NovelToon NovelToon
Ardhan

Ardhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Tamat
Popularitas:124.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daratullaila 13

Ardhan Husein Zakhori adalah CEO di Millenial Group. Ia mewarisi perusahaan Kakeknya. Pribadinya yang sangat ramah membuatnya disukai banyak orang. Ia memiliki ambisi yang besar diumur yang masih muda. Namun, karena Kakeknya semakin tua dan mulai sakit-sakitan ia harus mencari calon istri dan menikah secepatnya. Saat itu pula cinta masa kecilnya datang.

"Will you marry me?" tanya Ardhan.
"Yes, I do," jawab wanita itu.

Ardhan yang malang. Ia tak tau jika hal itu akan menjadi awal ia mengetahui banyak kenyataan pahit. Akankah Ardhan menerima kenyataan dan mempertahankan cinta masa kecilnya? Atau menikahi orang lain demi mewujudkan keinginan Kakeknya? Dapatkah Ardhan bertahan dengan semua ujian ini? Penuh puzzle yang harus diselesaikan, ikuti perjuangan Ardhan dalam cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daratullaila 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikah

..."Jika kamu tidak berjuang untuk apa yang kamu inginkan, jangan kecewa jika harus kehilangan."...

...✨...

Ardhan pulang ke rumah dengan gembira. Ia menenteng bingkisan pemberian Key ke kamarnya. Tak lupa pula untuk mengunci pintu.

Ia merosot di balik pintu. Menarik napas dalam-dalam agar kegugupannya hilang.

"Huuhhh ...," Ardhan menarik napas.

Dirobeknya bingkisan itu dengan hati-hati untuk mempertahankan bentuknya. Mulai terlihat kotak bingkisan asli berwarna kuning. Dibuka perlahan bagian atas kotak. Ternyata isi kotak itu mobil-mobilan yang dapat dibentuk menjadi robot transformers.

"Wow!" kagumnya melihat kilau mainan baru itu. Dengan sekali lihat dapat diketahui bahwa mainan itu cukup mahal. Body mobil yang kokoh dan warna kuning yang mengkilap menambah kesan mewah mainan itu.

Ardhan langsung memainkannya sampai lupa mengganti baju.

"Ardhannnnnnnn ... sini makan siang dulu," teriak Mamanya.

"Iya, Ma," jawab Ardhan masih mendorong mobil-mobilan.

Ia segera ganti baju dan turun ke bawah. Mainan itu masih digenggamnya seolah tak mau dilepas.

Tap

Tap

Tap

Langkah kakinya menggema di rumah besar itu. Hanya ada Mamanya dan pembantu di dalam rumah. Ardhan tak punya teman di sini.

Terlihat Mamanya sedang menyiapkan makan siang. Begitu banyak lauk tersedia di meja. Bi Titin membantu Mama mengangkat piring.

"Sayang kamu beli mainan lagi?" tanya Mama Ardhan terkejut.

"Ini hadiah dari Key, Ma," jawab Ardhan tersipu.

"Wah kalian ini cocok sekali," ucap Mamanya kagum.

Ardhan malu-malu dan langsung duduk untuk makan.

***

"Halo?" ucapnya.

"Gaji kamu untuk bulan depan naik dua kali lipat," kata Ardhan kepada manajernya.

"Wah yang benar, Pak? Makasih ya Pak," jawab orang di telepon kegirangan.

Sekarang Ardhan tersenyum sendiri membayangkan Key kerja di kantornya.

Ke**sempatan bagus nih hahaha, batinnya terkekeh sendiri.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7. Ardhan turun ke bawah untuk makan. Dilihatnya Noah telah makan dengan lahap hingga tak tau kalau Ardhan datang.

"Dor!" Ardhan mengejutkan Noah.

"Astaghfirullah bang. Untung gak mendarat di muka lo makanan gue," ucap Noah mengelus dada.

"Eh bang lo dipanggil Kakek tuh hihihi," lanjut Noah memberitahu Ardhan.

"Terus kenapa ketawa lo? Gak enak perasaan gue," tanya Ardhan selidik.

"Hahaha," Noah tertawa pecah.

"Buruan sana gih," usir Noah dengan menahan tawa.

Ardhan mendatangi kamar Kakeknya. Masih terdengar suara Noah terbahak-bahak.

Ceklek

Ia membuka pintu kamar dan melihat Kakeknya sedang berbaring. Ardhan masuk dan menutup pintu. Ditariknya selimut Kakek sampai batas leher. Namun, Kakeknya terbangun.

"Ardhan, uhuk, uhuk," panggil Kakeknya terbatuk.

Ardhan mengambilkan minum untuk Kakeknya. Ia membantu menegakkan tubuh lemah Kakeknya.

"Ini Kek minum," ucap Ardhan lembut.

Kakek meminum air yang diberikan Ardhan dan mengambil beberapa obat. Setelah selesai Kakek melanjutkan pembicaraan.

"Ardhan, mungkin umur Kakek gak lama lagi," ucap Kakeknya lemah.

"Kek jangan ngomong gitu. Ardhan belum bahagiain Kakek," Ardhan mengusap telapak tangan Kakeknya.

"Karena itu Kakek mau kamu cepat nikah," lanjut Kakeknya.

"Ha? Nikah?" tanya Ardhan terkejut.

"Ardhan belum punya calon Kek. Ardhan juga belum siap secara mental. Ardhan gak mau Kek," lanjut Ardhan sedih.

"Tapi Kakek pengen lihat kamu nikah sebelum Kakek meninggal," ucap Kakeknya lembut.

"Kamu pikirkan lagi ya," sambung Kakeknya.

Ardhan tak menjawab Kakeknya. Ia kembali membaringkan tubuh beliau dan menyelimutinya. Setelah memastikan Kakeknya sudah tidur, ia kembali ke kamarnya.

Gue kan maunya nikah sama Key. Tapi Key belum ingat juga. Duh gimana ini. Apa gue nekat aja ya ngajak dia nikah? batin Ardhan frustasi.

Ia berjalan melewati Noah yang tertawa karena melihat raut wajahnya. Ardhan tak menghiraukan dan bersiap mengurung diri di kamar.

Malam yang harusnya dia gunakan untuk istirahat malah terganggu. Ia tak pernah berpikir akan menikah secepat ini.

Gue harus apa sekarang ya Allah, pikir Ardhan.

Ia mengambil gawai di atas nakasnya dan mencari username Key di instagram. Ia meneliti dengan lebih jelas foto-foto Key. Jangan sampai dia salah orang.

Mata, rambut, hidung, mulut, gak ada yang berubah sejak kecil. Memang sifatnya jadi lebih galak sih gak selembut dulu. Apa mungkin karena dia gak kenal gue? pikiran Ardhan berkecamuk. Ia menatap langit-langit kamar. Memikirkan apa yang harus dilakukan.

Pintu berderit. Noah masuk kamar Ardhan tanpa mengetuk.

"Cepat ya bang kasih kakak ipar buat gue hahaha. Gue juga udah siap kok untuk punya keponakan hahaha," ejek Noah.

"Kakak iparnya harus cantik ya bang hahaha," lanjutnya mengejek.

Namun yang diketawai tak menghiraukan. Ardhan berbalik badan membelakangi Noah.

Gue kerjain lo Noah, batinnya menahan tawa.

"Bang lo kenapa si kok diam aja?" tanya Noah heran. Ledakan tawanya berubah menjadi kasihan.

"Gue udah ketemu calon kakak ipar lo," ucap Ardhan datar tanpa berbalik badan.

"Siapa bang? Cantik gak?" tanya Noah kepo.

"Iko," jawab Ardhan membalikkan badan. Terlihat ekspresi terkejut Noah. Ia menutup mulutnya dan tersungkur ke lantai. Kakinya yang lemas tak dapat menopang badannya.

"Hahaha," tawa Ardhan pecah.

"Rasain lo hahaha," lanjut Ardhan.

"Kok lo jahat bang? Lo gak tau gue suka sama Iko?" tanya Noah polos.

"Bodo amat," jawab Ardhan berlalu pergi.

Noah bangkit mengejar Ardhan dan memberi satu pukulan di pipi. Darah mengucur dari ujung bibir Ardhan. Merasa tak puas, Noah menendang perut Ardhan kuat.

"Eh gila lo ya? Uhuk, uhuk. Santai woy santai. Gue cuma bercanda. Uhuk, uhuk," Ardhan memegangi perutnya yang nyeri.

Noah melepas genggamannya pada tubuh Ardhan. Kini Ardhan yang tersungkur di lantai.

"Adik sialan lo," ucap Ardhan kesal.

"Eh maaf bang maaf. Becanda lo sih gak lucu," sesal Noah. Ia berlari mengambil kotak P3K di bawah. Segera ia mengobati luka Ardhan.

"Pergi sana lo! Gue bisa sendiri!" usir Ardhan.

Namun Noah tetap kekeh mengobati luka Ardhan. Ia membersihkan darah yang mengucur kemudian memberi obat merah. Tak lupa ia sudah menyiapkan handuk basah yang hangat untuk perut Ardhan. Diusapkannya handuk itu ke perut Ardhan agar membaik.

"Gue tau lo jago beladiri. Tapi bukan abang lo juga yang jadi sasaran," rutuk Ardhan.

"Lo sih becanda kelewatan. Gue kan ikutan keterusan," ucap Noah masih mengusap perut Ardhan.

"Gak mungkinlah gue ambil cewek adik gue yang gak gentle**man ini," ejek Ardhan.

"Aww!" teriak Ardhan kesakitan karena Noah sengaja menekan perutnya.

"Jangan ngadi-ngadi lo. Kalo gue gak gentle lo gak akan kayak gini," jawab Noah tak mau kalah.

"Lo bilang lo gentle? Ngomong sama Iko aja lo gak berani. Dia direbut orang lain baru tau rasa lo," ejek Ardhan lagi.

"Ah resek lo bang," Noah melempar handuk itu ke perut Ardhan dan meninggalkannya.

"Heh lo belum selesai woy! Aduh!" teriak Ardhan pura-pura kesakitan. Tawa Ardhan meledak menggema di kamarnya.

"Huh huh," Ardhan menarik napas ngos-ngosan. Memang berantam sama adik adalah hal yang menyenangkan.

Ardhan membereskan kotak P3K dan mencui handuk. Setelah itu ia kembali memainkan gawainya.

Kayaknya gue harus nekat, batin Ardhan.

Ia membuka roomchat dengan Key dan mengetik sesuatu.

^^^ardhan_huza^^^

^^^Key lo mau gak nikah sama gue?^^^

1
Jeffie Firmansyah
mengubah takdir di novel kuno nya kenapa tdk diterusin , padahal cerita nya keren Thor
Gibran
kok si ling jdi ke sini sih thor
Bunbun Boba
koq ad Ling disni
Avocado
semangat Kaka.....😊, lanjutkaannn terusss....pantang mundur....semangat yok semnagat....saya suka sama ceritanya😍😍, aku mendukungmu...
mohon dukungannya juga untuk novelku kak....SunFlower. mohon tinggalkan saran, masukan dan kritik kan dariku yang masih belajar ini....🙏🏻😊🤗
Neti Jalia
boom like untukmu kk🤗🙏
Lenkzher Thea
Lanjut ka👍❤
Lenkzher Thea
Lanjut ka bom like sudah hadir lagi
Lenkzher Thea
lanjut
Lenkzher Thea
waduuuh knp jadi begitu ka
하늘
Aamiin, semoga author juga sehat selalu ya
semangat terus, ditunggu updatenya
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
💛 Good luck! 💛
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
하늘
lanjut thor, semangat terus up nya
Hiatus
cicil dl ya thor.
semangat^^
하늘
nice kak, lanjut
Manami Slyterin
lanjut mangatz
Manami Slyterin
lanjut
Hiatus
swmangat up thor
Tara
Semoga happy ending. Langsung give5🌟n 🎁click Fav n like. Semangat kak!! 🥰🤗🌹🙏
riski iki
kok Hiatus 🤣
Nindira
Apa ini?
Mommy Gyo
3 like hadir thor

maaf Cinta dan air mata dan cinta Berlumur Dosa tahap penghapusan gak usah di like ya Thor 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!