Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 MENUJU GUA MISTERIUS
Xiaoyun menyerang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan kekuatan yang luar biasa. Mereka berdua harus menggunakan semua kemampuan mereka untuk menghindari serangan Xiaoyun. Steve Lim menggunakan pedangnya untuk memblokir serangan Xiaoyun, sementara Ruolan Tan menggunakan kecepatan dan kelincahannya untuk menghindari serangan.
Tapi, semakin lama, Steve Lim dan Ruolan Tan mulai merasa lelah. Xiaoyun memiliki kekuatan yang tidak terbatas, dan mereka tidak bisa mengimbanginya. Tiba-tiba, Steve Lim memiliki ide. "Ruolan, aku punya rencana!" seru Steve Lim. "Kita harus menggunakan lingkungan sekitar untuk mengalahkan Xiaoyun!"
Ruolan Tan mengangguk, dan mereka berdua mulai menggunakan lingkungan sekitar untuk mengalahkan Xiaoyun. Mereka menggunakan batu-batu dan kayu-kayu untuk menyerang Xiaoyun, tapi Xiaoyun tidak terpengaruh. Tiba-tiba, Ruolan Tan melihat sesuatu yang bisa mereka gunakan. "Steve, aku lihat ada sumber air di dekat sini! Kita bisa menggunakan air untuk mengalahkan Xiaoyun!"
Steve Lim mengangguk, dan mereka berdua mulai mengalirkan air ke arah Xiaoyun. Air itu mengenai Xiaoyun dan membuatnya terhenti sejenak. Steve Lim dan Ruolan Tan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Xiaoyun dengan semua kekuatan mereka.
Tapi, Xiaoyun tidak bisa dikalahkan dengan mudah. Dia bangkit kembali dan menyerang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan kekuatan yang lebih besar. Steve Lim dan Ruolan Tan terjatuh ke tanah, dan Xiaoyun berdiri di atas mereka dengan pedangnya yang siap untuk menyerang.
Tiba-tiba, Steve Lim melihat sesuatu yang membuat dia tersenyum. "Ruolan, aku tahu cara untuk mengalahkan Xiaoyun!" seru Steve Lim. "Kita harus menggunakan kekuatan kita bersama-sama!"
Ruolan Tan mengangguk, dan mereka berdua mulai menggabungkan kekuatan mereka. Mereka menciptakan sebuah ledakan energi yang besar, dan Xiaoyun terpental ke belakang. Steve Lim dan Ruolan Tan berdiri, dan mereka berdua siap untuk menghadapi Xiaoyun lagi.
Tapi, ketika mereka melihat Xiaoyun, mereka terkejut. Xiaoyun tidak menyerang mereka lagi. Dia hanya berdiri di sana, dengan mata yang kosong. Tiba-tiba, dia berbicara dengan suara yang lembut. "Apa... apa yang terjadi padaku?"
Steve Lim dan Ruolan Tan saling memandang, dan mereka berdua merasa lega. "Xiaoyun, kamu baik-baik saja," kata Steve Lim. "Kamu telah dikendalikan oleh kekuatan jahat, tapi sekarang kamu sudah bebas."
Xiaoyun memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh dengan air mata. "Terima kasih... terima kasih telah menyelamatkan aku," kata Xiaoyun.
Steve Lim dan Ruolan Tan tersenyum, dan mereka berdua memeluk Xiaoyun. "Kamu adalah teman kita, Xiaoyun," kata Ruolan Tan. "Kita akan selalu ada untukmu."
Tapi, ketika mereka berdua memeluk Xiaoyun, mereka merasakan sesuatu yang tidak beres.
Xiaoyun masih memiliki kekuatan yang besar di dalam dirinya, dan Steve Lim dan Ruolan Tan tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka berdua memutuskan untuk membawa Xiaoyun ke tempat yang aman dan mencari cara untuk menghilangkan kekuatan jahat yang masih ada di dalam dirinya.
Setelah beberapa jam berjalan, mereka tiba di sebuah kuil yang tersembunyi di dalam hutan. Di dalam kuil, mereka bertemu dengan seorang biksu tua yang bijak dan memiliki kekuatan yang besar.
Biksu tua itu memandang Xiaoyun dengan mata yang bijak dan mengatakan, "Xiaoyun, kamu telah dikendalikan oleh kekuatan jahat yang sangat kuat. Tapi, aku bisa merasakan bahwa kamu masih memiliki kekuatan baik di dalam dirimu. Aku akan membantu kamu menghilangkan kekuatan jahat itu, tapi kamu harus percaya pada aku dan pada dirimu sendiri."
Xiaoyun mengangguk, dan biksu tua itu mulai melakukan ritual untuk menghilangkan kekuatan jahat yang ada di dalam dirinya. Steve Lim dan Ruolan Tan menunggu dengan sabar dan percaya diri bahwa Xiaoyun akan baik-baik saja.
Setelah beberapa jam, ritual itu selesai, dan Xiaoyun membuka matanya. Dia memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang cerah dan bebas dari kekuatan jahat.
"Terima kasih," kata Xiaoyun dengan suara yang lembut. "Aku merasa bebas sekarang."
Steve Lim dan Ruolan Peluang tersenyum, dan mereka berdua memeluk Xiaoyun dengan gembira. Mereka tahu bahwa perjuangan mereka belum selesai, tapi mereka siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.
Tapi, ketika mereka berdua memeluk Xiaoyun, mereka merasakan getaran yang aneh. Tanah mulai bergetar, dan suara gemuruh terdengar dari jauh. Steve Lim dan Ruolan Tan memandang ke atas, dan mereka melihat bahwa langit sedang gelap.
"Apa yang terjadi?" tanya Ruolan Tan dengan suara yang cemas.
Steve Lim memandang ke atas, dan dia melihat bahwa ada sesuatu yang sangat besar dan kuat yang sedang mendekati mereka. "Saya tidak tahu," kata Steve Lim, "tapi saya rasa kita harus siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi."
Steve Lim dan Ruolan Tan memandang ke atas, dan mereka melihat bahwa ada sesuatu yang sangat besar dan kuat yang sedang mendekati mereka. Mereka berdua siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.
Tiba-tiba, sebuah sosok besar muncul dari balik awan. Sosok itu memiliki sayap yang sangat besar dan mata yang bersinar dengan kekuatan yang luar biasa.
"Siapa kamu?" tanya Steve Lim dengan suara yang tegas.
Sosok itu memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang bijak. "Aku adalah dewa penjaga langit," kata sosok itu. "Aku telah diberi tugas untuk menguji kekuatanmu."
Ruolan Tan memandang dewa penjaga langit dengan mata yang penasaran. "Menguji kekuatan kami? Apa maksudmu?"
Dewa penjaga langit memandang Ruolan Tan dengan mata yang bijak. "Kamu telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, tapi aku harus memastikan bahwa kamu siap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Aku akan memberikanmu sebuah tugas. Jika kamu berhasil, aku akan memberikanmu kekuatan yang lebih besar."
Steve Lim dan Ruolan Tan saling memandang, dan mereka berdua mengangguk. "Kami siap," kata Steve Lim.
Dewa penjaga langit tersenyum. "Baiklah, aku akan memberikanmu tugas itu. Di dalam gua yang tersembunyi di balik gunung, ada sebuah artefak yang sangat kuat. Aku ingin kamu mengambil artefak itu dan membawanya kembali ke sini."
Ruolan Tan memandang dewa penjaga langit dengan mata yang penasaran. "Apa artefak itu?"
Dewa penjaga langit memandang Ruolan Tan dengan mata yang bijak. "Artefak itu adalah pedang dewa. Pedang itu memiliki kekuatan yang luar biasa, dan hanya orang yang memiliki hati yang murni dan kuat yang bisa mengambilnya."
Steve Lim dan Ruolan Tan saling memandang, dan mereka berdua mengangguk. "Kami akan mengambil pedang dewa itu," kata Steve Lim.
Dewa penjaga langit tersenyum. "Baiklah, aku akan memberikanmu peta yang akan membawamu ke gua itu. Tapi, ingat, perjalanan itu tidak akan mudah. Kamu harus siap untuk menghadapi tantangan yang berat."
Steve Lim dan Ruolan Tan mengangguk, dan dewa penjaga langit memberikan mereka peta itu. Mereka berdua memandang peta itu, dan mereka berdua siap untuk menghadapi perjalanan yang berat itu.
"Terima kasih," kata Steve Lim. "Tapi, apa yang harus kita lakukan di dalam gua itu?"
"Di dalam gua itu, kamu akan menemukan pedang dewa," jawab dewa penjaga langit. "Pedang itu memiliki kekuatan yang luar biasa, dan hanya orang yang memiliki hati yang murni dan kuat yang bisa mengambilnya."
"Apa yang harus kita lakukan untuk mengambil pedang itu?" tanya Ruolan Tan.
"Kamu harus melewati beberapa tantangan yang berat," jawab dewa penjaga langit. "Tapi, jika kamu berhasil, kamu akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa."
"Baiklah, kami siap," kata Steve Lim. "Kami tidak akan menyerah."
Dewa penjaga langit tersenyum. "Aku suka semangatmu. Baiklah, aku akan memberikanmu peta itu. Berhati-hatilah, perjalanan itu tidak akan mudah."
Dewa penjaga langit memberikan peta itu kepada Steve Lim dan Ruolan Tan. Mereka berdua memandang peta itu, dan mereka berdua siap untuk menghadapi perjalanan yang berat itu.
"Terima kasih," kata Ruolan Tan. "Kami tidak akan mengecewakanmu."
"Aku percaya padamu," kata dewa penjaga langit. "Sekarang, pergilah dan ambil pedang dewa itu."
Steve Lim dan Ruolan Tan mengangguk, dan mereka berdua mulai berjalan menuju gua itu. Mereka berdua siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.