menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 34
Malam Hari nya
Nadin yang sedang asyik memasak, tiba-tiba merasakan pelukkan dari belakang, Nadin sudah memastikan pasti itu William yang memeluknya, karena dia sangat hafal dengan langkah William saat dia berjalan ke dapur dan ke arah nya
"Baby, masak apa?" tanya William sambil memeluk erat dari belakang tubvh Nadin
"Masak Kesukaan Kak William, biar Kak William cepat sembuh" ucap Nadin lembut sambil masih terus fokus memanggang daging kesukaan William
"Eehhmm, bau nya enak banget, Kakak jadi gak sabar pengen cepat makan" manja William
"Boleh tunggu aja di meja Kak, bentar lagi matang nih" sahut Nadin
"Siap Baby" ucap William patuh
Tak lama makan malam pun di siapkan dan Nadin menyediakan makanan kesukaan William di piring nya seperti dulu waktu mereka masih bersama
"Ehhm, harum banget, pengen suapi dan dudukdi sini" tunjuk William di pangkvan nya dan Nadin pun langsung duduk tanpa protes atau pun menolak nya
"Memang paling enak masakan kesayangan Kakak ini" ucap William tersenyum
"Baby, makan juga, Kakak suapi ya" sahut William yang ikut menyuapi Nadin saat ini
"Ya Kak" ucap Nadin yang langsung membuka mulut nya untuk menerima suapan dari William sehingga kedua nya menghabiskan makan malam hanya dengan satu piring berdua
"Baby, Apartemen mu bagus banget, sama kayak punya Kakak yang waktu Kakak belikan di Indonesia yang dekat kampus mu itu" sahut William yang baru selesai makan malam dan kedua nya saat ini tengah duduk di sofa ruang tamu
"Iya Kak, di sini semua terlihat dengan keramaian kota jika malam hari" ucap Nadin
"Benar sekali dan itu tidak membuat kita bising karena kita berada di lantai paling atas" sahut William dan Nadin mengangguk pelan karena membenarkan perkataan William
"Baby" ucap William pelan
"Ya Kak" sahut Nadin menatap William dari dekat
"Kalau Kakak nanti nya akan ingat, apa kamu akan pergi meninggalkan Kakak?" tanya William menatap Nadin dengan penuh penasaran dan Nadin pun saat ini langsung hanya bisa diam, karena sejujurnya dia sudah mulai menyukai William sejak dulu dan rasa itu masih ada ternyata hingga sekarang serta Nadin juga sudah mengetahui hubungan William dan Stevanie yang menikah hanya kontrak saja, tapi di lain hati nya, dia juga sudah memiliki Jason sebagai kekasih nya dan Jason adalah Pria yang Nadin sukai dan selalu ada untuk nya serta memberikan rasa nyaman di hati nya sehingga Nadin sangat bingung seandainya dia di suruh memilih antara Jason dan William, yang mana yang akan menemani hidup nya hingga tua nantinya
"Ehhmm, Aku gak tau Kak, karena Kakak kan udah nikah sama Kak Stevanie" ucap Nadin pelan
"Kalau itu alasan mu untuk membuat Kamu meninggalkan Kakak lagi, Kakak akan segera menceraikan Stevanie dan Kakak akan bilang ke Mami kalau Kakak sebenarnya sangat mencintaimu dan dengan Stevanie hanya melakukan pernikahan kontrak karena alasan bisnis kami berdua" ucap William tegas
"Tapi Kak, Aku takut Kak Stevanie sedih" ucap Nadin mencari alasan
"Baby, Stevanie sudah memiliki kekasih dan Aku juga sangat mencintaimu jadi wajar kan kalau kami berdua bercerai" ucap William dengan jawaban tenang nya dan itu membuat Nadin menghembuskan nafas panjang
"Ada apa Baby? Kenapa wajah mu seperti nya tak ingin bersama ku lagi?" tanya William langsung dan membawa Nadin duduk di pangkvan nya
"Gak ada apa-apa Kak, hanya Aku memikirkan bagaimana jika Mami tau tentang Pernikahan kontrak kalian berdua dan Kakak ternyata malah menyukai ku" ucap Nadin
"Baby" bisik William pelan
"Heem, Apa Kak?" tanya Nadin bingung
"Apa Kamu tak menyadari kenapa Aku bilang tentang Pernikahan kontrak ku dengan Stevanie tiba-tiba?" tanya William terkekeh dan itu membuat Nadin menyadari tiba-tiba jika dia tak curiga sedikit pun sejak tadi jika William sudah mengingat kembali apa yang terjadi beberapa hari ini
"Sejak kapan?? Sejak kapan Kakak sudah kembali ingatan nya?" tanya Nadin yang suara nya mulai datar
"Sejak semalam, saat kamu tidur di pelukkan ku" jujur William
"Aku sempat terkejut melihat mu nyenyak di samping ku, padahal sebelum ini, kamu mati-matian dingin, cuek dan menjauhi Aku, Baby" ucap William yang menghirup aroma Nadin di sekitar nya saat ini
"Aku sangat mencintaimu Nadin, sejak beberapa bulan kamu ninggalin Aku, Aku hanya menghabiskan waktu dengan bekerja saja" ucap nya lagi
"Kak" panggil Nadin yang membuat William terdiam
"Apa Kakak lupa, kalau Aku sudah memiliki kekasih? Terus kalau Aku sama Kakak, gimana kekasih ku? Apa Kakak tau, saat Kakak hilang ingatan, dia merelakan ku untuk mengurus Kakak dan mengabaikan Perasaan kangen nya pada ku, demi melihat Kakak gak kritis lagi" cerita Nadin
"Apa?? Kenapa dia seperti itu, Baby? Apa dia menyerah dengan perasaan nya karena dia tau kalau Kamu mencintai Aku?" tanya William bingung
"Aku gak tau Kak kenapa dia kayak gitu, yang ku tau Jason telah lama mencintai Aku, begitu pun Aku yang sudah mengenal nya lebih lama di banding kan Aku mengenal Kakak" ucap Nadin
"Apa dia sudah punya kekasih baru, Baby?" tanya William lagi yang ingin menggoyahkan perasaan Nadin, agar Nadin tetap memilih nya di banding kan Jason
"Aku gak tau Kak, jujur Aku juga menyukai Kakak dan Aku juga menyukai Jason, tapi hubungan ku dengan Kakak sangat lah rumit dan hubungan ku dengan Jason seperti kekasih pada umum nya" ucap Nadin
"Jadi, kamu gak mau memperjuangkan hubungan kita? Walau pun Aku tetap menerima jadi yang kedua di antara Kamu dan Jason?" tanya William yang sudah mulai putus asa hingga menanyakan hal tersebut
"Apa? Kakak ingin Aku memiliki 2 kekasih?" tanya Nadin tak percaya
"Ya, jika memang itu rencana mu untuk menjauhkan Kakak dengan mu lagi, Kakak rela jadi kekasih kedua mu, Din" pinta William yang suara nya sudah terdengar putus asa
"Kakak akan memberikan waktu untuk mu berpikir Din dan Kakak setelah ini mau kembali ke Indonesia untuk menceraikan Stevanie dan bicara jujur sama Mami tentang pernikahan kontrak kami"
ucap William yang seketika membuat Nadin tercengang
"Malam ini juga Kakak akan kembali ke Indonesia Din, Kakak harap setelah ini dan ketika kamu bertemu Kakak lagi nanti, kamu sudah punya jawaban nya Din" ucap William yang mencivm kening Nadin dan Nadin hanya memejamkan mata nya merasakan kecvpan tersebut yang membuat hati nya terasa berat jika dia harus berpisah lagi dengan William, tapi di sisi lain, dia juga tak mau berpisah dengan Jason, kekasih nya
"Kakak sangat mencintai kamu, Baby, Kakak gak akan bisa menghabiskan hidup Kakak tanpa kamu di sisi Kakak, Kakak akan terima jika nasib Kakak di jadikan kekasih kedua dari mu, Baby" ucap William pamit sebelum meninggalkan Apartemen Nadin dan Nadin saat ini hanya bisa diam serta terpaku dengan kepergiaan William yang meninggalkan nya malam ini juga
jangan lupa simpan (save) dan like postingan ini dan Novel ini
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas