NovelToon NovelToon
Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Viola Denada Danuarta, itulah namanya, seorang gadis berparas cantik memiliki darah keturunan Belanda. Ia adalah anak kedua dari keluarga Danuarta yang cukup berpengaruh.

Namun, memiliki ekonomi yang serba berkecukupan tak bisa membuat seorang Viola bahagia. Karena ujian nya ada di kisah asmara nya.

Di kali kelima dia menunggu sang kekasih, tepatnya didepan kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan, dia kembali di bohongi dan di hianati oleh sang tuanangngan.

Setelah dia memutuskan untuk melupakan segalanya tentang laki-laki itu dia malah mengalami kecelakaan hebat, pada akhirnya kecelakaan tersebut merenggut ingatan Viola selama tiga tahun terakhir, tak hanya itu dia juga di nyatakan lumpuh sementara.

****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab#12

"tidak ada," jawab Pandu sambil naik dan kemudian mengambil handuk nya.

"Kasian Viola, punya kakak seperti mu," ungkap Miko tanpa alasan.

"Apa maksud mu?" tanya Pandu sambil menatap tajam Miko.

"Ya kau selalu menyembunyikan adikmu di dalam kamar dan tidak membiarkan dia keluar bermain," lanjut Miko lagi.

"Jangan sok tau, dia mungkin saja masih di luar, hari ini dia pergi dengan sahabat nya," jelas Pandu lagi.

Zehan mendengar itu dan kemudian mendongak ke atas, dia melihat Viola yang mengintip mereka dari balkon kamarnya yang berada di atas kolam renang tersebut.

"Gawat, itu kan kak Zehan, dia melihat ku," ucap Viola yang malu dan segera pergi dari sana dengan kursi roda nya.

Zehan tersenyum tipis melihat Viola yang buru-buru pergi dari sana, sementara Pandu dan Miko asik cek-cok berdua.

"Tuan muda, maaf menganggu, apakah bibi perlu menyiapkan makan malam?" Kata bi Sirah yang kini berada di kolam renang tersebut.

"Tidak usah bi, mereka akan pulang," jawab Pandu.

"Aku mau makan," ucap Miko

"Aku juga," sambung Zehan singkat.

Pandu melirik kedua sahabatnya dengan tatapan kesal.

"Baiklah bi, dengarkan mereka," sambung Pandu.

"Baik ruan muda," kata bi Sirah lagi.

"Tunggu bi," ucap Pandu saat bi Sirah hendak pergi.

"Iya tuan muda, apakah ada menu yang ingin di buatkan?" kata bi Sirah lagi.

"Bukan, aku hanya ingin bertanya, apakah Viola sudah kembali?" sambung Pandu.

"Nona sudah kembali, sudah mandi juga dan sekarang sedang istirahat di kamar nya," jelas bik Sirah.

"Baiklah, terima kasih," jawab Pandu.

"Kalau begitu, bibi pergi dulu," ucap bi Sirah kepada Pandu.

Pandu pun menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan bi Sirah.

Sementara itu di kamar Viola,

"Pantas saja aku merasa aneh dan merasa kalau sudah lama tidak kembali ke kamar ini, ternyata itu setengah tahun," ucap Viola sambil menatap ke sekeliling kamar nya yang tak ada sedikitpun perubahan meskipun sudah dia tinggal begitu lama.

Terlihat foto almarhum sang mama yang selalu ada di dekat meja nakas tepat di samping tempat tidur nya.

"Ma, maafkan aku, aku sudah menentang kakak dan papa demi seseorang yang tidak bertanggung jawab, mama pasti sangat kecewa dengan ku ya? Tapi tenang saja ma, kali ini aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama, aku akan menjadi patuh kepada papa dan kakak, aku tidak akan menentang mereka lagi," ucap Viola sambil memeluk foto tersebut dan menitikkan air mata nya dia benar-benar menyesal setelah mendengar ucapan Sekar tadi.

Sementara itu, seorang Maid datang ke kamar nya dan mengetuk pintu kamar tersebut.

Tok ...

Tok ...

Tok ...

"Nona muda, maaf menganggu," kata maid itu di luar pintu.

"Ah, iya! Masuk saja!" ucap Viola dengan nada suara yang sedikit tinggi.

Dia mengelap sisa air mata nya dan kemudian meletakkan kembali bingkai foto tersebut ke tempat semula.

Sang maid berjalan mendekati Viola dan menyadari kalau mata Viola sembab.

"Nona sedang merindukan nyonya?" tanya nya dengan lembut.

"HM," jawab Viola sambil mengangguk.

"Sudahlah, jangan berlarut-larut dalam kesedihan, nona muda masih memiliki tuan dan tuan muda, oh ya aku hampir lupa, aku ke sini karena tuan muda Pandu menyuruhku menanyakan apakah nona muda ada yang di butuhkan?" kata sang maid dengan pelan.

"Bi Sirah di mana?" ucap Viola sambil mengerutkan keningnya.

"Itu karena bi Sirah sedang sibuk di dapur dengan pelayan lainnya, mereka menyiapkan makan malam untuk tamu-tamu tuan muda Pandu," jelas sang maid.

"Oh begitu, aku tidak membutuhkan apapun, aku hanya bosan di kamar, bisakah kau membawaku keluar dari kamar untuk jalan-jalan keliling mansion?" ucap Viola dengan wajah sedihnya.

Dia menatap kaki nya itu yang sampai saat ini masih harus di perban, sejujurnya dia sudah sangat merindukan jalan-jalan kemanapun dengan kaki yang sehat.

"Tentu saja aku bisa nona, katakan saja kemana nona ingin pergi, aku akan membawa," ucap sang maid yang kemudian langsung mengambil alih mendorong kursi roda Viola keluar kamar.

"Aku ingin keliling-keliling saja bi," jawab Viola yang bosan.

"Siap nona," jawab sang Maid mengerti.

Mereka pun keluar dari kamar Viola.

Beberapa menit kemudian ...

Mereka kini tiba di sisi lain mansion Danuarta, ya, yang namanya mansion pasti sangat lah besar ya teman-teman, di setiap sisinya tidak mungkin ada hal-hal yang membosankan, semua terlihat indah dan tertata rapi, terdapat beberapa taman, beberapa rumah kaca untuk bunga-bunga dan lain sebagainya.

"Benar-benar asing, Sekar tidak bohong, enam bulan bukan lah waktu yang singkat dan aku meninggalkan papa selama itu, pantas saja setelah kembali aku selalu merasa sudah lama tidak berpijak di sini," kata Viola sambil melihat ke sekeliling.

"Nona, bagaimana kalau kita melihat rumah kaca?" Kata sang maid memberi saran.

"Boleh, sudah lama aku tidak pergi ke sana ni, ada bungga apa saja di dalam nya sekarang?" kata Viola dengan semangat.

"Baru-baru ini bi Sirah meminta pelayan untuk menanam benih mawar merah, sekarang mungkin baru tumbuh beberapa helai daun, namun bunga yang lain sudah bermekaran," kata sang maid lagi.

"Ayo, aku ingin petik beberapa untuk di bawa ke kamar," kata Viola lagi.

Sang maid pun segera mendorong kursi roda Viola untuk menuju lokasi tersebut, di mana tempatnya tak begitu jauh dari posisi mereka sebelumnya.

Tak butuh waktu lama, mereka pun segera tiba di rumah kaca yang lumayan besar itu, terdapat beberapa jenis bunga di dalamnya, namun benar kata sang maid, bungga mawar baru saja menumbuh.

"Tuan besar tau nona suka bungga mawar, dia meminta kami menanam lebih banyak mawar di sini," kata sang maid mulai berkeliling dengan Viola.

"Bau di sini di penuhi dengan bau bunga, rasanya sangat nyaman," ucap Viola sambil menatap banyak nya bungga yang ada di dalam rumah kaca itu.

"Nona, tadi nona bilang ingin memetik beberapa untuk di bawa ke kamar, bagaimana kalau aku pergi untuk mengambil keranjang dan gunting, kita tidak membawa peralatan sebelumnya," usul sang maid.

"Astaga bi, maafkan aku, merepotkan mu saja, kalau begitu pergilah, aku akan menunggu di sini sendiri," kata Viola merasa bersalah.

"Nona muda, tolong jangan minta maaf dengan pelayan sepertiku, itu tidak cocok, tidak pantas," sambung sang maid.

"Sudahlah, kita ini sama-sama manusia," kata Viola dengan wajah manyun.

"Aduh, baiklah kalau begitu bibi tinggal dulu ya, tidak lama, aku akan segera kembali," kata sang maid serba salah dan segera meninggalkan tempat tersebut.

Viola hanya mengangguk dan kemudian kembali fokus dengan bunga-bunga di hadapan nya.

"Cukup nyaman di sini, sudah lama aku tidak masuk ke tempat ini, bintang-bintang terlihat cantik jika di lihat dari sini," ucap Viola sambil mendongakkan kepalanya ke atas atap kaca yang tembus pandang.

Namun tak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki dan pintu rumah kaca yang terbuka.

"Bi, apakah kau berlari? Kenapa begitu cep ..." Viola mengentikan ucapan nya setelah dia melihat ke belakang, seseorang yang berdiri di belakang nya membuat dia tak bisa melanjutkan perkataannya.

Mata mereka bertemu pandang dalam beberapa detik kedepan.

"Untuk mu," ucap orang itu sambil menyerahkan keranjang kecil untuk bungga-bungga yang akan di petik Viola.

"K-kak Zehan?" ucap Viola gugup.

Viola melirik ke sana kemari mencari sosok lain ya itu maid yang tadi bersama nya.

"Sudah ingat aku rupanya," celetuk laki-laki yang ternyata adalah Zehan.

"Di mana maid ku? Kenapa malah kau yang datang?" ucap Viola kebingungan.

"Dia memiliki pekerjaan lain, jadi aku membantu nya membawakan ini untuk mu," sambung Zehan.

Viola yang mendengar itu mengerutkan keningnya tak percaya atas ucapan Zehan barusan. Laki-laki dengan setelan celana panjang hitam dan kemeja hitam itu membuat nya termengu lama.

"Tunggu apa lagi? Ayo cepat petik bunga nya, kalau ketahuan Pandu kau mungkin akan di seret keluar dari sini," ucap Zehan yang saat ini berjongkok di dekat Viola.

"Menyebalkan, berikan gunting bungga nya kepada ku," kata Viola sambil menadahkan tangan.

Zehan yang memegang gunting tersebut hendak memberikan nya, namun entah kenapa dia kembali menarik gunting tersebut dari sana.

Lagi-lagi ia membuat Viola kebingungan.

"Kak Zehan, aku tidak suka main-main, cepat berikan padaku," kata Viola kesal.

"Katakan, bungga apa saja yang kau inginkan, aku akan memotong nya," ucap Zehan lagi.

Aroma parfum Zehan menyeruak ke hidung Viola mengalahkan bau bunga yang ada di sana, hal itu terjadi karena posisi mereka yang begitu dekat.

"Aku bisa sendiri," kata Viola tak ingin Zehan membantu nya.

"Sebentar lagi Pandu pasti akan mencari mu untuk makan malam," kata Zehan tak menggubris ucapan Viola.

"Huhhh, itu, itu dan itu," kata Viola menujuk ke arah tiga jenis bungga.

Zehan yang mendengar itu seketika tersenyum tipis dan mulai memotong tangkai demi tangkai bunga tersebut.

"Kenapa dia mendekatiku? Apa yang dia inginkan dengan tampang yang menyebalkan ini?" ucap Viola dalam hatinya sambil melihat Zehan.

Memiliki garis wajah yang cukup tampan adalah kelebihan seorang Zehan, banyak wanita tergila-gila karena ketampanan itu namun semuanya kabur karena sosok Zehan yang memiliki perilaku tak setampan wajahnya, menurut mereka yang mendekati Zehan, nasip nya tak pernah baik karena Zehan tidak suka di dekati wanita.

Teman-teman nya selalu mengatakan Zehan adalah seseorang yang menyukai laki-laki bukan wanita, namun apakah itu benar? Nanti kalian juga tau.

Tiga puluh menit kemudian ...

"Terima kasih," kata Viola sambil menerima beberapa tangkai bungga yang di potong Zehan untuk nya.

"Ayo kembali," kata Zehan yang kemudian mengambil alih kursi roda Viola dan mendorong nya keluar dari rumah kaca itu.

Entah kenapa jantung Viola berdegup kencang, ini pertama kali nya dia dekat dengan seorang laki-laki yang mampu membuat jantung nya tak karuan.

Sementara itu di sisi lain mansion.

"Zehan di mana?" tanya Miko kepada Pandu.

"Tidak tau, aku bukan bapak nya," jawab Pandu sambil asik memainkan ponselnya.

Miko yang mendengar itu segera saja mendelik kan mata nya karena jawaban Pandu yang tidak sesuai dengan harapan.

****

1
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kesian Zehan sih udah suami istri malah udah cinta tapi gak bisa nyentuh Viola...
Felycia R. Fernandez
good Hans👍👍👍
👑公爵夫人🪷: hihihihihi
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Disini Viola gak bisa jadi istri yang punya firasat ke suami.malah ngerti Hani.walaupun bisa dikatan hani udah lama kenal Zehan,tapi kan sebagai istri seharusnya lebih peka
👑公爵夫人🪷: betul banget 🤭🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Sundel bolong 😠
Felycia R. Fernandez
ini ngapain lagi sekretaris ikut campur urusan boss nya
Felycia R. Fernandez: siiip kk Thor...
aku pembaca setia mu 😆😆😆
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jangan ragu,kamu bisa kerja di perusahaan Pandu
Felycia R. Fernandez
udah tau adik sepupu butuh biaya untuk Tante nya malah di pecat,gak profesional lho ...😠
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
duuuh nona muda,mulut nya lho
😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Langsung terlacak ke Zehan ya,bukan ke Pandu lagi
Felycia R. Fernandez
Berarti disini Liam tidak tau ya kalau viola anak orang kaya???🤔
Felycia R. Fernandez
makanya gak usah sok nolak suami deh Vio, akhirnya kamu butuh Zehan juga kan 😆
Felycia R. Fernandez
Semoga infonya gak setengah setengah ya,biar Liam tau kalau Viola sudah kembali ke keluarga dan sudah menikah.bukan hanya kecelakaan dan lumpuh
Felycia R. Fernandez
ho'oh...
semua perhatian mu selalu di terima lain ma Viola...
Sabar ya Zehan...tunjukan terus niat tulus mu ma Viola,lama lama ntar vio luluh juga
Felycia R. Fernandez
naaah itu...
sama pikiran kita Zehan 😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Zehan
Felycia R. Fernandez
Perasaan Viola nethink Mulu ke Zehan...😞
Dulu dengan Liam kok cupu bener sampai bolak balik di kibulin
Felycia R. Fernandez
Lah,kenapa pisah kamar Ze??? 🤔
Felycia R. Fernandez
wow 6 lantai ...
Felycia R. Fernandez
kamu nya aja yang cerewet 😅😅😅
Felycia R. Fernandez
Dulu juga kamu ninggalin papa dan kk mu demi pacar,sekarang ninggalin papa dan kk demi suami malah keberatan... jalani hidupmu sebagai istri Vio,tau diri.Zehan juga gak kejam kejam amat,mulut nya aja yang pedes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!