NovelToon NovelToon
神の復活: BANGKITNYA KEMBALI SANG DEWA

神の復活: BANGKITNYA KEMBALI SANG DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Isekai / Spiritual / Kultivasi / Barat / Tamat
Popularitas:199.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pandu Diwanata

Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.

ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.

Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?

Note:

Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.

ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.

agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.

mohon dukungannya yaa terimakasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Diri

Pada suatu siang di halaman belakang sekolah tepatnya saat waktu jam istirahat ada beberapa siswa yang membuat sebuah kerumunan. 

Kerumunan tersebut mengelilingi kedua orang siswa yang sedang bertarung tanpa sihir alias adu pukul. Mereka terus menyorakinya Memberikan semangat kepada kedua orang itu. Inilah salah satu usaha yang dibuat oleh Dion dan kawan-kawannya. 

Mereka memaksa orang lain untuk bertarung tanpa menggunakan sihir hingga tak sadarkan diri. Tentu hal ini mengundang banyak orang yang menyukai kekerasan untuk menontonnya dengan berbayar. Dari sinilah pundi-pundi emas Dion dan kawan-kawannya terkumpul.

.

.

.

.

.

Jauh dari kerumunan tersebut terdapat seorang siswa yang sedang duduk. Dia berada diantara dua siswa lainnya. Orang itu tak lain adalah Dion. Ia sedang menyaksikan pertunjukan yang ia buat. 

Allegra yang sedang berdiri di sebelah kanannya kemudian meliriknya. Sebuah raut kekesalan nampak dari wajah sobatnya itu. Ia mengetahui apa yang sedang belakangan ini terjadi padanya.

"Bagaimana dengan anak itu? Mau kita jadikan sapi perah selanjutnya?" Tanya Allegra sambil menonton perkelahian itu.

"Tidak perlu" Jawab Dion singkat. 

"Lalu?" tanya Bastian yang sedang berdiri di sebelah kiri Dion. 

"Aku ingin membuatnya seakan akan ia ingin menghilang dari dunia ini. Aku ingin sesuatu yang lebih dari luka. Aku ingin merobek-robek harga dirinya". Ucap Dion dengan nada kesal.

"Aku dengar sebuah rumor dari junior kita bahwa ia tak bisa menggunakan sihir" Ucap Bastian. 

"Hah? Tidak bisa menggunakan sihir?" Tanya Dion yang sedikit kebingungan. 

"Ya, budak baru kita melihatnya sendiri pada saat tes seleksi" Ucap Bastian.

"Ini akan benar-benar menarik" ucap Allegra sambil tersenyum. 

"Tenang saja, aku punya sebuah rencana untuk mempermalukannya." Ucap Bastian. 

.

.

.

.

Keesokan harinya Arthur mendapatkan perintah dari gustav untuk mengambil sebuah kunci yang berada di ruangan gedung sebelah. 

Sesegera mungkin setelah masuk waktu jam istirahat ia langsung melaksanakan perintahnya dan bergegas menuju gedung tersebut. 

Setelah mendapatkan kunci itu, Arthur kembali menuju ke ruang Gustav dengan melewati koridor sekolah. Siang itu koridor sekolah sedang ramai oleh para siswa. Ada yang sedang mengobrol, pacaran, dan lain-lain. 

Disaat ia sedang melewati koridor tiba-tiba ia dihentikan oleh seorang siswa berambut coklat panjang yang tak lain adalah Bastian.

"hei, tunggu dulu kawan, kau ini sepertinya sedang sibuk, bisakah kita bicara sebentar" Sapa Bastian dengan tersenyum sambil menghadang arthur dengan lengan kanannya. 

"Maaf, Aku tidak punya waktu untukmu" Arthur mencoba melewatinya namun ia tetap menghalangi jalannya. 

"Kunci yang kau ambil itu salah, itu adalah milik ayahnya Dion" Ucap Bastian sambil merebut kunci itu dengan cepat dan melemparkannya kepada Dion yang berdiri tak jauh dari mereka bersama para gadis.

Ayahnya Dion merupakan salah satu petinggi di sekolah tersebut. Itulah mengapa Dion masih bertahan disana meskipun telah melakukan banyak pelanggaran bahkan tindakan kriminal. 

.

.

.

Ia pun kemudian menghampiri Dion dan memintanya untuk mengembalikan kunci tersebut.

"Aku sedang tidak punya waktu, cepat kembalikan." Ucap Arthur sambil menadahkan tangannya. 

"Apakah kah tidak dengar ucapan si gondrong itu? Kalaupun kunci ini bukan milik ayahku ini sudah berada di tanganku berarti mulai saat ini kunci ini adalah milikku. Jika memang kau masih bersikeras silahkan ambil sendiri" Ucap Dion sambil mengayun-ayunkan kunci itu di depan wajah Arthur. 

Arthur mencoba merebutnya namun dengan cepat Dion melemparkannya kembali kepada Bastian. Dion pun tertawa, ia terlihat benar-benar menikmati permainan yang ia buat. 

Arthur kembali berlari menuju Bastian dan mencoba merebutnya kembali tapi Bastian juga melemparkannya kembali kepada Dion dan hal itu terjadi berulang-ulang hingga akhirnya menarik perhatian siswa yang lain. Sebagian dari mereka ada yang ikut tertawa. 

Sebenarnya Arthur bisa saja melawan sejak dulu namun karena peraturan yang ketat terlebih ia tak memiliki koneksi yang kuat dengan petinggi sekolah maka ia akan sangat mudah dikeluarkan jika melakukan perkelahian di sekolah. Alhasil ia hanya bisa pasrah saja dengan keadaan. 

Sejenak Arthur terhenti mengejar kunci itu karena mulai merasakan sesak pada pernafasannya. Ia berlari tanpa henti melayani permainan mereka padahal ia sendiri belum makan apapun sejak pagi. 

"Aku mulai merasa kasihan padamu" Ucap Dion sambil matanya melirik sekitar memastikan bahwa ia berhasil mencuri perhatian siswa lain dan membuat kerumunan. Dirasa telah cukup ramai ia pun menawarkan sesuatu pada Arthur.

"Bagaimana jika kamu melakukan sesuatu untukku maka aku akan berikan kunci ini" Ucap Dion sambil tersenyum licik.

"Apa yang harus kulakukan?" Tanya arthur dengan nafas terengah-engah.

"Sujudlah padaku maka akan kuberikan kunci ini padamu" Ucap Dion kembali mengayun-ayunkan kunci itu kembali di hadapannya. Lantas para murid yang ada disana tertawa mendengarnya. Mereka tak habis pikir Dion akan menyuruhnya melakukan hal sekonyol itu. 

Arthur termenung sejenak. Menurutnya ini sudah keterlaluan. Sebenarnya ia tak ingin melakukan hal seperti itu namun apa boleh buat. Dia takkan berhenti jika ia tak menurutinya. 

Sejak saat sekolah Arthur tak terlalu memikirkan tentang harga dirinya. Ia tak peduli dengan pandangan orang tentangnya. Ia jauh lebih fokus untuk menyelesaikan sekolahnya. 

"B-baiklah" Ucap Arthur.

Melihat Arthur menuruti perkataan Dion, semua yang disana mulai tertawa kembali. Mereka tak habis pikir dengan Arthur. Bagaimana mungkin ia mau melakukan hal seperti itu? Dimanakah letak harga dirinya?.

"Dia itu manusia atau hewan sih? kok nurut-nurut aja melakukan hal sebodoh itu?" ucap siswa lain yang sedang berbisik dengan siswa lainnya.

Disaat Arthur mulai membungkukkan badannya, ia mendengar suara langkah kaki yang begitu cepat sedang menuju kepadanya. 

Tak lama kemudian Sebuah tangan datang menyentuh bahunya dari belakang membuatnya berhenti untuk bersujud. 

"Hentikan!" Ucap seorang gadis yang suaranya itu sudah sangat tak asing lagi baginya. 

Gadis itu sudah mengetahui apa yang sedang terjadi disini.

Ia kemudian berjalan menuju Dion. Dion sendiri sedikit bergidik melihat Gadis itu. Dia adalah Elina tapi dengan raut wajah yang sangat berbeda. Wajahnya tampak tak berekspresi sedikitpun. Sebelumnya ia tak pernah melihat Elina seperti itu. 

"E-eh, Elina? Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanya Dion sambil menggaruk kepala belakangnya. Dion tak menyangka Elina akan datang ke koridor sekolah. 

"Berikan kunci itu padaku!" ia menadahkan tangannya ke depan Dion. Dion melirik ke arah Bastian. Dion mengisyaratkan bahwa ia meminta bantuan. Tetapi Bastian malah membuang wajahnya sambil bersiul. 

"E-eh anu Elina, kunci ini adalah milikku" Ucap Dion.

Namun Elina tak menggubris perkataan Dion. Dia hanya menatapnya dengan tajam. 

"Mengapa kamu membelanya? Mengapa kamu menolakku dan malah lebih memilih orang menyedihkan sepertinya? Lihat! dia tidak lebih dari seekor hewan. Bahkan dia tidak bisa menggunakan sihir. Dia sama sekali tidak cocok denganmu" Ucap Dion sambil menunjuk Arthur. Dion mencoba merendahkannya dan meyakinkan wanita itu bahwa dirinya lebih pantas dan hebat ketimbang Arthur. 

"Sedangkan aku? Aku bukan sampah sepertinya. Aku adalah seorang bangsawan. Keluargaku memiliki ratusan hektar tanah dan jutaan emas yang akan diwariskan padaku. Lihat dia! Dia sangat lemah. Bagaimana mungkin ia bisa membuatmu puas? Asal kau tahu, selain kuat dan tahan lama, punyaku panjangnya juga lebih dari 30 centimet-" 

Belum sempat menyelesaikan perkataannya. Dion langsung mendapat tendangan keras dari Elina. Tendangan tersebut tepat mengenai benda pusaka kebanggaannya yang berukuran lebih dari 30 cm itu.

Ia pun terjatuh ke lantai meringis kesakitan sambil memegangi benda pusakanya. 

"Hentikan semua omong kosongmu itu. Aku benar-benar merasa jijik mendengarnya. Dia itu adalah adikku b*ngs*t" Ujar Elina. 

"Adikmu?" Bastian terperangah mendengarnya. 

Sontak semuanya kembali tertawa mendengar pernyataan Elina. Beberapa dari mereka ada yang tertawa terbahak-bahak. 

Sejak kapan ada seorang pria yang cemburu pada perempuan yang mereka sukai dekat dengan adiknya sendiri. Ini adalah sebuah drama paling konyol yang pernah ada menurut mereka. 

Kini wajah Dion memerah. Ia tak sanggup lagi menahan malu yang ada ditambah rasa sakit pada pusaka belum juga hilang. Ia tidak mengetahui jika orang itu merupakan adiknya Elina. Ia pun segera menatap para siswa lain untuk menghentikan mereka tertawa.

"Apa yang kalian tertawakan b*ngs*t?" Ujar Dion yang masih memegangi pusakanya sambil berbaring. 

Melihat wajah Dion yang sangat mengerikan, mereka semua yang ada disana langsung terdiam. Beberapa dari mereka yang tertawa terbahak-bahak mulai meninggalkan tempat itu. Mereka tak ingin terkena masalah oleh Dion.

Elina pun berjalan menuju Arthur dan memberikan kuncinya. Kemudian ia menarik lengannya dan mengajaknya untuk pergi. 

.

.

.

.

1
Devati Puspita
ahahahaha kenapa harus 'orang ganteng' dehh lucukk bgttt😭😭
Devati Puspita
seruuu bgtttt
Devati Puspita
akuu baca ya ndu
finally
Blue
up nya lama udh gitu cerita pendek hadehh
R@henj: kasih idenya gan mkanya huff🙄..
total 1 replies
Dery
gas lanjut thor
Dery
nangung thor up nua
Dery
mati kah
pastelocia: cek bab selanjutnya
total 1 replies
Dimas Setiawan
good
Dery
nanggung thor
pastelocia: siappp
total 1 replies
Apendi Pendi
hallo saya ijin masuk kakak 😊
pastelocia: iya siapp. makasih banyak kak udah mampir
total 1 replies
sompel kjb
hadir
Panjie Bali
up lgi thor trp smngat
pastelocia: iya siapppppppp
total 1 replies
Queen Rizky
dan datanglah salah satu tetua dari agnosticae.....

semangat terus thor 💪
Ricki Virgiawan
black clover
Queen Rizky
kekuatan Arthur semakin mengejutkan meski ia harus berubah menjadi wujud aslinya. keren .👍
Queen Rizky
mahluk apakah yg tiba tiba muncul dan membuat Arthur serta Adrian terpental...


semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
Queen Rizky
mampukah pasukan sihir bayangan mengatasi para monster tingkat atas itu............agar tidak terus melebarkan Dungeonnya. ??........

tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!

buat author semangat terus 💪
Queen Rizky
ARTHUR dibikin karakter yg tegas Thor jangan di jadikan pria lemah jangan di jadikan plin plan kayak g ada wibawa gitu. Arthur adalah dewa kematian bukan pick boy.

maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....

semangat Thor 💪
Queen Rizky: semangat terus 💪 cerita mu bagus tapi jujur penyampaiannya kurang gereget...

🙏🙏😘😘😘😘😘😘
total 2 replies
Queen Rizky
apakah roxanne akan menjadi salah satu selir Arthur...??
Queen Rizky
benar benar sebuah kisah yang tragis.

Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .

next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .

oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!