NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Patahhati / Lari Saat Hamil / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:374.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marianay

Ayuna putri yang akrab dipanggil Yuna ini terpaksa menikah dengan pria yang tidak dikenal sebelumnya karena berdasarkan tradisi adiknya tidak boleh menikah terlebih dahulu sebelum sang ayah kakak

Awalnya ia setuju tapi saat dirinya sah menjadi istri dari Yusuf Mahendra malah dipertemukan dengan pria yang selama ini ditunggu.

Yang tidak lain adalah pria yang ingin dinikahi oleh adiknya sendiri

Bisakah Yuna menerima kenyataan yang ada di depan matanya? Dan menerima Yusuf suaminya seutuhnya?

maraton bacanya entah bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marianay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan siang dikantor

Setelah berbicara dengan ibu aku ingin sarapan dulu. Setelah itu aku akan memasak makan siang untuk Bang Yusuf.

Satu jam lebih berkutat didapur, semua makanan sudah siap. Sekarang giliranku bersiap, aku harus datang lebih awal dari jadwal makan siang, mungkin saja nanti macet.

Kemacetan mengekor sepanjang jalan tak dikota kecil atau kota besar sama macetnya. Aku yang tadi sudah coba dandan sedikit agar tak nampak terlalu kumal, sekarang make up ku habis tersapu bersama keringat.

Aku memilih naik angkutan umum kukira akan lebih cepat ternyata salah, sama saja mobil dan motor berdesakan.

Hampir 40 menit dalam kemacetan akhirnya aku sampai dikantor Bang Yusuf. Perjuangan berat memang.

Masuk membawa sekotak makan siang, ku hampiri resepsionis, dia sangat cantik untuk ukuran seorang resepsionis.

"Ada yang bisa saya bantu bu?"

"Maaf, apa Pak Yusuf ada diruangannya"

"Beliau sedang rapat Bu, jika Ibu ingin menunggu, tunggu saja diruangannya saja. Rapat akan berakhir beberapa menit lagi."

"Baiklah, terimakasih. Tapi bolehkah antar saya ke ruangannya."

"Baik Bu, Mari ikut saya"

Aku mengikuti jalannya, sebenarnya aku takut tersesat disini, gedung ini sangat luas.

Naik ke lift, berhenti dilantai 18, rupanya disini, kukira lantai paling atas. Sang resepsionis membawaku ke salah satu pintu kayu. Sepertinya ini ruangannya.

Ada seorang pria yang duduk diluar ruangan Bang Yusuf dengan setumpuk dokumen, mungkin ini sekertarisnya.

"Siang Bu, silahkan masuk." Dia membukakan pintu untukku.

"Sebentar lagi Pak Yusuf selesai rapat, silahkan " lanjutnya

"Iya, terima kasih " Aku masuk tanpa mendengar balasan dari lelaki tadi.

Kuletakkan bekal makan siang dan tas dimeja sofa. Aku penasaran dengan isi ruangan ini

Aku baru sadar ruangannya sangat luas, dan lihat lah ada foto pernikahan kami dimejanya.

Buku besar sampai buku kecil pun tersusun rapi disini, rak-rak penuh buku. Tentang bisnis, ekonomi, politik, tak kan habis aku mengabsen satu persatu buku ini.

Aku hanya pegawai biasa, sementara Bang Yusuf sudah menjadi seorang bos disini. Pasti dia bisa membeli apa saja atau perempuan mana saja, tapi kenapa aku yang dipilih

Merasa ada sebuah tangan mencoba memelukku, membalik badan cepat mendorong kuat si empunya tangan, dia yang tak siap pun terjatuh, dan ikut menarikku jatuh bersama ke lantai.

Jantungku hampir cobot karena terkejut mataku membulat. Jatuh dalam pelukannya lagi. Dengan aku berada diatasnya.

"Ba-bang Yusuf" gugupku

"A-abang gak papa kan?" Mencoba bangun, memeriksanya mungkin saja ada memar.

Dia hanya tersenyum, entah apa arti senyumnya itu. Aku pun tak tau

"Ayo bangun kita duduk disofa aja " Aku membantunya berjalan ke sofa.

"Ada yang sakit gak bang?" Dia mengangguk dengan senyuman tak luput dari wajahnya. Aneh.

"Dimana?" Dia menunjuk ke arah dada sebelah kirinya, apa benar?, mungkin saja kepalaku mengenainya tadi.

Refleks ku buka baju dan melonggarkan dasinya cepat, merogoh obat didalam tas yang selalu ku bawa.

Ku oleskan obat pelan, karena memang aku tak tau apa yang harus kuperbuat lagi. Selesai.

Ku kancing kembali bajunya kembali. Aku sepertinya baru sadar dimana aku duduk. Menelan ludah saja rasanya sangat susah, mengapa aku jadi lupa diri begini.

Aku bangun ingin menjauh, tapi dia menarikku untuk tetap duduk dipangkuannya. Mati aku.

"Kamu bawa apa dek" tangannya sudah memelukku

"I-itu, makan si-siang" aku menunduk, tak berani menatapnya. Malu

Kulihat tangan panjangnya mengambil bekal yang ku bawa tanpa melepasku.

"Wah, ayo kita makan, gak sabar" dua tanganku yang bebas membuka bekal yang ada disampingku.

"Aaa.." dia membuka mulut tanpa disuruh artinya memang mau disuapin. Aku tak bisa tenang jika begini.

Kusendok makanan ke mulutnya. Dia nampak sangat lahap.

"Kamu makan juga dek" dia mengarahkan sendok ke mulutku. Aku makan sambil menunduk. Seseorang tolong aku.

Sesekali aku melirik ke Bang Yusuf, dia tak berhenti tersenyum, apa senang sekali. Sepertinya.

Jadilah kami makan berdua dalam satu tempat, sepertinya kegiatan yang ku rencanakan tak baik untuk kesehatan. Jantungku misalnya, sungguh tak bisa diam. Kurasa mungkin bang Yusuf mendengarnya

Sekarang lihatlah aku tak diizinkan pulang dari sini, aku ingin menghilang saja dari sini, kalau bisa teleportasi gitu.

Lama menunggu Bang Yusuf aku merasa kantuk yang berat, tanpa sadar lagi aku tertidur disofa.

--

Mengerjap pelan, membuka mata. Dimana ini? Mataku terbuka lebar, jangan-jangan ada yang menculikku. Memeriksa sudut ruangan, sepertinya tak asing.

Ada 4 pintu disini, aku harus cari jalan keluar, pintu pertama terbuka, kenapa ada kamar mandi? Gak ada urusan, pintu lain menunggu. Pintu kedua, apa ini dapur, aku seperti disekap disini. Pintu ke tiga terkunci, sepertinya ini jalan keluar. Dipintu terakhir terbuka, ini kan ruangan Bang Yusuf. Ku tepuk kepalaku, sungguh aku seperti orang lupa ingatan.

Kemana Bang Yusuf, dia tak ada disini. Apa ini, aku ditinggal.?

Kuraih tas salempang dan kotak bekal yang kubawa tadi, bergegas keluar ruangannya.

"Maaf Bu?" Pria tadi menyapa, seperti ingin mengatakan sesuatu.

" Iya, ada apa?"

"Pak Yusuf bilang ibu tak boleh keluar, beliau akan kembali 15 menit lagi"ujarnya

"Baiklah. Terima kasih" ku balik badan masuk kembali.

Apa yang dilakukan Bang Yusuf diluar sana, apa dia punya wanita lain. Tidak,tidak. Mana mungkin berani dia.

Sudah 15 menit ini lama. Aku sudah shalat, dengan mukena ada dikasur tadi dan sekarang hanya fokus pada pintu itu.

Ceklekk

Pintu terbuka, Bang Yusuf masuk dan duduk disofa tempatku duduk. Dia nampak sangat tampan.

Dia tampan tapi nampak gusar dengan rambut berantakan kelelahan sepertinya.

Dia membaringkan diri dengan kepala dipangkuanku.

Eh?

Matanya terpejam, dia benar-benar lelah. Aku tak berani bersuara, bisa saja dia terganggu.

Dia meraih pinggangku, membenamkan wajahnya disana, refleks aku juga mengelus rambut tebalnya yang berantakan, ku sisir menggunakan jari. Nampak lebih baik.

Kenapa dia manja sekali, aku baru tau ada lelaki dewasa semanja Bang Yusuf.

"Abang kenapa?" Dia hanya menggeleng. Aku diam tak lagi bertanya.

Sudah 30 menit dengan posisi ini, kakiku mulai kebas, ingin mengerakkan tapi takut dia bangun.

"Sakit gak dek?" Tanyanya tiba-tiba

"Ng-gak kok" memang tidak sakit hanya kebas. Dia sudah bangun tapi tetap dengan posisi yag sama. Wajah menghadap keperutku mengelusnya pelan.

"Disini nanti bakalan ada anak kita kan dek?"

Deg..

Bagai dihantam batu besar, ludah saja begitu sulit kutelan. Ini sebuah pernyataan yang menyulitkan.

"I-iya" Aku juga ingin memiliki seorang anak, tapi aku belum siap memberi haknya. Aku belum mencintainya. Tapi bagaimana jika dia mencari wanita lain. Tidak, tidak.

"Adek mau punya berapa anak?"Tanyanya lagi

"Ng-berapa aja boleh"

"Tau gak dek, Abang pernah bermimpi menikahi seorang wanita yang Abang cintai dan memiliki anak-anak lucu darinya " tenggorokanku tercekat, susah payah menelan kenyataan ini.

"Sebagian mimpi itu sudah terwujud, abang sudah menikahi kamu" dia mencubit hidungku pelan.

Aku tersentak dari ketidak berdayaan, kembali sadar pada kenyataan, Dia mencintaiku?

Entah mengapa rasa menyesal tak kunjung hilang dari benakku.

Dia mengangkat kepalanya kembali duduk disampingku, bangun berjalan menuju meja kerja dan kembali duduk dikursi kebesarannya. Sambil berkutat kembali dengan laptol didepannya.

Aku sungguh tak tau isi pikirannya. Kudekati dia, ingin meminta izin pulang. Aku bosan disini

"Bang?." Dia hanya bergumam

"Boleh aku pulang?" lanjutku mengiba padanya

"Ngapain pulang?dirumah gak ada siapa-siapa, duduk aja bentar lagi buat dirimu nyaman disini dek." Masih berkutat dengan laptop tanpa mengalihkan pandangan.

Menyebalkan ingin ku makan saja Bang Yusuf agar tak ada yang sifatnya semena-mena gitu.

Aku hanya bisa menghela nafas pelan, apanya dibuat nyaman. Aha! Good idea

"Bang minta makan, boleh ya"

"Makan?" Dia mengenyit heran

"Heem. Lihatlah bang, istrimu ini sangat kecil" ucapku mengiba

"Oke mau makan apa?"

"Mau makan Abang. Eh." Haduhh. Kenapa mulutku begini, ada2 aja. Habis aku.

"Apa..?"

°°°°°°°°

jangan lupa like, vote,follow and comen ya, dukungan kalian jadi semangat Author 😉😉

love you all😍😍😍

1
Royani Arofat
ngapain sih g jujur.udah mau d lecehkan jg.
Royani Arofat
unting aja yusuf sabar.cemburunya menakutkan.tdk sesuai porsi.kl kayak gitu lamaw g betah loh suaminya
tambahan bonus bunga karena sudah mau berteman dengan myako
kok aku belum di polback kak?
Ryana: udah kok kak
total 1 replies
mantul
suaminya maksa njerr
lanjutkan cuyy
singkat sekali
jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
bagus banget semangat terus kak
udh mampir nih☺semangat
Ig : Author_fanie.liem
AK mampir kak
jgn lupa untuk mampir ya
di Mr. Latto- latto- mencari cinta sejati
snow angel
😍😍
Natassa Putri
Ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran buat baca chapter selanjutnya
Natassa Putri
Semangat trs Kak nulisnyaa💪😊
Ryana: iya kak mampir juga di novelku yang lain judulnya Hutang Cinta Helena
total 1 replies
Sry Purwanti
gak jelas novel ya.perempuan ya ter lalu muter2 pikiran ya dan naif
Ryana: Makasih kak, aku bakal jadi lebih baik lagi, baca novel lainnya juga, moga gak muter-muter kayak blender
total 2 replies
Ryana
terimakasih
harie insani putra
mampirrrr baca
Anariy
semangat Author
harie insani putra
Tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!