NovelToon NovelToon
Sang Antagonis Cantik

Sang Antagonis Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Ketos
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sunflower_Rose

Kata orang, dia manipulatif. Jahat. Perusak.
Katanya, dia menghancurkan cinta dan kepercayaan dari dua lelaki yang tulus padanya.
Dia dituduh memecah tiga bersaudara.
Dibilang merusak hubungan orang lain tanpa rasa bersalah.

Tapi hanya dia yang tahu bagaimana rasanya menjadi Bianca.
Tak seorang pun benar-benar paham bagaimana luka, keadaan, dan dunia yang kejam perlahan membentuknya menjadi seorang antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunflower_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Cahaya matahari sore menyinari seluruh taman dengan kilauan keemasan yang hangat, namun bagi Jonathan, rasanya waktu seolah berhenti berjalan sama sekali. Di kejauhan, Bianca berdiri sambil menggenggam tali balon berbentuk kelinci. Senyum yang terukir di wajahnya itu... Tuhan, senyum itu masih persis sama seperti dulu. Senyum yang selalu menyambutnya pulang sekolah, senyum yang tulus tanpa beban, serta kesederhanaan yang dulu sempat membuatnya merasa menjadi pria paling beruntung di dunia.

'Gila, dia makin cantik aja kalau rambutnya dibiarkan terurai begitu,' batin Jonathan terasa sesak di dada.

Ada rasa rindu yang tiba-tiba menyerang dadanya sekuat pukulan keras. Ia rindu masa-masa saat mereka hanya duduk di pinggir jalan sambil makan bakso, tanpa perlu pusing memikirkan status sosial atau tekanan dari keluarga Anderson. Rasanya Jonathan ingin sekali berlari ke sana, memeluk Bianca dengan erat, dan membisikkan kata maaf sampai suaranya habis tak bersisa. Ia ingin memutar kembali waktu, kembali ke titik di mana ia belum menjadi pengecut yang mengkhianati cinta tulus hanya demi mendapatkan posisi aman di sisi Maxwell Anderson.

Namun di sisi lain, bayangan wajah Joy muncul begitu saja di kepalanya. Joy Anderson, gadis yang kini menjadi kekasihnya. Gadis yang memang manja dan mudah cemburu, tapi juga memberikan kenyamanan serta kemewahan yang tak akan pernah bisa diberikan oleh Bianca. Jonathan tidak mau kehilangan Joy, tapi ia juga tidak sanggup menghapus sosok Bianca dari hatinya. Egois? Memang benar adanya. Tapi itulah kenyataan diri Jonathan saat ini.

Tiba-tiba, Jonathan tersentak kaget. Bianca mulai berjalan ke arahnya.

'Aduh, dia liat gue nggak ya? Atau dia emang cuma mau lewat sini aja?' Jonathan mendadak dilanda kepanikan. Jantungnya berdegup makin kencang, jauh lebih cepat dibanding saat ia pertama kali menyatakan perasaan cintanya pada Joy.

Di sekolah, mereka memang berada di satu kelas yang sama, tapi selalu bersikap seolah tak pernah memiliki sejarah apa pun. Bianca yang pura-pura tidak mengenalnya, dan Jonathan yang terlalu takut untuk sekadar menyapa. Tapi sekarang, di taman yang ramai ini, mungkinkah ia punya kesempatan untuk bicara? Bisakah Bianca memaafkan segala kesalahannya dulu?

Bianca berjalan santai sambil menatap balon kelincinya dengan wajah gembira, seolah sama sekali tidak sadar ada sepasang mata yang menatapnya dengan perasaan yang penuh duka. Namun, saat jarak mereka tersisa hanya beberapa meter, hal yang tak terduga terjadi. Kaki Bianca tersangkut akar pohon yang menonjol di permukaan tanah.

"Eh—!" Bianca memekik pelan, tubuhnya terhuyung ke depan.

Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, Jonathan langsung bangkit dari kursinya dan menangkap tubuh Bianca sebelum gadis itu sempat jatuh menyentuh tanah.

Deg!

Waktu benar-benar berhenti berputar. Tubuh Bianca jatuh tepat di dalam pelukan Jonathan. Tangan pria itu mendekap pinggang gadis itu dengan erat, sementara wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Aroma parfum Bianca yang masih sama persis, wangi vanila yang manis itu, langsung masuk ke indra penciuman Jonathan dan membangkitkan ribuan kenangan masa lalu yang selama ini ia simpan rapat-rapat.

Bianca mendongak, matanya yang bulat menatap tepat ke dalam manik mata Jonathan. Rasa kaget yang besar terlihat jelas di sana. Ia sama sekali tak menyangka akan bertemu Jonathan dalam situasi seintim ini.

"Jo... nathan?" bisik Bianca lirih.

Mereka saling menatap dalam diam yang terasa menyesakkan dada. Ada begitu banyak hal yang ingin Jonathan sampaikan, ada ribuan permintaan maaf yang tertahan di tenggorokannya. Namun semuanya lenyap seketika saat sebuah suara melengking memecah suasana itu.

"JONATHAN! KAMU NGAPAIN?!"

Suara Joy.

Jonathan tersadar sepenuhnya dan dengan sigap membantu Bianca berdiri tegak kembali, memastikan gadis itu sudah seimbang. Ia tidak mungkin melepaskan atau menjatuhkan Bianca begitu saja meski ia tahu bahaya besar sedang berjalan cepat ke arahnya.

Joy berjalan mendekat dengan wajah merah padam karena marah, matanya menatap tajam ke arah Bianca yang dengan cerdik menampilkan raut wajah seolah sedang ketakutan. Joy yang memang dasarnya mudah cemburu langsung bersikap waspada dan siap membela diri.

"Apa-apaan ini?! Kenapa kalian pelukan di tengah taman?!" teriak Joy sambil menghentakkan kakinya ke tanah.

Bianca yang melihat Joy datang, langsung memasang ekspresi panik yang terlihat begitu nyata dan sempurna. Sebuah rencana licik langsung terlintas di kepalanya. 'Waktunya mulai bermain, Joy,' batin Bianca dengan nada penuh kemenangan.

"A-aduh, maaf... maaf banget, Joy! Tadi aku beneran nggak sengaja terpeleset," ucap Bianca dengan suara yang bergetar, tangannya menggenggam erat tali balon kelincinya. "Jonathan cuma nolongin aku biar nggak jatuh. Jangan salah paham, aku mohon..."

Jonathan hanya diam membeku seperti patung. Lidahnya terasa kaku dan tak bisa mengeluarkan suara apa pun. Ia merasa seperti mengalami kejadian berulang yang mengerikan. Dulu saat ia masih berpacaran dengan Bianca, jika ia kepergok berjalan dengan Joy, situasinya mungkin akan sama persis, seolah ada perselingkuhan. Tapi sekarang, posisinya justru terbalik. Ia harus menyembunyikan kenyataan bahwa Bianca adalah masa lalunya yang paling berharga dan indah.

"Beneran cuma nolongin?!" Joy menatap Jonathan penuh kecurigaan. "Kenapa harus sampe pegangan kayak gitu?!"

"Joy, udah... Bianca beneran mau jatuh tadi. Gue refleks nolongin," jawab Jonathan pelan, berusaha menenangkan pacarnya yang sudah berada di ambang kemarahan besar.

Bianca terus membungkukkan badannya berulang kali ke arah Joy seolah merasa sangat bersalah. "Aku minta maaf ya, Joy. Aku beneran nggak ada maksud apa-apa. Aku pergi dulu... sekali lagi maaf banget!"

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Bianca segera berbalik dan pergi dengan langkah cepat, meninggalkan Jonathan yang masih menatap punggung gadis itu dengan pandangan yang kosong dan penuh kerinduan. Jonathan ingin sekali mengejarnya, ingin bicara sepatah kata saja, tapi tangan Joy sudah melingkar erat di lengannya, mengunci segala pergerakannya.

"Ih, kok dia yang minta maaf malah bikin aku makin kesel sih!" gerutu Joy sambil cemberut panjang. "Kamu juga, kenapa nolonginnya harus se-drama itu?!"

Jonathan menghela napas panjang, berusaha mengatur detak jantungnya yang masih berantakan. "Ya namanya juga orang mau jatuh, Joy. Masak aku biarin aja dia nyungsep?"

Joy menghentakkan kakinya lagi karena masih kesal. "Ya udah, ayo pulang! Mood aku udah hancur gara-gara liat cewek itu!"

Jonathan mengangguk pasrah. "Iya, ayo kita pulang."

Sepanjang jalan menuju ke mobil, Jonathan hanya bisa diam membisu. Meski Joy terus mengomel di sampingnya, pikirannya masih tertinggal di bawah pohon tadi, di dalam pelukan singkat yang justru membangkitkan ribuan rasa sakit yang sempat ia kubur. Ia belum sempat meminta maaf pada Bianca, bahkan belum sempat menyapa dengan benar.

Sementara itu, Bianca yang sudah berada cukup jauh dari jangkauan mereka, berhenti melangkah sejenak. Ia menoleh ke belakang dan melihat mobil sedan mewah milik Jonathan mulai menjauh. Senyum polos yang ia pasang tadi hilang seketika, digantikan oleh seringai tajam yang penuh kemenangan.

"Permainan yang bagus untuk hari libur," bisik Bianca sambil melepaskan tali balon kelincinya ke udara, membiarkan benda itu terbang makin tinggi ke langit. "Pelukan tadi... itu cuma peringatan kecil buat lo, Jonathan. Rasa sakit lo baru aja dimulai."

Di dalam mobil, Joy sebenarnya tidak benar-benar menyalahkan Jonathan sepenuhnya. Ia tahu itu hanyalah sebuah kecelakaan, tapi rasa irinya pada Bianca yang selalu muncul di saat yang tak tepat itu membuatnya sangat kesal. Ia sama sekali tak pernah tahu bahwa di sampingnya, Jonathan sedang berjuang mati-matian melawan badai masa lalu yang sewaktu-waktu bisa menghancurkan hubungan mereka berdua.

1
Tab Adrian
nexttt lahhh... aku kasian sma semuanyaaa
Tab Adrian
dag dig duggg antara apa nihhhh🔥🔥
Tab Adrian
biii.. bales dendam itu sakitt lohhh.. 🥺😐
Tab Adrian
kerasaa bgt centill nya si tuan putri Anderson ituu
Tab Adrian
nyesekk.. semuanya nyesekk.. jiejie ini kalok bikin cerita gk pernah gagal.. selalu bisa bikin pembacaannya masuk ke dalam ceritaaa😍😍😍
Tab Adrian
banyak bgt ya, peluang Bianca buat hancurin keluarga itu
Tab Adrian
jdi semuanya nyakittttt😭
Tab Adrian
😍sakit bgt jdi Bianca banyak beban yg dy tanggung.. pdhl dy cuma pengen bebas hidup kyk remaja biasa pada umumnya tanpa memikirkan dendam dendam dn dendam.. tp aku juga pendendam sihh😅
Tab Adrian
hati hati bi..
Tab Adrian
tuan muda Anderson yg malang ututuru~
Tab Adrian
klok kiyo tau kebenarannya akankah dy terus berjuang demi cintanya atau malah milih untuk berperang
paijo londo
kurang ajar si Jo itu membuat trauma dan dendam banget ayo bec ancurin si Jon tor itu
Reva Reva nia wirlyana putri
wihhh udh lanjut
Reva Reva nia wirlyana putri
bagus kaliii
Reva Reva nia wirlyana putri
kasian biancaaa
Reva Reva nia wirlyana putri
joy tukeran tempet tok atau enggak kan cjm yg jadi pemeran joy, joy nya jdi cwo aja biar pasangan nya sama aku🤭
Reva Reva nia wirlyana putri
agak kasihan sama joy
Kalief Handaru
baru kali ini baca mlnya antagonis khusus ngancurin musuh👍👍 damage banget jos jis
Kalief Handaru
mampir thor kyaknya seru nih
Awe Jaya
lanjut jie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!