NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 12: "SOSOK BARU DAN PERASAAN YANG TIDAK DIINGINKAN"

*****

Sinaran matahari pagi menerangi ruang pemeriksaan di rumah sakit. Ratna sedang menjalani pemeriksaan rutin ketika seorang pria muda berusia sekitar 25 tahun masuk dengan jas putih rumah sakit dan nama tag yang tertulis “DR. REZA ADITYA – MAGANG”.

“Maafkan saya, Bapak Dokter Arif. Saya sudah menyelesaikan laporan pasien yang Anda minta,” ucapnya dengan suara rendah dan wajah yang tampak dingin.

“Terima kasih, Reza,” jawab Dokter Arif dengan senyum ramah. Dia kemudian melihat ke arah Ratna dan Rio. “Ini anak saya, Reza. Dia baru saja mulai magang di rumah sakit ini.”

Rio berdiri untuk bersalaman dengan Reza, namun pria muda itu hanya memberikan jabat tangan yang singkat dan tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya. “Salam kenal,” ucapnya dengan nada datar sebelum segera keluar dari ruangan.

“Maaf ya, dia memang seperti itu,” ucap Dokter Arif dengan sedikit kecewa. “Sejak aku dan ibunya bercerai lima tahun yang lalu, dia menjadi tertutup dan jarang berkomunikasi denganku. Sekarang dia tinggal sendiri dan hanya fokus pada pekerjaannya.”

Sementara itu, Raisa datang untuk menjenguk Kakaknya. Ketika dia sedang berjalan di koridor rumah sakit membawa makanan yang sudah disiapkan, dia tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa tumpukan berkas medis. Semua berkas itu tercampur di lantai.

“Maaf banget ya! Aku tidak sengaja,” ucap Raisa dengan tergesa-gesa sambil segera membantu mengumpulkan berkas tersebut.

“Perhatikan jalan kamu,” jawab orang yang ditabraknya dengan suara dingin. Raisa melihat ke atas dan terkejut menemukan bahwa itu adalah Reza, anak Dokter Arif yang baru saja dia lihat di kamar Kakaknya.

“Kamu adalah adik Bu Ratna ya?” tanya Reza setelah melihat nama Ratna tertulis di salah satu berkas. Raisa mengangguk dengan sedikit ragu. Tanpa berkata apa-apa lagi, Reza mengambil berkas yang sudah terkumpul dan pergi meninggalkan Raisa yang berdiri sendirian.

Beberapa hari kemudian, Raisa datang lagi ke rumah sakit. Saat dia sedang menunggu antrian untuk membeli makanan di kantin rumah sakit, dia melihat Reza sedang duduk di sudut yang sunyi sambil makan sendirian dengan wajah yang terpaku pada buku kedokteran. Tanpa sadar, dia mendekat dan duduk di depan nya.

“Permisi, bolehkah aku duduk di sini?” tanya Raisa dengan senyum lembut.

Reza hanya mengangkat bahu tanpa melihatnya. “Silakan saja, tempat ini tidak milikku.”

“Aku sudah bilang maaf ya untuk kemarin. Aku memang kurang hati-hati,” ucap Raisa mencoba membuka percakapan. Reza hanya mengangguk singkat dan tetap fokus pada bukunya. Meskipun sikapnya dingin, Raisa merasa ada sesuatu di balik wajah pria muda itu yang membuatnya penasaran.

Sejak itu, setiap kali Raisa datang menjenguk Ratna, dia selalu berusaha untuk berbincang dengan Reza. Kadang mereka hanya berbincang sebentar tentang kuliah dan pekerjaan, namun terkadang juga membahas hal-hal yang lebih dalam seperti cita-cita dan pengalaman hidup. Meskipun Reza tetap menjaga jarak dan bersikap dingin, dia mulai merasa nyaman dengan kehadiran Raisa yang ceria dan hangat.

Dokter Arif yang melihat pertemuan mereka beberapa kali merasa senang dan melihat kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan anaknya. Suatu hari, dia mengundang Raisa untuk berbincang di ruang kerjanya.

“Raisa, aku melihat kamu sering berbincang dengan Reza,” ucap Dokter Arif dengan senyum hangat. “Aku sangat berterima kasih padamu. Sejak dia mulai magang di sini, kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia sedikit terbuka.”

“Tidak apa-apa, Pak Dokter. Saya hanya merasa ada sesuatu yang membuatnya tertutup. Mungkin dia hanya perlu seseorang yang mau mendengarkan,” jawab Raisa dengan tulus.

“Kalau begitu, bisakah kamu membantuku untuk mendekatkan diri padanya? Aku sangat merindukan hubungan yang baik dengan anakku. Sejak dia pergi dari rumah, kami hampir tidak pernah berbicara,” ucap Dokter Arif dengan suara yang penuh harapan. Raisa mengangguk setuju untuk membantu.

Pada sore hari itu, Rio datang ke rumah sakit dan melihat Raisa sedang duduk di taman luar rumah sakit bersama Reza. Meskipun mereka hanya sedang berbincang dengan tenang, Rio merasakan sesuatu yang tidak nyaman di dalam hatinya—sebuah rasa cemburu yang tiba-tiba muncul dan membuatnya merasa kesal dengan dirinya sendiri.

Dia mendekat dengan langkah yang cepat. “Ras, sudah waktunya kita pulang. Kakakmu sedang menunggu kita untuk makan bersama,” ucapnya dengan nada yang lebih keras dari biasanya.

Raisa terkejut melihat sikap Rio yang tiba-tiba berbeda. “Ya, Kak Rio. Saya baru saja mau pergi kok,” jawabnya dengan sedikit bingung.

Reza berdiri dan memberikan sapaan singkat kepada Rio. “Salam kenal lagi, Bapak. Saya harus kembali bekerja sekarang.” Setelah itu dia pergi meninggalkan mereka berdua.

Saat mereka sedang dalam perjalanan pulang, Rio tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya. “Kamu sudah sering bertemu dengan anak Dokter Arif itu ya?” tanya dia dengan nada yang dingin.

“Ya, Kak Rio. Pak Dokter memintaku untuk membantu mendekatkan dia dengan anaknya karena mereka tidak akur setelah orang tuanya bercerai,” jawab Raisa dengan jujur. “Reza ternyata orangnya baik kok, hanya saja dia sedikit tertutup.”

Rio menghela nafas dan mencoba untuk tetap tenang. “Aku hanya khawatirkan kamu saja, Ras. Kamu tidak tahu karakter dia dengan baik. Lebih baik kamu berhati-hati dan tidak terlalu dekat dengannya.”

Raisa merasa kebingungan dengan sikap Rio. “Tapi Kak Rio tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apakah ada yang salah?”

Tidak bisa menemukan jawaban yang tepat, Rio hanya menggeleng dan fokus pada mengemudi. Di dalam hatinya, dia tahu bahwa rasa cemburu ini muncul karena perasaan yang dia coba tepis selama ini terhadap Raisa. Dan kini dengan kedatangan Reza, dia merasa seperti ada seseorang yang bersaing untuk mendapatkan perhatian wanita muda itu—perhatian yang sebenarnya dia inginkan untuk dirinya sendiri.

Di rumah sakit, Reza berdiri di depan jendela ruangan kerjanya sambil melihat ke arah taman di mana dia baru saja berbincang dengan Raisa. Wajahnya yang biasanya dingin kini sedikit melunak dengan senyum kecil yang muncul di bibirnya. Dia merasakan sesuatu yang baru dalam dirinya sejak bertemu dengan gadis ceria itu—sesuatu yang membuatnya merasa tidak sendirian lagi.

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!