NovelToon NovelToon
My Ashford Side

My Ashford Side

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu jalan keluar dari balik jeruji besi, namun berujung pada labirin tanpa pintu keluar.

Ketika Dorris Gate menawarkan kunci kebebasan, La Bonna De Luca tidak pernah menduga bahwa harga yang harus dibayar adalah jiwanya sendiri.

Terlempar ke dalam gemerlap remang Velvet Noir, Bonna dipaksa menari di atas benang tipis antara penyamaran dan kehancuran. Targetnya adalah Ezequiel Nolan Ashford—pria dingin bernapas racun yang tak pernah terpeleset oleh hukum.

Bonna menyadari satu hal: ini bukanlah misi penyelidikan, ini adalah eksekusi yang tertunda.

Ezequiel tidak hanya sulit dibaca; ia memegang kendali atas hidup dan mati siapa pun di wilayah kekuasaannya. Bagi Ezequiel, Bonna hanyalah mainan baru yang sewaktu-waktu bisa dihancurkan.

Untuk bertahan hidup di tangan pria yang memperlakukan manusia tak ubahnya properti, Bonna hanya punya satu senjata tersisa: memainkan sandiwara paling berbahaya. Berpura-pura menyerahkan hatinya pada sang iblis, atau menjadi bidak yang ditumbalkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

La Bonna terbangun di ruangan yang berbeda. Kesadarannya tertarik paksa dari kegelapan yang pekat. Tepat setelah kelopak matanya terbuka perlahan, rasa sakit yang luar biasa melesat tajam di area leher bagian kirinya.

"Ngh..."

Rasa nyeri itu begitu hebat, berdenyut-denyut membakar hingga membuat Bonna meringis kesakitan. Jemari tangannya yang masih terasa lemas perlahan terangkat, meraba kulit tipis di lehernya.

Di sana, di balik lapisan kulit yang sedikit membengkak dan tertutup plester medis rapat, ia bisa merasakan sebuah ganjalan kecil yang keras. Sebuah chip mikro telah tertanam sempurna di dalam tubuhnya, menjadi rantai gaib yang mengikat jalannya takdir.

Namun, belum sempat Bonna meratapi nasibnya, suara menyengat seseorang tiba-tiba terdengar menembus hening.

"Kau sudah bangun?"

Itu suara Dorsila. Wanita bertangan dingin itu berdiri di dekat ambang pintu, menyilangkan kedua tangannya di dada dengan tatapan tanpa empati.

Dorsila kemudian melangkah mendekat, mengibaskan tangannya santai. "Kau tidak bisa terus tidur di sini. Kau bukan putri tidur yang sedang menunggu pangeran."

Tanpa menunggu tanggapan, Dorsila menarik lengan Bonna dengan kasar, memaksanya bangkit dari atas tempat tidur berseprai putih yang asing itu. Bonna bahkan tidak tahu kamar siapa yang baru saja ia tempati barusan. Kepala Bonna masih terasa agak berat akibat sisa-sisa efek bius lokal, namun paksaan Dorsila membuatnya harus menggerakkan kakinya yang lemas.

Dorsila rupanya membawa Bonna kembali ke tempat di mana ia pertama kali melancarkan aksinya—area klub malam megah dengan panggung pole dance yang bernuansa remang dan dipenuhi aroma alkohol mahal bercampur parfum menyengat.

Lampu-lampu neon temaram memantulkan warna kemerahan dan keunguan di lantai dansa yang meliuk-liuk.

Dan di sana, secara tak sengaja, pandangan mata Bonna beradu langsung dengan sosok pria yang paling ia takuti.

Nolan duduk di sudut ruangan yang paling luas dan terpencil. Pria itu tampak bersantai di atas sofa kulit hitam. Di pangkuannya, seorang wanita berpakaian sangat minim—hampir telanjang—tampak menyandarkan kepalanya dengan manja. Nolan bahkan mengusap rambut wanita itu dengan gerakan malas, sembari pandangan matanya yang tajam tertuju lurus ke arah La Bonna De Luca.

Bonna membuang pandangannya ke arah lain dengan cepat. Tatapan Nolan yang teramat mengintimidasi itu seolah-olah memiliki kekuatan gaib yang sanggup membuat jantung Bonna berhenti berdetak seketika.

Namun, dari ekor matanya, Bonna masih bisa menangkap pergerakan pria itu. Nolan tengah berbicara pelan pada salah satu anak buahnya yang berdiri tak jauh dari tempat duduknya.

Di sekeliling tempat sofa Nolan berada, tampak tiga wanita lain berpakaian seksi—sama-sama hampir telanjang—yang saling tertawa manja berebut perhatian.

Bonna tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan di sudut remang itu. Namun, Bonna tiba-tiba mundur satu langkah dengan tubuh bergetar ketakutan saat anak buah yang tadi bicara bersama Nolan itu tiba-tiba membalikkan badan dan berjalan lurus ke arahnya.

Pria bertubuh kekar dengan jas hitam itu berhenti tepat di hadapan Bonna. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia menyodorkan sebuah kartu akses tebal berwarna hitam mengilap. Di permukaan kartu tersebut, tertera angka berwarna emas: 101.

Kartu apa lagi ini? batin Bonna dengan dada berdegup kencang.

Ingin rasanya ia mengepalkan tangan dan menghajar wajah pria monster yang duduk di sofa sana. Namun, Bonna menyadari realitas yang pahit: dirinya bukanlah wanita dengan kekuatan kedip mata yang bisa menghajar semua orang hingga tumbang hanya dalam satu kali pukulan. Rasanya Bonna benar-benar menyesal, mengapa dulu ia tidak mendalami ilmu bela diri saat masih duduk di bangku sekolah remaja.

Pria yang merupakan anak buah Nolan itu memecah keheningan dengan suara bass yang berat. "Pergi ke kamar yang tertera, dan tunggu Tuan Nolan di sana."

Setelah menyerahkan kartu bernomor 101 itu ke genggaman Bonna yang gemetar, pria itu langsung berbalik pergi tanpa memedulikan raut wajah pucat sang gadis.

Dorsila yang berdiri di samping Bonna melihat seluruh kejadian itu. Sebuah senyum sinis terkembang di bibirnya yang bergincu merah darah.

"Kau harus ke kamar 101," bisik Dorsila pelan, suaranya sarat akan nada ejekan. "Sudah pasti Nolan akan menikmati tubuhmu lebih dulu sebelum kau dinikmati oleh banyak pelanggan di tempat ini."

Deg.

Bergetar. Tubuh Bonna benar-benar bergetar hebat dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Rasa dingin menusuk sampai ke tulang-tulangnya. Jika diberi pilihan antara dijadikan seorang jalang murahan atau dieksekusi mati detik ini juga, Bonna benar-benar merasa lebih baik mati saja.

Namun, untuk saat ini, bahkan benda tajam pun tak akan bisa menyelamatkannya dari cengkeraman pria ini.

Rupanya kehidupan dunia mafia yang selalu diimpikan dan diromantisasi oleh teman-temannya di masa high school dulu adalah nyata adanya—namun bukan berisi pangeran pembawa cinta yang manis, melainkan lorong kematian yang kejam di mana kebebasan tak lagi bisa digapai.

Dorris... pria brengsek itu... aku bersumpah akan membunuhnya dengan tanganku sendiri jika aku berhasil pergi dari tempat terkutuk ini, rutuk Bonna dalam hati, menyerap seluruh kemarahan dan rasa pengkhianatan yang membakar dadanya.

Dorsila memegang bahu Bonna, mencondongkan tubuhnya dan memberikan petuah terakhir dengan nada dingin. "Kalau kau ingin selamat dan bernapas lebih lama di tempat ini, jadikan tubuhmu lebih berharga daripada nyawamu sendiri. Jalan satu-satunya adalah kau harus patuh, dan tidak membantah sedikit pun. Buat Tuan Nolan senang, dan buat dia menganggapmu sedikit berguna di atas ranjangnya. Karena siapapun yang tidak berguna di tempat ini... pasti akan berakhir di atas meja operasi yang dingin. Kau sudah melihat sendiri, kan, apa yang terjadi di ruangan tadi?"

La Bonna menganggukkan kepalanya pelan. Kata-kata itu meresap ke dalam benaknya. Ia mengerti—bahkan sangat paham di luar kepalanya.

Di dalam hatinya, ia bersumpah tidak akan membuat kesalahan sekecil apa pun yang bisa memicu kemarahan Nolan, walau batinnya terus berteriak histeris menolak takdir ini: Sialan!

La Bonna meremas kartu bernomor 101 itu erat-erat hingga sudut-sudut plastik tebalnya menancap di telapak tangannya.

Di tengah desakan rasa putus asa, pikiran Bonna melayang mundur ke masa lalu. Ia berpikir, apakah semua penderitaan ini adalah bentuk karma yang harus ia bayar?

Dulu, saat hidupnya masih bergelimang kenyamanan, ia sering berteriak kasar dan menghina adik tirinya—seorang anak perempuan yang lahir dari wanita selingkuhan ayahnya. Dengan kejam Bonna dulu kerap melabeli gadis kecil itu sebagai 'anak sang pelacur'.

Tapi lihat dirinya sekarang?

La Bonna berhasil keluar dari dinding penjara dingin yang menghukumnya berbulan-bulan, namun bukannya bernapas bebas di luar, ia malah berakhir menjadi seorang calon pelacur. Semua kemalangan ini harus ia jalani demi mempertaruhkan sebuah nyawa yang tak berharga di mata seorang pria yang Bonna ingat bernama lengkap Ezequiel Nolan Ashford.

Tiba-tiba saja, nama lengkap sang ketua mafia itu bergema di dalam ingatannya—sebuah nama yang membawa bobot ketakutan dan kehancuran bagi siapapun yang berani melintas di jalurnya.

Dengan langkah kaki yang terasa seberat timah, Bonna memutar badannya dan berjalan menyusuri lorong menuju lantai atas tempat kamar 101 berada, membawa serta chip yang tertanam di lehernya dan sisa-sisa harga diri yang kian terkikis habis.

1
Nita Nita
hahaha sama2 bingung jg🤔
Yusry Ajay
ditunggu updatenya kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nah lho gak semudah itu dariush di kalahkan🤣
Rosdianah 🌷: Hahahaha Pria iblis memang agak lain🤭🤣
total 1 replies
Nita Nita
brian gimana nasibnya 🤔
Nita Nita
pasti pd merinding sebadan2 😰
Rosdianah 🌷: wkwkwkw🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up trus ya Thor 💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳 siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
semenjak terpikir olehku akan ada adegan slow living tahu2 udah dibuat dari der dor sama othor 😵
Rosdianah 🌷: wkwkw semoga suka ya kaa🤭 boleh saran dan masukannya ya kaa, author terima🫠
total 1 replies
Asriani Rini
Lanjut 🙏🏻🙏🏻❤️
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kok q jd kasihan sama duarius yaa,,, 🤔🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: Dariush butuh disemangati Kaa Readers 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astogeeee,,, duarius ikutan kabur! 😌
Nita Nita
makin panas ini,, lanjut kak😍💪
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii siap kaa🥳
total 1 replies
Nita Nita
waduh waduh. apa lg lg ini 🤔
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: siap makasih ya kaa
total 1 replies
Yusry Ajay
deg...deg...bgt Thor 🤗
pika shu
next thor
Rosdianah 🌷: siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
next... next... next...
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Debu Nakal
ahhhh... jadi suka 🥰
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
brarti korban aslinya dariush dong korban konspirasi lucifer dll😭😭 dan nanti kalo bona punya kesempatan buat bunuh dariush pasti gak bakal bunuh sih 🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu Ditunggu kelanjutannya kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
alurnya seruu kak😭tp kasian nolan jg atau dariush😭
Rosdianah 🌷: Semoga suka kaa ya🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
sedih bangett kak jadi Bona 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!