NovelToon NovelToon
MARRY YOU, MY ENEMY

MARRY YOU, MY ENEMY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

Azkia dan Raffasya bagaikan tikus dan kucing yang tidak pernah bisa akur jika bersama. Kebencian Raffasya terhadap Azkia sudah tertanam saat masih duduk di sekolah dasar karena Azkia berhasil mengalahkan Raffasya yang saat itu sedang melakukan body shaming kepada Gibran, kakak kelas Azkia lainnya.

Dan setelah mereka dewasa, permusuhan itu tetap berlangsung. Azkia yang akhirnya menjalin asmara dengan Gibran terpaksa harus hidup dengan Raffasya karena suatu peristiwa buruk.

Akankah Azkia bisa bertahan dengan Raffasya atau memilih kembali bersama Gibran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Sering Melihat Papa Dan Mama

Tin tin tin ...

Azkia menekan klakson mobilnya saat melihat sebuah motor sport menghalanginya untuk memasuki pekarangan rumah Amara.

" Woy, motor, motor ...!!" teriak Azkia dengan kepala menjulur keluar dari jendela mobilnya berharap orang yang memiliki motor itu keluar dari dari rumah Amara. Karena dia tahu siapa pemilik motor itu.

Tin tin ...

Azkia sengaja menekan klaksonnya kembali hingga membuat seseorang keluar dari dalam rumah Amara.

" Hai, Nenek sihir! Berisik banget sih, lu! Gue masukin juga lu ke guci, tahu rasa, lu!" umpat Raffasya dengan bersungut-sungut menghampiri motornya.

" Emangnya Aladin dimasukin ke guci?" Azkia tergelak menertawakan ucapan Raffasya tadi. " Buruan, dong! Lama banget sih jadi cowok! Letoy!!" cibir Azkia.

" Berisik, lu!" hardik Raffasya dengan mulut penuh umpatan menggeser motornya hingga membuat mobil milik Azkia bisa masuk dan terparkir di halaman rumah Amara.

" Nah gitu, dong! Motor butut Kak Raffa ini nggak pantas parkir di perumahan elit ini, lebih pantas mobil aku ini," cibir Azkia kembali seraya menjulurkan lidahnya saat turun dari mobilnya.

" Cih, mobil dapat kasih orang tua saja bangga! Palingan juga dapat kredit!" sindir balik Raffasya tidak mau kalah.

" Eh, sembarangan! Percuma dong, punya Uncle pemilik hotel mewah kalau beli mobilnya nyicil! Lagipula ini tuh kado ulang tahun dari Uncle Gavin bukan dapat minta dari orang tua!" tepis Azkia.

" Tetap saja ujung-ujung dikasih, kan? Bukan hasil keringat lu sendiri?! Bukan hasil jerih payah lu sendiri?!" Kembali Raffasya balas mencibir.

" Huuuhh ..." Azkia berkacak pinggang lalu melangkah ke arah motor Raffasya dan ...

Brraaakkk

Azkia menendang motor sport milik Raffasya membuat Raffasya membelalakkan matanya.

" Hei, Nenek sihir! Ngapain lu tendang-tendang motor gue?" bentak Raffasya kesal.

" Salah sendiri, kenapa Kak Raffa ngatain mobil aku ini dapat kredit?!" ucap Azkia santai seraya mengusap-usap mobil miliknya.

Brraaakkk

Kali ini Azkia yang tersentak saat dia melihat Raffasya membalas perbuatannya dengan menendang mobil milik Azkia.

" Oh, astaga!! Ya ampun, tuh kan penyok ..." Azkia terperanjat saat bagian samping mobil yang ditendang Raffasya sedikit berlekuk.

" Kak Raffa ...!!" Azkia dengan geram langsung menghantamkan tinju ke arah wajah Raffasya namun dengan cepat Raffasya tepis. Azkia kembali menyerang namun lagi-lagi Raffasya bisa menepis hingga dua orang yang pandai bela diri itu akhirnya saling pukul dan saling tepis dengan suara Azkia berteriak kesal.

" Astaghfirullahal adzim, Raffa, Kia! Kalian ini apa-apa, sih?!" Raditya dan Amara yang keluar dari dalam rumahnya langsung melerai pertengkaran dengan kekesaran fisik antara kedua orang keponakannya.

" Kalian ini seperti anak kecil, ya?! Nggak malu dilihat tetangga?!" Raditya menegur Azkia dan Raffasya yang sedang bertengkar.

" Dia tendang mobil Kia sampai penyok, Om!" Azkia mengadu kelakuan keponakan dari Om nya itu dengan menunjuk bagian mobilnya yang nampak bekas tendangan Raffasya tadi.

" Dia dulu yang mulai tendang motor Raffa kok, Om!" Raffasya melakukan pembelaan kerena memang Azkia lah yang mengawali keributan.

" Mana? Mana? Nggak ada jejaknya kalau aku tendang motor Kak Raffa, kok!" Azkia menampik tuduhan yang memang sebenarnya dia lakukan.

" Sudah-sudah! Kalian berdua ini dari dulu kok nggak pernah bisa akur, selalu saja bikin keributan!"

" Dikawinin saja, Pak. Biar bisa akur ..." celetuk Pak Tono, supir pribadi keluarga Raditya dan Amara yang ikut keluar saat terdengar ribut-ribut di luar.

" Idih amit-amit ...!!" Azkia dengan cepat mengedikkan bahunya seolah enggan jika apa yang dikatakan oleh Pak Tono itu benar terjadi.

" Ogah banget gue juga!" Tak mau kalah dengan Azkia, Raffasya pun menganggap jika suatu kesi*alan lah yang akan terjadi kalau yang diucapkan Pak Tono itu terjadi.

" Sudah-sudah jangan berantem terus! Raffa kamu sudah selesai 'kan urusannya? Sebaiknya kamu cepat pulang daripada bikin ribut di sini." Raditya meminta agar keponakannya itu segera meninggalkan rumahnya, mencegah agar tidak ada keributan-keributan lagi di antara Raffasya dan Azkia.

" Ya sudah Raffa pulang kalau begitu!" Raffasya kemudian menaiki motornya, Dia lalu menyalakan mesin dan memakai helm. Tak lama pria itu pun menjalankan motornya keluar dari pekarangan rumah Amara.

" Assalamualaikum, woy ... assalamualaikum ...!!" Azkia sempat meneriaki dan menegur Raffasya yang terlihat tidak punya sopan santun kepada orang yang lebih tua.

" Kia ...! Sudah jangan teriak-teriak!" Amara menegur putri dari kakaknya itu. " Kamu bawa pesanan Tante?" tanya Amara yang memang meminta Azkia membawa beberapa contoh baju yang dia pesan dari Alexa Boutique.

" Ada di mobil, Tan." sahut Azkia.

" Ya sudah kamu tolong bawa ke dalam, ya!" Amara menyuruh Azkia membawa beberapa contoh baju itu sementara dia bersama Raditya kembali masuk ke dalam rumah lebih dulu.

***

" Assalamualaikum, Ma." Azkia memasuki rumahnya dan mendapati Natasha yang sedang membaca majalah tentang fashion. Sebagai pebisnis yang bergelut di bidang fashion, sudah kewajiban bagi Natasha mengikuti berita tentang fashion dunia soal apa yang sedang menjadi tren pasar saat ini.

" Waalaikumsalam ..." Natasha langsung menutup majalah yang tadi dipegangnya. " Kok baru pulang?" tanya Natasha karena hampir Isya Azkia baru sampai rumah.

" Jalan dari rumah Tante Mara macet, Ma." Azkia memberikan alasannya.

" Papa sudah pulang, Ma?" tanya Azkia seraya mencium tangan Natasha.

" Papa langsung ke Bogor, ada yang perlu diurus di perusahan Eyang kamu."

" Oh ...." Azkia menghempaskan tubuhnya di atas sofa bersebelahan dengan Natasha.

" Kamu sudah mandi? Sudah Maghrib? Sudah makan?"

" Sudah tadi sekalian di rumah Tante Mara."

Natasha memperhatikan putrinya yang nampak kelelahan.

" Kamu capek banget ya, kerja sambil kuliah?" tanya Natasha seraya memainkan anak rambut di kening Azkia.

" Nggak kok, Ma. Biasa saja."

" Papa bilang kamu tadi disuruh keluar dari kelas, memang kenapa? Kia nggak konsen belajar?"

" Papa sudah cerita ya, Ma?" Azkia menoleh ke arah Mamanya.

" Iya, tadi Papa kamu bilang kamu melamun di kelas, senyum-senyum sendiri terus bilang apa tadi ya?" Natasha mencoba mengingat apa yang diceritakan Yoga kepadanya siang tadi.

" Iiihh ... Kia malu deh kalau ingat kejadian siang tadi." Azkia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

" Memangnya Kia melamunkan apa tadi di kelas?"

Azkia mengambil nafas sejenak sebelum menjelaskan apa yang sedang dia khayalkan siang tadi.

" Tapi Mama jangan ketawain Kia, ya?" Azkia meminta Natasha untuk tidak menertawakannya.

" Mama jadi penasaran, deh."

" Janji dulu, Ma."

" Oke-oke Mama janji. Sekarang kamu cerita sama Mama apa yang sedang ada di dalam pikiran kamu saat di kelas tadi sampai Papa mengusir kamu dari dalam kelas?"

" Jadi tuh ... tadi itu Kia sedang memperhatikan Papa yang lagi mengajar. Kia itu merasa Papa tuh perfect banget lho, Ma."

" Tak terbantahkan kalau itu." Natasha dengan cepat menimpali saat putrinya memuji suaminya itu. " Terus?"

" Terus, Kia itu membayangkan betapa bahagianya kalau Kia dapat suami kayak Papa dan akhirnya tiba-tiba Kia itu membayangkan Kak Gibran. Kia membayangkan kalau kami itu sudah menikah dan kami bermesra-mesraan."

Natasha membulatkan bola matanya saat mendengarkan cerita dari putrinya itu.

" Kok Kia sampai mikir mesra-mesraan sama Gibran? Apa kamu sama Gibran ...."

" Nggak kok, Ma!" Dengan cepat Azkia menampik apa yang ingin dikatakan oleh Mamanya.

" Terus kenapa Kia sampai membayangkan hal seperti itu?" tanya Natasha penuh selidik.

" Ya karena ... karena Kia sering lihat Papa sama Mama kalau lagi mesra-mesraan, jadi Kia juga kepingin nanti kalau menikah sama Kak Gibran bisa romantis seperti Mama dan Papa." Azkia menjawab dengan jujur.

*

*

*

Bersambung ...

Happy Reading❤️

1
fitri anwar
Karyamu bagus, luar biasa.. sukses terus dalam berkarya kak Author tersayang.❤️🔥🔥
fitri anwar
Terimakasih banyak kak Author tersayang, tercinta..😘😘 sehat selalu sukses selalu, terus berkarya dengan novel² bagus Mu kak. ceritannya bagus gak buat bosan, love you kak Author, kak Raffa sekeluarga.😘❤️❤️❤️❤️
fitri anwar
awal yang menegangkan😍🔥🔥
fitri anwar
gersang yang selalu buat candu😍🤣🤣
fitri anwar
iya benar kia😍😍😍
fitri anwar
ihhh kasian gibran tau, author jgan kejam2 sama kak gibran plisss😭😭
fitri anwar
menyala mama lusi🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
hmmm ocha yang kami bilang jahat itu kaka kamu si hot daddy😍🔥🔥❤️❤️❤️
fitri anwar
Ya ampun thor, menyala gak tuh🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
2 tahun belum move on😭, cepat dapat jodoh ya Gibran. padahal Azkia udah hamil anak ke 2, papa Raffa tocker.🤣🔥🔥🔥
fitri anwar
sedih😭😭😭
fitri anwar
Masya Allah Raffa paket lengkap😍😍😍😍
fitri anwar
hahaha ada yg terselubung papa Raffa😍🔥🔥
fitri anwar
si Raffa paket lengkap🔥😍😘😘😘😘
fitri anwar
Masya Allah, jadi ikut senang.. selamat yah Raffa sama Kia😍😘😘😘
fitri anwar
mama Tata yg kasi ide, kok istigfar😍🤣🤣🤣
fitri anwar
tiga kata yang penuh arti.😍❤️❤️❤️
fitri anwar
aduh Raffa hobby sekali buat emosi🔥🔥🔥😍🤣
fitri anwar
Menyala papa Raffa🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
ehmmm papa mode sweet😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!