NovelToon NovelToon
Possessive Leader

Possessive Leader

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintamanis / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:21.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢📢WELCOME DI AREA BENGEK NGAKAK GULING-GULING 😂😂😂

Jesi yang sudah terbiasa dengan kehidupan bagai sultan, harus kehilangan semua fasilitas itu karena ayahnya yang ingin membuatnya menjadi mandiri. Dalam sekejap ia menjadi seorang mahasiswi magang, dan dihadapkan dengan team leader yang ganteng tapi sayangnya galak.


"kalo aja lo itu bukan pembimbing magang gue, ogah banget dah gue nurut gini. Ini namanya eksploitasi tenaga karyawan."

"Aku tau, aku itu cantik dan menarik. nggak usah segitunya ngeliatinnya. Ntar Bapak naksir." Jesika Mulia Rahayu.

"Cantik dan menarik emang iya, tapi otaknya nothing. Naksir sama bocah seperti kamu itu impossible." Ramadhan Darmawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pamit minggat

Setelah Jesi menelpon kakaknya dan meyakinkan jika sang kakak sudah memberi ijin, Alya tak menolak menginap di rumah Jesi. Keduanya sejak tadi langsung start memilah baju Jesi yang menggunung untuk di bawa kost.

"Ini Al, masukin yah. Udah gue pilih yang kira-kira bakal kepake buat magang." Jesi mengeluarkan beberapa baju dari dalam lemarinya.

"Baju hitam putih perlu nggak yah, Al?" Tanyanya kemudian tanpa menoleh pada Alya yang sibuk melipat baju dan memasukannya ke dalam koper.

"Iya harus, Jes. Biasanya kan anak magang pakenya hitam putih. Sama tambah beberapa baju formal deh Jes. Ini kebanyakan bajumu kayak pakaian orang mau fashion show nggak cocok buat kerja deh." Komentar Alya.

"Gue punyanya yang yang model-model gini, Al. Nggak apa-apa kali yah ntar gue akalin supaya keliatan formal gitu. Bawahnya tinggal pake rok span atau celana kain bisa kali yah." Timpal Jesi.

Alya mengangguk kemudian membalas dengan acungan jempol pada Jesi yang masih terus memilah baju-bajunya.

"Sebenernya ini baju-baju kesayangan gue, Al. Tapi ya udah lah nggak mungkin juga gue bawa semua kan." Jesi memasukan baju terakhir ke dalam koper kemudian menutupnya.

Selesai packing pakaian, Jesi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Alya berbaring di ranjang. Panggilan masuk di ponselnya membuat mata Alya yang terpejam kembali terbuka dengan malas.

"Walaikumsalam, kakak."

"Iya tadi temen aku yang telpon."

"Iya maaf kak. Anaknya emang kayak gitu."

"Iya... Iya kak. Iya yang kemarin aku ceritain ke kakak."

"Makasih kak."

Alya meletakan kembali ponselnya setelah sang kakak mengakhiri panggilan. Bersamaan dengan itu Jesi keluar dari kamari mandi, sudah mengenakan baju tidur dengan handuk yang masih membungkus rambut basahnya.

"Jesi kamu bohong yah? Katanya tadi kakak udah ngizinin. Tapi barusan nelpon katanya dia belum bicara apa-apa udah kamu matiin." Keluh Alya.

"Sorry, Al. Gue cuma takut kakak lo nggak ngasih ijin, jadi langsung gue matiin." Jesi yang duduk di meja risa berbalik menghadap Alya.

" Lo enak  Al, punya kakak yang perhatian banget. Lah gue? Lagi patah hati gini malah di suruh nikah. Edan banget kan keluarga gue?"

"Makanya gue pengen lo di sini. Gue nggak mau sendiri."

"Tapi kan nggak gitu juga harusnya kamu tunggu jawaban dari kakak aku, supaya dia nggak khawatir." Balas Alya.

"Tapi tenang aja kakak ngasih ijin kok aku nginep di sini." Imbuhnya.

"Sip lah. Kalo nggak ngasih ijin juga gue nggak bakalan biarin lo balik, Al." Jesi kembali berbalik ke kaca dan mulai mengeringkan rambutnya.

"Btw Al, kakak lo cewek apa cowok? Kayaknya enak yah punya kakak. Apalagi kayak kakak lo, kayak yang perhatian banget gitu." Ucap Jesi.

"Cowok. Aku bersyukur banget punya kakak kayak dia, Jes. Meskipun posesif sih menurut aku, tapi aku tau semua demi kebaikan aku." Jawab Alya.

Jesi hanya mangguk-mangguk di depan cermin sambil melihat Alya dari dalam benda dihadapannya.

"Ganteng nggak Al kakak lo?"

"Ganteng lah." Jawab Alya semangat.

"Sama si Zidan Zidun gantengan mana?"

"Jangan dibandingin sama kak Zidan atuh Jes, beda level. Kakak aku mah tipe setia."

"Boleh atuh lah kakak lo buat gue, Al?"

"Kakak aku udah punya calon istri, Jes. Jangan ngarep." Ucap Alya.

"Bercanda, Al. Serius banget sih kamu. Lagian gue nggak mau pacaran lagi lah. Sakit euy. Heneg tau... Nyesek... Ah jadi kesel lagi kan gue."

"Neng Jesi, kata ibu ditunggu untuk makan malam." suara dari luar  kamar menghentikan sesi curhat keduanya.

"Aku mau makan di kamar aja bi. Bawain ke sini." Ucap Jesi begitu membuka pintu.

Selesai makan malam keduanya masih lanjut bercerita meski tak lama Jesi tertidur lebih dulu. Pagi harinya meskipun Jesi sudah mau makan bersama kedua orang tuanya tapi gadis itu masih menunjukan amarahnya. Masih tak suka mendengar ayahnya yang lagi-lagi membicarakan calon suami. Kali ini malah terang-terangan mengajukan jadwal pertemuan dengan keluarga calon suaminya.

"Ayah, aku kan udah bilang kalo aku belum mau nikah. Aku bener-bener nggak suka di paksa kayak gini." Ucap Jesi.

"Ini semua demi kebaikan kamu sayang. Ayah dan ibu juga tidak asal memilihkan calon suami buat kamu. Dari pada kamu nyari sendiri ntar dapatnya yang kayak pacar kamu yang kemarin." Ucap Burhan.

"Pokoknya aku nggak mau! Ini namanya pemaksaan." Jesi beranjak dari ruang makan diikuti oleh Alya.

Tak lama dia turun dari kamarnya dengan membawa satu buah koper besar. Sari menghampirinya dengan buru-buru melihat sang putri membawa banyak barang.

"Sayang kamu mau kuliah kan? Kenapa bawa koper segala?"

"Iya, bu. Jesi mau kuliah tapi nggak pulang kesini lagi."

"Maksud kamu? Mau minggat gitu?" Burhan ikut menghampiri Jesi.

"Iya. Jesi mau minggat lah dari pada di paksa nikah. Toh disini juga sama. Uang jajan di potong, debit sama credit card di tarik, kuliah ngangkot, panas juga. Mending aku kost aja lah, toh udah mulai biasa jadi rakjel aku tuh. Not bad." Ucap Jesi dengan begitu enteng.

"Ya udah sana, minggat sana. Minggat kok pamitan." Ucap Burhan.

"Ayah!" Sari sedikit berteriak, ia tak mau putrinya meninggalkan rumah.

"Biarin, bu. Biar dia tau rasanya hidup mandiri. Biar dia sadar kalo semua yang kita lakuin itu yang terbaik buat dia."

"Sekali kamu keluar dari rumah ini nggak ada kesempatan buat kembali kecuali nurut sama kita." Imbuh Burhan.

"Ya udah. Jesi pamit minggat yah." Ucapnya seraya mencium tangan Sari dan Burhan bergantian. Alya juga melakukan hal yang sama kemudian mengikuti Jesi keluar dari rumah.

Jesi dan Alya sudah berdiri di depan pagar, mereka hampir keluar.

"Al, tengok ke belakang coba ada ayah sama ibu nggak? Aneh kok mereka nggak manggil gue balik sih!" Ucap Jesi lirih.

Alya menengok ke belakang dan tak mendapati siapa pun di depan rumah.

"Nggak ada, Jes. Emangnya kenapa?"

"Ih kesel dah... Kirain ayah sama ibu bakal nggak ngebiarin gue kost. Kirain ibu bakal manggil gue supaya nggak pergi. Kok ini nggak sih?" Jesi ikut menengok ke belakang dan benar tak ada orang tuanya.

"Loh bagus dong, Jes. Bukannya kamu emang maunya kost gitu?"

"Ih bukan gitu Alya. Gue udah mikir lagi semalem buat nolak rencana nikah itu cukup pura-pura ngambek sama mau kost aja pasti ibu nggak akan ngebiarin gue pergi dan bakal ngebatalin itu rencana, secara gue kan anak satu-satunya gitu, masa ibu tega gue jadi anak kost. Tapi kok ini malah dibiarin gini duh..." Jesi menjambak rambutnya sendiri, kesal rencananya tak berjalan lancar.

"Terus ini gimana jadi apa nggak minggatnya, Jes? Kalo nggak jadi nggak apa-apa kok, tempat kost nya juga kan belum di kasih DP." Ujar Alya.

"Mending masuk lagi aja, Jes. Lagian nggak baik loh ngelawan orang tua. Siapa tau jodoh pilihan ayah kamu tuh tipe kamu banget, ntar nyesel." Imbuh Alya.

"Tau ah males, Al. Udah lanjut aja... Kalo masuk lagi gengsi gue sama ayah. Ntar makin gencar ayah maksa gue nikah."

1
Fitry Astria
setidak ny bayarin dlu yg x ini🤭
fajar Rokman.
aku balik lagi baca mama Jesi kangen pengen ngakak guling2
Mini Amora
thor... karyamu bagusss bgtttt. walaupun cerita ttg CEO tapi lain dari yg lain, ceritanya sederhana enak untuk dibaca,
konflik yg ada juga gak lebay trus langsung ada penyelesaiannya.

terima kasih yaaa untuk karya indahnya. ini karya mu yg pertama yg kubaca thor, stlah ini mau cari cerita lain karyamu thor🩷
Net Profit: hai kak makasih sudah mampir
semoga suka dengan karya2 aku yang lain
aku juga ada nulis di K B M loh dengan nama pena yang sana.. jangan lupa mampir kesana juga yah🤗
total 1 replies
Mini Amora
perdana baca novel karyamu thor
falea sezi
bentar tiper Ware bukan/Curse/
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Sri Wahyuni
🥰🥰🥰🥰
Samsung A12
suka,,bagus
Samsung A12
sudah up baru kah
Net Profit: sudah end kak
total 1 replies
Ernaaaaa
kemana wae thor
Linda Ayu Tong-Tong
astaga kak..kamu semedi apa gmn?baru balik...kangen tau
Net Profit: hahah
gaskeun ke karya baru aku kak
total 1 replies
Fina Fitriani
seruuuu,kocak dan lucu ceritanya ....next thor
Jeissi
memangnya kenapa sih kalo laki² beli pembalut? perasaan suami aku kalo aku nitip beli pembalut biasa aja deh.
Dede Ratnasari
di bab ini mewek dlu ya ,,
RiriChiew🌺
dari awal baca Ampe skrg ngakak muluu akuu sama kelakuan neng jesii 🤣🤣🤣
RiriChiew🌺
sayang nya memang itu calon istrimu karamm 🤣🤣
RiriChiew🌺
di part ini aku slalu inget loh kak othor makanya pas Nemu rasanya kaya Nemu harta Karun 🤣
RiriChiew🌺
hahaha kak othor akhirnya aku ktemu juga sama novell ini ,dulu aku pernah baca udh lama nyari2 slalu gk ktemu eh taunya inii 🤣🤣🤣
Dede Ratnasari
astagfiluroh jas jus /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
lontongletoi
mantaf 🔥🔥🔥🔥 jas jus 🤣🤣
lontongletoi
yaelah Thor kasian banget itu nasib si jempol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!