NovelToon NovelToon
Serpihan Dirimu

Serpihan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Lari Saat Hamil / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Menikah Karena Anak
Popularitas:56.1k
Nilai: 5
Nama Author: KyGe

Mimpi Davina Sandrina hanya dua: menjadi pelukis terkenal dan menikah dengan Kenandra Hammasta, kekasihnya yang sudah dipacarinya selama dua tahun. Tapi takdir tak pernah memihaknya pada mimpi manapun.

Kemalangan menghampirinya kala kekasihnya ketahuan selingkuh dengan wanita lain. Belum juga meminta putus, Kenandra malah memerkosanya saat mabuk hingga hamil.

Tapi benci sudah terlanjur mendarah daging, Davina tak sudi mengandung anak dari kekasih brengseknya. Setelah gagal menggugurkannya, Davina memilih pergi ke Hungaria, jauh dari radar kekasihnya.

Lima tahun kemudian, segalanya telah berubah. Davina yang tak jadi menggugurkan kandungannya kini telah memiliki seorang anak lelaki tampan, dingin dan jenius dalam seni. Dan disaat hidupnya mulai bahagia, dia kembali bertemu dengan kekasihnya.

Tapi kebenaran mulai terungkap kala ayah dari anaknya bukanlah kekasihnya melainkan kembarannya, Keandra Hammasta. Dengan Dave, anak Davina yang menghubungkan takdir kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KyGe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Rencana Licik Keandra

Flashback On

Keandra dan Andre duduk di mobil selagi menunggu Dave pulang sekolah.

"Kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya Keandra.

Andre menatap Keandra dari kaca depan, "Tuan, haruskah kita melakukannya?" tanyanya risau.

"Kenapa?Kau tidak mempercayai rencanaku?"

"Bukan seperti itu. Hanya saja, bila Davandra tahu Anda berpura-pura dan merekayasa ini semua, dia bisa marah."

Keandra mendengus kecil, "Dari yang kupelajari, anakku adalah tipikal orang yang menjadikan perasaan harus didasari logika masuk akal. Dan dia tidak akan tahu apakah ini merupakan rencana yang disengaja atau tidak, karena pada dasarnya aku sungguh terluka. Oleh sebab itu, jangan main-main, langsung tabrak aku."

Andre diam saja.

Keandra mengerutkan wajahnya tak suka, dia menendang kursi Andre dari belakang, "Kau menggerti tidak?!" sentaknya.

Andre mendesah pelan lalu mengangguk, "Mengerti, tuan."

Flashback Off

Brak

"Kak Andra!" jerit Davina begitu melihat Keandra tergeletak dijalan. Darah seketika menggenangi tubuhnya.

"Kak andra! Kak Andra, bangun!" isak Davina panik. Dia menyentuh pipi Keandra berulang-ulang tapi Keandra sudah tidak sadarkan diri.

Sekumpulan orang langsung berkerumun. Davina menangis melihat kondisi Keandra yang parah. Lalu salah seorang warga menelfon ambulans.

Disisi lain, Dave hanya terdiam disamping Davina yang menangis histeris. Di antara kepanikan itu, anak lelaki itu hanya menatap papanya tanpa bersuara. Hingga ambulans datang dan membawa papanya ke mobil, mata Dave mengikuti semua pergerakan itu. Kemudian tanpa sadar lengan Dave ditarik Davina, mereka masuk kedalam mobil ambulans.

***

Keandra sudah ditangani. Lelaki itu sudah baik-baik saja. Tak ada luka serius kecuali di kepalanya yang memang banyak mengeluarkan darah. Menurut dokter, Keandra mengalami gegar otak ringan.

Davina duduk setia di samping ranjang Keandra. Wajahnya kuyu dengan mata sembab. Perempuan itu nampak syok dan terpukul melihat mantan kekasihnya terluka. Meski sudah tak ada rasa cinta lagi diantara keduanya.

Sedangkan Dave, anak itu asik menggambar di sofa.

Ceklek

Davina menoleh begitu pintu terbuka. Ada Andre yang datang dengan membawa makan siang.

"Nona Davina, silakan makan siang lebih dahulu." ucap Andre formal.

"Bicaramu terlalu formal dan kaku. Bisakah kau menggantinya dengan lebih sedikit santai?" celetuk Davina.

"Saya memang bicara seperti ini. Bagaimanapun Anda adalah ibu dari anak majikan saya." tukas Andre.

"Ah, jadi tidak bisa ya."

"Bisa." sela Andre, "Saya bisa bicara santai."

Davina tersenyum kecil, "Benarkah?"

Andre mengangguk, "Kalau saya tidak bisa bicara santai dengan majikan saya, maka saya bisa bicara santai denganmu.Nah Nona Davina, mau sesantai apa?" tanya Andre tenang. Davina tertawa dalam hati. Sekretaris Keandra cukup lucu juga. Dia tidak sekaku yang dia kira.

"Umm, maka panggil aku dengan Davina saja." cetus Davina.

Andre terdiam. Davina mengangkat satu alisnya melihat keterdiaman Andre, "Tidak bisa?"

"Bisa. Halo, Davina." sambar Andre langsung.

Davina tak mampu menahan tawa, dia tertawa pelan. Andre bingung dengan reaksinya.

"Apa ada yang lucu?" tanyanya.

Davina mengangguk sambil menunjuk Andre dengan masih tertawa. "Iya, kau lucu. Bagaimana bisa kamu berbicara tanpa raut apapun itu?" ujarnya takjub.

Andre berdeham, "Saya dari lahir memang seperti ini." balasnya datar.

"Ssh." tiba-tiba suara ringisan kecil terdengar dari Keandra. Davina dan Andre langsung terdiam menatap Keandra yang masih tertidur.

Lalu kedua kelopak mata Keandra pelan-pelan terbuka. Davina terkejut dan berharap-harap cemas.

"Dave, Dave, papamu siuman, nak." seru Davina .

Dave yang tengah menggambar langsung menghampiri Davina. Dia juga menatap wajah Keandra.

Mata Keandra sepenuhnya terbuka. Dan wajah pertama yang dia lihat adalah Dave. Keandra tersenyum, tangannya mengelus rambut Dave pelan.

"Hai, Dave. Senang melihatmu begitu papa membuka mata." ucapnya.

Dave hanya diam.

"Kak Andra, kakak baik-baik saja? Apakah ada yang sakit?" tanya Davina khawatir.

Keandra menggeleng, "Tidak ada. Hanya saja..." Keandra menggantung ucapannya.

"Hanya saja?" sahut Davina.

Keandra diam sesaat, lalu menatap Dave, "Hanya saja aku ingin bersama Dave saat ini."

"Tentu, kamu bersama Dave. Dave ada disini, disampingmu." sahut Davina.

Keandra lagi-lagi menggeleng, "Bukan itu."

"Lalu apa?" tanya Davina bingung.

"Aku ingin Dave tinggal denganku minimal sampai aku sembuh." tandasnya.

Davina terdiam, dia melirik Dave, kemudian menatap Keandra, mencoba membaca ekspresi lelaki itu.

"Kamu sungguh kecelakaan?" tanya Davina tiba-tiba.

Keandra tersentak tapi langsung kembali biasa. Begitupun Andre yang diam-diam menelan salivanya. Mereka gugup sedetik yang lalu.

"Tentu saja, kau tidak lihat? Andre, jelaskan bagaimana kondisku saat ini agar dia tahu bahwa aku tidak berpura-pura." sinis Keandra.

Andre berdeham, "Menurut dokter, tuan mengalami gegar otak ringan. Dan tulang kakinya retak karena terbentur trotoar setelah dihantam bumper mobil. Dia tidak bisa jalan selama seminggu."

Keandra melotot mendengar kondisinya. Dia mendelik tajam pada Andre. Davina memerhatikan itu semua. Keandra yang sadar segera menormalkan eskperesinya.

"Wow, aku juga tidak menyangka kondisiku lebih parah dari yang kuduga. Dan hal tersulit saat ini bukan saat ketika aku sakit yapi ketika masa penyembuhannya. Bayangkan bila aku menderita sendirian, tidak ada orang yang akan memberikanku semangat agar bisa segera sembuh." Keandra mendesah sedih, "Aku pasti akan lama sembuh."

"Lalu apa hubungannya dengan Dave?" tanya Davina.

"Karena Dave adalah penyemangatku. Aku ingin kembali sehat demi putraku." jawab Keandra langsung.

Davina menghela nafas bimbang. Dia melirik Dave yang masih terdiam.

"Dave, kamu mau membantu papa?" tanya Davina.

Dave mendongak, dia seketika menggeleng.

Keandra syok, "Dave, papa mohon. Mau ya tinggal dengan papa. Seminggu saja." bujuk Keandra.

Davina kembali menatap putranya, "Dave, mama rasa sekali ini saja kamu setuju. Bagaimanapun papa.."

"Aku mau, asal mama juga ikut." sela Dave.

Davina terkejut setengah mati, "Dave, mama tidak mau." tolaknya.

"Kalau begitu aku juga tidak mau." sahut Dave.

Keandra kehabisan kata-kata. Dia mendumel dalam hati tentang betapa menurutnya anaknya pada Davina.

Lalu Keandra melirik Andre, menyuruhnya melakukan sesuatu untuk membujuk Dave. Andre mengerti.

"Davandra, kalau saya boleh memberi saran. Saya tahu kamu sangat pintar. Kamu tahu kan kalau papa kamu kecelakaan saat menyusulmu? Saya tidak menyalahkanmu tapi bukankah sebagai anak kamu harus berbakti pada orang tuamu? Hanya seminggu, bukan selamanya. Atau anggap saja papamu ingin mengenalmu."

Keandra langsung mengangguk semangat, "Hanya seminggu, papa mohon ya." bujuknya lagi.

Davina yang beberapa saat diam menatap Dave penuh sayang. Dia mengelus surai anak lelakinya itu.

"Dave, anak mama yang baik. Kalau kamu tidak suka menganggapnya papamu, anggap saja dia adalah orang yang membutuhkan bantuan. Meski papa mungkin mengecewakanmu dulu tapi dia tetap papamu. Mama pernah bilang kan, kalau kita harus saling bantu membantu dan tolong mneolong orang yang mendapatkan kesukitan. Papamu sedang sakit dan dia ingin bersamamu sampai dia sembuh. Kamu bisa melakukannya, kan." nasihat Davina

Dave menatap Keandra yang juga menatapnya penuh harap.

Dave berfikir cukup lama.

"Aku mau tapi syaratku tetap sama." tandas Dave.

Bahu Keandra turun, "Syarat kamu apa?"

"Mama. Mama juga harus tinggal dengan kita."

"Kenapa kamu terus sebut mama? Mama kan sudah bilang."

"Om terluka kan? dan kalau aku hanya tinggal sendiri dengan om pasti aku tidak bisa merawatnya dengan baik. Mama lsh yang harus melakukannya. Mama juga menangis karena Om tadi." papar Dave.

Davina melotot kaget, "Dave, mama tidak menangis." kilahnya.

"Dave, mamamu bilang tidak mau. Papa dan kamu saja sudah cukup, oke." sela Keandra.

Dave menggeleng, "Dengan mama atau tidam sama sekali." tegasnya.

Keandra menutup mulutnya melihat kecerdasan Dave dalam bernegoisasi.

"Kamu yakin berumur 5 tahun? Kenapa kamu bisa pintar bernegoisasi." puji Keandra takjub.

Dave tak menggubrisnya, "Bagaimana om?"

"Kamu harusnya bertanya sama mama."protes Davina.

Dave melirik Davina, "Mama harus ikut kalau mama mau aku ikut dengan Om." tandasnya.

Davina mendesah pelan, dia hendak menolak kembali tapi Keandra memotongnya.

Keandra mendesah kasar, "Baik, mamamu juga ikut. Kita akan tinggal bersama." potongnya.

Davina menatap Keandra tak terima tapi Keandra balas menatapnya dengan tatapan memohon.

Kumohon hanya seminggu, katanya mengisyratkannya pada Davina.

Davina mendesah , dia lalu mengangguk.

"Mama ikut, kamu puas sekarang Davandra?" sinisnya sebal.

Dave hanya tersenyum tipis.

"Keluarga harus tinggal bersama, kan." pungkasnya.

Keandra dan Davina sama-sama melotot kaget.

Sedangkan hanya Andre mengulum senyum.

1
mama
gk kaget lah,ujung2 pasti gini kan ceritanya🤣
Henik Irawati
sll dan sll berakhir dgn kecelakaan
Hariyanti
😒😒 bpknya sendiri yang kasih perintah untuk matiin anaknya tp salah sasaran 😤
mama
hadeeeh syg sekali,pdhl cerita bagus tp jarang up.sekali up cm 1x
KyGe: aku bakal up lebih sering kok kak. Tolong di nantikan yaa
total 1 replies
Reni Setia
aku heran lho thor,,, kok alur cerita mu berputar putar dari yg Keandra plin plan dan terus dekat dengan Vidya dan Davina yg selalu tersakiti tapi masih mau Terima Keandra
apa karena terlalu lama up ya jadi lupa ceritanya,,, konfliknya itu itu terus
mama
bojomu di bully semua org wooiii,masak seorang CEO gk tau.. bangetan oon ny jd suami
mama
up ny lama bgt,smpe lupa cerita ny.. mending tinggalin aja tu suami plin plan macam itu Dev..
Reni Setia
semakin susah di pahami nih Keandra yg plin plan dan lagi lagi Davina yg selalu tersakiti dan aneh nya kok ya harus bertahan di tengah tengah suami dan mertua yg tak bisa di harap
Hariyanti
😔😔😔😔 nanggung
KyGe: tenang kakak
total 1 replies
Hariyanti
yaaa nunggu lg🤦
Hariyanti
Thor... pertemukan Sindi dgn jodohnya.jgn dgn Elang... sama yg lain saja🤔
KyGe
siapp kakk
Hariyanti
jangan lupa Thor 😑
Hariyanti
hah....... siapa yang fitnah 🤔
Hariyanti
jadi kenandra kecelakaan hasil karya sang ayah yg salah sasaran 😐😐😐😬
Hariyanti
next
Hariyanti
wah kejutan 🙄
Dewi Sartika
seru thor...up yg banyak
Hariyanti
up.....up ...
Hariyanti
jgn lama up nya Thor. keburu lupa 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!