Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Nurul pun hanya bisa memendam kemarahannya dalam diam. Karna tak ingin Nizam tambah pusing dengan masalahnya. Selesai makan Nurul lalu menyiapkan keperluan Aliya. Dan bekal untuk suaminya.
" Kak Nizam mungkin pulang agak malam nanti de, karna ada urusan kantor. jika ayah ngak jemput ade, Aliya nanti di jemput bunda ya" kata Nizam bicara kepada Aliya. Ketika mereka sudah berada kedalam mobil
" Ya yah, " angguk Aliya dikursi belakang. Sedangkan Nurul sedang memasang sabuk pengamannya.
" Apa kak Nizam lembur?" tanya Nurul
" Ngak, hanya ada pertemuan dengan petinggi perusahaan di hotel membahas tentang proyek baru. Siang ini juga ada rapat antar manajer. Mungkin akan ada acara makan malam bersama yang menyita waktu" jelas Nizam
" Ya sudah, biar ade yang jemput Aliya. Tapi kak Nizam ngak lupa bertemu bang Bram kan?" tanya Nurul teringat janji Nizam pada sang kakak.
" Ya.. ..nanti saat jam makan siang" kata Nizam yang lalu melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah. Sembari matanya fokus ke jalan.
**************
Siangnya Nurul yang menghubungi Bram di hotelnya saat jam makan. Sempat menanya kan suaminya. Namun Bram hanya tertawa mendengar adiknya itu kepo dengan urusan pria. Karna Bram tidak memberi tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
" Ade tenang saja, Abang tak akan menghajar suamimu itu. Dia akan kembali dengan utuh saat pulang" kelakar Bram saat Nurul bertanya penuh selidik
" Ya sudah, selamat makan siang bang. Nurul juga sedang mengisi perut" kata Nurul
" Ok...sampai ketemu lagi. Assalamualaikum" kata Bram dari sebrang sana.
" Walaikum salam " jawab Nurul sembari duduk dan berpikir tentang sesuatu.
" Ada apa?" kata Via yang baru duduk setelah mengambil makanan mereka.
" Tidak ada apa apa, hanya menanyakan kabar bang Bram saja" jawab Nurul
" Hmm .......lalu gimana kelanjutan kak Nizam sama tuh pelakor?" tanya Via lagi
" Entahlah, aku malas membahasnya. Pusing jika aku ikut campur, karna itu bukan ranahku. Lagi pula dia sudah tahu kak Nizam punya istri. Kok masih ngotot. Apa dia tidak merasa malu" kata Nurul.
" Namanya juga wanita ngak waras, jika otaknya waras pasti dia lebih memilih orang lain. Jelas jelas dia sudah tahu Nizam suamimu sekarang. Eh masih gebet. Lalu bagaimana dengan kak Nizam sendiri?" kata Via sambil menyuap makanannya.
Nurul hanya menggelengkan kepalanya. " Kak Nizam tak mau membahas Lara dan masalah ibunya. Mungkin dia tak ingin aku tambah sakit hati" kata Nurul
" Bagus jika dia sadar itu, jika aku yang jadi kamu, aku ikat tuh laki" kata Via.
" Hehehe ...percuma Vi, kita ini hanya bidak dalam catur kehidupan. Jika kita ikat dan kita larang. Masalahnya akan makin parah. Karna hati manusia hanya Allah yang tahu. Dan jika pun aku mau marah dengan kak Nizam, hanya menambah masalahnya saja. Jadi aku lebih memilih diam dan membiarkannya untuk menyelesaikannya sendiri." kata Nurul
" Tapi kau istrinya rul" sela Via
" Ya benar Vi, tapi masalah ini masalah yang dibuat oleh ibunya kak Nizam. Mungkin Kak Nizam tidak ingin membawaku kedalam pusaran masalahnya. Sebab ibunya sudah jelas salah dan sering menyakitiku. Jadi dia tak ingin melibatku, supaya aku tidak makin dibenci ibunya. Kamu tahu sendirikan ibunya seperti apa. Dari dulu ngak berubah. Padahal aku tidak tahu, apa alasan dia tak menyukaiku" jelas Nurul.
" Ya mungkin Itu takdir dan rezekimu rul. Kadang saat orang bertemu mertua baik, suaminya yang tidak baik. Giliran dapat suami baik, eh giliran mertua kita yang begitu. Ya ....namanya juga ujian hidup" kata Via
" Tuh tahu, makin pintar kamu vi" ledek Nurul sembari tersenyum.
" Hahaha...iyalah Via gitu loh. Tapi kamu terlihat tenang saja rul ketika tahu kak Nizam begitu" kata Via merasa heran menatap sahabatnya itu.
" Ya mau apalagi. ..apa aku harus marah dan mengamuk. Malah makin tambah rumit Vi. jujur aku sangat kecewa, tapi bingung mau melampiaskan nya ke pada siapa. Kadang aku merasa ini godaan di tahun pertama pernikahan kami yang terasa berat" kata Nurul
" Ya kau benar rul, orang bilang pasti ada saja masalah saat kita sudah menikah 5 tahun, lalu saat 10 tahun dan seterusnya" kata Via
" Ya mungkin ini level ujian hidupku yang ingin naik tingkat kelevel berikutnya. Jadi aku berusaha sabar dan tetap tenang. Agar aku lulus ujian" kata Nurul yang berusaha menghibur dirinya sendiri.
" Yup .....tapi jika kau ingin curhat dan menangis. Datang saja padaku, aku selalu ada dan bersedia kamu peluk rul" kata Via Karna sangat mengerti seperti apa sahabatnya itu. Bahkan selama ini Via juga sering curhat tentang masalah pribadinya kepada Nurul.
" Ya. Kau tenang saja vi. Aku akan berusaha untuk tegar selama yang aku bisa" Nurul pun tersenyum pada Via. Sembari mulai menyuap makanannya setelah berdoa
" Ok...ayo kita makan " kata Via yang makan dengan lahap. Karna mereka sedang makan di warung Padang kesukaan Via.
*************
Di sisi lain seorang pria tampan duduk tenang di kursinya saat Bram masuk keruangannya.
" Hai ....bang. Tumben mau mampir ke sini. Apa ada yang perlu kubantu" tanya pria itu
" Ya.....aku ingin meminta mu Untuk menyelidik para karyawanmu" kata Bram sambil mengeluarkan dua lembar foto yang ia keluarkan dari saku bajunya. Lalu meletakkannya diatas meja.
" Ada apa dengan mereka ?" tanya pria itu sembari mengeryitkan dahinya. Lalu menatap Bram lekat, sembari mengamati dua lembar foto itu dengan seksama.
" Hanya ingin tahu saja, aku butuh informasi mereka. Suruh asistenmu itu untuk menyelidikinya" perintah Bram.
" Ok . .apa mereka mengusikmu?" tanya pria itu penuh selidik.
" Sedikit, tapi mereka sudah mengusik hidup Nurul" kata Bram
" Apa ....kok bisa!!" kata pria muda itu kaget. Karna dia adalah Direktur utama di mana Nizam dan Lara bekerja.
" Ngak kaget begitu juga kali An, aku hanya butuh infomasi saja, bukan untuk mencari masalah, karena itu untuk berjaga jaga" kata Bram.
" Ok akan aku bereskan, lalu bagaimana dengan Nurul. Apa dia berada dikota ini?" tanya pria muda itu yang baru genap dua bulan menjadi direktur di perusahaan warisan milik papinya.
" Ya...kau bisa menanyakannya nanti pada bawahan pria mu itu" kata Bram yang lalu menarik kursi untuk duduk
" Baik.....rupanya seorang presdir sehebat bang Bram bisa kepo juga dengan kehidupan karyawanku. Apa mereka cukup menarik bagimu bang?" kata pria itu yang bernama Andi Winata.
" Hahaha....bukan, tapi mereka yang menarik Sebab ada yang tertentu dibalik kehadiran karyawan wanitamu itu. Apa kau ingin tahu.....orang yang bersembunyi dibelakang mereka. Dia lebih menarik lagi" kata Bram tersenyum tipis.
" Oh ya siapa?" kata Andi menatap Bram penasaran
" Cari tahu sendiri saja, bukan nya kau tadi menanyakannya " kata Bram
" Nurul !! " kata Andi kaget. Yang sudah lama tak bertemu sepupunya itu. Karna sejak ia pergi kuliah ke luar negri. Andi tak pernah lagi bertemu Nurul.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍