NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Kehamilan yang di ketahui

Sementara di mansion bi Sri terlihat memasuki kamar Bella untuk mengambil pakaian kotor. namun tiba-tiba tatapan mata bi Sri tertuju ke arah meja rias milik Bella yang terlihat begitu berantakan, beberapa produk kecantikan dan catokan rambut milik wanita itu terlihat masih berantakan di atas meja rias. sepertinya saat pergi bekerja wanita lupa membereskannya kembali sangking terburu-buru berangkat ke kantor.

"Kebiasaan banget kalo buru-buru suka lupa di beresin lagi." Dumel bi Sri.

Perlahan bi Sri mulai merapihkan dan menyimpan make up milik Bella ke tempatnya semula. untuk catokan rambut bi Sri akan menyimpannya di laci meja rias karena Bella selalu menyimpannya di dalam sana.

SRET!

bi Sri menarik laci kemudian langsung memasukkan catokan rambut ke dalam sana, namun saat akan menutup kembali laci tersebut tatapan bi Sri terlihat begitu penasaran dengan sebuah map dengan bersimbol rumah sakit berada di dalam laci tersebut.

"Sejak kapan Bella menyimpan berkas di laci meja rias?, biasanya juga di laci samping tempat tidur." Ucap Bi Sri heran.

Karena penasaran dengan isi map tersebut bi Sri segera mengambil map tersebut dari dalam laci dan langsung membukanya.

Bi Sri mulai membaca seksama isi dari map tersebut yang sepertinya hasil pemeriksaan kesehatan Bella.

Namun tiba-tiba kedua mata bi Sri langsung membulat sempurna dengan tangan yang bergetar hebat setelah membaca isi dari selembar kertas di dalam map tersebut.

"Hamil 4 Minggu." Gumam bi Sri pelan dengan ekspresi wajah begitu terkejut.

Seakan tidak percaya dengan apa yang sempat ia baca, bi Sri kembali membaca ulang selembar kertas itu berharap jika ia salah membaca namun ternyata ia tidak salah. di dalam kertas tersebut begitu sangat jelas menyatakan jika wanita bernama lengkap Bella Putri Permana (nama Bella setelah di adopsi) di nyatakan tengah hamil 4 Minggu.

bi Sri pun bisa melihat dengan jelas jika tanggal pemeriksaan itu di lakukan 2 Minggu lalu di mana saat itu Bella keluar rumah seharian.

"Ya tuhan, tidak mungkin Bella hamil. kalo iya hamil siapa pria yang telah menghamili Bella?" Lirih bi Sri pelan dengan tatapan mata agak kosong.

Seakan masih penasaran bi Sri mengeluarkan semua isi di dalam map terkejut dan ia menemukan sebuah hasil print USG yang di duga milik Bella.

"Astaga Bella, kenapa kamu terus menyembunyikan kehamilan mu selama ini. pantas saja akhir-akhir ini bi Sri merasa ada yang aneh dengan sikap mu. apalagi wanita itu jarang sekali makan nasi dan selalu minta di buatkan minuman yang agak asam ternyata wanita itu sedang hamil muda." Batin bi Sri terlihat kecewa.

Dengan perasaan tidak karuan bi Sri segera memasukan kembali selembaran kertas dan hasil USG tersebut ke dalam map. lalu bi Sri langsung menyimpannya kembali ke dalam laci.

"Jangan sampai orang lain mengetahui kehamilan Bella, saat pulang nanti aku akan bicara secara baik-baik dengan Bella dan meminta penjelasan dari nya." Batin bi Sri.

******

Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, Bella pulang lebih awal dari Andrew dan Fatir. Karena setelah jam pulang kantor 2 pamannya itu terlihat pergi ke suatu tempat tanpa mengajak Bella.

saat memasuki ruang tamu Bella merasa suasana rumah sangat sepi. ia tidak mendengar suara nenek Lily atau pun kakek adam.

Wanita itu terlihat menatap sekeliling ruang tamu guna mencari keberadaan nenek Lily dan kakek Adam. namun dia hanya menemukan sosok bi Sri yang sedang membersihkan guci di dekat tangga.

"Kakek sama nenek ke mana bi?, rumah kelihatan sepi sekali." Tanya Bella setelah berada di dekat bi Sri.

"Tuan sama nyonya sedang pergi ke pesta mungkin nanti malam baru akan pulang." Jawab Bi Sri tanpa menatap wajah Bella.

"Oh gitu, Bella pergi ke dalam kamar dulu ya bi Sri?" Pamit Bella.

Bi Sri tidak bicara ia hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja, namun wanita paruh baya itu terlihat masih memikirkan tentang hasil pemeriksaan kehamilan milik Bella yang sempat dia lihat.

"Aku harus segera berbicara dengan Bella, aku tidak bisa terus-terusan diam. sementara batin ku terus menjerit ingin segera mengetahui kebenaran yang ada." Batin Bi Sri dalam hati.

*******

Tok! Tok! Tok!

Bi Sri kini terlihat mengetuk pintu kamar Bella, detik berikutnya pintu itu langsung terbuka dan memperlihatkan Bella yang baru saja selesai mandi terlihat dari rambut wanita itu yang terlihat basah.

"Ada apa Bi?"

"Ada yang ingin bi Sri bicarakan, bisakah kita berbicara di dalam?"

"Tentu saja, ayo masuk bi."

Kini Bi Sri mengikuti Bella dari belakang, saat ini mereka sudah duduk di atas ranjang besar Bella sembari wanita itu mengeringkan rambutnya dengan handuk.

"Ada apa Bi Sri katanya mau bicara?"

"Iya, Bi Sri mau bicara tapi Bella harus jawab jujur pertanyaan dari bibi ya?"

"Tentu saja, Bella akan jawab dengan jujur. memangnya bibi mau bicara apa sih?" Tanya Bella penasaran.

"Bella apakah benar kamu tengah hamil saat ini?"

DEG!

seketika tubuh Bella menegang dan langsung menatap wajah bi Sri saat ini juga.

"Ma...ksud Bi Sri apa?, siapa yang hamil?" Tanya Bella pura-pura tidak tahu dan menyangkal.

"Sudah jangan terus berbohong terus menerus, bibi sudah tahu semuanya. jadi tolong jangan di sembunyikan lagi."

Kedua mata Bella langsung membulat sempurna dengan jantung berdetak begitu cepat karena ternyata bi Sri sudah tahu tentang kehamilannya.

"Ya tuhan dari mana bi Sri bisa mengetahui tentang kehamilan ku, apa jangan-jangan ia sempat melihat hasil pemeriksaan kehamilan ku di dalam laci?" Batin Bella termenung.

"Kenapa terus diam?, ayo segera jawab. toh bibi sudah lihat hasil pemeriksaan kehamilan mu meski secara tidak sengaja." desak Bi Sri.

DEG!

"Ya tuhan ternyata dugaan ku benar."

Bella masih terdiam, sekarang posisi ia sudah sangat terpojok bi Sri telah mengetahui tentang hasil pemeriksaannya. jadi percuma jika ia terus mengelak dan tidak mengakui karena adanya bukti kuat.

"Iya bi, Bella hamil hiks." akhirnya pengakuan tersebut lolos dari bibir Bella sambil terisak.

Bella langsung menundukan kepalanya ke bawah, tidak berani menatap wajah bi Sri yang telah ini sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri. Ia sangat yakin sekali jika wanita paruh baya tersebut pasti sangat kecewa kepada nya saat ini, tapi mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur ia harus terima kenyataan pahit tentang kehamilan nya sendiri.

"Siapa pria itu?, apakah dia akan segera segera bertanggung jawab dan menikahi mu?" Tanya Bi Sri dengan mata memerah.

Bella terlihat mengelengkan kepalanya pelan dengan kepala yang masih menunduk sebagai jawaban dari pertanyaan bi Sri barusan, Ia begitu malu karena telah mengecewakan wanita paruh baya itu.

"Sebenarnya siapa pria brengsek itu?, sampai dia tidak mau tanggung jawab setelah kamu hamil!"

Nada suara Bi Sri seketika naik setelah mengetahui jika pria itu tidak akan bertanggung jawab.

"Bella gak bisa ngasih tahu siapa pria itu!, Bella sudah bertekad untuk mengurus masalah ini seorang diri." Jawab Bella dengan bibir agak bergetar.

DEG!

"Ya tuhan, pria brengsek mana yang telah menghamili Bella sebenarnya" Batin Bi Sri begitu sedih.

Dengan tatapan terluka dan amarah yang telah memuncak bi Sri segera mendekat ke arah Bella yang masih menunduk.

"Kenapa gak bisa ngasih tahu siapa pria itu?, apa kamu berniat untuk menggugurkan anak di dalam kandungan mu hah?" Sentak Bi Sri marah.

"Tidak bi, Bella tidak akan sejahat itu untuk membunuh darah daging Bella sendiri!"

Dengan wajah penuh air mata Bella segera mengangkat kepalanya dan menatap wajah bi Sri yang terlihat sedang menangis pula sama seperti dirinya.

"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan?, kamu pikir akan mudah membesarkan seorang anak tanpa ada ikatan pernikahan hah?, anak mu akan di cap anak haram dan akan di gunjing oleh masyarakat. Cepat katakan siapa Pria itu biar bi Sri yang akan menemui dan meminta pertanggung jawaban darinya, jika pria berengsek itu tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan mu bi Sri akan menuntutnya dan membawa masalah ini ke jalur hukum jika perlu!." Terang bi Sri terlihat begitu marah.

Bella langsung bungkam setelah mendengar ucapan bi Sri yang ada benarnya itu, namun ia tidak punya pilihan lain ia tidak mungkin meminta pertanggung jawaban dari pria itu.

"Pria itu tidak tahu jika Bella tengah hamil bi Sri, jadi biarkan Bella yang akan bertanggung jawab atas diri Bella sendiri."

"Baiklah jika kamu terus bersikeras untuk tidak memberitahu siapa pria itu, jangan salah kan bi Sri jika nantinya akan memberitahu nyonya Lily dan tuan Adam. mereka pasti akan sangat kecewa setelah mengetahui berita kehamilan mu." Ancam bi Sri dengan wajah serius.

Kini Bella terlihat panik dan kaget karena sepertinya Bi Sri tidaka akan main-main dengan ucapanya barusan.

"Ya tuhan, sepertinya bi Sri tidak akan main-main dengan ucapanya."

kini Bi Sri mulai berjalan keluar dari kamar Bella, namun tiba-tiba Bella menyebut sebuah nama yang sangat tidak asing di telinga bi Sri.

"Paman Andrew, anak yang saat ini sedang aku kandung adalah anak paman Andrew." Ucap Bella jujur.

DEG!

DAG! DIG! DUG!

bi Sri begitu shock setelah Bella memberitahu siapa nama pria tersebut, seakan tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar. Bi Sri terlihat berlari ke arah wanita itu kembali dan langsung memegang kedua bahu Bella dengan tatapan mata tidak percaya.

"Apa tadi kamu bilang tuan Andrew?, jadi kamu pernah tidur dengan beliau ?" Tanya bi Sri sedikit meremas bahu Bella.

"Iya bi Sri kami pernah tidur bersama, hiks hiks hiks."

BRUK!

tubuh Bi Sri langsung terjatuh dan terduduk di atas lantai, bi Sri begitu shock dan sangat kecewa setelah mengetahui siapa pria tersebut.

"Hiks.. hiks... hiks ...., ya tuhan apa yang sebenarnya telah terjadi."

Bella begitu terkejut melihat bi Sri tiba-tiba saja terjatuh dan terduduk di atas lantai sambil menangis meraung-meraung. dengan cepat wanita itu langsung berjongkok dan memeluk tubuh bi Sri agar wanita itu lebih tenang. setelah di rasa sudah agak tenang Bella segera melepaskan pelukannya.

"Maafkan kebodohan Bella bi, Bella tidak mungkin meminta pertanggung jawaban kepada paman Andrew karena pria itu saja tidak tahu jika malam itu ia sudah tidur dengan ku."

"Apa maksud mu tuan Andrew tidak tahu jika ia telah tidur dengan mu?, apa jangan-jangan tuan Andrew tengah mabuk pada saat itu?"

"Iya bi, paman Andrew tengah mabuk saat itu. Bella tidak berani untuk memberitahu tentang masalah ini kepada dia. Bella sangat takut paman Andrew akan marah besar dan membenci Bella."

Kini Bi Sri dapat melihat tatapan sedih dan terluka dari Bella. namun bi Sri tidak habis pikir dari banyaknya pria di dunia ini kenapa harus Andrew yang menghamili Bella.

"Coba ceritakan semuanya kepada bi Sri tanpa ada yang di tutup-tutupi lagi, bi Sri berjanji tidak akan menceritakan masalah ini kepada siapa pun." pinta Bu Sri.

Bella terlihat diam sejenak ia agak ragu untuk menceritakan semuanya kepada bi Sri, namun wanita paruh baya itu telah mengetahui sosok pria yang telah menghamilinya saat ini jadi tidak ada lagi yang harus di tutupi Bella kepada bi Sri.

"Baik bi Sri, Bella akan ceritakan semuanya. tapi kita bicara sambil duduk di atas kasur saja."

Kini Bella mulai membantu bi Sri untuk berdiri dari posisi duduknya di lantai dan berpindah duduk di atas kasur bersama dengan dirinya.

"Jadi begini awal mula nya......."

Bella mulai menceritakan tentang kejadian ia menjemput Andrew di sebuah club malam dengan posisi pria itu tengah mabuk, ia sudah berniat untuk membawa Andrew pulang ke mansion namun pria itu menolak dan meminta di antarkan ke apartemen pribadi milik pria tersebut. dari situ lah di mulai tragedi cinta satu malam antara Bella dan Andrew hingga menghasikan sebuah benih saat ini.

GREP!

bi Sri langsung memeluk tubuh Bella setelah mendengar cerita keseluruhan dari wanita itu.

"Ya tuhan, malang sekali nasib mu. bi Sri berjanji akan terus menjaga dan melindungi mu jika pun keluarga ini mengusir diri mu dari rumah ini, bi Sri akan ikut kemana pun kamu pergi." Ucap Bi Sri sambil menangis.

"Terima kasih bi telah mendukung keputusan Bella."

Kini Bella dan bi Sri saling berpelukan dan menangis bersama di dalam kamar. Bi Sri tidak akan memaksa wanita itu untuk meminta pertanggung jawaban kepada Andrew, karena bi Sri sangat yakin sekali pria jika itu akan langsung menolak mentah-mentah untuk menikahi Bella meski hanya demi tanggung jawab.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!