BACA INI!!
Dia yang seharusnya mati karena jatuh dari jurang malah di tarik ke masa depan.
Separuh jiwanya yang hilang di lengkapi oleh jiwa seorang calon Dewi.
bola matanya yang khas,dan berubah saat raganya pertama kali di ambil alih oleh Dewi tersebut.
masih menjadi teka teki siapa sebenarnya orang tua yue yin ini, ia pernah menelusuri setiap kota tapi tak pernah berjumpa dengan mereka, apakah orang tua yin'er telah mati?, atau masih hidup?, atau memang tidak tinggal di bumi dan punya status yang tidak biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon It's me Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jari tengah Freya
Freya menoleh ke arah wanita itu dan menatap wajahnya.
" Ck, kalo ga di tolong mati dia, kejadian yang sama kayak si Ica. ", gerutu Freya dalam hati.
" Bibi mau kemana?. ", tanya Freya dingin namun tidak sangat dingin.
Wanita itu menoleh ke arah Freya dengan tatapan ketus "Mau nyebrang ke sana", ucap nya menunjuk ke sebrang dengan tongkat nya.
" Tinggal jalan aja kenapa sih, tapi hati hati ya. ", ucap Freya dingin menatap wanita itu.
Pukk...
" Aduh. ", Freya meringis memegang kepalanya, tongkat yang di pegang wanita itu baru saja melayang mengenai kepalanya.
" Dasar bocah, lihat lah banyak kendaraan yang berlalu lalang. ", ucap wanita paruh baya itu.
Para anak dead note semakin melongo melihat kejadian itu, ada yang menahan tawa juga.
Dan sama halnya dengan Ririn, Riko, Xander, Alex, Rangga yang juga melongo, beda halnya dengan Bimo ia telah tertawa melihat tongkat itu yang sudah melayang mengenai Freya.
" Sabar Frey, orang tua. ", gumam Freya sambil mengelus kepalanya.
" Mari saya antar ke sana. ", ucap Freya berjongkok di depan wanita itu.
" Kau ingin menggendongku untuk menyebrang?. ", tanya wanita paruh baya itu heran melihat Freya berjongkok di depannya.
" Tentu. ", ucap Freya.
" Jangan omong kosong. ", ucap ketus wanita paruh baya itu.
" Saya tidak omong kosong bibi, Ayo lah. ", ucap Freya, dengan ragu wanita itu naik ke atas punggung Freya dengan hati hati.
" Sudah?. ", tanya Freya, wanita paruh baya itu mengangguk.
Dengan perlahan Freya berdiri, ia sama sekali tak merasa keberatan saat menggendong wanita itu, kepala Freya menoleh menatap Xander.
" Temenin. ", ucap nya kepada Xander.
" Siapa?. ", tanya salah satu anak dead note, mereka mengangkat bahu tidak tau.
Tanpa basa-basi Xander menghampiri Freya, anak dead note masih menatap tak percaya akan perilaku Xander hari ini.
" Ck, dasar menyusahkan. ", gerutu Xander sambil menghampiri Freya.
Mereka berdua mulai menyebrang dengan Freya yang menggendong wanita tua itu dan Xander yang membantu memberi kode kepada para pengendara.
" Jarang sekali ada anak muda yang seperti mereka. ", ucap salah satu pengendara.
Akhirnya mereka sampai di sebrang jalan itu, Freya jongkok kembali dengan perlahan, wanita itu pun turun dari punggung Freya perlahan.
" Terimakasih ya. ", ucap wanita itu kepada mereka berdua.
Pukk..
" Selamat tinggal. ", ucap wanita berjalan pergi, sebelum pergi tongkat nya melayang ke lengan Freya.
Freya mengusap lengan nya perlahan dan mengeluarkan sangat sedikit senyuman, arah matanya masih menatap punggung wanita itu.
" Sekarang ayo kembali. ", ucap dingin Xander.
Freya mengangguk, tak sengaja matanya menatap kafe terbuka yang menjual eskrim, tanpa pikir panjang ia menarik tangan Xander mendekat ke kafe itu.
" Waaah. ", matanya berbinar melihat berbagai warna atau rasa dari eskrim itu.
" Kau menginginkannya?. ", tanya Xander.
" Em... Emm... ", Freya mengangguk menatap Xander.
" Mau rasa apa?. ", tanya Xander.
Freya menggeleng tidak tau dan juga bingung.
" Eskrim nya pake cone rasa coklat 1.", ucap Xander dingin kepada wanita yang berada di situ.
Wanita itu membuat pesanan mereka dengan gugup,berharap bisa berkenalan dengan Xander malah menjadi seperti ini.
Tak lama kemudian pesanan mereka telah jadi,wanita itu memberikan eskrim nya kepada Freya.
Xander membayar eskrim itu dan menatap Freya yang sedang menatap eskrim yang ia genggam.
" Boleh minta no nya ga mas?. ", ucap wanita itu tersenyum canggung ke Xander.
Xander menatap acuh lalu menarik tangan Freya dan berjalan keluar, tapi sebelum itu ia menyodorkan jari tengah nya kepada wanita itu, Freya menatap jari Xander bingung.
" Boleh minta foto gak mbak?. ", ucap pria menghampiri Freya dan menepuk pelan bahunya.
Freya berhenti dan otomatis Xander juga berhenti, Xander menoleh menatap Freya dan melihat seorang pria di sebelah Freya.
Freya melepas tangan nya yang di tarik oleh Xander dan menatap pria di sebelah nya.
Menyodorkan jari tengah nya ke pria itu dengan muka polos nya, melakukan sama dengan apa yang Xander lakukan, lalu ia berjalan keluar dan di susul oleh Xander yang menahan tawanya.
Pria itu berdiri kaku,sedang kan teman teman nya sudah tertawa terbahak-bahak.
𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛𝚜𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚒... 𝚕𝚊𝚖𝚊𝚋𝚐𝚝, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊, 𝚙𝚊𝚗𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚞𝚜𝚊𝚒, 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚔