Ini adalah novel religi pertamaku. Banyak banget yang butuh perbaikan sana sini. jika ada yang tidak sesuai, othor terima banget masukannya.
Tiba-tiba dilamar oleh seorang Ustad, membuat Arin berpikir dan melakukan berbagai cara untuk membatalkan pernikahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
"Kamu jangan berprasangka buruk terus sama Huda. Huda itu laki-laki yang baik," imbuh ibuku.
"Kalau cuma soal akhlak, Bapak jamin Huda itu menantu terbaik impian semua orang. Nggak semua orang bisa seberuntung kamu dilamar pria seperti Huda," ungkap bapakku kembali menyanjung calon menantunya itu. "Harusnya kamu bersyukur bisa punya calon suami sebaik Huda. Pasti banyak perempuan di luar sana yang mengantri, pengen jadi istrinya Huda."
Kedua orang tuaku sibuk menggerutu dan mengomeli sikapku yang sudah meminta untuk membatalkan lamaran seenaknya. Harusnya orang tuaku memahami sikapku saat ini. Mereka sendiri yang membuatku salah paham. Aku jadi terlihat seperti orang bodoh di depan Bapak sama Ibu karena ternyata mereka sudah tahu kebenaran tentang berita yang aku bawa.
"Maaf ya, Wirda! Kamu jadi ikut terlibat kaya gini. Lain kali kamu nggak usah ikut sama Arin," ujar bapakku pada Wirda.
Wirda mengangguk sembari melempar senyum pada bapakku. "Nggak apa-apa, Om. Menurut saya wajar aja kalau Arin langsung emosi dan berpikir negatif soal Mas huda. Karena Arin kan tahunya sejak awal kalau Mas Huda itu masih bujang."
Untungnya ada Wirda yang berbaik hati menyelamatkan harga diriku yang sudah remuk. Terima kasih, Wirda! Nggak ada lagi yang bisa belain aku di sini selain kamu!
"Iya, Wir. Ini semua juga salah Om sama Tante sih yang nggak ngasih tahu Arin lebih awal," sahut ibuku.
"Ya udah! Sekarang semuanya udah beres, kan? Semua kesalahpahamannya sudah terjawab dengan jelas. Bapak nggak mau lagi dengar kamu bahas soal pembatalan lamaran!" tegas bapakku.
Pembicaraan kami mengenai kebohongan Huda pun selesai dengan hasil yang tak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Bisa-bisanya aku kena prank kaya gini. Rencanaku gagal total seketika.
"Ibu mau nyuapin Satria dulu!" pamit ibuku. Bapakku juga mulai meninggalkan ruang tamu, dan hanya menyisakan aku serta Wirda. Wajahku yang sudah masam sejak tadi pun makin dibuat cemberut.
"Kamu nggak apa-apa kan, Rin?" tanya Wirda mencoba menghiburku.
Aku menggelengkan kepala. Saat ini aku sedang tidak baik-baik saja.
"Kamu mau pulang sekarang? Aku anterin," ucapku lesu.
"Kamu istirahat aja dulu. Kamu pasti kaget banget kan dengar kata-kata orang tua kamu?" seru Wirda.
Aku memijat kepalaku yang pening. "Aku nggak tahu lagi harus ngapain, Wir. Tadinya aku mikir ini bakal jadi rencana yang sempurna buat hancurin pernikahan aku sama Huda. Tapi aku malah dikasih kejutan kayak gini," gerutuku jengkel.
"Udah, Rin. Coba kamu cari solusi lain lagi. Pasti nanti ada jalan," cetus Wirda.
Karena suntuk, akhirnya aku pun memutuskan untuk mengantar Wirda pulang sekarang. Di sepanjang perjalanan, aku terus menggerutu dan berkeluh kesah pada Wirda mengenai rencanaku yang tak pernah membuahkan hasil.
"Sebenarnya apa yang salah, sih? Aku cuma pengen batalin lamaran ini aja, tapi kenapa susah banget!" omelku kesal.
"Kenapa Bapak sama Ibu aku juga nggak mau ngertiin pendapat aku! Mereka nggak peduli sama sekali sama apa yang aku mau," ucapku mulai putus asa.
Wirda mendengarkan dengan seksama semua keluhanku. Kepada siapa lagi yang aku bisa mengadu sekarang kalau bukan pada Wirda?
"Kamu segitu pengennya batalin lamaran Mas Huda ke kamu?" tanya Wirda.
"Aku udah bilang berulang kali ke kamu kalau aku nggak mau nikah sekarang, kan?"
Wirda terdiam sejenak. Tiba-tiba saja, temanku itu mengatakan hal tak terduga selama di perjalanan menuju ke rumahnya.
"Kamu pengen coba cara lain?" tanya Wirda.
"Aku udah kehabisan ide sekarang," sahutku lemas.
"Aku punya saran buat kamu. Kamu mau coba?" sahut Wirda kemudian.
Tentu saja aku akan menyambut girang saran apa pun yang bertujuan untuk membatalkan pernikahanku dengan Huda. "Kamu punya saran apa? Aku bakal lakuin apa pun demi batalin lamaran cowok itu!" ucapku dengan penuh antusias.
****
semangat up nya thor 💪💪💪