NovelToon NovelToon
Dear, Husband

Dear, Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 : Acara yang sederhana

Sesuai janji, ibunya Risa kembali setelah jam makan siang. Dia datang sambil membawa semua perlengkapan barbekyu dengan dibantu oleh beberapa orang pelayan yang dia bawa dari rumah.

Rio hanya tercengang melihat kehebohan itu, tapi dia tak berani menegur, karena ada kebahagiaan yang terpancar dari wajah ibunya Risa. Kontras dengan Risa yang justru kelihatan kusut dan gak mood.

"Ibu lu ribet banget, liat deh." Acha terheran-heran melihat antusiasme ibunya Risa yang gak biasa.

"Bodo amat ah, suka-suka dia, gue mau istirahat dulu." Risa malah seenaknya masuk kamar.

"Yeee, dia malah masuk bukannya bantuin emaknya." Via geleng-geleng melihat kelakuan Risa yang suka kumat dadakan manjanya.

"Udahlah, mending kita bantuin daripada diem. Liat tuh si Rio." Acha menyenggol tangan Via dan mengarahkannya untuk melihat ke arah dapur.

"Wah, gercep juga itu anak, rajin!" Ucap Via salut waktu melihat Rio entah sejak kapan sudah sibuk bantu-bantu.

"Makanya ayo, jangan mau kalah, malu dong! Dia cowok lho!" Acha langsung menyeret Via untuk ikut ke dapur buat ikutan bantuin. Gengsi dong masa yang kerja cowok sendirian, padahal cewek ada banyak di sini.

Keduanya pun berjalan menghampiri sambil mengamati.

"Ada yang bisa kami bantu, Tante?" Tanya Acha dengan senyuman manis.

"Risa mana?" Alih-alih menjawab, wanita itu malah bertanya balik, nanyain Risa pula.

"Emm, Risanya tidur Tante, katanya lagi gak enak badan," jawab Acha jadi bohong.

"Ealah, anak itu!" Begitu mendengar Risa malah tidur, wanita itu langsung mendengus dan berkacak-pinggang. "Tuh Rio, kamu dengar 'kan?" Ia beralih ke arah Rio seolah mengadu.

"Mungkin Risa beneran capek Tante, enggak apa-apa 'kok," ucap Rio yang justru berusaha membela Risa saat itu.

"Risa harusnya senang bisa sama kamu yang pengertian sama sikapnya, bukannya malah murung terus!"

Dewi, sang ibunda terus mengomel sampai beberapa menit ke depan dan Rio hanya mendengarkannya baik-baik. Sementara Acha dan Via cuma bisa senyum-senyum saja. Karena yah, Risa memang seperti itu, mau gimana lagi. Rio justru kelihatan sabar dan kalem waktu mendengarkan keluh-kesah wanita paruh baya itu.

...****************...

Malam tiba, acara barbekyu pun dimulai. Sesuai permintaan, enggak banyak yang hadir, hanya beberapa teman dekat dan kolega yang kebanyakan datang dari pihak Risa. Sementara Rio gak mengundang satu orang pun, karena ya, dia mau undang siapa? Kalau ketahuan sama teman-teman sekolahnya atau rekan kerjanya bisa gawat kalau mereka melaporkannya.

Risa duduk menjauh tampak menghindari obrolan yang gak perlu. Dia malah menyibukkan diri dengan Vivi dan Acha. Rio? Justru dia yang terpaksa harus gantiin posisi Risa menyambut kolega-kolega Dewi.

Saat itu Dewi enggak sungkan memperkenalkan Rio sebagai menantunya. Dia beneran kayak tulus dan hepi banget.

"Gila Ris, nyokap lu beneran seneng banget sama si Rio!" Gumam Vivi gak nyangka kalau sambutan wanita itu bakal sebaik ini ke Rio.

"Diapain sama si Rio? Perasaan dulu waktu sama Dion enggak begitu deh," sambung Acha yang mau gak mau takjub melihat Rio dapat meluluhkan hati seorang Dewi Karisma.

Gimana enggak? Dulu waktu dia dikenalkan sama Dion, ekspresinya datar banget terkesan cuek, sekarang? Dia gak segan memperkenalkan Rio di depan semua koleganya. Hal yang dulu sempat diinginkan Dion tapi yang dapat malah Rio sekarang.

"Emang aneh tuh dia, kalau dulu dia mau bantuin Dion, gue gak perlu pisah sama Dion dan semua gak bakal berakhir kayak gini." Risa mendengus kasar. Ada penyesalan dalam hatinya dan berandai-andai kalau saja dulu sang ibu mau membantunya dan Dion.

"Ris, lu masih gak bisa move on?" Acha geleng-geleng gak habis pikir melihat Risa yang sampai sekarang masih memikirkan Dion meski sudah dikhianati sedemikian rupa.

"Gak tau lah, Cha. Dia cowok pertama gue, cinta pertama gue, banyak hal yang gak bisa gue lupain begitu aja," jawab Risa dengan jujur mengenai perasaannya saat ini ke Dion. Ibarat kata, sakit tapi rindu.

...****************...

"Setelah lulus sekolah apa yang mau kamu lakukan Rio?" Tanya seorang wanita yang kelihatannya tertarik untuk mengetahui Rio lebih dalam.

"Saya utamakan kuliah dulu, dan setelah itu mencari pekerjaan yang baik," jawab pemuda itu mantap.

"Wah, kamu beda banget dari anak saya yang masih gak jelas arahnya kemana, pikirannya cuma mau main dan senang-senang!" Celetuknya tiba-tiba malah bahas anaknya sendiri. "Sayang ya, kamu sudah sama Risa, kalau belum saya pengen lho jodohin kamu sama anak Tante!" Wanita itu tertawa.

"Hahaha, maaf ya, dia sudah sama anak saya duluan dan gak bakalan pindah ke lain hati, iya 'kan, Rio?" Dewi langsung tersenyum menatap ke arah Rio seolah kode untuk bersekongkol.

"I-iya, hehehe...." Rio hanya bisa ikut tertawa dan mengiyakan ucapan Dewi yang resmi jadi mertuanya sekarang.

"Ah, Rio masih muda, gairahnya masih panjang, sementara Risa...." Wanita itu melirik ke arah Risa yang sibuk sendiri dengan dua temannya. "Dia udah terlalu tua, hahaha, sikapnya juga enggak baik, dan kudengar dia gak bisa melakukan pekerjaan rumah, beda sekali dengan anak saya, dia pintar masak, masih muda sepantaran Rio dan jelas lebih cantik."

"Widih, dia nge-roasting Risa terang-terangan! Untung Risa gak denger!" Rio kaget mendengar omongan wanita itu yang terlalu berani tentang Risa.

"Anak saya memang seperti itu, dia memang gak tahu diri malah pilih pacar berandal dan manja!" Timpal Dewi yang bukannya marah tapi malah ikut nge-bully anaknya sendiri.

"Gua kirain dia bakalan marah, tapi malah ditambahin dong!" Rio malah lebih kaget lagi setelah mendengar pernyataan dari sang mertua.

Sementara dari kejauhan Risa yang sedang asik minum malah keselek.

"Uhuk..., uhuk...!"

"Wah, ada yang ngomongin elu tuh!" Celetuk Acha sambil nyengir.

"Jelas lah, siapa lagi kalau bukan nenek-nenek demit di sana itu!" Risa dengan kesal menatap ke arah dua wanita di depannya.

"Liat, muka si Rio kayaknya gak enak banget! Gue curiga dia habis dengerin salah-satu aib lu yang dibongkar sama emak lu sendiri deh." Vivi menahan geli pas lihat ekspresi Rio kayak orang bingung antara mau kabur atau tetep berada di sana sampai selesai.

"Bodo amat lah, males!" Risa memilih cuek.

Acara itu secara garis besar hanya ngobrol-ngobrol biasa, seperti acara perkenalan status baru kalau Risa sudah resmi menikah. Mereka hanya minum dan menikmati kue. Pada puncaknya mereka barbekyu di balkon apartemen. Rio saat itu inisiatif membuatkannya untuk Risa yang secara kebetulan dia lapar tapi gengsi buat makan di acara itu.

"Ris, lu gak mau makan? Enak loh!" Acha menggoda sang sahabat dengan wangi daging asap di atas piringnya.

"Enggak mau gue! Gue mogok makan di acara ini 'kan." Risa masih keras kepala.

"Ya elah, lu mau makan jam berapa sih? Ini udah jam 10:00 malam, perut lu ntar sakit! Makan bagian gue aja nih!" Acha memutar kedua-bola matanya dan menyodorkan piring makannya untuk Risa.

"Gak sudi gue!" Risa masih keras kepala sampai tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan piring lain ke arahnya.

"Jangan sok gak laper," ucap orang tersebut yang ternyata adalah Rio.

Dia berdiri di depan Risa sambil membawakan satu piring ukuran agak besar yang berisi daging asap, ada sate-satean yang dipanggang juga ke Risa. Makanan dipiring itu kelihatan proper, ada irisan tomatnya juga paprika. Mau gak mau Risa nelan ludah melihat isi dari piring yang dibawa oleh Rio.

Diam-diam Risa kayak terhipnotis dan ngambil piring makanan itu dari tangan Rio.

Rio tanpa banyak bicara meletakkan segelas minuman segar di atas meja dekat Risa dan berlalu begitu saja.

"Ya elah Ris, bilang aja lu minta Rio yang kasih!" Acha mencibir kelakuan temannya.

"Ish, makanan yang dia kasih kelihatan lebih enak! Liat tuh!" Risa menyodorkan piring di tangannya ke arah Acha.

"Iya sih, dia manggang nya bagus, pake dihias segala pula, gak kaya gue, masih setengah mateng kayanya." Acha cuma tertawa kecil lalu ikut duduk di sebelah Risa. "Tapi dia perhatian banget loh Ris, liat dia juga bawain lu minuman dingin."

Risa melirik ke arah minuman dingin yang tadi emang diletakkan oleh Rio tanpa banyak bicara.

Risa mengambil minuman itu dan menyesapnya sedikit. Manis dan segar, entah darimana Rio bisa tahu rasa minuman yang dia suka.

"Ah lagi males mikir gue, yang penting makan dulu," ucap Risa yang pada akhirnya dia mau makan juga (yah, dibanding kelaperan semaleman nanti).

Setelah ini gimana nanti malam pertama keduanya? Apa mereka bakal pisah ruangan? Tapi masih ada Dewi di sana yang kayaknya gak bakal kasih ijin buat mereka tidur di tempat yang terpisah!

.

.

.

BERSAMBUNG....

1
✨♡vane♡✨
Ingin baca lagi!
Harry
Mantap jiwa!
Zamasu
Memukau dari awal hingga akhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!