NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Jam istirahat pun berbunyi,

Sementara itu,nadia dan mikayla tiba-tiba bertemu di kantin.

"Mik.."

"Aku pengen nanya sesuatu.."

Mikayla menarik tangan nadia keluar kantin dan menuju lapangan futsal yang tengah kosong.

"Aku juga ada yang mau aku omongin nad.."

"Aku dulu.."

Mikayla pun mengangguk dan mulai mendengarkan ucapan nadia.

"Aku ga tau harus mulainya darimana,mungkin kalau saja hari itu aku langsung menghampirimu aku tidak akan merasakan keresahan ini mik.."

"Aku gagal menjadi teman yang baik,tapi aku juga berharap aku tidak menyaksikan itu.."

Nadia mulai meneteskan airmatanya.

"Maksud kamu menyaksikan?.."

"Iyaa,aku menyaksikan dirimu tengah.."

"Menyaksikan dirimu tengah bermain gila di halaman belakang bersama bagas.."

Mikayla seketika melemas hingga terjatuh ke tanah,ia menundukkan kepalanya dan mulai menangis tersedu-sedu.

Nadia yang melihat itu pun enggan untuk membantu,ia pun merasa kecewa.

"Aku berharap kamu adalah teman satu-satunya yang bisa berbagi cerita denganku mik.."

"Apa alasanmu melakukan itu hah?.."

"Apa karna uang.."

"Kamu ga tau nad..alasan aku melakukan itu kamu ga tau..".

"Apakah melakukan hal seperti itu perlu alasan?.."

"Bagaimana kalau ayahmu tau?"

"Bagaimana kalau teman-teman kita tau.."

"Apa kamu pernah berfikir sampai sejauh itu?"

"Apa harus aku yang memikirkannya?.."

Mikayla menatap tajam ke arah nadia yang berdiri di hadapannya,

Dengan tergopoh-gopoh akhirnya ia bangkit.

"Mau aku beri alasan seperti apapun itu tidak akan membuatmu mempercayaiku nad.."

"Maaf aku ga bisa cerita sekarang.."

Nadia termenung menatap kepergian sahabatnya tersebut,pertanyaannya menggantung tanpa adanya jawaban.

Cukup lama ia berdiam diri di pinggir lapangan tersebut,menatap anak-anak yang mulai bermain bola.

"Nad.."

"Eh vino..ah.."

"Kenapa nad?"

"Ini,aku sedikit sakit perut,aku minta maaf ya tadi ga jadi istirahat bareng"

Tanpa sepengetahuan nadia,sebenarnya vino sudah membuntutinya.

Vino pun mendengar semua tuduhan yang nadia layangkan kepada mikayla,

Tapi karna ia tidak ingin di anggap ikut campur,ia pun berpura-pura.

"Apa kamu perlu obat?"

"Atau kamu perlu istirahat.." tawar vino.

"Iyaa sepertinya aku perlu istirahat vin.."

"Baik,ayo aku antar.."

Sementara itu,saga kini tengah berdua dengan sekretarisnya mira mendatangi sekolahan yang ternyata disitulah nadia bersekolah.

"Nah kita ingin sekali memperbaiki tempat ini,atau mengalih fungsikan untuk mengisi kegiatan extra anak-anak.."

"Apakah pak saga mempunyai ide?"

"Kami dari pihak sekolah akan sangat berterimakasih jika perusahaan pak saga menangani ini.."

"Mira,bagaimana dengan ini?" Saga justru bertanya kepada sang sekretaris dan tentu saja membuatnya gugup.

"Ah oh..aduh,saya kurang paham pak.." jawab mira dengan polosnya.

"Baik,nanti saya akan bantu bicarakan dengan tim kami yang di lapangan bu,"

"Karna sebenarnya dengan lahan seperti ini dan seluas ini,saya pun tidak bisa mengusulkan untuk apa nantinya.."

"Ah pak saga ada benarnya juga,,masa bos di suruh mikirin beginian,hahaha"

Ketiganya pun tertawa dengan lepas.

"Mari pak kita berkeliling kembali.." ajak sang kepala sekolah.

"Di sebelah sini ada gedung yang di gunakan untuk beristirahat atau mungkin sedang ada yang sakit,"

"Lokasinya yang dekat dengan lapangan upacara atau pun lapangan yang lain,memudahkan petugas kesehatan jika ada sesuatu yang perlu di tangani.."

"Benar,lokasinya sangat tepat..iya kan pak.." ucap mira.

"Hmm..benar.."

"Apa ini juga perlu di renovasi,pak saga mau masuk melihat?."

Ketiganya pun masuk ke dalam uks yang tertutup tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Ah maaf.." ucap saga ketika melihat vino tengah meletakkan segelas air di meja sebelah tempat tidur beralaskan matras tebal.

"Apa temanmu sedang sakit?"

"Oh iyaa pak,teman saya sedang tidak enak badan.."

Saga hanya melihat sekilas kearah murid yang tengah berbaring memunggunginya tersebut,lalu keluar meninggalkan ruang kecil itu.

"Pak saga mau mencoba melihat kelas?.."

"Kebetulan sebentar lagi bel masuk berbunyi.."

"Tidak bu,tidak perlu"

"Justru saya takut akan mengganggu proses belajar mengajar para murid disini."

"Mungkin cukup sampai disini saja kunjungan kita.."

"Iyaa kan mir.."

"Padahal saya masih betah disini,disini membuatku mengingat masa-masa aku sekolah dulu.."

"Tapi benar kata pak saga.."

"Setelah ini pak saga juga mempunyai jadwal meeting.."

*******

"Sarah,sedang apa kamu disini?"

"Oh pak saga sudah kembali"

"Ini pak tadi ada tamu bapak,dan dia maksa masuk keruangan pak saga.."

"Seingat saya dia yang tempo lalu ikut rapat.."

Saga mengernyitkan dahinya.

"Dimana dia?"

Sarah menunjuk ke arah ruangan saga untuk memberi tahu posisi orang yang memaksa masuk untuk menemui saga.

Lalu saga dengan buru-buru memasuki ruangannya sendiri.

"Siapa kak.."

"Katanya temannya,cuma kayanya agak mabok deh.."

"Jalannya tadi sempoyongan mir,"

"Iihh ngeri aku kalau lihat orang teler di depan mata begitu."

"Oh iyaa ini berkas-berkas yang perlu di tanda tangani pak saga."

"Sebagian udah aku salin ke komputer.."

"Aahhh kaka emang terbaik,"

"Maaf yaa udah bikin kaka double kerjaan hari ini.." kini mira memeluk dengan erat tubuh sarah.

"Tapi,lain kali kalau ada yang teler begitu jangan di ladeni sendirian,takut nanti berbuat jahat"

"Iyaa aku tau.." ucap sarah melepaskan pelukan mira.

"Udah sana kerja lagi.."

Sementara di dalam ruangan saga,ia merutuki seorang pria yang dimaksud oleh sarah,nampak sekali dari gerak geriknya pria itu tengah dalam kondisi mabuk.

Dengan kaki sebelah disofa dan satu nya lagi menjuntai kebawah.

"Reno!" Teriak saga.

"Whats up bro.."

"Kamu kalau mau kerja,lanjut kerja aja"

"Aku ga akan ganggu kok"

"kamu bilang ga akan ganggu?"

"Kau tau..datang dalam kondisi seperti ini itu sudah sangat mengganggu ren.."

"Ayo cepat bangun.."

saga menarik tangan reno dengan sekuat tenaga hingga akhirnya duduk bersandar sofa,kepalanya menunduk terjatuh kedepan.

"Sagaa,saga!"

"Bisakah kamu memberi tau mamaku bahwa aku tidak ingin dijodohkan!" Teriak reno.

Saga mendelik mendengar ucapan reno.

"Aku belum bisa menemukan cinta pertamaku itu.." kini reno menangis.

Saga merebahkan pantatnya ke sofa seberang reno duduk.

"Apa maksud kamu ren?kamu mau dijodohin?"

"Dengan umur segini?"

"Terima saja daripada nanti lebih susah dapetnya lagi.."

"Sialan!!!"

"Harusnya kamu juga buru-buru nyari pasangan,milikmu sudah sangat lama beristirahat,kau tidak takut itu bisa berfungsi lagi apa tidak.."

Plak...

Saga memukul kepala kiri reno dan meninggalkan keadaan reno yang kembali tertidur di sofa.

"Mir..nanti kalau mau pulang,pulang saja.."

"Tinggalkan saja reno sendirian.."

"Bapak mau kemana?" Tanya mira yang melihat saga tengah menenteng tas kerja juga jas hitamnya.

"Sudah jam 4 saya mau pulang cepet.."

"Saya ikut pulang saja deh pak.." ucap mira dengan buru-buru.

Saga pun keluar dari perusahaan mengendarai mobilnya sendiri,ia berniat mampir ke swalayan untuk membeli beberapa cemilan untuk aldo.

"Sudah berapa tahun yaa.."

"Kenapa aku terpancing dengan ucapan reno,ini masih berfungsi kan.." ucap saga menunduk melihat celana kerja hitamnya.

Tiiiiiiiinnn....

"Kalau mau tidur menepi pak.." teriak pengendara lain yang mengklakson dirinya,ia termenung hingga tidak menyadari peringatan lampu lalu lintas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!