maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
awal penderitaan
ketika Hendra sedang menjelaskan perihal pekerjaan kepada kliennya, di rumah, Dinda menangis berlari masuk ke dalam kamarnya karena lagi lagi Dinda kecewa kepada suaminya itu
Bu Laras yang sedang menonton di ruang keluarga kebingungan dengan sikap Dinda, Bu Laras merasa aneh melihat Dinda yang berlari tanpa menghiraukan nya yang sedang duduk sendiri.
Bu Laras pun akhirnya menyusul Dinda berjalan menuju kamarnya.
...tok ...
...tok...
...tok...
Bu Laras mengetuk pintu kamar Dinda.
''Dinda, ini ibu nak. kamu kenapa?" tanya Bu Laras yang sangat mengkhawatirkan anaknya
''masuk bu. pintunya gak di kunci ko" jawab Dinda dari dalam kamarnya
cleeeekkk
pintu kamar terbuka
'' kamu kenapa lagi si nak? kok kamu nangis?" tanya Bu Laras ingin tahu
''aku gak pp ko bu, aku cuma sedih aja, sampai sekarang aku belum bisa menemukan perhiasan itu" jawab Dinda berusaha menutupi kekecewaannya
''udah nak, kalo memang gak ketemu kamu ikhlaskan saja ya'' ujar Bu Laras tersenyum mengelus pundak Dinda
''iya Bu, aku coba ikhlaskan'' ujar Dinda membalas senyumannya, Dinda sengaja menutupi semua kekecewaannya karena dia tidak ingin ibunya kecewa untuk ke2 kalinya, Dinda takut terjadi apa-apa dengan kesehatan ibunya
...💞💞💞💞💞...
hari semakin larut. waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. ketika Dinda sudah beres melaksanakan shalat Maghrib Dinda membuka jendela kamarnya untuk merasakan udara yang segar sambil melihat mobil hendra, memastikan dia sudah pulang atau belum. Dinda merasa aneh dengan Hendra, tidak biasanya Hendra pulang selarut ini.
Dinda mengira Hendra masih asik bersama wanita yang tadi bersamanya, Dinda merasa di abaikan, ketika dia marah saja Hendra tidak mengejarnya, dia mlh memilih untuk tetap bersama perempuan itu, pikir Dinda mulai aneh
sepinya malam membuat Dinda terhanyut dalam kesedihan, air matanya jatuh tak tertahankan ketika merasakan perubahan dalam diri suaminya, Dinda merasa kini suaminya berubah tidak seperti dulu lagi.
cleeeekk
terdengar suara pintu kamarnya terbuka..
Dinda mencoba menghapus air matanya lalu menutup kembali jendela kamar.
'' assalamualaikum sayang, ngapainn kamu disitu?'' tanya Hendra yang tiba tiba membuka pintu kamar
'' waalaikumsalam'' jawab Dinda singkat. Dinda kaget melihat hendra, diapun langsung merebahkan tubuhnya tanpa menghiraukan Hendra
'' kamu kenapa sih sayang? ko gitu?'' tanya hendra kepada istrinya yang terlihat cuek
'' aku gak pp, aku cape mas mau tidur'' jawab Dinda jutek
'' mas tau kamu marah sama mas gara gara tadi kan? kenapa harus marah sih? yang tadi itu klien mas, tadi kan mas bilang kalau hari ini mas ada meeting'' ujar hendra mengelus kepala dinda
Dinda hanya diam, pura pura tertidur
'' ya sudah kalo kamu cape kamu istirahat saja ya sayang, mas mau mandi dulu, jngn marah marah lagi ya, mas ga mungkin khianatin kamu, mas begitu sayang sama kamu'' ujar hendra mengelus kepala Dinda.
hendra turun dari ranjangnya untuk mandi tapi Dinda menghentikan langkah hendra menggenggam tangannya.
'' maafkan aku ya mas, aku gak tau kalo itu klien kamu" ujar Dinda meminta maaf, dia merasa sangat bersalah
'' gak pp sayang, mas ngerti ko. mas yang salah karena mas tidak izin dulu ke kamu kalo acara pertemuan ny di luar'' ujar hendra memeluk istrinya
'' ya sudah kalau gitu mas mandi dulu ya, kamu bobo duluan saja..'' ujar hendra melepaskan pelukannya. dia berjalan menuju kamar mandi
melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi Dindapun merebahkan tubuhnya kembali lalu tertidur
...💞💞💞💞💞...
keesokan paginya Hendra terbangun dari tidur, Hendra melihat kesamping, ternyata Dinda sudah bngun lebih dulu, Hendra langsung bangkit dari tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi..
''pagi Bu'' ujar Hendra kepada mertuanya yang sedang duduk di meja makan. Hendra kelihatan lebih rapi karena sudah siap untuk berangkat ke kantor
''pagi nak Hendra. oh iya, tadi Dinda titip pesan ke ibu kalo dia berangkat lebih pagi, nanti nak Hendra bisa telpon Dinda saja biar lebih jelas'' ujar Bu Laras
''iya Bu gak pp, nanti saya mau ke butik Dinda ko'' ujar Hendra kepada mertuanya ''kalo gitu saya berangkat dulu Bu, nanti biar saya sarapan di kantor saja'' ujar Hendra pamit berjalan meninggalkan Bu laras yang sedang sarapan
''iya, hati hati ya nak Hendra'' ujar Bu Laras kepada menantunya
hendrapun langsung berangkat menuju kantor.
...🌺di butiik 🌺...
Dinda sibuk melayani pembeli yang sangat banyak, hari ini butiknya lebih ramai dari hari biasanya. Dinda merasa sangat bersyukur atas semua Rizki yang Allah berikan untuknya.
ketika Dinda sedang duduk menghitung penghasilan nya hari ini, tiba tiba datang satu paket berwarna pink dengan Vita putih beserta bunga mawar yang terlihat sangat indah dan wangi.
''ini paket dari siapa pak?'' tanya Dinda ingin tahu
''itu dari pak Hendra Bu. pak Hendra yang nyuruh saya ngirim paket itu ke ibu'' ujar si pengirim paket
''oh iya pak, terimakasih'' ujar Dinda berterima kasih
''kalau gitu saya permisi dulu Bu'' ujar pengirim paket itu pergi meninggalkan butik Dinda
Dinda tidak menyadari kalau Dewi sudah memperhatikan butiknya sedari tadi. dia mendengarkan percakapan Dinda dan pengirim paket itu. Dewi penasaran dengan paket yang Hendra kasih untuk Dinda hingga dia mengintip Dinda dari balik tiang yang berdiri di samping butiknya.
''wah pak Hendra romantis banget ya Bu, ngirim paket sama bunga untuk ibu'' ujar Eva menggoda Dinda "apa sih Bu isinya, jadi penasaran'' ujar pegawainya yang lain
Dinda tersenyum membuka paket yang Hendra kasih untuknya, dia tidak menyadari kalau Dewi memperhatikan nya dari luar.
''ya allah Alhamdulillah'' ujar Dinda setelah tau isi dari paket itu, isinya berbagai macam perhiasan, Hendra menepati janjinya untuk mengganti semua perhiasan Dinda yang hilang
''ya allah bu, beruntung banget sih Bu, kapan aku punya suami kaya pak Hendra'' ujar Eva yang mulai berharap
''insyallah, secepatnya'' ujar Dinda tersenyum menoleh ke arah Eva
Dewi sangat iri kepada Dinda, Karena Hendra memberikan Dinda perhiasan. Dewi menginginkan perhiasan itu untuk dirinya bukan untuk Dinda. hatinya semakin panas melihat kebahagiaan yang tampak di wajah Dinda.
Dewi merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hubungan Hendra dan Dinda. dia membawa surat keterangan palsu dari rumah sakit kalau dirinya hamil mengandung anak Hendra, karena ini yang bisa dia lakukan untuk kembali ke rumah itu.
''liat saja kamu Dinda, sebentar lagi kamu akan menangis setelah melihat surat ini'' ujar Dewi tersenyum merencanakan sesuatu
karena kesal kepada dinda, Dewi memberanikan diri berjalan masuk ke dalam butik menemui Dinda yang sedang duduk mencoba perhiasannya.
''din'' ujar Dewi dengan air mata yang jatuh di pipinya
''ngapain kamu kesini?'' tanya Dinda jutek. dinda masih menyimpan benci kepada Dewi
...bersambung...
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv