NovelToon NovelToon
Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah

Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:240.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Maple_Latte

Malam bahagia bagi Dila dan Arga adalah malam penuh luka bagi Lara, perempuan yang harus menelan kenyataan bahwa suami yang dicintainya kini menjadi milik adiknya sendiri.
Dalam rumah yang dulu penuh doa, Lara kehilangan arah dan bertanya pada Tuhan, di mana letak kebahagiaan untuk orang yang selalu mengalah?

Pada akhirnya, Lara pergi, meninggalkan tanah kelahirannya, meninggalkan nama, kenangan, dan cinta yang telah mati.
Tiga tahun berlalu, di antara musim dingin Prancis yang sunyi, ia belajar berdamai dengan takdir.
Dan di sanalah, di kota yang asing namun lembut, Lara bertemu Liam, pria berdarah Indonesia-Prancis yang datang seperti cahaya senja, tenang, tidak terburu-buru, dan perlahan menuntunnya kembali mengenal arti mencintai tanpa luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab: 12

Pagi itu, langit Annecy berwarna kelabu pucat, tapi halaman depan Cafe de Lune justru tampak lebih hangat dari biasanya. Salju tipis menutupi atap bangunan, dan jejak kaki di jalan setapak mulai menghilang tertutup lapisan baru.

Adrian datang lebih awal, mengenakan coat krem panjang dan syal warna mustard yang mencolok. Di belakangnya, seorang pria dengan jaket hitam dan ransel kulit terlihat menundukkan kepala saat memasuki kafe, langkahnya tenang dan mantap.

“Pagi, para gadis musim dingin!” seru Adrian sambil membuka pintu, mengguncang salju dari sepatunya.

“Aku bawa kejutan manis hari ini.”

Bella, yang sedang menuang kopi ke dalam termos kecil, langsung menoleh dengan semangat.

“Kejutan? Jangan bilang kamu membawa banyak buku puisi.”

“Lebih baik dari buku puisiku, tapi tidak juga,” potong Adrian sambil menepuk punggung pria di belakangnya. “Ini dia. Sahabat lama waktu aku kuliah di Berlin. Nama lengkapnya Liam Hartanto Klein. Tapi kalian boleh panggil dia Liam, atau hey handsome juga boleh.”

Liam tersenyum kecil. Sorot matanya lembut, tapi tajam. Wajahnya seperti lukisan yang keliru masuk ke dunia nyata, campuran halus antara garis Asia dan Eropa, dengan rahang kuat, kulit pucat keemasan, dan mata hazel yang terlihat hangat namun tak mudah ditebak.

Bella refleks mengangkat alis. “Oh wow. Kamu beneran tidak main-main ya, Adrian.”

Adrian tertawa puas. “Tentu saja. Sahabatku ini sekarang ilustrator buku anak-anak, tapi itu pekerjaan sampingannya, karena sebenarnya dia adalah seorang arsitek papan atas. Semua gambarnya bisa bikin kamu menangis seminggu penuh tanpa jeda sedetik pun.”

Bella yang terkagum-kagum mulai mengajaknya bicara,  sementara mata Liam bergerak perlahan ke arah Lara.

Dia belum bicara apa-apa.

Dan Lara, seperti biasa, hanya mengangguk kecil. Diam. Tapi untuk sesaat, tatapan mereka bertaut, dan waktu seolah kehilangan suaranya. Tak ada senyum. Tak ada sapaan manis. Hanya keheningan yang menggantung di antara keduanya.

Liam akhirnya berkata pelan, “Senang bertemu kalian.”

Nada suaranya tenang, berat, dan terdengar tulus. Tapi lirikan singkatnya pada Lara tak sepenuhnya tersembunyi.

Adrian, seolah menyadari getaran kecil itu, berseru cepat, “Oke, oke, cukup perkenalannya! Kita harus bergegas sebelum Brocante dibanjiri para kolektor licik berkedok nenek manis. Aku tidak mau pulang cuma bawa cermin retak yang katanya bisa memanggil masa lalu dan lukisan kucing tanpa mata!”

Lara menunduk sedikit, menyembunyikan rona samar yang muncul entah dari hawa dingin atau sesuatu yang lain.

“Baiklah,” kata Adrian sambil menepuk kedua tangannya, “pasar vintage menanti, dan aku sudah siap memborong piring tua yang entah kenapa selalu kupikir bisa membuatku terlihat dewasa dan bertanggung jawab.”

Bella tertawa, menyampirkan syalnya. “Piring tua? Kamu tidak mau koleksi sendok bengkok juga sekalian?”

Adrian menunjuk Bella dengan gaya detektif. “Itu ide yang sangat jahat. Tapi akan kupertimbangkan jika sendok itu bisa membengkokkan nasib cintaku.”

“Semoga nasibmu tidak bengkok seperti sendoknya,” gumam Lara pelan, tapi cukup terdengar.

Adrian langsung berputar ke arah Lara dengan ekspresi terkejut. “Astaga! Dia bercanda! Lara kita akhirnya melontarkan sarkasme halus! Ini, ini adalah kemenangan kecil dalam sejarah hubungan pertemanan kita!”

Bella tersenyum. “Kau harus tulis itu di buku harian.”

Adrian mendesah dramatis. “Sudah pasti. Aku akan beri judul Hari Lara Tersenyum dan Sedikit Mengejekku, Catatan Langka Musim Salju.”

Sambil bercanda begitu, mereka mulai berjalan menyusuri jalanan berbatu menuju Brocante yang berada di Talloires. Bella dengan langkah ringan di sebelah Liam, terus melontarkan pertanyaan, tentang Berlin, tentang ilustrasi, bahkan tentang makanan favorit.

“Oke, pertanyaan penting, risotto atau ramen?” tanya Bella cepat.

“Ramen,” jawab Liam tanpa ragu.

“YES! Aku tahu selera makanan yang enak.”

Adrian mengangkat tangan tinggi. “Tunggu. Apakah ini tes kecocokan kuliner atau pemilihan soulmate?”

Lara, yang berjalan agak di belakang bersama Adrian, hanya menatap ke depan. Tapi diam-diam, ia memperhatikan interaksi di depan. Cara Liam menjawab, cara Bella tertawa. Dan, sesekali menatap kosong ke depan.

Adrian membungkuk sedikit ke arah Lara. “Liam itu tipe pria yang bisa mengalahkan cuaca dingin hanya dengan tatapan. Tapi tetap, jangan khawatir, posisi penyair konyol favoritmu masih aman.”

Lara akhirnya menoleh sebentar. “Mungkin aman, karena belum ada kandidat lain.”

Adrian menepuk dadanya dengan tegas. “Aku terharu. Aku tahu kamu menyayangiku dengan cara yang sangat pasif-agresif.”

Mereka tertawa kecil, lalu terus melangkah menuju halte. Sepatu mereka meninggalkan jejak di salju, suara tawa menyatu dengan desir angin pagi.

Di bus menuju Talloires. Lara tidak banyak bicara, kepalanya sesekali menunduk, matanya mengamati ranting-ranting yang menggigil. Tapi sesekali, ia melirik Liam, yang kini sedang mendengarkan Bella dengan sabar dan senyum tenang. Memang Bella duduk bersama Liam. Sedang Lara duduk bersama Adrian, itu permintaan Bella, dia malas duduk di samping Adrian yang tak pernah bisa diam.

“Kalau pasar ini menjual waktu,” gumam Adrian, “aku akan beli ulang masa SMA-ku, hanya untuk menghindari rambut jabrik yang kuanggap keren saat itu.”

Lara menoleh dengan senyum kecil. “Kamu bisa beli sisir, jauh lebih murah.”

Ucapan itu hanya spontan, hanya untuk mengimbangi lelucon Adrian, yang, dia sendiri tidak tahu, apakah lelucon garing yang dia lontarkan akan bisa mengimbangi lelucon menarik Adrian.

Lara juga tidak ingin hanya diam saat Adrian mencoba membuat suasana di bus menjadi lebih bernafas.

“Eh, itu juga bisa jadi solusi. Tapi sisir tidak bisa menyisir masa lalu.”

“Ah, tapi rambut jabrik itu sudah jadi bagian sejarah. Kalau aku hilangkan, dunia kehilangan satu catatan penting tentang kegagalan estetika,” sahut Adrian dengan gaya dramatis.

Liam sempat menoleh lagi, hanya sekejap, tapi cukup lama untuk menandai bahwa, dari seluruh perjalanan ini, dialah satu-satunya yang tidak tertawa.

Dan entah kenapa, justru hal itu yang membuatnya ingin mengenal Lara lebih jauh.

🌨️🌨️🌨️

Langkahku terasa berat meski kaki terus melangkah di antara riuh rendah suasana pagi itu. Di balik dinginnya udara Annecy, ada kehangatan yang sulit kugapai, seolah hatiku masih terperangkap dalam lapisan kabut yang belum mampu kutembus.

Suara tawa dan percakapan di sekelilingku seperti gema yang jauh, mengalir tanpa benar-benar menyentuh ruang dalam diriku.

Mataku seringkali menatap kosong ke arah jalan berbatu, mencoba menangkap sesuatu yang tak terlihat, sesuatu yang terasa mengganjal di dalam dada.

Ada getaran halus di udara yang membuatku ragu, sebuah perasaan asing yang belum kutemui namanya, namun membuat seluruh dunia seolah berhenti sejenak, memberi ruang bagi harap yang tak berani kubisikkan.

❄️Catatan:

Brocante, istilah dalam bahasa Prancis yang merujuk pada pasar barang antik atau barang bekas bernilai seni, dekoratif, atau sejarah.

******

Untuk readers selamat datang di karya baru author, untuk yang sudah membaca. Terima kasih banyak, jangan lupa support author dengan like, komen dan vote cerita ini ya biar author semangat up-nya. Terima kasih😘😘😘

1
Lita Pujiastuti
Arga bodoh berkali kali gara2 Dilan . dulu kepincut Dila dan nyesel. Eh.. diajak jahat sama Dila mau juga . bodoh sampe akhir. Karis bagus jd hancur...
Ririn Nursisminingsih
mertuanya👍👍👍
Lita Pujiastuti
Hanya orang tuanya yg mudah terhanyut dg omongan Dila...
Lita Pujiastuti
Duuhh... Ratu drama😁
Lita Pujiastuti
Makin parah aja Dila
Lita Pujiastuti
Madam Dayana... lope you pul.. 😁
Lita Pujiastuti
Dia yg salah . masih nyalahin orang lain
Lita Pujiastuti
Dari dulu selalu memilih jalan yg salah... akhibatnya tambah menderita... Dila... Dila ...
Lita Pujiastuti
Bu Sintia ini sebenernya sama saja dg Dila... nyebelin
Lita Pujiastuti
Arga jg egois... bgmn pun kamu dulu yg memilih Dila, skrg kamu campakkan Dila sprti kamu campakkan Lara dulu .. beruntung Lara skrg punya suami Liam yg tdk plin plan dan sayang sm istri
Lita Pujiastuti
Nah lho.. Dila... tindakan dramamu . mlh bikin dpt talak 1 kan.. mknya jgn suka fitnah orang... kamu skrg kena imbas dr wadulanmu ke ortumu ..
Lita Pujiastuti
Lara itu mbok ya belajar dari madame dayana . tegas dan akurat kalau bicara.. jgn lemah...
Lita Pujiastuti
Untung ada Madam di rmh yg bs belain Lara
Lita Pujiastuti
Dila drama banget... melebih lebihkan cerita.. fitnah Lara
Lita Pujiastuti
itulah jika bahagia dg menginjak kebahagiaan orang lain . kamu dan Arga, sama² menderita batin skrg .. puas kan.. hemmhh...
Ririn Nursisminingsih
salah sendiri ngrebut suami. kakakmu ya ginilah
Lita Pujiastuti
Sejak kapan Arga merasakan kehilangan Lara? sejak ditinggal dulu . atau sejak melihat Lara bahagia dg laki² lain yg memperlakukannya dg baik? is too late...
Ririn Nursisminingsih
sikurin mkanya jg selingkuh rasain noh...
Ririn Nursisminingsih
lara lupakan masa lalu.. biar mereka mnyesal telah hancurin kmu
Lita Pujiastuti
Satu hal Arga, Lara benar² sdh tdk cinta kamu lagi. Salah sendiri dulu kau sia²kan saat dia cinta tulus padamu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!