Mira menangis dalam diam melihat kenyataan itu. Bagas, suami yang selalu dibanggakan dan dihormati ternyata pembohong.
Bagas memulai kehidupan barunya bersama Mira setelah move on lama dari sakit hatinya yang dikhianati dan ditinggalkan begitu saja.
Kehidupan pernikahan mereka berjalan dengan baik sampai... datangnya kembali Sherly yang dulu meninggalkan Bagas demi karier dan Shinta yang juga datang kembali setelah dulu ketahuan selingkuh di belakang Bagas.
Mereka, dua wanita ini datang di saat Bagas mulai bahagia bersama anak dan istrinya Mira.
Kedatangan kedua wanita itu tak menggoyahkan Bagas, tetapi bagaimana bila suatu saat Bagas akhirnya tergoda kembali dan mulai melupakan rumah tangganya dengan Mira
Akankah Bagas dapat mempertahankannya atau justru malah melupakan istri dan anaknya kembali ?
Jawabannya ada dalam novel ini,
silahkan tulis saran, komentar dan kritik atas novel perdana saya ini. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Dasdjar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Mulai Dapat Teratasi
Bagas menunggu seseorang dari dalam mobilnya di halaman sebuah gedung. Dari tadi matanya tak lepas melihat sejumlah orang yang keluar pada jam bubar kuliah.
Hatinya mulai gelisah karena orang yang di nanti tak kunjung keluar. Di liriknya jam tangan beberapa kali.
Tak lama wajahnya berubah cerah, di lihatnya orang yang dirindukannya sedang berjalan menuju gerbang keluar, dengan cepat di hidupkan mobil dan di lajukan perlahan mendekatinya.
Di bunyikannya klakson mobil dan dibukanya kaca jendela.
" Hai Mira... apa kabar?" tanya Bagas tersenyum.
Mira kaget dan berpaling dengan cepat, " Mas... mau apa ke sini, " tanyanya kaget.
" Ayo masuk Mir... mas kangen kamu," sahut Bagas lagi.
Mira ragu- ragu untuk naik, tetapi ketika Bagas memaksa akan berteriak, Mira cepat- cepat masuk mobil dan tak lama mobil pun melaju ke cafe terdekat kampus.
Sambil menunggu pesanan datang mereka berdua tidak ada yang berbicara, mereka sibuk dengan pikiran masing- masing sampai akhirnya Bagas memulai pembicaraan itu.
" Mira... kenapa kamu terlihat kurus, apa kamu sedang sakit?" tanya Bagas menatap tubuh Mira yang memang terlihat agak kurus.
" Mana senyummu Mira, mas kangen senyum manismu bila ketemu mas, " tanya Bagas kembali.
" Masih marah, jengkel, kesal dengan mas? " tanya Bagas cepat.
" Ayoo Mir... bicaralah, masa kau anggap apa mas ini, aku mau dengar suaramu, " tatap Bagas.
Ada sejumput kekesalan di hati Bagas melihat respon Mira yang tidak menjawab pertanyaannya.
Bagas tak sadar, dia bertanya terus tanpa memberi kesempatan Mira untuk menjawab.
Setelah mereka berdiam sejenak, Mira menghela napaa dan mulai berkata, " Mas Bagas ... Mira bukannya tidak mau menjawab pertanyaannya, tetapi dari tadi mas bertanya terus tanpa memberi kesempatan Mira menjawabnya.
Mendengar itu Bagas pun langsung tersenyum.
" Aku jawab ya mas satu- satu, aku tidak sedang sakit, hanya banyak pikiran sehingga tidak selera makan, " jawab Mira.
" Terus.. jawaban ke dua dan tiga," tanya Bagas cepat
" Aku sebenarnya belum siap ketemu mas, karena aku sedang menata hatiku dulu, dan aku tidak marah pada mas, hanya kesal dan sedih saja," jawab Mira pelan.
" Mira sayang... kamu salah paham, " jawab Bagas menatap Mira tanpa berkedip.
" Salah paham ?" ujar Mira heran. " Salah paham apa maksud mas, kemarin mas bilang kok bahwa mas mau memutuskan sepihak," jawab Mira dengan nada mulai meninggi.
" Dengar dulu, jangan lagi kita bertengkar untuk hal yang bukan di maksud mas, kamu dengarkan sampai selesai baru kamu bicara, oke... kita sudah sama- sama dewasa jadi ku minta kamu dengarkan dan diam dulu, " jawab Bagas dengan tegas.
" oke mas, kali ini aku mau dengarkan dulu apa yang mas mau sampaikan walau hatiku tidak kuat sebenarnya mendengar itu semua, " jawab Mira lagi.
" Mira.. yang kemarin mas bicarakan itu bukan mas mau memutuskan secara sepihak, mas itu sangat mencintai kamu dan aku menyukai mu sejak pertama kita bertemu, kamu masih ingat aku bilang itu beberapa hari yang lalu kan ?" tanya Bagas.
" Aku tuh mau bilang bahwa aku sudah memutuskan secara sepihak untuk bicara pada mamamu dan keluargamu untuk aku mau melamar kamu, bukan untuk kita putus hubungan ," sahut Bagas .
" Aku sudah serius untuk membina hubungan yang lebih dekat dengan mu dengan melamarmu dan akan menikah denganmu," sahutnya lagi.
" Jadi jangan salah paham dengan apa yang ku maksud, " kata Bagas.
" Nanti aku akan bawa kamu ke mama untuk ku perkenalkan dan nanti akan membicarakannya dengan papa, itu maksudku kemarin Mira, " sahut Bagas sambil tersenyum menatap Mira.
Mira yang mendengar itu hanya bisa diam, kaget karena tak menyangka ternyata Bagas sangat serius dengan dirinya.
Mira hanya menunduk malu menyesali kebodohannya yang sudah menduga yang salah pada Bagas.
Dia malu sudah membuat hubungan yang terjalin manis harus terkoyak sedikit hanya karena dia yang tidak mau mendengar penjelasan Bagas dan menuduh Bagas mau memutuskan hubungan sepihak.
Mira semakin menunduk di hadapan Bagas karena merasa bersalah.
Tetapi masalah mereka berdua mulai dapat teratasi karena adanya komunikasi antara mereka berdua yang saling mendengar dan merespon.
kalau udh otw...
weleh sakno nasibmu Bagas... khilangan Mira mlah dptnya toilet umum.... ini sih bukan naik derajat... mlah turun derajat ... istri mulia trsakiti krna kehadiran istri murahan.... hnya krna trtipu gaya polosnya intan😂😂😂😂