Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.
Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.
Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.
Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.
Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Rendi turun dari mobil nya ketika melihat fay sedang berjalan keluar dari gerbang rumah nayla. rendi menyambut kedatangan fay dengan senyuman dan fay membalas senyuman rendi.
Rendi membuka pintu mobil nya dan menutup nya kembali ketika fay sudah masuk kedalam mobil nya.
"Maaf ya sudah merepotkan kamu." ujar fay sambil mengikatkan sabuk pengaman nya.
"Tidak masalah fay, aku juga senang karna kamu mau memintaku untuk pergi bersama mu. apalagi jika kamu melibatkan aku didalam segala kepentingan mu dan dalam hal apapun." jawab rendi yang membuat fay semakin jatuh hati kepada nya.
Fay memandang wajah rendi yang tersenyum sambil fokus melihat jalanan yang sedikit macet.
Fay mengalihkan pandangan nya ketika rendi ingin membalas pandangan nya.
"Fay, kalau boleh tau apa sih alasan kamu ikutan lomba model?" tanya rendi penasaran.
"Oh,,waktu itu aku dan nayla di ajak sama mama nya nayla hadir ke acara fashion show yang diadakan teman nya tante nancy. terus kami suka aja ngelihat cara jalan model yang berjalan lenggak lenggok gitu." jawab nayla sambil tertawa pelan.
"Terus??" tanya rendi yang ikut tertawa mendengar penjelasan fay.
"Kebetulan waktu kami mendaftar kuliah kemaren itu ada orang yang menyebarkan selebaran yang ingin menerbitkan model baru terus papa aku setuju dan dia juga membantuku buat daftarin aku." jawab fay dan kemudian tersenyum.
"Papa yang baik." ujar rendi.
Mereka tiba distudio pemotretan dan fay segera dibawa keruang make up artis untuk mengganti baju nya dan memoles wajah nya.
Fay merasa risih karna harus memakai baju penutup hanya sampai dada nya saja karna fay akan memperagakan cuci muka dengan sabun pembersih produk dari perusahaan rendi dan memoles wajah nya dengan cream pencerah wajah kemudian pindah kelokasi outdoor sambil berjalan dengan wajah yang tampak sudah bersinar.
Rendi yang sedang duduk disofa sambil menunggu fay tersenyum melihat fay yang bolakbalik menaikkan kain penutup nya.
"Kamu terlalu kurus fay." ujar rendi yang melihat dada fay tidak terlalu menonjol dan membuat manager nya ikut tertawa.
"Seperti nya kamu butuh pembesar dada." timpal agus.
Fay memandang sinis melihat rendi yang memulai pembullyan terhadap nya.
Rendi menghentikan tawa nya dan fokus kembali melihat layar ponsel nya.
Setelah menyelesaikan shooting iklan dan pemotretan nya. fay kembali keruang ganti untuk mengganti kembali baju nya.
Rendi berdiri didepan pintu ruang make up dan melihat fay keluar dari sana.
"Fay, maafkan aku ya!! aku tidak bermaksud mengejek mu." ujar rendi yang telah merasa bersalah.
"Sebaik nya kamu mengganti model mu dengan wanita yang berdada besar." jawab fay sambil berjalan cepat meninggalkan studio.
Rendi menarik tangan fay dan fay menghentikan langkah kaki nya.
"Aku ingin membuat iklan pembersih wajah bukan pembesar dada." ujar rendi mencoba meredam amarah fay.
"Aku lapar." ujar fay yang tidak bisa berkata-kata ketika melihat wajah rendi yang mencoba membujuk nya.
Rendi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan fay yang sangat jujur.
"Aku akan membawa mu pergi makan." ujar rendi sambil menarik tangan fay menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari keberadaan mereka.
Rendi melajukan mobil nya kesebuah restoran dimana dirinya dan tania pernah makan bersama.
Fay membuka buku menu nya dan memesan beberapa macam makanan untuk nya dan pesanan mereka segera datang
"Fay, nanti setelah makan aku ingin mengajak mu untuk melihat rumahku yang baru. apa kau mau ikut?" tanya rendi
Fay hanya menganggukkan kepala nya karna mulut nya sedang menguyah makanan dengan cepat.
Rendi tersenyum melihat tingkah fay yang sama sekali tidak malu-malu menghabiskan makanan nya. fay sangat berbeda. rendi dan fay seperti sudah lama saling mengenal.
Setelah menyelesaikan makan siang di sore hari. Rendi dan fay segera beranjak pergi menuju rumah rendi yang tak jauh dari restoran tersebut.
Rendi membuka pintu gerbang rumah nya sendiri. sebab rendi memang belum mempekerjakan seseorang untuk menjaga rumah nya dan ia memarkirkan mobil nya diparkiran halaman depan.
"Kamu tinggal sendiri disini?" tanya fay setelah melihat rumah rendi yang sudah tertata rapi dan berisi furniture yang lengkap.
"Sebenar nya sama sekali belum pernah aku tempati sih." ujar rendi sambil mengisi lemari pendingin nya dengan beberapa minuman dan makanan yang sebelum nya mereka beli disupermarket ketika menuju kerumah rendi.
"Enak ya punya orangtua yang membebaskan anak nya hidup mandiri." ujar fay yang selalu merasa terkekang dengan aturan alya ibu nya.
Fay duduk dikursi bar yang ada diruangan dapur rendi. ia memutar-mutarkan kursi bar tersebut sambil memandang sekeliling rumah mewah rendi.
"Bukan nya kamu sudah punya penghasilan sendiri?" tanya rendi sambil meletakkan minuman bersoda untuk fay dimeja bar.
"Mama aku belum tahu kalau aku sudah menjadi model iklan." jawab fay sambil memegang botol minuman nya.
"Terus setelah nanti iklan mu sudah terbit pasti bakalan ketahuan dong." ujar rendi yang merasa terkejut dengan pengakuan fay.
"Pasti papa bakalan belain aku." jawab fay.
"Sifat seorang ibu itu memang selalu menyebalkan ya!!" ujar rendi sambil tersenyum.
"Benar sih tapi tanpa ibu kita tidak akan lahir kedunia ini." jawab fay lalu meminum minuman nya.
Rendi tersedak minuman soda nya ketika mendengar ucapan fay yang membuat nya tersadar dengan arti peran ibu didunia ini.
Fay memukul punggung rendi karna rendi sedang terbatuk-batuk dan membuat wajah nya memerah.
"Fay, hari sudah malam sebaiknya aku mengantarkan kamu pulang." ujar rendi sambil meletakkan minuman nya keatas meja bar nya.
Fay mengikuti langkah kaki rendi yang membawa nya kepintu keluar rumah dan rendi segera membawa fay pulang kerumah nayla.
Rendi memarkirkan mobil nya tepat didepan pintu gerbang rumah nayla. fay membuka sabuk pengaman nya dan rendi menangkap tangan fay yang ingin membuka pintu mobil nya.
"Fay, I Love you." ujar rendi yang sudah tak tahan menahan kata cinta nya untuk fay.
"Hah?" fay memasang wajah heran nya.
"Fay, aku tidak akan mengulangi kata cintaku untuk yang kedua kali nya." ujar rendi yang merasa kesal dengan respon fay yang memasang wajah bingung.
Fay memandang wajah rendi dalam dan menatap mata rendi yang benar-benar serius.
"I love you too." jawab fay dan kemudian tersenyum melihat wajah rendi yang serius.
Rendi menggenggam tangan fay,
"Terima kasih fay sudah mau menerima ku." ujar rendy kemudian mencium punggung tangan fay.
Seketika tubuh fay terasa hangat karna baru kali ini fay diperlakukan seromantis seperti ini oleh seorang pria.
"Hanya satu permintaanku, jangan pernah membuat aku kecewa." ujar fay
"Aku berjanji tidak akan mengecewakan mu. aku janji fay." ujar rendi sambil memeluk tubuh fay.
Rendi memegang pipi fay dengan kedua telapak tangan nya dan mengecup lembut bibir fay yang tampak basah.
"Besok aku akan memperkenalkan kamu dengan keluargaku sebagai bukti keseriusan ku." ujar rendi yang merasakan kebahagiaan dihati nya.
"Tapi rendi, aku belum bisa memperkenalkan kamu dengan orangtua ku karna pasti mama ku akan melarang aku berpacaran." jawab fay
"Aku akan menunggu sampai kamu berhasil membujuk mama mu untuk menerimaku." jawab rendi sambil mengelus pipi mulus fay dengan ibu jari nya.
"Baiklah, aku turun sekarang ya!!" ujar fay dan kemudian turun dari mobil rendi.
Rendi juga turun dari mobil nya dan menunggu fay masuk kedalam gerbang rumah nayla.
Fay melambaikan tangan nya dan tersenyum kepada rendi lalu berjalan masuk kedalam rumah.
Rendi segera beranjak pergi pulang kerumah ayah nya untuk mengemas baju dan membawa nya kerumah baru milik nya.
g pake lama lah... 🥰
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,