NovelToon NovelToon
Dokter, I Love U.

Dokter, I Love U.

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: cietyameyzha

Warning📢

Novel ini mungkin menyebabkan para pembacanya sakit perut
Semoga selera humor kita sama😁✌


Seseorang yang terlihat ceria justru dialah orang yang sanggup menyembunyikan kesakitannya.



Bercerita tentang seorang gadis biasa bernama Syasa yang setiap harinya selalu tersenyum dan ceria, hatinya sudah terpatri oleh seorang dokter muda ganteng, salah satu langganan di tempat makan ibunya.


Ferdy, dokter muda yang di kenal baik dan ramah, namun memiliki kisah masalalu yang tak di ketahui banyak orang.



Bagaiamana perjuangan gadis ini untuk bisa bersama dengan sang dokter?


Akahnkah Syasa bisa menerima masalalu dokter tampan ini?


Simak terus ya Say😉


Selalu beri dukungan untuk Author dengan
Like
Coment
Vote
Rate 5


Haturnuhun😁✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Seperti perkataan Mamanya tadi, selepas menunaikan sholat isya, Ferdy bergegas ke lantai bawah untuk menyantap makan malam.

Wangi masakan yang ia rindukan tercium sampai menusuk hidung, sudah lama Ferdy tidak memakan masakan Mamanya. Bagi Ferdy makasan Ibu adalah sesuatu yang ia rindukan selama di sana.

Nabila kecil sudah duduk rapih di kursinya, ia menunggu Ferdy untuk makan bersama. Pipinya terlihat cubby, pertanda ia bahagia melewati masa kecilnya.

"Papa!" teriak Nabila dari tempat duduknya.

Ferdy mengurai senyum, langkah kakinya mendekat pada malaikat kecil itu lalu berkata, "Apa kamu sudah lama menunggu Papa, Nak?"

Nabila menggelengkan kepala, tersenyum manis lalu meraih tangan Ferdy untuk duduk di kursi tepat di sampingnya.

"Bila pengen makan sama Papa," lontar Nabila .

Bola mata kecil dan indah itu mengingatkan Ferdy, dulu ada seseorang juga yang memiliki bola mata seindah itu. Dia pikir orang itu mau bersamanya, tapi dugaannya salah. Orang itu memilih pergi meninggalkan Ferdy dan Bila, demi sebuah ambisi.

"Ayo, kita makan," jawab Ferdy.

Bu Tinah membawa masakan, lalu menatanya di meja makan, sedangkan Bu Indri baru saja sampai di ruangan makan.

"Kamu sudah keluar, Nak." Bu Indri duduk di kursi berhadapan dengan Nabila Ferdy. " sepertinya Papamu masih sibuk. Dia tidak bisa makan malam bersama kita."

"Biarkan saja, bukankah kita juga sudah terbiasa makan tanpa Papa," sahut Ferdy.

Bu Indri menatap lembut pada Anaknya, ia mengerti mengapa Ferdy menjawab seperti itu. Bu Indri mengerti bagaimana isi hati Ferdy, dari kecil dia bahkan jarang bisa bermain dengan Papanya.

"Ya sudah, ayo kita makan," ajak Bu Indri.

Setelah berdoa, mereka segera menyantap masakan yang terasa nikmat di lidahnya. Nabila terlihat bahagia, senyum manis terus mengembang di wajah cantiknya.

Setelah makan, Ferdy bermain sebentar dengan Nabila, sekadar Membacakannya buku cerita, bermain peran, lalu menidurkannya seperti seorang Ibu.

Selepas mengantar anaknya ke alam mimpi, Ferdy berangsur turun dari kasur. Memandang sebentar wajah imut tanpa dosa, anak yang tidak pernah tahu siapa Ibu kandungnya.

"Maafkan, Papa, Nak! Papa hanya takut kamu kecewa, saat kamu tahu Ibumu sendiri tidak menginginkan kehadiranmu," ujar Ferdy. " tumbuhlah jadi gadis yang ceria, seperti seseorang di sana."

Ferdy menarik selimut menutupi tubuh mungil itu sampai ke dada, mengecup sekilas kening Nabila lalu berkata, " Selamat tidur, Sayang."

Ferdy bergegas keluar dari kamar Nabila, lalu melangkah kakinya menuju ruangan keluarga.

Di sana Bu Indri tengah asyik menonton televisi, wanita yang masih tetap cantik mesti sudah berumur ini tertawa lepas tatkala melihat salah satu sinetron kesukaannya.

"Mama kayaknya seneng banget, lagi liat apa sih?" tanya Ferdy begitu duduk di sofa yang sama dengan Mamanya.

"Itu, tuh. Mereka ini kocak banget, wanitanya ngejar terus tanpa lelah, tapi laki-lakinya acuh begitu," jawab Bu Indri.

Deg ...!

Hati Ferdy bergetar, ia merasa tertampar dengan perkataan Mamanya. Dia mengingat akan gadis yang sering mengejarnya tiga tahun, akan tetapi Ferdy tidak pernah menggangap dia selama itu juga.

"Kayaknya Mama bakal seneng kalau punya menantu kaya pemeran wanitanya. Pasti tiap hari Mama di bikin ketawa terus sama tingkah lakunya," lanjut Bu Indri pada Ferdy, matanya tetap Fokus melihat setiap adegan yang ditayangkan di televisi.

"Yang ada Mama bisa sakit kepala tiap hari kalau mantunya kaya gitu," sahut Ferdy. " coba saja bayangin, Mama tiap hari harus denger dia ngoceh tanpa henti, uah kaya radio butut aja."

Bu Indri melirik pada Anak laki-lakinya, ia tersenyum kecil lalu berkata, " Kamu ini, bicara seperti itu kayak yang sudah pengalaman aja sama wanita cerewet."

"Bukan pengalaman lagi, ma. Tapi, Ferdy hampir tiap hari denger ocehan gadis cerewet engga ada hentinya," lontar Ferdy tanpa sadar.

"Apa!! Jangan-jangan kamu serumah sama seorang wanita di sana? padahal Mam sudah pesan kamu kerja yang benar, bukan malah serumah tanpa ikatan pernikahan dengan anak gadis orang!" tuduh Bu Indri tanpa bertanya dulu.

Ferdy tertawa.

"Kenapa kamu malah tertawa? sini, mana kupingmu sudah jadi orang tua bukannya tambah benar, malah kelakuanmu kaya gitu!" ujar Bu Indri sambil menjewer kuping kanan Ferdy.

"Aduh, ampun, Ma. Kuping Ferdy sakit ini, kalau copot gimana?" keluh Ferdy.

"Biarin! Kalau copot, Mama ganti kupingmu sama kuping gajah!" kesal Bu Indri.

"Aduh. Lepasin, Ma Dengerin penjelasan Ferdy dulu," pinta Ferdy yang merasakan sakit di telinganya.

Bu Indri melepaskan tangannya dari kuping Ferdy, matanya menatap penuh tanda tanya.

"Begini ya, Mamaku Sayang. Ferdy tuh engga serumah sama wanita mana pun. Ferdy juga ingat dosa, Ma," jelas Ferdy.

"Terus tadi maksud kamu tiap hari dengerin ocehan gadis cerewet itu apa?" tanya Bu Indri.

"Makanya, Mama dengerin dulu sampai tuntas penjelasan Ferdy. Jangan nyelip kaya metromini," ledek Ferdy.

"Kamu, ya. Berani ngeledek Mamamu, dikutuk kayak sangkuriang baru tahu rasa!" seru Ferdy.

"Ampun, Ma," sesal Ferdy.

"Ya sudah, cepat jelasin Mama udah engga sabar," desak Bu Indri.

"Jadi, di sana itu ada gadis yang selalu ngejar Ferdy, bahkan terang-terangan menyatakan perasaannya sama Ferdy, terus--,"

"Terus kamu cuekin kayak yang di sinetron tadi," potong Bu Indri.

"Ya, bukan niat Ferdy seperti itu sih, Ma. Cuman Ferdy engga mau aja, dia sakit hati karena engga bisa terima masalalu Ferdy. Apalagi sampai engga terima kehadiran Nabila, Ferdy lebih baik hidup sendiri saja," ungkap Ferdy.

Bu Indri mengelus lembut rambut sang Anak lalu berkata, " Nak, kamu engga seharusnya menyimpulkan sendiri seperti itu. Kamu bahkan belum tahu, apa dia mau, atau tidak menerimamu dengan segala masalamu."

Ferdy terdiam, dia memang belum pernah menceritakan soal masalalunya pada gadis itu. Namun, untuk apa dia menceritakannya juga, bukankah dia menganggap Syasa hanya seorang adik kecil.

Akan tetapi, ada yang mengusik pikirannya akhir-akhir ini. Nama Syasa dan segala tingkah lakunya, mampu menerobos sedikit demi sedikit ke dalam lubuk hati Ferdy.

Ferdy mulai tidak suka saat Syasa menyebut, atau berdekatan dengan pria lain terutama sahabatnya, Darrel. Padahal dulu dia sendiri yang mengatakan pada Darrel, bahwa ia tidak peduli Syasa dekat dan kencan dengan siapapun.

Ada apakah dengan hatinya kali ini? apakah tembok tinggi yang ia bangun sendiri, perlahan runtuh hanya karena seorang gadis kocak?

Ferdy sungguh tidak mengerti dengan hatinya. Mulutnya sanggup menolak Syasa, akan tetapi hati kecilnya akhir-akhir ini menyambut hangat hadirnya Syasa.

"Ma, apa pantas seseorang yang bejat di masalalu menerima cinta yang tulus dari seorang gadis manis?" tanya Ferdy.

Ferdy menatap sendu pada Mamanya. Air matanya beranak sungai. Dia menangis tanpa malu dipelukan sang Mama, wanita yang membesarnya penuh kelembutan.

...****************...

BERSAMBUNG~~~

Mohon dukungannya dengan cara

Like

Coment

Vote

Rate 5

Haturnuhun Baraya😍😍😍

1
s e n j a✨
ga sesuai ama khayalanku visual syasa.. kirain yg kek gadis lugu polos gitu mukanya.. ini lbh cocok jd Bu mirna/Facepalm/
masuk rak.
Susi Andriani
Kecewa
@@Ayyaa@@
olahraga pipi ya.. Syasa
😆😆

saya mampir.. othor
Dharni Dharmawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
aisya_
ciieee bakal ada yg CLBK nih... wkwkwk
aisya_
masih bingung sbnrnya kang gendong bnr tulus cinta gak sih sama syasa
Dewi Sartika Manalu
good
Endah Fitriyani Pipit
kayanyababang fei dech
Herta Siahaan
syasa hamidun pasti bang gendang geger dibuat
Herta Siahaan
duh Thor jgn biarkan manusia gila seperti Mila merusak Ferdy sekeluarga dan sasaya
Herta Siahaan
asli matai kutu babang dokter ama hon hon
Eka Widya
tambah satu lagi saingan kang kendang
Juarsih Putri
aku mampir Thor,,akang gendang ah baru pertama baca Udeh bikin sakit perut🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Cuhayanih
Kalo dok Ferdy jujur sama syasa apakah rasa cintanya akan berkurang pada kang gendang nya.ko aku jd ragu ya....
Yani Cuhayanih
Gadpol sya jgn bikin kendor ngejar dok Ferdy ....wkwkwk.....
Yani Cuhayanih
Aku pusing sama goyanganya syasa semoga bukan iklan pasta gigi kalo mo pamer senyum bukan pamer thor itu masalah BB.....maaf baru hadiiir jd masih mencerna ceritanya bukan masalah lambung .....
Intan Sistanti
baru jga bab 1 udah bikin gemes, hehhehe
abdan syakura
oohh kak Ciety dr Sunda yaaa
abdan syakura
aiiishhhh
akang Ferdy...
love love dah ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!