Revisi dari novel yang lama judulnya 'Maid make me crazy'
.
.
Annastasya Arrabella
Kebangkrutan keluarganya mengharuskannya mencari uang sendiri untuk kuliahnya, dirinya terpaksa menjadi seorang maid, karena hanya itu tawaran yang datang padanya.
"Bagaimana mau tidak jadi maid?"
"Apa? Maid...?"
"Baiklah tak ada pilihan lain"
__________
Roland Zain Abraham.
Ceo, tampan,dan mapan juga seorang Casanova penakluk wanita,dirinya harus menahan hasratnya pada seorang maid yang dianggapnya bukan levelnya.
"Maid itu? haha..tidak dia bukan level ku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12-Tidak tergoda
"Apa kau berbohong kau seorang TKW dari Indonesia."
"Itu.. begini.." Roland masih menunggu dengan sabar perkataan Anna.Anna menarik nafas berat "Aku kemari untuk kuliah karna beasiswa,dan aku membutuhkan pekerjaan maka dari itu temanku mengenalkanku pada aunty Jesica untuk mendapatkan pekerjaan"
Tatapan Roland datar tanpa expresi "Tuan jangan pecat aku, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini,terlebih aku sudah menanda tangani pekerjaan untuk dua bulan kedepan,setidaknya aku bisa sambil mencari pekerjaan lain selam dua bulan ini"
"Baiklah atur waktu kau kuliah dan bekerja tapi jangan sampai kau lupakan pekerjaan mu" Roland pergi meninggalkan Anna yang masih duduk kaku.
Anna berbohong,, ya biar saja untuk apa dia jujur pada pria bajingan dan mesum seperti Roland lagi pula untuk dua bulan ini dia akan menikmati hari hari terakhirnya disini,siapa peduli dengan Roland Anna mengepalkan tangannya, lalu pergi kearah kamarnya nasib sialnya belum berakhir hanya doa yang bisa dia panjatkan semoga keadaan bisa kembali seperti semula.
Didalam kamarnya Roland menerawang jauh kenapa dia tidak memecat maidnya itu, merepotkan jika saja dirinya tak punya tantangan dari Alden dia akan segera memecat Anna dan menggantinya dengan yang baru.
Roland mendesah jika taruhannya dibatalkan dia akan kehilangan Apartemennya,sebenarnya bukan masalah tapi disini harga dirinya juga dipertaruhkan enak saja dia seorang penakluk wanita harus mengalah hanya karna gadis maid itu.
Roland turun dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda Roland melewati Anna yang tengah bekerja,gadis itu sedang memegang penghisap debu.
"Anna aku akan pergi kerumah orang tuaku aku mungkin pulang malam jadi kau tak perlu memasak untukku"
"Oh baiklah tuan"
"Hm jaga dirimu" Roland pergi tanpa menoleh lagi, Anna melihat punggung Roland yang makin lama makin tak terlihat karena tertelan pintu Anna mengedikkan bahunya Acuh lalu melanjutkan pekerjaannya.
Anna mengambil keranjang cucian dikamar Roland untuk dicuci ketika Anna memasukan satu persatu pakaian Roland ke mesin cuci tentu saja dia harus memeriksa terlebih dahulu,Anna merogoh satu persatu saku dari kemeja dan celana Roland, Anna tersenyum ketika mendapatkan lembaran kertas "Wahh lumayan 10 dolar kalau dalam satu baju aku dapat 10 dolar dalam sepuluh baju aku bisa punya 100 dolar"
Anna lebih bersemangat merogoh setiap saku "Cih dasar pria mesum pasti ini jejaknya ketika bercinta" Anna melempar kemeja yang dikerahnya terdapat cap bibir wanita.
Anna mengambil celana terakhir dan merogoh saku, Anna mulai meraba, kenyal seperti karet "Apa ini?" Anna mengangkat tangannya keatas lalu melempar benda itu "Ihhh menjijikan" Anna segera mencuci tangannya menggosoknya berkali kali "**** dasar pria gila menyebalkan, bajingan mesum, Edan!" Anna mengumpat menyelipkan bahasa aslinya,Anna melihat kearah benda yang tadi dilemparnya,"Kenapa dia malah menyimpannya bukan membuangnya, apa itu bekas pakai nya" Anna mengambil sapu sambil bergidik jijik ogah ogahan Anna mengambil mengunakan gagang sapu lalu memasukan benda itu ke tong sampah.
Anna tau benda itu, karna dia sering melihat Vero membawa bawa benda itu kemana mana katanya siapa tau pria malam ini tidak membawanya,Vero bahkan menjelaskan secara gamlang cara memakaikannya "Astaga Kon dom" Anna mengeleng lagi.
_________
Roland memasuki mansion orang tuanya sudah satu bulan dirinya tak pulang Roland amat sibuk dengan pekerjaannya dan tentu saja dengan kencannya.
"Hallo Mom" Roland mengecup pipi wanita paruh baya yang tengah duduk dengan tenang.
"Baru ingat pulang?"
"Oh ayolah mom aku sibuk" Roland mendudukan dirinya disisi Jesline.
"Sibuk berkencan" Jesline makin ketus.
"Oh mommy kau menggemaskan jika cemburu" Roland mencubit pipi yang masih kencang terawat, diusianya yang sudah setengah abad Jesline masih terlihat cantik.
"Cemburu katamu! aku cuma mau setidaknya ingat pulang untuk menemuiku,Mengapa tak ikuti kata Daddymu untuk mengurus perusahaan Daddy"
"Ah itu lagi, sudah kubilang aku tidak tertarik"
"Lalu apa yang kau mau,kau anak satu satunya di keluarga kita jadi mau tak mau kau harus mau" Allaric Daddy dari Roland ikut duduk di sofa menghampiri istri dan anaknya
"Ayolah Dad aku masih ingin mencari pengalaman"
"Apa lagi yang kau cari, baiklah jika kau tak mau, cepat saja menikah dan berikan cucu pada kami akan kami jadikan dia ahli warisku"
"Aku mendukung mu Dad" sorak Jesline. "Cepat menikah son"
Ah itu lagi Roland tidak akan menikah jika dia belum puas bertualang apalagi setelah menikah dia akan setia pada istrinya, seperti Daddy dan mommynya.
"Baiklah akan ku pikirkan" Desah Roland.
"Bagus belajarlah bertanggung jawab dan berhenti main perempuan, sebelum kau kena batunya" Allaric menepuk bahu Roland."Segara cari calon istrimu jika tidak kami yang akan mencarikan untukmu,"
"Ah teman mommy ada beberapa yang punya anak perempuan yang cantik mau mommy yang pilihkan"
Roland makin pening ini yang membuatnya malas pulang Orang tuanya selalu membicarakan itu itu saja.
Roland pulang ketika waktu menunjukan pukul delapan tadinya dia berniat untuk pulang malam lalu mampir ke club namun moodnya terlanjur hancur karna orang tuanya malah mendesaknya menikah.
Anna sedang menonton tv sambil memakan camilan duduk di karpet sambil selonjoran kaki,betapa kagetnya Anna melihat Roland sedang memperhatikannya, Anna segera berjingkat bangun dari duduknya "Tu..tuan kau bilang akan pulang malam"
Roland masih terpaku melihat penampilan Anna, Anna melihat kemana arah pandangan Roland dirinya hanya memakai kaos oblong dan hot pants. 'Bajing an mesum' Roland mendekat ke arah Anna yang berdiri canggung. "Jadi ini yang kau lakukan jika aku tidak dirumah"
"Hah?"
Roland mendekat Anna makin takut melihat raut mesum Roland, Anna terus mundur namun kakinya tersandung dan terjatuh di sofa dibelakangnya.
Anna akan bangun namun Roland mengungkungnya, "Tuan apa yang kau lakukan?" Anna menahan dada bidang Roland.
"Kau sedang menggodaku?"
"Apa maksudmu?"
"Kau terlihat se xy " bisik Rolan tepat di telinga Anna.
Bulu kuduk Anna meremang "Maaf tuan aku tidak bermaksud, ku.. ku kira tuan akan pulang malam"
"Jadi benar itu yang selalu kau lakukan jika aku tak ada, berpakaian se xy"
"Se xy apa tuan ini tidak se xy sama sekali"
"Kau salah kau sangat se xy tapi.." Roland mendekatkan jarak nya hingga kini hidung mancungnya menyentuh hidung Anna,nafas Roland terasa panas menerpa wajah Anna seiring wajah Anna yang mulai memerah,Roland merangsek hidungnya membelai pipi lalu ke telinga Anna yang kini sudah memejamkan matanya "Tapi aku tidak tergoda" Roland menarik dirinya.
Sumpah demi apapun Wajah Anna benar benar merah karna malu bercampur marah 'Buaya gila' makinya.
Roland terkekeh melihat wajah merah Anna, lalu meninggalkan Anna yang masih terpaku.