" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12_ hukuman?
Shakira menatap keluar jendela mobil dengan tatapan kosong. raganya disini namun pikiran nya tidak Disini. Dia sibuk mengulang kembali kenangan mereka dulu.
" buat aku?" tanya shakira kala Kenny memberikan dia sebuah ice cream rasa stroberi. ice cream kesukaan nya.
" yaa, buat siapa lagi sayang? biar kamu semangat kerjanya" ujar Kenny " kamu capek? bisa istirahat di ruangan ku"
Shakira mengambil ice cream tersebut lalu membuka nya untuk dia makan" kalo aku istirahat nanti gaji ku di potong "
" nggak akan sayang, aku bakal kasih kamu bonus jika perlu "
" tidak papa, aku masih kuat " tolak shakira" kamu mau?" tawar shakira menyodorkan ice cream di tangan nya untuk Kenny.
" mau" jawab Kenny perlahan mendekat.
shakira mundur beberapa langkah karena Kenny terus mendekat. Mata Mereka saling bertemu dengan detak jantung yang berdebar kencang. Tatapan Kenny turun ke bibir shakira yang menggoda. Hingga detik berikutnya bibir keduanya saling bertemu memberikan kenikmatan yang candu.
Elio melirik Shakira dari ekor matanya. Dia menyadari jika shakira sedang melamun.
" aku sudah melakukan keinginan mu" ujar Elio.
Shakira diam tidak merespon, sepertinya dia tidak mendengar ucapan Elio karena terlalu sibuk melamun.
" shakira" panggil Elio
Namun shakira masih tidak merespon
" shakira!" sentak Elio membuat shakira tersadar.
" iyaa Kenny, kenapa?" tanya shakira tanpa sadar. Saat menyadari nya dia segera menutup mulutnya berharap Elio tidak mendengar nya.
dia menatap Elio yang berhadap kedepan dengan wajah datar nya. Bagaimana jika Elio marah? tapi seharusnya tidak kan? Tanpa shakira sadari, rahang Elio mengeras.
" aku sudah melakukan sesuatu keinginan mu" ujar Elio tenang " sekarang giliran mu menuruti kemauan ku"
Ah ya! shakira lupa dia telah berjanji akan menuruti apapun yang Elio minta. semoga saja Elio tidak meminta yang aneh aneh.
" apa yang kamu minta?" tanya shakira
" kau akan tahu nanti" ujar Elio dingin.
Mereka akhirnya tiba di rumah. Tapi hanya shakira yang turun karena Elio kembali pergi tanpa singgah di rumah sebentar saja.
Shakira merasa terusik dari tidur nya kala merasakan sesuatu yang menindihnya. Suara lenguhan tanpa sadar dia keluarkan kala merasakan remasan dan juga hisapan pada gunung nya.
Shakira membuka matanya secara perlahan, dia terkejut bukan main kala mendapati Elio yang menindihnya sambil bermain di dadanya. Dan yang lebih mengejutkan dia lagi adalah saat ini keadaannya telanjang dan terikat.
" ahh! Elio" rintih Shakira susah payah.
" kau sudah bangun?" tanya Elio mendongak menatap shakira.
Jantung shakira berdetak kencang saat menatap mata Elio yang berwarna putih tanpa manik mata hitam. sorot mata Elio sangat menyeramkan di tambah lagi dengan senyuman iblis nya.
" apa yang kamu lakukan kan? Lepaskan aku" pinta shakira berusaha melepaskan tangan nya yang di ikat ke atas kepala nya.
Ikatan nya sangat kuat hingga dia merasakan sakit dan perih. Belum lagi kedua kakinya yang di borgol di sisi ranjang dengan terpisah hingga tubuh bagian bawahnya terlihat jelas.
" lepas hmm? untuk apa aku melepaskan mu?" tanya Elio mengusap lembut wajah shakira.
Entah kenapa shakira merasa Elio dapat melihatnya. Tapi rasanya itu sangat mustahil. Mana mungkin orang tanpa manik mata hitam bisa melihat? Matanya putih semua mirip seperti hantu.
" Elio jika kamu ingin melakukannya kita bisa melakukan nya dengan baik baik. tidak perlu seperti ini. Tangan dan kaki ku sakit" ujar shakira.
Elio malah tersenyum miring. Itulah yang dia mau, menyiksa shakira membuat shakira kesakitan.
" apa aku peduli sayang? Aku ingin melakukan ini dalam keadaan seperti ini" bisik Elio lalu menegakkan tubuhnya melepaskan semua pakaian nya.
" Elio please! Lakukan dengan baik" pinta shakira memohon.
namun Elio tidak menghiraukan permintaan shakira. Elio mencium seluruh tubuh shakira meninggalkan jejak di setiap inci. Bahkan dia mencium bibir shakira dengan kasar dan sesekali menggigitnya hingga keluar darah.
" ARGHHHHH! Sakit...!" pekik shakira menangis saat benda besar tumpul itu memasuki bagian bawahnya dengan sekali hentakan.
Kasar, sangat kasar. Bahkan tanpa memberikan jeda Elio langsung mengerakkan nya sesuai dengan keinginan nya.
Shakira menangis tanpa suara. Dia mengigit bibirnya menahan rasa sakit yang luar biasa.
" hentikan Lio, aku mohon!" pinta shakira terus memohon berharap Elio berhenti.
" berhenti? Tapi tubuh mu menikmati nya. Kamu bahkan sudah keluar 3 kali" ujar Elio.
Shakira mengeleng keras, tangan nya terkepal kuat saat Elio semakin gencar menghantam bagian bawahnya.
Shakira perlahan membuka matanya saat sinar matahari menyinari kamar yang dia tempati.
Shakira meringis kala merasakan seluruh tubuhnya remuk apa lagi bagian bawahnya. Shakira mengingat kembali kejadian semalam. dia seakan-akan sedang berhadapan dengan iblis, bukan dengan manusia.
" dia iblis yang menyamar menjadi manusia. mana ada manusia yang bisa melihat dengan mata putih nya? Mana ada manusia yang tidak berperasaan seperti nya?"
shakira dengan susah payah bangkit dari tidurnya. Dia menatap nanar pergelangan tangan nya yang terdapat bekas tali yang kini sudah membiru. Rasanya sangat menyakitkan.
" aaah!" shakira meringis pilu kala dia ingin berdiri dan terjatuh ke lantai akibat rasa sakit yang luar biasa pada bagian bawahnya. Belum lagi pergelangan kakinya yang semalam di borgol.
air mata shakira kembali keluar kala mengingat kejadian semalam. Elio melakukan nya bukan hanya sekali atau dua kali. Tapi dia melakukannya hingga shakira kehilangan kesadaran. entah Elio langsung berhenti kala itu atau masih tetap meneruskan nya.
Shakira dengan susah payah bangkit dengan berpegangan pada sisi ranjang. Dia berjalan dengan langkah kecil dan pelan menuju kamar mandi.
Shakira duduk di bawah shower karena tidak sanggup berdiri. Tenaganya habis, tubuhnya remuk dan pikiran nya kacau.
Haruskah dia menyesal? Tapi ini semua pilihan nya. Dia sendiri yang menjebak dirinya pada pria iblis itu.
" benar kata shakila, Elio orang kejam" batin shakira sambil menangis tanpa suara.
Tubuhnya di penuhi bekas cupang. Mulai dari leher hingga dadanya. Tubuhnya yang putih mulus kini ternodai. Dia sangat benci tubuh nya yang ini.
Shakira mengusap bekas itu berharap akan menghilang. namun bukan nya hilang kulit nya malah bertambah merah.
" apa semalam itu benar benar Elio? Atau itu adalah iblis yang menyamar sebagai Elio?" gumam shakira.
Shakira menghabiskan satu jam lamanya di bawah shower. setelah kedinginan dan menggigil barulah dia menyudahi nya. Shakira keluar dari kamar mandi dengan sudah payah. Dia berjalan ke walk in closet untuk memakai baju. Setelah itu dia kembali tidur dalam keadaan lapar. Ingin keluar tapi tidak sanggup. Ingin memanggil pelayan rasanya tenaganya benar benar habis.
" shakila, aku membutuhkanmu" gumam shakira teringat pada sahabatnya.