Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.
"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini
"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara
"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi
"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada
"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku
Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12_ Hari Pertama
Malam hari berlalu, rembulan telah menyelesaikan tugasnya untuk mengantikan mentari menghiasai bumi. Kini pagi yang cerah menyambut, secerah keluarga kerajaan menyambut pagi mereka.
“Selamat pagi Bun” sapa Aydin yang baru turun ke bawah
“Pagi sayang” ucap Naya seperti biasa selalu menyiapkan sarapan mereka
“Kakak, tolong panggil ade-ade turun ya” ucap Naya
“Siap kanjeng ratu” ucap Aydin padahal dirinya baru saja meminum air putih
“Terimakasih kak” ucap Naya tersenyum
“Bun, apa Ayah tidak ?” Tanya Aydin sebelum pergi jauh
“Hm, Ayah biar Bunda saja yang bangunkan Ka. Tadi malam habis lembur” jawab Naya
“Ooooh…” ucap Aydin merasa bersalah karena lebih memilih untuk menggapai impianya daripada membantu sang Ayah diperusahaan.
Namun kedua orang tuanya juga tidak memaksa Aydin untuk menggatikan sang Ayah di perusahaan, itulah yang membuat Aydin semakin merasa bersalah dengan orang tua sebaik mereka dirinya masih belum bisa membantu banyak.
“Tok,tok,tok, De Ayo turun nanti sarapannya dimakan om Anton” ucap Aydin mengetuk kamar Adli
“Iya kak, tapi om Anton udah gak numpang makan lagi tau” ucap Adli segera membuka pintu
“Benarkah ?” Tanya Aydin
“Bener, mungkin karena pawangnya ganas kak. Hahaha” ucap Adli
“Haha, kedengeran aunty Sarah dikunyah kamu de” ucap Aydin
“Tenang, kita kan juga punya singa betina kak, ada Bunda. Hehehe…” ucap Adli si ceria
“Betul tuh, jangan sampai singa betinanya ngamuk dibawah. Gih turun, kakak mau panggil si kembar” ucap Aydin
“Siap” ucap Adli kemudian segera turun kebawah
“Tok,tok,tok,,, De ayo sarapan, ditunggu Bunda” ucap Aydin mengetuk pintu dengan kedua tangannya karena kamar double K bersebelahan
“Iya kak” sahut Kivanc
“Ceklek” pintu kamar Kila tiba-tiba terbuka padahal tangan Aydin masih mengetuk
“Astagfirullah, eh si cantik udah siap” ucap Aydin sedikit kaget
“Pagi kak” sapa Kila tanpa senyum
“Eh, iya,, pagi….” Ucap Aydin sedikit kikuk dengan sapaan Kila yang kaku
“Kila duluan” ucap Kila kemudian berlalu
“He, iya” jawab Aydin
“Van, cepetan. Kakak duluan ya kebawah” ucap Aydin
“Iya, duluan aja kak. Kivanc lagi nyari kaos kaki gak ketemu nih” ucap Kivanc yang sepertinya heboh sendiri dikamarnya
“Ya sudahlah, tu anak gak pernah berubah selalu pikun” gumam Aydin kemudian turun kebawah
“Waaah, nasi goreng bikinan Bunda. Aydin sudah lama tidak memakannya” ucap Aydin saat melihat makanan dimeja makan
“Kamu gak makan roti kak, kan udah jadi bule 4 tahun di US” goda Bunda
“Enggaklah Bun, lidah Aydin tetap Indonesia kok” ucap Aydin langsung duduk dan menyendok nasi goreng
“Hehe, mana Kivanc ?” Tanya Naya
“Nyari kaos kaki Bun, gak ketemu katanya” ucap Aydin yang sudah mulai makan
“Tu anak emang ceroboh, gak pernah letak barang pada tempatnya” komentar Naya
“Selamat pagi semua” ucap manusia yang sedang diomongin tadi
“Pagi” jawab semua seadanya
“Kok pada gak semangat sih, kayaknya nasi goreng Bunda kurang nampol nih” ucap Kivanc mulai melangkah turun dari tangga
“Ka, itu kaos kakinya beda sebelah” tegur Kila
“Eh, ketauan ya ? tapi entar pakai sepatu bakalan gak ada yang ngeh kok Kil” ucap Kivanc dengan santainya
“Malu ih, masa kakak Adli pakai kaos kaki beda sebelah” ucap Adli
“Biarin, kan kamu juga ya malu. Bukan kakak…”Ucap Kivanc kemudian mulai sarapan
“Haaaah ?” semua saudara menengok ke arah Kivanc
“Kenapa ?” Tanya Kivanc bingung
“Iya tau kok aku ganteng, tapi jangan diliatin terus nanti salting tau” ucap Kivanc tak tau diri
“Hoeeeek…” Adli dan Aydin pura-pura muntah mendengar ucapan Kivanc sedangkah Kila berusaha tidak menghiraukannya
“Ada apa ini ?” Tanya Derya yang baru turun
“Tau tu yah, mereka semua terpesona dengan Kivanc kayaknya” ucap Kivanc
“Ajaran sesat Anton nih !” gumam Derya kemudian tidak memperdulikan kivanc dan memulai sarapan mereka
“Kak, nanti berangkat bareng Ayah ya. Kamu belum punya SIM kan ?” Tanya Derya
“Iya, baik yah. Terimakasih…” ucap Aydin sambil membantu membawa piring kotor ke washtafel
Merekpapun berangkat masing-masing.
Kila dan Kivanc dengan motor mereka berangkat menuju SMA dan Adli masih di Antar oleh sopir. Tak berapa lama Aydin tiba didepan rumah sakit tempatnya bekerja.
“Kakak kalau udah bosen kerja disini bilang ya, entar Ayah siapain kursi diperusahaan Ayah. Hehehe” ucap Derya sambil bercanda
“Hem,,, lihat entar deh yah. Soalnya capek-capek dapetin tittle dr. kerjanya cuma setahunn entar diketawain Kivanc” ucap Aydin
“Hehe, ya sudahlah” ucap Derya tidak memaksa kehendaknya
“Terimakasih ya, aydin turun ya. Ayah hati-hati dijalan” ucap Aydin kemudian menyalimi tangan Ayahnya
“Ya, kamu juga semangat ya” ucap Derya kemudian mobilpun pergi
Aydinpun turun dari mobil, nampak beberapa mata tertuju pada dirinya. Postur tubuh yang gagah dan menawan, turun dari sebuah mobil berkelas. Siapa sangka jika dirinya adalah dokter dirumah sakit ini. Aydinpun segera menuju ruang ganti dan mengambil jasnya di loker, kemudian melapor pada professor bahwa dia mulai bertugas.
“Selamat pagi dok” sapa suster
“Pagi” jawab Aydin dengan ramah
“Selamat pagi…” sapa seorang pasien
“Selamat pagi” ucap Aydin dengan ramah, nampak pasien tersebut memalingkah kepalanya untuk melihat Aydin lebih lama
“Hehe, ada apa dengan rumah sakit ini ?” batin Aydin kebingungan dengan orang-orang yang ditemuinya
Aydinpun menuju meja perawat dan bertanya jadwal dirinya hari ini.
“Selamat pagi sus” sapa Aydin
“Selamat pagi Dokter Aydin, Untuk jadwal anda ada beberapa pasien yang akan konsul dengan dokter pagi ini, kemudian nanti setelah makan siang dokter bisa control pasien keruangan mereka” ucap sang suster memberitahu tugas Aydin
“Baik, terimakasih Sus. Em, ruangan saya ada dimana ya ?” Tanya Aydin
“Oh iya, ruangan sokter ada disebelah kiri dipintu nomer 3. Suster tolong antar dokter keruangannya” ucap Kepala suster tersebut
“Silahkan lewat sini dok” ucap suster yang mengantar aydin dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Aydin
“Iya terimakasih” ucap Aydin tetap berusaha ramah walau sebenarnya agak risih dengan pandangan tersebut
Pagi hari berjalan dengan lancar, Aydin dapat melalui pekerjaanya dengan baik.
“Kriing,,,, kriiing,,,” ponsel Aydin bordering dan nampak disana Aunty Dinda yang sedang menghubunginya
“Assalamu’alaikum aunty, ada apa ?” Tanya Aydin
“Din, kamu sibuk gak ?” Tanya Dinda
“Hm, sebentar lagi jam makan siang. Pasien juga sudah tidak ada kak. Aydin bisa istriahat lebih awal hari ini. Kenapa aunty ?” Tanya Aydin
“Em, Aunty mau minta tolong jaga Aisyah sebentar soalnya Nini sudah ke toko tadi pagi. Aunty mau mengurus pekerjaan sebentar” ucap Dinda merasa tidak enak
“Bisa aunty. Aydin segera kesana ya” ucap Aydin kemudian memutuskan telephone dan berangkat menuju ruangan Aisyah
“Tok,,,tok,,,tok,,,” Aydin mengetuk pintu dan nampak Dinda sudah siap untuk pergi
“Tolong ya din” ucap Dinda
“Iya aunty, hati-hati dijalan ya” ucap Aydin
Nampak Aisyah sedang tidur diranjangya, Aydin mendekat dan memeriksa suhu tubuh serta jalan infus Aisyah, namun tiba-tiba…
“Ceklek…” pintu kamar terbuka
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Kira² siapa ya yang tiba-tiba masuk 🤔
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Akhirnya
sama2 tua kekanak kanakkan sumua