NovelToon NovelToon
Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:468.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Lailajuliant

Alexa, sejak kecil hanya hidup berdua dengan ibunya, ia rela menjadi tukang penjual koran demi memenuhi kebutuhan dirinya dan juga ibunya yang sakit-sakitan. Hingga pada akhirnya sang ibu pergi menutup mata untuk selama-lamanya.

Dan, pada saat itulah hadir seorang pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya. Karena haus akan kasih sayang membuat Alexa dengan senang hati menerima kehadiran sang ayah.

Namun, siapa sangka kehadiran sang ayah bukannya memberikan Alexa sebuah untaian kebahagiaan, justru menyeret Alexa kedalam sebuah hubungan yang tidak pernah di inginkannya yaitu, 'Pernikahan' dengan seorang pria yang bernama Saga Hawiranata Kusuma dan hanya untuk demi sebuah kata 'Pelunasan Hutang'.

Akankah Alexa bisa menjalani takdir hidupnya yang penuh tekanan?

Akankah cinta hadir di antara keduanya dan memberi warna di dalam kehidupan mereka?

Ikuti kisah mereka di dalam novel ini 👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Lailajuliant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(IGT) CHAPTER 13

Baru saja mereka masuk, seseorang telah menyambut kehadiran mereka dengan penuh suka cita.

"Mari silahkan masuk nona," ajak seseorang yang berpakaian seperti pelayan, atau mungkin ia memang pelayan.

"Anda lewat pintu utama saja tuan." ucapnya lagi.

Dan Alexa semakin bingung, mengapa ia dan Ayahnya dipisahkan. Padahal jelas-jelas mereka datang bersama.

Alexa hanya berdiri mematung, ketika melihat Pak Hendra telah melangkah ke arah pintu utama.

"Mari nona!" pelayan itu menarik lengan Alexa, agar ia mau masuk kedalam mansion itu, atau kalau tidak Alexa akan tetap berdiri mematung disana.

Tampak di ruangan dalam begitu banyak orang yang menyambut kehadirannya. Membuat Alexa semakin bingung.

"Mempelai wanitanya telah datang!" seru salah satu dari mereka, sontak membuat Alexa tertegun.

"Mempelai wanita?" Alexa bertanya dengan mengulangi perkataan orang itu.

"Ya, sayang, kau adalah calon menantu kami," jawab salah seorang dari mereka yang terlihat lebih tua namun berwibawa.

Orang itu memeluk Alexa yang hanya berdiri mematung, berusaha memahami berada dalam situasi yang seperti apa dirinya saat ini.

Lalu seorang wanita yang lebih muda ikut menghampiri Alexa seraya berkata,

"Rupanya kecelakaan itu membuat memori ingatannya benar-benar hilang."

Dan perkataan ini semakin membuat Alexa terlihat seperti orang linglung.

"Kecelakaan?" Alexa kembali mengulangi ucapan dari salah seorang dari mereka.

"Sudahlah sayang, mari kuantar ke ruang rias," ajak wanita yang lebih muda, sedangkan wanita yang lebih tua sekali lagi memeluk Alexa dengan penuh kasih.

Dalam kebingungan, Alexa hanya mengekor di belakang wanita muda dan cantik itu.

Sesampainya di ruang rias, Alexa di duduk kan pada sebuah kursi yang sangat empuk. Kemudian dua orang mulai menghampiri dirinya.

"Hati-hati, jangan sampai calon adik iparku ini merasa kesakitan, dia baru saja sembuh dari komanya!" dan Kata-kata ini semakin membuat Alexa tidak bisa memahami apa sebenarnya yang telah terjadi.

'Apa benar Pak Hendra itu adalah Ayahku, atau…dia hanya seorang penipu yang mengaku-ngaku sebagai Ayahku, lalu dia menjualku pada orang kaya?" batin Alexa merintih.

Secepat kilat Alexa yang tadinya hanya menggunakan dress hitam lengkap dengan jasnya, kini telah berganti memakai pakaian pengantin.

"Lihatlah nona, lihatlah dirimu, kau cantik sekali!" seru salah seorang perias itu yang kemudian menghadapkan sebuah cermin berukuran besar kepada nya.

Benar saja Alexa memang cantik, bahkan bidadari sekalipun akan iri melihat kecantikan Alexa.

"Sekarang aku mengerti, mengapa Saga selalu menolak setiap kali akan dijodohkan, rupanya ia memiliki seorang bidadari surga." puji wanita muda yang mengantar Alexa ke ruang rias.

Wanita itu mendekati Alexa, kemudian membelai rambut Alexa yang telah di rias sedemikian rupa.

"Pantas, adikku setia menunggu dirimu selama ini." ucap wanita itu yang ternyata adalah kakak dari pria yang bernama Saga. Namun, wanita itu tidak memperkenalkan namanya.

Rupanya Alexa telah lupa dengan nama Saga, pria yang hampir saja menabraknya, Saga adalah pria yang sama, yang memaksa untuk membeli tanah milik Mbok Mirah.

Kedua mata Alexa mulai mengembun, ia saja tidak memahami dengan kehidupannya sendiri saat ini.

"Mempelai wanitanya sudah siap?" tanya pelayan yang tadi.

"Tentu saja!" jawab wanita itu lalu tersenyum manis dan mengusap air mata yang mulai menetes di wajah Alexa.

"Aku tahu kau pasti sangat bahagia, hingga kau meneteskan air mata kebahagiaan, akan tetapi alangkah baiknya jika kau tidak menangis, nanti riasan wajahmu akan rusak karenanya," bujuk wanita itu kepada Alexa yang masih tetap meneteskan air matanya.

Di dalam hati Alexa merintih,

"Apakah ini kehidupan yang harus aku jalani, seperti inikah nasibku, Oh Tuhan, Inikah takdir hidup ku?"

Air mata mengalir semakin deras, Alexa tidak peduli akan riasannya yang rusak. Karena hati dan perasaannya jauh lebih rusak dan hancur saat ini.

Dengan ditemani wanita cantik itu, Alexa melangkahkan kakinya menuju ruang utama, ruangan yang akan digunakan sebagai tempat dimana ijab kabul akan diikrarkan.

Saga Hawiranata kusuma, menatap Alexa dengan sangat terpana. Jika saja pernikahan ini bukan karena suatu tujuan, maka akan dapat dipastikan Saga akan jatuh cinta kepada Alexa yang cantik bagaikan bidadari.

Alexa terpaku menatap ke arah Saga dan Ayahnya sendiri dengan raut wajah yang memerah, tapi bukan karena marah melainkan karena rasa kecewa yang tiada berbatas. Air mata semakin menyeruak deras dari kelopak matanya.

Dan, barulah Alexa duduk ketika Pak penghulu mempersilahkan dirinya untuk duduk berdampingan dengan seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya.

Memang, dua kali mereka bertemu sebelumnya, namun, untuk suatu kata pernikahan itulah bukan berarti apa-apa, bukankah didalam suatu pernikahan harus saling mengenal dan saling memahami.

Alexa menatap wajah pria tampan yang sedang mengikrarkan ucapan ijab kabul di sampingnya. Mata Alexa tidak henti-hentinya meneteskan air mata.

'Apakah ini kehidupan yang sesungguhnya Tuhan, ataukah hanya skenario yang kau tulis untuk menguji ketabahanku?" batin Alexa.

Suara ijab kabul yang diucapkan oleh Saga tidak terdengar lagi oleh Alexa, karena pada saat ini pikirannya telah melayang entah kemana.

Sampai Alexa dikejutkan oleh sebuah tangan yang menyentuh tanganya untuk meraih tangan Saga yang kini telah sah menjadi suaminya.

Antara sadar dan tidak, Alexa dipaksa untuk mencium tangan Saga. Namun, karena lihainya Saga dalam bersandiwara, hingga tidak tampak dimata semua orang tentang keterpaksaan Alexa, semua berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.

Entah karena apa, tiba-tiba saja tubuh Alexa ambruk, didepan Saga. Wajahnya yang cantik kini mendadak pucat dan seluruh tubuhnya menjadi lemas seketika.

"Alexa…!" teriak Saga secara reflek ketika melihat tubuh Alexa ambruk di depannya.

Sontak Saga segera menopang tubuh Alexa dengan sigap. Pak Hendra yang melihat semua itu, ikut merasa panik.

"Alexa…kau kenapa nak? Alexa…buka matamu!" pinta Pak Hendra hendak meraih tubuh putrinya.

Namun, sontak di halangi oleh Saga.

"Alexa telah menjadi istriku, jadi dia urusanku sekarang!" tegas Saga dengan menatap Pak Hendra.

Pak Hendra tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan ketika Saga telah membawa putrinya pergi dari ruangan itu.

Saga membawa Alexa ke kamarnya, tanpa memperdulikan pak penghulu dan para tamu undangannya.

Di kamar, Saga segera merebahkan tubuh Alexa di atas ranjang yang telah di hias dengan sangat indah layaknya sebuah pelaminan.

"Rupanya kau berat juga," keluh Saga seraya memandangi tubuh kecil Alexa.

Bunga mawar bertaburan menghiasi seluruh permukaan ranjang dan wangi bunga melati menambah pesona di kamar pengantin.

Alexa yang sedang tak sadarkan diri, di tatap dengan intens oleh Saga.

"Sebenarnya kau gadis yang cantik, tapi sayang, kau harus berakhir di tanganku!" geram Saga dengan menarik salah satu sudut bibirnya, membentuk sebuah seringai yang menyeramkan.

Saga merasa cukup puas telah berhasil menjerat Alexa dengan sebuah ikatan suci yaitu, 'Pernikahan'.

1
Sabrina
Kecewa
Sabrina
Buruk
Nuna Nrw
udah ga ada gunanya pak
Nuna Nrw
kenapa kau bilang? pasti si hendra bukan orang baik
Nuna Nrw
sebenarnya bagus, cuman gimana yah, hak alexa juga untuk menolak
Nuna Nrw
ga kebalik tuh saga??
Nuna Nrw
skill alexa ni, buat si saga mati kekesalan
Nuna Nrw
terus berdiri dalam kebenaran alexa, meskipun kadang tidak menguntungkan dan bahkan menjadi luka, tetap jangan goyah,
Nuna Nrw
benar. apalagi kenangan yang selalu menyiksa batin
Nuna Nrw
masih ada ayahnya alexa. tapi... ibunya ga setuju alexa ketemu ayahnya
Nuna Nrw
Tuhan selalu bersamamu alexa.
Nuna Nrw
merinding aku bacanya. baru saja alexa menyuapi ibunya, ya ampun kasian mau alexsa😭😭😭
Nuna Nrw
kalian itu yang jadi sampah, bahkan benalu masyarakat yang merayap ta ada gunanya
Nuna Nrw
kalau ditanya dia pengen seperti itu, tentu jawabnya tidak. namun apa daya, itu takdir yang harus ia terima. jika disuruh pilih iya juga tidak mau, dari pada kalian suka menggunjing orang mendingan bantu orang tua
Nuna Nrw
kasihan ya alexa, harus kerja demi sesuap nasi meskipun tak begitu banyak
Nuna Nrw
alexa anak yang berbakti yah, baik pula, bagus alexa,
al-del
kebayang deh adegannya seperti apa.
al-del
emang iya aku, kata si bapak 😅
al-del
ternyata kalung liontin itu yang akan membongkar identitasmu lexsa.
al-del
kok tau ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!