NovelToon NovelToon
Pewaris Asli Yang Tersembunyi

Pewaris Asli Yang Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Contest / Cintamanis / Balas Dendam / Badboy / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: sky tulip

Berawal dari sebuah kemalangan yang menimpa anak kecil berumur tujuh tahun yang harus hidup sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya.

Ketika sebuah keberuntungan membuatnya datang ke panti asuhan dan melanjutkan pendidikan.

Ketika Arjuna yang dari umur tujuh tahun sudah menerima kepedihan dan bukan Kasih sayang berlimpah membuatnya menjadi sosok yang dingin dan disegani terutama para wanita.

Semuanya dimulai dari masa remaja Arjuna hingga menginjak masa dewasa. Dan sosok lain yang membuatnya berubah dari Arjuna biasa menjadi Arjuna yang memiliki segalanya.

Hingga perjalannya terus berlanjut dengan pertemuan tak terduga dan tragedi dalam setiap langkahnya menunjukan jati dirinya di depan publik.

Arjuna harus melewati beberapa hal untuk membuktikan dirinya pantas atau tidaknya sebagai seorang pewaris.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SMA Alexsander awal hari

Waktu terus berlalu seiring berjalannya waktu, tidak terasa kini Juna dan Noe juga penghuni Panti asuhan sudah beranjak remaja menuju juga hampir dewasa pemikirannya.

Langkah kaki yang terus menapak menginjak halaman SMA Alexsander setelah beberapa minggu terpijaki dan belum genap tiga bulan bersekolah Arjuna sudah merasakan rasa yang lumayan bosan tapi, kali ini adalah hari senin dimana awal hari yang paling di benci teman sekelasnya.

Karena Hari senin hari dimana upacara rutin setiap pagi setelah ucapara rutin ada mapel matematika dan ada lagi yang membuat kepala hadan isinya harus bekerja ekstra menerima pelajaran berat yang satu geng dengan Mapel Matematika.

"Tugas kemaren udah Lo Jun," ucap Beno yang yang karang teman sekelas Juna. Tidak di dangka ternyata sekelas juga.

Juna mengangguk.

"Biasalah," ucap Alex seketika membawa buku dan mencotek aksi tak terpuji itu di lakukannya saat itu juga.

Bel tanda upacara di mulai. Arjuna dan Noe perasaan baru saja duduk untuk meluruskan kaki akibat berjalan dari depan gerbang sekolah yang cukup jauh.

Upacara di mulai.

***

Selesai dengan kegiatan rutin pagi tak langdung kekelas Arjuna memilih untuk mendinginkan badan di mushola sekolah, Wudhu.

Baru selesai sholat duhanya dan mrlangkah keluar memakai sepatunya tiba-tiba segerambolan kelas dua belas datang.

"Waah... Sendirian aja Lo," ucap mereka.

"Eeit..." Sepatu sebelah yang mau Juna pakaia di tarik dengan cepat sebelum di pakai.

"Kembalikan," ujar Juna masih sopan dan biasa.

"Kembalikan, apa... apa kau bilang kembalikan bahk... Merintah Kami kau... Ku tuh.. gak sah sok alim pake sholat lagi Lo, Oya.. muka lo lumayan ganteng juga Kami boleh tak tahu rahasia gantengnya diri kau tu," ucap salah satunya dengan bahasa campur-campur.

"Yaah dia diam tatapannya sok tajem banget, Niih gue balikin sepatu butut lo," ucap yang mengambil sepatu.

"Jun... lo anak baru kemarin sore gue dan temen-teman gue harap, Lo jangan sok dan sombong ngerti lo," ucap orang yang seperti paling di segani di geng itu.

"Terserah." Juna acuh dan pergi setelah memakai sepatunya tapi, tatapan memincing dari Gio di layangkan olehnya.

"Pulang sekolah gue tunggu lo Jun." ucapnya setengah berteriak tapi, Juna tak mengurus teriakan itu dan menganggap itu angin lalu.

"Eeh.. Bang Juna," ucap adek kelas yang baru akan mau ke mushola dengan membawa mukenah.

Juna menoleh dan menatap biasa lalu pergi.

"Iihihihi... ganteng banget ya.. kayaknya abis sholat deh."

"Ihihihi iya."

Masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Tak lama mapel hari senen di jam awal selesai dan istirahat pertama.

***

Bruaak...

Dengan keras Gio mendorong Juna sampai membentur loker tak terpakai di bekas kelas sepuluh dulu di lantai satu yang sekarang menjadi tempat gudang.

Sedang cuci tangan setelah keluar kelas. Juna pergi sendirian dan Noe sengaja pergi dengan yang lainnya, Juna juga malas kekantin sebenarnya dari mencuci tangan di toilet Juna maunya di kelas aja.

Tapi, gagal dan malah seperti ini.

"Lo seharusnya gak hidup Juna... Gue jadi gak repot ada lo lagi disini," ucap Gio.

"Waaah... ini yang katanya di bela Brahma..."

"Cemen kek gini aja Brahma bela gila kali tuh pak ketu," ucap salah satunya dengan kedua tangan di masukan ke kantong.

"Jun... Gue saranin lo gak usah sok belagu di sini karena disini lo gak vakalan ada yang bela termasuk Brahma. Ngerti lo!"

Seketika itu sebuah telur entah dari mana di lempar Juna sadar dan membuka salah satu loker menutup dirinya dengan pintu Loker seketika itu jaga Telur pecah dan tidak mengenai pakaian Juna melainkan pakaian Gio dan teman-teman nya.

"Yaa.. ****..."

***

Jam pulang sekolah tidak selalu tentram buktinya sekarang Gio datang lagi dan membuat Masalah yang tak ada sebabnya.

"Minggir," ucap Juna sangat sarkas mengetahui salah satu teman Gio menghalanginya.

Noe menatap didepan pintu dengan tatapan benci tapi, lirikan mata Juna menandakan jangan mendekat atau ikut campur.

"Seandainya Lo ketahuan mati bunuh diri di sekolah di kelas sepuluh apa yang bakalan lo harapin jun," ucap Gio tiba-tiba.

"Tidak ada orang tua dan tidak punya keluarga, Miskin."

Seketika kursi di samping teman Gio jatuh.

Noe yang menendangnya dan terlihat wajahnya meremehkan tanpa dosa kedua tangan di saku celana dan kaos hitam sudah terlihat dari semua kancing kemeja putih yang terbuka.

"Ups gue sengaja."

"Lagian lo pada ngapain sih ganggu kita, Inget brader... Kita berdua gak ganggu kalian selebih kalian jauhi Zona kita berdua," ucap Noe seketika salah satunya mengumpat tak terima peringatan Gio.

Ketika akan memukul Noe seketika itu Noe tersungkur jatuh dengan tendangan dari Gio.

Sesak dada Noe di tendang dengan sepatu yang keras alasnya.

"Bac*tnya.." Kata Gio dengan menoleh pada Juna tersenyum.

Seketika itu tanpa basa basi Juna membalasnya lebih parah dan membuat Noe berdiri sambil terbatuk dan menarik tas Juna.

"Udah.. Balik aja anak orang bisa mati," ucap Noe.

Tiba-tiba seorang lelaki datang dan melihat pertengkarang yang baru saja selesai. Pak Satpam kaget bukan main. Anak bandel ini akhirnya ada yang memukul dan merundung mereka ck..

"Kalian berdua... anak panti asuhan yang disana kan, Saya sangat terimakasih karena kalian saya sedikit lega. Lebih baik kalian pulang ini biar jadi urusan saya," ucap Satpam itu.

Juna dan Noe lantar bergegas keluar dengan santai.

Gio dan teman-teman sudah terkapar dan terlihat sulit sekali berdiri tubuh mereka babak belur hanya karena Arjuna.

Dan Gio mendapat banyak pukulan sampai tak bisa menggerakkan badannya sepertinya tangan yang sebelahnya patah bahkan rasa sakit pukulan menjalar mengakar ke semua badannya.

Di depan sekolahan sebelum Juna dan Noe keluar ternyata sebuah Mobil hitam sedan mewah terparkir sempurna menurunkan sosok lelaki tinggi dan terlihat sudah berumur seperti hampir memiliki cucu tapi, wajahnya baby face.

Langkah tegapnya memasuki lorong sekolah sampai memasuki ruang uks. Tapi, sebelum sempat masuk dan menginjakkan kaki di sekitar lorong uks ia lebih dulu berpapasan dengan noe dan Arjuna.

Smirk anehnya terpancar saat pintu ruangan uks terbuka menampilkan wajah putrnya babak belur.

"Siapa yang menghajarmu," ucapnya langsung.

"Dia anak panti asuhan Alexander."

Wajah masamnya menjawab ucapan sang ayah.

"Kakimu panti masih bisa berjalan sekarang ikut aku pulang dan pergi kerumah sakit untuk luka di tanganmu," ujarnya datar dan acuh.

Gio menggerakkan kakinya dan mulai turun dari ranjang uks perlahan dan mulai mengikuti langkah ayahnya.

"Kau tahu Nyonya sangat menyukaimu jika kau melakukan hal sampai menembuhs pengamanku dan sampai ke telinga Nyonya besar maka ku pastikan kau tak akan pernah mendapatkan kasih sayangnya lagi," ucap Sang ayah dengan berjalan sambil di ekori Gio.

"Aku bilang aku tidak mau sejak awal aku menolak untuk di jadikan bagian keluarganya Lagi pula Nyonya Alika itu punya keluarga dan biar keluarganya saja," ujarnya dengan nada tinggi seakan menekankan keputusan yang sudah ia buat dan memang tidak jawabannya.

Juna merasakan kupingnya berdenging saat bersamaan membuatnya sangat risih padahal langkahnya baru saja menjauh dari makam kedua orang tuanya.

1
jalowos wos
Luar biasa
Halu
😭😭
heirs
kapan nenek dan kakeknya maningol?
heirs
tetiba jadi bibi 🥸
heirs
Arya masih hidup? bukanya dia mati di penjara?

bingung deh ..

Gio di bab sebelumnya d critakan mati krn membantu pamannya mc dr tembak menembak.. ga bisa di tolong lagi krn banyak peluru di punggungnya…dan Arjuna meneeima flashdisk dr Gio lewat Brahma. disaat berbarengan di rumah sakit.

dan ep sebelum itu, ibunya gio udah mati juga atas suruhan Romano di apartemen Gio, dan di buat seolah2 itu adalah perbuatan Arjuna.

eeeee bab sebelum ini , Gio dan ibunya di selamatin Arjuna? setelah Arjuna menerima foto2 mrk bersamaan dg kotak berisi bangkai tikus..

thor..
apa Gio , ibunya dan bapaknya (Arya) hidup kembali??


eeee… bingung yg baca thor
heirs
maju mundur maju trus lomoat kedeoan samping ato belakang gitu alur crita novel inu..

😏😕😏
Dani Rohpandi
Menarik, meskipun bahasanya msh sedikit kaku
Rusliadi Rusli
😕😕😕😕😕pusing thor
Endi Wahyudi
kok beda ya audio sama nofel nya
Kirana DP
Congrats Thor Akhirnya Tamat Jugak.... jalan Ceritanya Bagus hanya banyak yg kadang Gk Nyambung n bikin Bingung.... BTW Tetep Smangaaat Thoor Jangan Menyerah Perbaiki Teruus 👍🌹
Kirana DP
ini Cdrita Gimana
Kirana DP: yg mati td ibunya Gio n Gio tp knapa Barusan Gio msh hidup
n bukanya Zafina di Marik Yaa Kok ada dimaro???????????
total 2 replies
Edyson
maka dari itu lihat2 dulu kalau bicara seenaknya mau dicabut saham udah gelabakan
Edyson
oooolalah
Edyson
hebat kau bro
Edyson
u
Edyson
lanjut thor
Edyson
karot
Edyson
ringkeh
Edyson
lanjut thor
Edyson
hebat kau bro
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!