"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"
Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.
Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.
Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.
Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.
Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
" ... Saya sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk keluarga saya."
Tuuut
Telephon diakhiri secara sepihak oleh Mita dengan alasan dia sedang memasak untuk keluarga. Akan tetapi Lingga tahu kalau apa yang dikatakan oleh Mita itu adalah sebuah kebohongan yang besar.
"Bohong, kamu bohong Mita," ucap Lingga sambil menurunkan ponselnya dan menatap lurus ke depan. Tatapan mata Lingga bukannya tanpa arah. Saat ini mata Lingga sedang melihat ke arah dimana Mita berada. Benar, Lingga sedang melihat ke rumah Mita. Dia berdiri di jarak kurang lebih 50 meter dari rumah mantan karyawannya itu.
"Kamu udah mastiin tentang keberadaan mereka? Apa yang mereka lakuin sekarang?"
"Siap sudah Tuan. Mereka sedang mencari rumah. Saya sudah mendapatkan alamat dimana tempat mereka tinggal, sesuai dengan petunjuk Tuan tentunya."
Seorang pria berdiri di sebelah Lingga. Pria itu tidak berpakaian formal. Ia hanya mengenakan celana jeans dan kemeja kotak-kotak yang tidak dimasukkan dengan rapi. Rambut pria itu gondrong tapi diikat rapi. Tinggi pria itu sekitar 190cm, lebih tinggi 3 cm dari Lingga.
Meskipun terlihat sangar karena tatto yang ada di tangan kirinya, tapi pria tersebut jelas sangat menghormati Lingga. Bahkan ia takut dengan tuannya tersebut,
Nama pria itu adalah Baron. Baron merupakan orang kepercayaan Lingga yang ditugaskan khusus untuk memata-matai Medini.
Ketika Mita menikah dengan Erdio, Lingga yang merupakan atasan Mita pun diundang oleh Mita. Awalnya Mita tak ingin mengundang Lingga karena merasa tidak enak. Tapi kabar pernikahan Mita yang menyebar di bagian HRD sampai juga ditelinga Lingga, sehingga membuat pria itu pun ingin diundang.
Ketika datang ke acara pernikahan Mita dan Erdio, Lingga melihat sisi adik Mita yang berbeda. Medi tak pernah tersenyum sepanjang acara pernikahan. Adik tiri dari Mita itu juga kerap melancarkan tatapan sinis. Bukan hanya itu, Medi juga sering curi-curi pandang terhadap Erdio lalu tersenyum penuh makna.
Perilaku Medi itu membuat Lingga berprasangka buruk. Dia ingin mengatakan penglihatannya itu kepada Mita. Akan tetapi Lingga urung melakukannya, terlebih dari cerita yang ia dengar, Mita sangat menyayangi Medi meski mereka bukan saudara kandung.
Meski demikian, Lingga tidak lepas tanggan dan juga bukannya tidak mau tahu. Dia menugaskan Baron untuk mengawasi Medi.
Sebuah kabar buruk diterima oleh Lingga. "Bos, kayaknya adiknya Mbak Mita ada main sama suaminya Mbak Mita," begitulah yang dilaporkan Baron kepada Lingga
"Awasi terus mereka,"ucap Baron.
Permainan ipar itu ternyata bukan hanya sekedar biasa saja. Bukan hanya sekedar bertemu dan makan di luar. Tapi mereka sampai cek in ke hotel yang mana membuat Lingga terperanjat. Dia jelas tidak percaya hingga mata dan kepalanya melihat sendiri.
Setelah mengetahui fakta itu, Lingga berusaha menemui Mita untuk memberi tahu wanita itu tentang apa yang dilakukan oleh suami dan adiknya. Tapi mulut Lingga tak kuasa berucap. Ia juga takut kalau Mita tak percaya mengingat betapa dia mencintai Erdio dan juga Medi.
Sehingga yang dilakukan oleh pria itu hanya mencoba mengajak Mita untuk kembali bekerja. Ia ingin Mita ke perusahaan dan baru setelahnya ia akan mengungkap perselingkuhan itu secara perlahan.
Akan tetapi tabir itu ternyata lebih cepat terbuka dari dugaan Lingga. Mita mengetahui perselingkuhan Erdio dan Medi dengan matanya sendiri.
Sekarang Lingga memiliki tujuan lain. Jika dulu dia mengajak Mita kembali ke perusahaan untuk mengungkapkan perselingkuhan Erdio dan Medi, sekarang Lingga ingin Mita bisa survive. Dia ingin Mita bisa melupakan rasa sakit yang memenuhi hati.
"Terus awasi mereka. Jangan sampai bajingan itu kembali deketin Mita. Katanya tuh kecoak nggak mau pisah sama Mita kan? halang dengan cara apapun agar si kecoak mempertanggungjawabkan kebejatannya."
"SIAP BOS! LAKSANAKAN!"
Baron bergegas pergi dengan menggunakan motornya. Dia akan melakukan tugasnya dengan baik tanpa perlu bertanya. Jika Lingga berkata A, maka Baron pun akan melakukan A. Dia tak perlu alasan kenapa harus A.
"Akan aku pastikan kamu melupakan si kecoa bajingan itu dengan cepat, Mita. Kamu terlalu berharga bagi pria seperti dia,"ucap Lingga sambil melenggang pergi menggunakan mobilnya.
Sedangkan di dalam rumah, Mita yang tadi berbohong sedang menyiapkan makan siang, masih terduduk lesu di lantai. Dia masih menatap foto-foto itu dengan perasaan campur aduk.
"Harus aku apakan ini semua?" ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar.
Mita mengambil nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ia juga memejamkan matanya sejenak sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
"Ah ya, buang aja. Kalau dibakar nant bikin polusi. Lebih baik buat aja semuanya."
Mita bangkit dari duduknya. Dia mengambil karung lalu memasukkan semua foto berbingkai itu. Dia juga merobek foto yang ada dirinya dan sang ayah untuk di simpan dan membuang robekannya.Tak hanya sekedar foto, Mita juga membuang semua benda yang berhubungan dengan Erdio dan Medi. Hadiah-hadiah dari Erdio semua tak dia sisakan. Dan barang-barang yang mengingatkannya pada Medi, juga dia buang hingga tak lagi bersisa.
"BB Curve ini, mending aku jual aja. Bodo amat amu harganya turun, nggak masalah."
Setelah memasukkan 'sampah-sampah' itu ke karung, Mita membawa karung yang jumlahnya tak hanya satu itu ke luar pagar dimana bak sampah berada. Besok pagi pasti karung-karung itu akan diangkut oleh petugas pengangkut sampah.
Hal kedua yang akan dilakukan Mita adalah menjual handphone BB milik Medi yang merupakan hadiah darinya. Sebelum menjualnya, lebih dulu Mita mengembalikan pengaturan handphone itu ke pengaturan pabrik. Tapi lebih dulu, Mita melihat isinya terlebih dulu.
Hoeeek
Mendadak perut Mita merasa mual. Apa yang dilihatnya di galeri telepon genggam itu benar-benar menjijikkan.
Dalam galeri telepon milik Medi, terdapat banyak sekali foto-foto selfie yang diambil. Dan yang membuat Mita ingin muntah adalah, foto-foto Medi tersebut diambil dengan tampilan yang sangat tidak senonoh. Medi mengambil foto dirinya hanya dengan menggunakan pakaian dalamm, tak hanya itu, dia juga bahkan menampilkan dirinya tanpa mengenakan pakaian dimana ternyata gambar itu dikirimkan kepada Erdio. Mita bisa tahu karena dia memeriksa email milik Medi yang tidak di log out.
"Astagfirullah. Ini benar-benar menjijikkan,"ucapnya dengan tangan yang gemetaran.
Tapi apa yang dilihat Mita itu masih belum semuanya. Ketika mengaduk-aduk isi telpon genggam itu, Mita menemukan sebuah file tersembunyi. Di dalamnya berisi video ketika Medi dan Erdio melakukan hubungan seksual.
Bruk!
Tubuh Mita jatuh ke lantai. Air mata yang sudah ditahannya luruh begitu saja melihat semua foto dan video itu.
"Kalian bener-bener kayak binatang. Dasar bajingan!!"
Rasa marah yang kali ini mendominasi perasaan Mita. Dia memindahkan semua foto dan video itu ke sebuah flash disk. Dengan bekal bukti itu, Mita yakin dan percaya diri bahwa proses perceraiannya akan mudah dilakukan.
TBC
typo kak
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,