NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Sahabat

Rahim Untuk Sahabat

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Andra dan Diana sudah menikah selama lima tahun. Namun selama itu pula Diana memilih untuk menunda kehamilannya. Dengan alasan jika saat ini sedang berada di puncak karir yang selama ini dia impikan.

Selain karena tekanan dari kedua orang tua Andra yang ingin segera punya cucu. Dalam hati kecilnya, Andra juga ingin segera punya anak. Hingga akhirnya dia bertemu sahabat lamanya bernama Nadhira.

Entah ada pikiran dari mana hingga tiba-tiba Andra meminta Nadhira hamil anaknya. Jelas Nadhira menolak apalagi Andra sudah menikah.

Apakah rencana Andra aka berhasil untuk mendapatkan anak dari keturunannya sendiri. Apakah Nadhira akhirnya akan setuju? Lalu bagaimana dengan Diana dan keluarga Andra?

Konflik apa lagi yang akan terjadi setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahim Untuk Sahabat 12

Nadhira melangkah dengan kaki gemetar menuju ruang kerja Andra. Berkas di pelukannya terasa seberat beton. Di dalam ruangan luas yang kedap suara itu, Andra duduk di kursi kebesarannya.

"Tutup pintunya, Nadhira. Dan kunci," perintah Andra tanpa menoleh.

Nadhira terpaku. "Tapi, Pak, laporan ini..."

"Lupakan laporan itu!" jawab Andra cepat, matanya merah karena kurang tidur dan amarah yang belum padam dari rumah tadi pagi.

"Aku tidak butuh angka-angka itu sekarang. Aku butuh solusi."

Andra tidak segera memeriksa laporan itu. Dia justru menyandarkan punggungnya, melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya sejak perdebatan panas dengan Diana tadi pagi. Tatapannya yang tajam namun lelah kini terkunci pada Nadhira, sahabat lamanya. Entahlah, saat ini dia tak bisa berfikir jernih. Dia butuh Nadhira, walau dia tahu akan di anggap menjadi orang jahat oleh Nadhira pada akhirnya. Apalagi sahabatnya itu selalu menghindarinya akhir-akhir ini.

Nadhira mengerutkan kening, mencoba menjaga jarak profesional.

"Maaf solusi untuk apa, Pak? Jika ini soal selisih dari laporan kemarin. saya sedang berusaha mengeceknya,"

"Namun, jika masalah uang deposit ya g terpaksa saya gunakan semalam untuk biaya Ibu. Saya minta keringanan kepada anda untuk mencicik dari gaji yang saya dapat nantinya," jawab Nadhira mere-mas jari-jari tangannya. Berusaha untuk tetap kuat dan menahan air mata yang kapan saja ingin berjatuhan di kedua matanya.

"Aku tidak butuh uangmu, Dhira," potong Andra ketus.

Andra bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat, memangkas jarak hingga Nadhira bisa mencium aroma kopi dan kelelahan dari napasnya. Sejujurnya dia tak tega mengatakan keinginannya kepada Nadhira. Tapi dia tak punya pilihan lain. Dia terlalu mencintai Diana. Dia tak ingin jika Diana terus di sudutkan oleh kedua orang tuanya karena masalah anak. Dia juga tak bisa melihat Diana marah seperti tadi.

Nadhira mundur dua langkah saat Andra mendekat. Dia benar-benar harus berusaha menjaga kewa-ra-sannya. Apalagi ibunya masih berada di rumah sakit dengan keadaan yang belum benar-benar sehat. Andra berdecak melihat Nadhira selalu menghindarinya. Sehingga Andra kembali mendekat, dia harus berusaha menekan Nadhira.

"Ibumu butuh operasi lanjutan, bukan? Uang dari mana jika kamu ingin benar-benar membuat ibumu sembuh. menggunakan jaminan. Kesehatan pemerintah? Itu tak akan sepenuhnya mengcover seluruh kebutuhan kesehatan ibumu, Dhira.

Nadhira terdiam. Kalimat itu benar, dan kenyataan itu menyakitkan. Dia bukanlah orang yang memiliki kelebihan dalam hal finansial. Apalagi dokter dan perawat mengatakan jika biaya ibunya belum sepenuhnya final. Tergantung dari kondisi kesehatannya beberapa hari ke depan.

"Apa maumu, Pak Andra?" tanya Nadhira dengan mata memerah menahan air mata. Andra menutup matanya sebentar melihat dua manik Nadhira, dia harus tega kepada Nadhira. Dia tak punya pilihan.

"Aku punya tawaran. Atau lebih tepatnya, sebuah kesepakatan," suara Andra mendadak merendah, berat dan penuh tekanan.

"Diana menolak memberikan apa yang keluarga Antanagara butuhkan. Dia memilih karirnya. Tapi aku! Aku tidak bisa ... Aku tidak ingin anak adopsi yang tidak jelas asal-usulnya."

"Katakan maksudmu dengan kelas Andra!?" Jantung Nadhira berdegup kencang. Dia punya firasat buruk. Bahkan sekarang tanpa sadar dan refleks dia menarik jas Andra. Karena Andra jauh lebih tinggi darinya sehingga dia tak bisa kalau harus menarik kerah kemeja Andra.

Andra menatap Nadhira lekat-lekat, menelusuri wajah sahabat lamanya yang kini terlihat pucat. Namun ada rasa putus asa dan lelah di sana.

"Kamu sehat, Nad. Kamu berasal dari latar belakang yang baik. Aku mengenalmu sejak lama. Aku ingin kamu mengandung anakku." ucap Andra kemudian memejamkan matanya.

Dia tahu saat ini dia sudah menjadi orangyang paling jahat kepada Nadhira di banding oleh teman-temannya dulu yang selalu membu-lly Nadhira. Tapi dia tak punya pilihan lain. Semua demi Diana. Dia sangat mencintai istrinya itu, dia tak mau jika harus bercerai dengan Diana. Dia juga tak mau kalau harus menikah dengan wanita yang tak dia cintai.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Nadhira. Firasatnya benar. Dia melepaskan tangannya pada jas milik Andra. Nadhira merosot ke lantai. Kakinya sangat lemas. Dia benar-benar harus terjebak dalam kehidupan dua orang yang selama lima tahun sudah dia hindari. Tapi sekarang kenapa malah menjadi seperti ini?

"Tuhan, apa ini? Kenapa engkau malah membuat aku berada dalam situasi dan keputusan yang sangat sulit? Aku menghindari mereka tapi kenapa malah Kau membuat aku harus berada dalam lingkaran mereka?" batin Nadhira.

"Dhira ... Aku mohon! Hanya kamu yang bisa membantuku saat ini. Aku butuh bantuan kamu, Dhira!" Andra ikut berjongkok di lantai, Nadhira menatap tajam ke arah Andra yang berada di depannya.

 "Apa kamu sadar dengan ucapanmu, Andra? Apa kamu benar-benar sudah gi-la? Kamu sudah menikah! Kamu dan mbak Diana bisa melakukan banyak metode baru dunia kedokteran agar bisa hamil! Bukankah kalian sama-sama sehat? Kenapa kamu malah menginginkan rahimku? Rahimku untuk kalian? Kamu benar-benar jahat Andra! Aku kira kamu membantuku karena benar-benar ikhlas!" tangis Nadhira akhirnya pecah. Andra semakin merasa bersalah.

"Maafkan aku Dhira! Aku terlalu mencintai Diana dan kamu tahu itu. Aku tak mau berpisah dari Diana jika dalam tiga bulan dia belum hamil juga! Aku mohon, Dhira. Aku tahu aku jahat! Tapi aku tak mau sembarangan memilih orang yang akan mengandung anakku!"

"Lalu kamu anggap aku apa Andra? Apa kamu sedang membuat balas jasamu selama kita berteman di masa lalu?" tanya Nadhira dengan tatapan nyalang penuh amarah.

"Tidak Dhira! Bukan begitu maksudku. Aku mohon mengertilah! Pernikahan aku berada di ambang perceraian!"

"Aku tidak memintamu menjadi selingkuhanku. Aku memintamu menjadi ibu dari pewaris Antanagara. Kita bisa lakukan ini secara medis, inseminasi, atau cara apa pun yang tidak melibatkan perasaan ataupun kontak fisik. Setelah anak itu lahir, kamu akan menerima kompensasi yang cukup untuk membuat ibumu hidup ratu di sisa usianya. Dan anak itu... dia akan tetap menjadi seorang Antanagara."

"Tidak! Aku tak mau, Andra! Aku akan mencari uang untuk membayar uangmu kemarin!" Nadhira mundur hingga punggungnya menabrak pintu.

"Ini gi-la. Kamu memperlakukan rahimku seperti barang dagangan!"

"Bukankah hidup memang soal transaksi?" Andra menyeringai pahit, bayangan wajah dingin ibunya dan penolakan Diana melintas di benaknya. Dia tak punya pilihan lain. Dalam benaknya kini hanya Dhira yang bisa membantunya. Dhira bisa hamil tanpa mereka melakukan hubungan langsung. mereka bisa melakukan berbagai tindakan medis.

"Diana menganggap rahimnya terlalu berharga untuk dirusak oleh kehamilan. Sementara kamu, kamu butuh keajaiban untuk menyelamatkan ibumu. Aku adalah keajaiban itu, Nadhira."

Andra melangkah maju, mengunci pergerakan Nadhira dengan kedua tangannya di sisi pintu. Nadhira menggelang. Dia tak mengira cinta Andra kepada Diana membuat pria yang dulu sangat dia kenal berubah menjadi seperti ini. Dia tak mengenal Andra yang dulu. Andra yang berada di depannya tak lebih dari seorang suami egois demi istrinya. Sehingga rela melakukan apapun agar istrinya bahagia. Walau harus menghancurkan hati dan harga diri sahabatnya sendiri.

"Pikirkan baik-baik. Besok jam sepuluh pagi, Diana akan pergi ke acaranya dan mengabaikan perintah orang tuaku. Saat itu juga, posisi menantu Antanagara sebenarnya sudah kosong di mata keluargaku. Aku butuh kepastian darimu sebelum supir Papa menjemputku untuk ke dokter."

Nadhira menatap mata Andra, mencari sisa-sisa sahabat masa lalunya yang hangat, namun yang dia temukan hanyalah pria yang sudah hancur oleh ekspektasi dan keegoisan.

"Aku mohon Dhira!" Andra bahkan sampai meneteskan air mata tepat di depan wajah Nadhira. Nadhira hanya bisa menutup matanya. Dia tak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.

1
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
falea sezi
lah end
Muft Smoker
loooo udh end aj kak zie ,,
ad S2 ny kah???

tp makasih buat cerita ny yx kak ,,
meski singkat tp cerita ny baguss kak ,,
Dew666
🌹🌹🌹🌹
Anisa Nur
panjangin dikit dong KK kok Uda theand aja😘
Fitria Syafei
loh ko Theand KK cantik 🙄 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
iiihh kok udahaaan thoorrr
Muft Smoker
akhir ny keluarga antanagara sadar siapa yg bnr2 tulus dg anak mereka ,, semoga Andra dn dhira selalu bahagia ,,
nely_48
mulailah membuka lembaran baru Andra n nadhira
nely_48
nadhira kau akan jd menantu kesayangan bu vio
Fitria Syafei
Alhamdulillah 🤲 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Eva Karmita
sadar kamu Andra seberapa penting nya Dhira di hidup mu...
nely_48
bu viona apakah setelah melihat anak mu hancur kau msh akan angkuh n sombong pd nadhira ❓
sunaryati jarum
Itu kebodohan kamu Andra yang terlalu terlena percaya
cinta palsu Diana.Sebenarnya kasihan Nadhira. hanya jadi ban serep ,tumbal untuk menjadikan Andra punya keturunan dengan pemaksaan dan amcaman.Sungguh sadis bahkan sebagai istri kontrak
sunaryati jarum
Andra sungguh bodoh dibohongi diporati hartanya untuk menghidupi selingkuhan istrinya selama lima tahun.Nadhira sungguh mulia hatimu,masih mau orang yang merendahkan dirimu.
Muft Smoker
waaaaaaaah ikutan meweek aq tuuh ,,
kurang ap aandraa coba ,,
Diana sampe lebih memilih Reno yyg gx da se ujung kuku si andraa ,, 😒😒😒😒

neraka antanagara menanti kalian berdua ,, 😏😏😏😏
Fitria Syafei
KK kereen 👏 kereen 👏 terimakasih 😘
Fitria Syafei
Nadhira kereen 😍 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Eva Karmita
keren 👍👍 suka jalan ceritanya ngak berbelit-belit
sunaryati jarum
Jederrr selain dicerai diimiskinkan dan diperkirakan , sempurna balasan pagi penipu dan perampok berkedok istri
sunaryati jarum: Maksudnya dipenjarakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!