NovelToon NovelToon
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Pernikahan Kilat / Obsesi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

Pernikahan yang berawal dari perjodohan juga tanpa diiringi cinta.


"Bukankah kamu pernah bertanya, hal apa yang bisa membuatku bahagia. Jika sekarang aku menjawab apa kamu akan mengabulkannya?" kata Febriana Citrani, yang kerap dipanggil Anna.

Prasetyo mengangguk, "Jika aku bisa, aku akan melakukannya untukmu."

"Aku sangat yakin kamu pasti bisa," ujar Anna sejenak menatap suaminya. "Ceraikan aku, itu kebahagiaanku!"

Tatapan mata Prasetyo menajam.

"Selama ini aku tersiksa," ucapnya dengan nada rendah tapi terdengar menekan tiap kata yang diucapkannya, seraya tangannya menunjuk tepat di dada.

Sudut bibir Anna tertarik menciptakan senyum masam, tak mendapat respon ia pun bangkit memunguti pakaiannya hendak berlalu pergi.

"Baiklah tapi dengan satu syarat, aku ingin kamu memberiku anak lagi, laki-laki. Setelah syarat itu terpenuhi kamu bisa pergi."

Prasetyo pun bangkit berjalan melewati tubuh Anna yang mematung seakan tak mempercayai ucapan suaminya, Prasetyo pun berlalu masuk ke kamar mandi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Aku sudah bersiap, memakai pakaian terbaik yang aku bawa. Dress warna denim yang panjangnya selutut tanpa lengan dengan model krah kancing dari atas hingga bawah. Aku pun sengaja tak mengaitkan 2 kancing bajuku, agar tak terlihat norak.

Teman-temanku tadinya merasa heran sebab aku sudah berpenampilan rapi, sementara agenda hari ini sudah usai. Para pembimbing tadi siang hanya berpesan pada para mahasiswa agar mempergunakan waktu luang ini untuk bersantai, sekaligus diperkenankan untuk mencari cinderamata sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang nanti.

Akupun memutar otak mencari alasan agar Nisa dan Vera tak curiga, apalagi kalau mereka mengetahui aku perginya bersama Kak Adrian. Bisa-bisa gagal berangkat, batinku.

Dan dengan satu alasan yang kubuat-buat yakni pergi bersama rombongan dikamar sebelah, mereka pun mulai percaya padaku. Setelah berpamitan pada mereka akupun beranjak keluar dari area hotel, dan kini terlihat Kak Adrian berdiri bersandar pada mobil sport berwarna biru. Ia juga melambaikan tangannya ke arahku.

"Maaf, pasti Kakak lama menungguku," ucapku setelah sampai dan berdiri di hadapannya.

Kak Adrian menggerakkan bibirnya kemudian dia melirik jam dipergelangan tangannya. "Dapat dimaklumi," katanya tersenyum simpul kepadaku.

Aku mengulum bibirku, rasanya tak enak membuat orang menunggu lama. Kak Adrian kini membuka pintu mobil, kemudian mempersilahkan aku masuk. Aku menurut saja dan setelah mendudukan diri aku mencoba untuk rileks.

Setelah menutup pintu kini Kak Adrian memutari mobil dan mulai duduk di kursi kemudi. Mesin mobil kini dinyalakan ditambah dengan atap mobil yang terbuka.

Aku sungguh menikmati suasana ini. Salah satu tangan kurentangkan dengan posisi kepala sedikit melongok keluar. Angin mulai menerpa lengan dan juga wajahku. Terasa sejuk juga damai sebab mobil kini berjalan dengan kecepatan sedang.

"Tak beda jauhkan dengan Indonesia?" seloroh Kak Adrian.

Sontak aku menoleh ke arahnya, terlihat dia juga menikmati suasana sore ini. Dari samping dapat kulihat raut wajahnya kini tampak berseri. "Beda," sahutku singkat.

"Apa yang membedakan?" tanya Kak Adrian yang sejenak menoleh ke arahku.

"Di Indonesia orangnya lebih ramah," jawabku dan Kak Adrian terkekeh. "Bukankah begitu? Kak Adrian saja lebih memilih tinggal di Indonesia, ya kan?"

"Bisa jadi," sahutnya.

"Atau jangan-jangan ada alasan lain, sampai Kakak Rela untuk tinggal jauh dengan keluarga?" tanyaku padanya.

"Apa perlu aku menjawabnya?"

"Haa?" Aku sedikit terkejut, jawab atau tidak ya terserah sih. Tapi kalau gak dijawab rasanya membuatku penasaran juga, batinku.

Mobil mulai menepi, tak terasa kami kini sudah berada di daerah bukit. Matahari senjapun mulai menyapa, cahaya yang berwarna jingga itu mulai menampakkan keindahan. Aku juga begitu takjub akan pemandangan disekitar. Mulutku tak sadar mulai terperangah, dan satu kata yang bisa kuucap untuk menggambarkan tempat ini, "Bagus banget."

"Ini adalah tempat favoritku. Aku sudah lama memiliki rencana seperti ini," ucap Kak Adrian sejenak terjeda. Dia kemudian meraih tanganku dan mengusap lembut telapak tanganku. "Karena kamu adalah bagian dari rencana itu," sambungnya.

Apa, apa aku tak salah dengar, batinku.

Aku menatap sorot mata Kak Adrian. Ada ketulusan disana, dia kini menggenggam kedua tanganku dan kembali berujar. "Sudah lama aku ingin mengenalmu, lebih dari mengenal. Tapi aku belum ada kesempatan, hingga akhirnya kita berjumpa lagi saat di kampus. Apa kamu tahu, aku ingin kita bukan hanya sekedar senior dan junior. Apalagi dosen dan mahasiswa. Aku ingin kita punya hubungan yang lebih dari sekedar itu," jelasnya.

Aku menyimak tiap kata-katanya, kemudian mulai mendeskripsikannya. Apa benar rasa yang aku miliki dulu tidak bertepuk sebelah tangan?

Aku masih diam bermonolog dengan isi dihatiku juga diotakku. Kini Kak Adrian kembali berucap, "Aku tahu ini memang mendadak, kamu pasti terkejut akan ucapanku. Tapi percayalah, aku tulus. Dan aku juga memiliki rencana, bila engkau mau aku ingin mengenalkanmu pada kedua orangtuaku."

Aku terdiam, tubuhku terpaku, rasanya aku kehilangan rasa orientasiku. Kini justru Kak Adrian mendekat ke arahku, dengan sedikit mendongakan wajahku jarak kami semakin dekat hingga saat ini kurasakan hembusan nafasnya yang menerpa diwajahku. Dengan suara lirih dia berujar, "Will you marry me?"

To Be Continue

1
Felycia Fernandez
bener2 tokcer ini 👍👍👍👍👍💗
Shofiya An Najah
kaaa riyana aku balek lagiii🤭, aku suka bngt novel" kaka aku baca hampir semua novel kaka dari tahun 2019 sampe sekarang masih suka ingat judulnya walaupun apk udh pernah aku hapus jdi setiap instal apk ini lgi, yang dicari pertama kali pasti novel kaka, dan aku ud berulang kali lepas pasang apk ini dn udh brp kali ngulang baca novel kaka, emng sebagus ituuu🥹🥹
Nkf: Sama kak 🤣🤣
total 1 replies
ione
/Good/
Nazril Azka
lanjut audio toon nya kak
Ira Suryadi
Luar Biasa
Glorya Raya
Luar biasa
Eva The-kk
udah berkali2 baca d tahun2 lalu tp masih aja mewekkk. author ni ihhh pinter banget bikin greget
Big Family
Luar biasa
Big Family
Lumayan
Eva The-kk
aku nangis mewek bagusss cerita tp slow
Pasikah CwElosbes
crta nya bagus baru mampir ksni skian lam..crta yg ringan mnglir bgtu saja TPI seru
Aysha Luthvi
baca ke 3 kali ny biasa ny baca novel d longkap ini mah ngga aq suka cerita ny
Dinda
Luar biasa
Aysha Luthvi
suka banget cerita kak
Aysha Luthvi
baca ke dua kali ny
Bunda Aish
keren cerita nya.... ada terjadi di sekitar kita....
Bunda Aish
ngulang baca....
Santi
Ya Allah aku minta pasangan yg seperti mas pran
Lena Sari
Anna pasti akan menyesal ...meninggalkan yg pasti demi yg tidak pasti,akankah Adrian mencintai mu seperti Pras?kasian qila.
Lena Sari
gitu amat Ama suami,,giliran minta duit ja baru manis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!