NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12

"Mel,, Mel,, kamu keracunan makanan kah? Kok jadi lemas begini? Kok jadi linglung seperti ini?"

Yuni memukul mukul pipi melinda karena hanya bola mata putih nya yang terlihat.

 "Pakkk,,,, bapakkk,,!" teriak Yuni

 Imron keluar sambil memasang dasi nya, beliau adalah pegawai negeri.

 "Kalian kenapa sih, pagi pagi sudah ribut?"

 "Anak mu ini, cepat ambil air !" perintah Yuni

 Imron kaget dan langsung masuk untuk mengambil segelas air. pasangan suami istri itu memercikan air di dalam gelas itu ke wajah Melinda. tapi karena di lihat nya tak ada reaksi dari Melinda, maka air di gelas itu di guyur ke atas kepala Melinda hingga ia langsung sadar dan terbatuk batuk

"Kamu gila ma! Melinda sampai tersedak begini, bahaya tahu! Bisa lewat anak mu" kata Imron

"Ah papa cerewet, sudah sana berangkat kerja. Dan kamu Mel, kamu habis ngeliat setan atau apa sampai meleyot begitu?"

Melinda mendengus kan air yang masuk ke hidung nya, ingin rasa nya dia mencekik ibu nya sendiri yang hampir saja membunuh nya

"Mama ihhh,," kata Melinda geram

"Tadi kamu kenapa Mel?" tanya papa nya sambil mengelus kepala Melinda

"Itu tadi, mas Radit bawa dahlia pergi pakai mobil Roll royce pa"

Imron langsung berjongkok di depan anak nya

"Mobil yang harga nya puluhan milyar itu Mel?"

Melinda mengangguk

"Alah, paling juga mobil sewaan" kata Yuni

"Meski mobil sewaan, pasti uang sewa nya juga sangat mahal" ucap Imron

"Papa rugi dong gak bisa lihat langsung" kata Imron

"Apa an sih papa ini! Yang parah itu dia bawa cewek kampung si Dahlia itu pakai mobil itu pa!" teriak Melinda

"Dan itu dari kemarin kayak gitu. Kemarin ada supir nya sekarang Raditya sendiri yang nyetir, ahhh,,, aku gak rela Dahlia yang babu bisa naik mobil semewah itu"

Melinda menyentak nyentak kan bahu nya kesal

"Sabar Mel, mungkin itu sudah jadi rezeki nya Dahlia yang anak Soleha, sabar dan gigih. lagian kalian kan yang nolak pemuda itu, kalau enggak kan kamu yang seharusnya di dalam mobil itu" kata Imron

Plakkk,,

Laki laki itu terkesiap ketika paha nya di pukul berkali kali oleh anak gadis nya, Melinda sedang melampiaskan amarah nya

"Papa ihh,, papa pergi kerja aja sana! bukan nya belain aku malah muji babu itu! Papa ngeselin"

"Jangan jangan kamu ada main sama Dahlia ya pa?" Yuni melotot

"Eh,,, ehh,,, gak gitu ma, papa hanya,," Imron menggeleng keras sambil tubuh nya mundur sebab istri galak nya sudah bersiap akan menyerang

"Kemari pa, ayo ngaku!" Yuni mendekati suami nya

Dengan jurus petir halilintar, Imron berlari mengambil tas kantor nya dan segera masuk ke dalam mobil. lelaki itu lebih memilih melarikan diri dengan cepat sebab ia tahu betul istri dan anak gadis nya kalau sudah marah pada nya secara bersamaan bisa berubah menjadi zombie

*******

Dahlia menunduk, menangis di dalam mobil yang sedang di kemudikan Radit. Radit menghentikan mobil nya di pinggir jalan yang agak sepi. sekian menit berlalu, tak ada ucapan apa apa dari kedua nya. Radit membiarkan Dahlia menumpahkan air mata nya dengan leluasa.

"Jiwa tidak akan memiliki pelangi jika mata tidak memiliki air mata" ucap Radit sambil menyerah kan beberapa lembar tisu

Dahlia sama sekali tak mau meraih tisu itu

"Terkadang, Tuhan akan membiarkan kita menangis agar orang lain dapat melihat kapan kita membutuh kan bantuan" kata Radit lagi

Sejenak hening di antara mereka, namun Radit tetap bertahan menyodorkan tisu itu. Perlahan akhir nya Dahlia meraih tisu itu. Ia menyeka air mata nya tapi masih menunduk seperti sedang menikmati rasa sakit di hati nya

"Jangan mengganti air mata dengan kemarahan. wanita sering menangis karena mereka di ajari kalau marah itu tidak sopan dan tidak pantas. kamu boleh marah, boleh mengeluarkan unek-unek mu. Aku siap mendengar kan"

Radit menatap Dahlia serius. perlahan Dahlia mengangkat wajah nya, dan melihat ke arah Radit

"Siapa sebenar nya kamu?"

*******

POV Raditya

Sejenak Radit diam, pikiran nya berputar cepat. Dia adalah calon pimpinan tertinggi di central glory. Pantang menjilat ludah nya sendiri dan itu arti nya dia sudah memutus kan. Nasi sudah jadi bubur dan Radit tak akan mundur.

Tak ada yang perlu Radit sembunyi kan dari Dahlia. Karena memang Radit akan menikahi gadis itu bukan karena cinta. Hati Radit sudah tertutup rapat, terlalu sakit karena hinaan wanita yang ia cintai

Dan Radit pun yakin Dahlia sama saja dengan Melinda. apalagi dahlia berasal dari keluarga menengah ke bawah, pastilah rasa haus nya akan harta sangat tinggi

"Aku adalah anak sulung dari Hadi Pratama, pemilik dari banyak perusahaan di kota ini. Dan perusahaan tempat Melinda bekerja adalah milik ayah ku. Sebagai anak pertama laki laki aku akan mewarisi perusahaan itu. Tapi ada syarat yang di ajukan ayah ku, yaitu aku harus menikah dan menguasai segala bidang di perusahaan itu. Itu mengapa setelah aku lulus kuliah dan private business class aku harus bekerja sebagai admin di sana selama enam bulan. Ayah ku tak banyak mempercayai ku karena selama ini, aku lebih banyak berfoya foya"

Dahlia hanya diam, membiarkan Radit menyelesaikan cerita nya

"Aku sangat mencintai Melinda. Berharap dia pun memiliki ketulusan yang sama dengan ku, seperti aku yang tak peduli dengan status strata. Aku berencana menikahi nya dengan hasil kerja ku. Aku pun berbisnis software, yang murni hasil keringat ku sendiri, tak ada campur tangan uang ayah ku. Lagi pula selama enam bulan ini rekening ku di bekukan. Tetapi aku masih tetap bisa menikmati kemewahan karena ayah ku Masih membebaskan ku membeli apa saja menggunakan kartu nya sehingga dia bisa memantau ku"

Dahlia melebarkan bibir nya seperti sedang mengejek Radit. Mungkin dia pikir kalau Radit adalah laki laki manja.

"Kenapa kamu senyum begitu? Apa nya yang lucu?' tanya Radit ketus

"Gak ada yang lucu, kamu beruntung" ucap dahlia datar

Radit menoleh ke depan, melihat lalu lalang kendaraan. Radit mengeluarkan handphone nya untuk melihat jam, setelah nya ia menjalan kan mobil nya kembali menuju tempat yang sudah ia rencana kan.

"Jadi kamu akan menikahi ku hanya untuk sebuah pernikahan tanpa cinta? hanya untuk membalas kan dendam mu pada Melinda dan ibu nya?" tanya Dahlia

"Untuk itu, aku akan membayar mu mahal" jawab Radit sambil terus fokus menyetir

"Tak ada pernikahan yang di cintai Tuhan, kalau ujung ujung nya berakhir dengan perceraian. Aku takut Tuhan murka pada ku karena mempermainkan pernikahan untuk memuaskan Ego" ucap Dahlia

Radit terkejut, ia langsung menoleh ke Dahlia. Tapi Radit tak berkata apa apa, ia melajukan mobil nya cukup kencang menyusuri setiap sisi jalan raya yang padat itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!