Kak, tapi saya punya seseorang yang saya sukai dulu, namun semenjak saya sudah menikah, saya tidak lagi memendam rasa pada lelaki tersebut," jawab Nesa.

"Aku senang mendengarnya, Nes. Sekarang kamu sudah bersuami, dan wajib bagi kamu menjaga kehormatan suamimu," kata Manda. "Meski kalian menikah karena anak kalian, tapi kalian pasti akan saling mencintai nantinya."

"Semoga saja, Kak," jawab Nesa.

"Kalian berdua itu mengingatkan Mbok sama dua anak perempuan Mbok yang sudah meninggal dunia karena kecelakaan," kata Mbok Nab yang sejak tadi menjadi pendengar yang baik.

"Innalillahi. Anak Mbok Nab kecelakaan?" tanya Nesa, sedangkan Manda sama penasarannya.

"Iya. Dua tahun lalu mereka kecelakaan motor. Mereka sangat akur seperti kalian berdua, mereka juga sering masakin Mbok yang enak-enak, kalau mereka masih hidup, mungkin usianya seperti kalian berdua ini." Mbok Nab menjelaskan.

Nesa menghampiri Mbok Nab, dan mengelus punggung asisten rumah tangganya itu.

"Mbok bisa kok nganggap saya sama Kak Manda seperti anak Mbok," kata Nesa, membuat Manda menganggukkan kepala. "Mama kandung saya sudah meninggal, Mbok, dan saya memiliki Mama tiri dan satu adik dari hasil pernikahan ayahku yang kedua. Jadi, saya sudah menganggap Mbok seperti Mama saya sendiri."

"Terima kasih ya, Neng, kamu memang anak yang baik."

Nesa menganggukkan kepala, di susul dengan senyuman Manda.

Sesaat kemudian suara salam terdengar, membuat ketiganya menjawab salam tersebut.

Manda dan Nesa menghampiri suami mereka masing-masing dan mengambil tangan suami mereka lalu di ciumi sebagai bentuk rasa hormat mereka pada suaminya.

"Mas suka soto betawi kan?" tanya Manda pada suaminya.

"Itu kesukaanku," kata Devan.

"Aku kan nanyanya sama suamiku, kenapa kamu yang jawab." Manda menyeringai lalu kembali menatap suaminya.

Sedangkan Nesa hanya tersenyum melihat suaminya dan Manda yang masih menyimpan rasa kesal dihati masing-masing.

"Aku suka, semua makanan aku suka," jawab Gani.

"Kalian memang terus saja membuat gua kesal," kata sebuah suara di belakang Gani dan Devan.

Devan dan Gani tertawa kecil ketika melihat Juno yang terkena hujan.

Nesa membulatkan matanya penuh ketika melihat Juno di rumah ini.

.

.

Bersambung

1
Shifa Burhan
thor jika ada wanita lain yang baik dan perhatian pada suami mu dan dia enteng nya mendekati suami dan mengatakan suka dan cinta pada suami, bagaimana tanggapan mu thor

pakai hatimu untuk merasakannya thor, jika jawabanmu itu bukan masalah, berarti kau bersikap adil

tapi jika jawaban mu, melaknat wanita itu, maka simple kau wanita egois karena kau membenarkan perbuatan juno

kalau aku simple wanita mana pun yang sok baik dan perhatian pada suamiku maka aku akan melaknat wanita itu dan harus adil aku juga melaknat siapapun lelaki yang sok baik dan perhatian padaku, itu baru namanya wanita dan istri sejati tidak egois
rya
karya imajinasi yg menghibur, jadi selalu nunggu up nya
rya
nunggu bucinya Devan sama nesa dan baby boy...
rya
semangat selalu Kaka, semoga lancar dan di beri kesehatan...
Irnawati wati
maaf thoor tdk usah di beri gambar visual, yang penting alur cerita nya masuk sesuai dengan judulnya. okee thorr semangat berkarya terima kasih
Christiani Natalia Yani
lanjut dong Thor jangan d gantung🙏
Dessy Flashin
ayo donk kk please lanjutin ceritanya jgn menggantung gini, ditungguin trus update nya ya kk 🙏🙏🙏 semangat kk 💪💪👍👌
Dessy Flashin
iiiissshhhhh Gedeg sm Devan, udah Thor klo emg besar hrs pisah sm Devan nnti klo udah pisah buat Nesa sm Juno ajalah, biar tau tuh si Devan sok kegantengan, dikira Nesa gk ada orang yg mau apa
Dessy Flashin
hadeeuuhhh ini kyk sinetron di ikan terbang nih, bikin keseeeeeeelllll....
rusidah siti
semangat buat nulisnya
kris tianti
lanjut dunk
Rosdiana Diana
lanjuttt
wili o
up
_kooky00
😭😭😭😭😭😭😭,,tau tk
...masa baca part ni aku sakit hati tau,, pstu bila dia menangis aku pun rasa mcm nk ikut menangis😤
Zhafirafira 225
fighting author
Ema Sofia
Keturunan turkey tapi mirip cina, canda turkey 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤔🤔
Suti Habdayani
ini di lanjutin gk ya ceritanya
샤샤
hai kak author, semangat selalu ya kak
semoga ide ceritanya mengalir terus, aku paham nyati ide cerita itu sulit, semoga kakak selalu lancar yaa
샤샤
hai author, semangat selalu buat novel nya
aku paham gimana lelahnya seorang author nyari ide untuk cerita yg ditulisnya, semangat selalu ya thor ☺️
Irhen Dirga: Wah terima kasih banyak❤
total 3 replies
샤샤
hai aurhor, semangat selalu yaa
aku pembaca baru nih ☺️✌🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!