NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gejolak gila

Wanita bergaun seksi itu makin emosi saat menyadari dirinya tersudut oleh kecantikan alami dan proporsi tubuh Alexa yang jauh lebih sempurna. Menganggap dirinya memiliki pesona godaan yang tak tertandingi, ia berbalik ke arah meja kerja Raiden dengan raut wajah memelas yang dibuat-buat.

"Tuan Raiden... lihat dia! Wanita kurang ajar ini sungguh tidak tahu diri!" rengeknya dengan suara mendayu-dayu.

Tanpa memikirkan konsekuensinya, wanita itu nekat mengulurkan tangannya, berniat menyentuh dada atau bahu Raiden untuk mencari pembelaan sekaligus menggoda sang ketua mafia.

Namun, wanita itu tidak tahu satu aturan emas yang paling mematikan: Raiden Damon Alteir sangat membenci sentuhan fisik dari siapa pun.

SRET!

Sebelum jemari wanita itu sempat menyentuh kain kemeja Raiden, tangan pria itu bergerak kilat. Tanpa peringatan, Raiden mencengkeram erat sebuntal besar rambut pirang wanita itu.

"AAAKHHH!" jerit wanita itu melengking tinggi, kepalanya tersentak hebat ke belakang hingga lehernya mendongak ekstrem.

Raiden berdiri dari kursinya. Cengkeraman tangannya di rambut wanita itu begitu kuat dan kasar tanpa sedikit pun rasa belas kasihan. Wajah pria itu tetap datar, tak tersentuh emosi, namun kilat matanya memancarkan aura membunuh yang teramat pekat.

CRACK!

"Aaaagghh! Sakit! Tuan Raiden, ampung! Sakiiiitt!" tangis wanita itu pecah seketika. Air matanya mengalir deras merusak riasannya saat rasa sakit yang luar biasa membakar kulit kepalanya. Beberapa helai hingga gumpalan rambut bahkan mulai tercabut dari akarnya akibat tekanan cengkeraman Raiden yang bagaikan jepitan besi.

Di sudut ruangan, Alexa yang menyaksikan kejadian itu secara langsung mendadak mematung. Mulutnya melongo lebar, matanya membelalak penuh rasa syok dan ngeri.

'Gila... bener-bener psikopat tanpa ampun!' jerit Alexa dalam hati, merinding setengah mati. Nyali ketus yang tadi membara saat memamerkan keindahan tubuhnya mendadak menguap habis tanpa sisa. Ia baru teringat lagi bahwa pria di hadapannya ini bukanlah sekadar suami dingin, melainkan iblis berdarah dingin yang tidak ragu menyiksa siapa saja!

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Raiden menarik kasar tubuh wanita yang sedang menangis meraung-raung itu, menyeretnya melewati lantai hingga sampai di depan pintu keluar ganda. Dengan gerakan santai namun bertenaga raksasa, Raiden menghempaskan dan melempar wanita itu ke luar ruangan begitu saja!

BRUK!

"Keluar," desis Raiden pelan, suaranya dingin bagaikan embun es yang membekukan darah.

Wanita bergaun seksi itu tergeletak memelas di atas karpet lorong luar. Dengan tubuh gemetaran hebat dan tangan memegangi kepala serta rambutnya yang rontok parah, ia merangkak bangun lalu berlari tergesa-gesa menyusuri koridor sembari menangis histeris akibat rasa sakit dan ketakutan yang luar biasa.

BAM!

Pintu ganda ruangan kerja itu tertutup rapat kembali secara otomatis.

Suasana ruangan kembali hening mencekam. Raiden memutar tubuhnya perlahan. Manik mata hitamnya yang tajam bagaikan pisau kembali jatuh tepat pada sosok Alexa yang berdiri kaku di tengah ruangan, masih hanya mengenakan tanktop ketatnya.

Pandangan dingin pria itu mengabsen setiap inci lekukan tubuh Alexa yang terbuka, lalu merambat naik mengunci iris matanya.

Melihat tatapan mematikan itu mengarah padanya, bulu kuduk Alexa berdiri tegak seketika. Jantungnya berdebar kencang bagaikan mau melompat keluar dari dada.

"E-eh... T-Tuan..." suara Alexa bergetar kaku. Ia menelan ludahnya dengan susah payah sembari mundur setengah langkah. "I-itu... sepertinya... aku juga harus pulang sekarang! Udah malam banget!"

Ketakutan dibantai atau dijambak hingga botak seperti wanita tadi membuat refleks bertahan hidup Alexa bekerja secepat kilat.

Dengan tangan yang gemetaran hebat karena panik, Alexa buru-buru menyambar kardigan longgarnya yang tergeletak di lantai. Ia memaksa jemarinya yang tremor untuk mengancingkan kardigan itu secepat mungkin—menutupi kembali seluruh lekukan tubuh dan tanktop-nya rapat-rapat.

"D-dokumennya udah diantar ya! Aku pulang dulu! Permisi!" seru Alexa setengah berteriak dengan napas terengah-engah.

Tanpa menunggu balasan atau izin dari Raiden, Alexa berbalik arah dan langsung kabur berlari sekuat tenaga menuju pintu keluar. Ia memutar gagang pintu dan melesat pergi secepat angin, takut jika terlambat satu detik saja, tangan raksasa Raiden akan menyambar dan menjambak rambut hitamnya hingga rontok!

"Sial!"

Umpatan kasar meluncur mulus dari bibir Raiden tak lama setelah pintu ganda ruang kerjanya tertutup rapat. Keheningan yang menyapu ruangan itu kini terasa jauh lebih menyesakkan dari biasanya.

Raiden berdiri mematung di tengah ruangan. Untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Raiden Damon Alteir, kepalanya terasa begitu bising dan tidak bisa dikendalikan. Bayangan tubuh Alexa saat melepas kardigannya—kulit seputih porselen, tulang selangka yang anggun, pinggang yang teramat kecil, serta lekukan padat di balik tanktop hitam ketat itu—terus berputar liar dan menancap kuat di dalam ingatannya.

Rasa panas yang asing mendadak merambat cepat di sepanjang aliran darahnya, menjalar hingga ke balik kemeja putihnya yang kaku.

"Sialan..." desisnya lagi, meremas jemarinya sendiri.

Tanpa membuang waktu, Raiden memutar tubuhnya dan melangkah lebar menuju kamar mandi pribadi yang terletak di dalam ruang kerjanya. Ia memutar keran pancuran ke tingkat paling dingin, lalu berdiri di bawah kucuran air es tanpa memedulikan kemeja dan celana bahannya yang kini basah kuyup melekat di tubuh.

Ia membiarkan air dingin mengguyur kepala dan wajahnya, berharap rasa dingin yang membeku itu bisa memadamkan gejolak aneh yang membakar dadanya.

Namun, bukannya padam, bayangan Alexa justru makin jelas. Ia teringat bagaimana tatapan menantang wanita itu, keberaniannya mengomeli Raiden, hingga ucapan polos namun provokatif yang keluar dari bibir manisnya: 'Siapa bilang cuma kamu yang bisa memuaskan Tuan Raiden?! Aku juga bisa!'

Glek.

Jakun Raiden naik turun saat ia menelan ludahnya yang terasa kaku.

Ada sesuatu yang sangat aneh dengan tubuhnya malam ini. Seumur hidupnya, Raiden selalu menganggap wanita tak lebih dari sekadar pajangan konyol atau ancaman yang mengganggu. Ia tidak pernah tersentuh oleh godaan wanita mana pun—bahkan puluhan wanita seksi dan liar yang sengaja disodorkan oleh para relasi bisnisnya tidak pernah sanggup memancing reasi sekecil apa pun dari tubuhnya.

Dulu, di dalam kegelapan pikirannya sendiri, Raiden bahkan sempat mengira bahwa dirinya mungkin mati rasa atau impoten.

Tapi malam ini, hanya karena seorang Alexa yang memakai tanktop ketat dan mengomel dengan wajah merah padam, gairah di dalam tubuh Raiden mendadak membara hebat hingga rasanya mau gila.

"Kenapa harus perempuan itu...?" gerutu Raiden rendah, menyandarkan kedua telapak tangannya pada dinding keramik kamar mandi yang dingin sembari menundukkan kepala.

Napasnya memburu kasar di antara gemericik air pancuran. Senyum miring yang teramat tipis dan berbahaya perlahan terukir di bibirnya yang basah.

"Kau benar-benar memancing iblis yang salah, Alexa..." bisiknya dingin pada kegelapan malam.

1
merry
akhirnya ingt juga kmu lex 🤣🤣🤣🤣untung gk jdi lompat🤣🤣🤣🤣 si Rey bisa ajj nakutin kmu lex
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
mimief
Dahlan
siap siap besok kita liat perkedel human😱
Pelangi Jingga
iya tor perbanyak up please 💪🙏🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!