NovelToon NovelToon
Karma Datang Dalam Wujudmu

Karma Datang Dalam Wujudmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali / Office Romance
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: diamora_

Cayra Astagina, sudah terlalu sering patah hati. Setiap hubungan yang ia jalani selalu berakhir dengan diselingkuhi.
Saat ia hampir menyerah pada cinta, seorang peramal mengatakan bahwa Cayra sedang menerima karma dari masa lalunya karena pernah meninggalkan seorang cowok kutu buku saat SMA tanpa penjelasan.

Cayra tidak percaya, sampai semesta mempertemukan mereka kembali.

Cowok itu kini bukan lagi si kutu buku pemalu. Ia kembali sebagai tetangga barunya, klien terpenting di kantor Cayra, dan seseorang yang perlahan membuka kembali rahasia yang dulu ia sembunyikan.

Takdir memaksa mereka berhadapan dengan masa lalu yang belum selesai. Dan Cayra sadar bahwa karma tidak selalu datang untuk menghukum.
Kadang, karma hadir dalam wujud seseorang yang menunggu jawaban yang tak pernah ia dapatkan.

Kisah tentang kesempatan kedua, kejujuran yang tertunda, dan cinta yang menolak untuk hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diamora_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Pertemuan yang Tidak Dijadwalkan

Beberapa pertemuan tidak butuh sapaan. Cukup satu tatapan dan semua masa lalu berhamburan tanpa izin.

...Happy Reading!...

...*****...

Sebuah mobil hitam berhenti di depan lobi kantor. Tak lama, seorang pria turun dari dalamnya.

Jasnya rapi. Rambutnya tersisir sempurna. Tubuhnya tegap. Wajahnya cukup untuk membuat siapa pun menoleh dua kali.

Tatapannya tajam. Nyaris menusuk. Seolah bisa membaca isi kepala siapa saja yang menatap terlalu lama.

Dialah Saka Ardhananta.

Setelah memastikan mobilnya terkunci, ia berjalan masuk ke lobi.

Langkahnya terhenti di depan meja resepsionis. Perempuan di balik meja langsung menyapa dengan senyum sopan.

"Selamat pagi, Pak Saka. Ada yang bisa saya bantu?"

"Pagi. Saya sudah ada janji dengan Tasha Ardelia."

Perempuan itu mengangguk. Name tag di bajunya bertuliskan "Yasmine Aurellianne." Ia segera mengangkat telepon dan menekan sambungan internal.

Saka menunggu. Pandangannya menangkap sosok perempuan yang baru saja masuk dari arah berlawanan. Langkahnya cepat. Wajahnya kesal. Pintu lift di depannya sudah tertutup, tapi satu lift lain terbuka. Ia masuk tanpa ragu.

"Bu Tasha bilang Anda bisa langsung ke ruang meeting. Nanti beliau menyusul," kata Yasmine setelah menutup telepon.

Saka mengangguk ringan. "Terima kasih."

Ia berjalan menuju lift. Jalur ke ruang meeting sudah tergambar jelas dalam kepalanya sejak kemarin.

Tinggi badannya 188 sentimeter. Langkahnya panjang dan tenang. Ia tidak perlu bergegas untuk sampai tepat waktu.

Saat pintu lift hendak menutup, ia menahannya dengan satu tangan.

Pintu terbuka kembali.

Dan di dalamnya, berdiri seorang perempuan yang pernah mengisi hari-harinya.

Cayra.

Ia tidak terlihat kaget. Hanya diam. Tapi sorot matanya berubah seketika. Ada jeda sepersekian detik sebelum ia melangkah masuk dan berdiri di sisi perempuan itu.

Cayra sedikit bergeser. Menciptakan jarak yang tak terlihat. Wajahnya tenang, tapi matanya sempat melirik. Napasnya pendek.

Saka tak menyentuh tombol apa pun. Lantai tujuan mereka sudah tertera.

Lift bergerak. Sunyi. Tapi udara di dalamnya terasa berat. Bukan karena ruangnya sempit. Tapi karena banyak hal yang belum selesai.

Ting.

Pintu terbuka. Cayra melangkah keluar cepat. Tidak menoleh. Tidak berkata apa-apa.

Saka menarik napas pelan. Tangannya mengepal singkat di sisi tubuhnya sebelum akhirnya menyusul keluar.

Beberapa langkah sebelum ruang meeting, seorang perempuan muncul dari arah sebaliknya. ID card di lehernya bertuliskan "Tasha Ardelia W."

"Cepat banget datangnya," ujar Tasha dengan senyum lebar.

Saka hanya membalas dengan deheman ringan.

Tasha melirik jam. "Langsung ke ruang meeting, ya. Saya panggil Cayra dulu."

"Jangan terlambat," ucap Saka tanpa ekspresi. "Kau tahu akibatnya."

"Oke oke," jawab Tasha cepat sebelum berbalik arah.

Saka melanjutkan langkahnya. Ruang meeting sudah di depan mata.

Ia masuk tanpa ragu. Ruangan itu luas, dingin, dan terang. Suasananya serius. Seperti diskusi yang akan segera dimulai.

Ia duduk di kursi. Matanya melirik jam tangan. Baru dua menit berlalu, tapi waktu terasa lambat.

Pintu terbuka. Tasha masuk. Napasnya sedikit berat. Di tangannya ada berkas yang ia letakkan di atas meja.

"Cayra sedang jalan ke sini," ujarnya.

Saka tidak menjawab. Pandangannya tertuju ke jendela. Ia duduk membelakangi pintu. Tapi ia tahu siapa yang baru saja masuk.

Langkah kaki itu berhenti di ambang pintu. Diam. Lalu terdengar kembali.

Saka menoleh.

Sosok yang lama tak ia lihat dari jarak dekat kini berdiri di sana.

Cayra.

Tatapan mereka bertemu. Sekejap saja. Tapi cukup untuk membaca sesuatu. Wajah Cayra segera kembali tenang. Tapi matanya tak bisa menyembunyikan segalanya.

Tatapan itu sama. Seperti dulu, saat keduanya baru pertama kali berjumpa.

Saka mengalihkan pandangan. Ia menarik napas perlahan. Tak seorang pun boleh tahu bahwa jantungnya sedang tak beraturan.

Sunyi. Lalu Tasha memecahnya.

"Cayra, perkenalkan. Ini Pak Saka Ardhananta. CEO Manterra, brand skincare pria. Beliau klien baru kita."

Cayra diam.

Tasha melanjutkan. "Pak Saka adalah klien penting dari Mbak Rania. Jadi kita harus ekstra kalau tidak mau mengecewakan beliau. Karier kita juga dipertaruhkan."

Saka melirik Tasha sebentar. Klien penting? Mungkin karena ia teman kakaknya. Tapi ia tidak pernah suka diperlakukan istimewa karena nama keluarga.

Meski pagi ini terasa berbeda.

Untuk pertama kalinya, ia tidak keberatan.

Karena status itu membawanya duduk di ruangan ini. Dekat dengan seseorang yang dulu pernah ia tunggu diam-diam.

Tatapan Saka kembali jatuh pada Cayra. Matanya tak lagi dingin. Tapi dalam. Menyimpan sesuatu yang belum selesai.

Mereka tahu.

Cerita ini belum berakhir.

Ini baru awal. Bab pembuka dari kisah yang tertunda. Akan ada lebih banyak kejutan. Lebih banyak pertanyaan. Dan mungkin, lebih banyak rasa yang belum pernah sempat tersampaikan.

Karena bagi siapa pun yang percaya cinta datang tanpa luka, bersiaplah.

Ini bukan cerita biasa.

Ini tentang karma. Tentang cinta pertama. Tentang dua orang yang dipertemukan kembali yang belum sempat mengucap salam perpisahan di masa lalu.

Bukan karena mereka saling mencari.

Tapi karena semesta tahu.

Waktunya sudah tiba.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!