NovelToon NovelToon
The Death Mirror

The Death Mirror

Status: tamat
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Model / Obsesi / Tamat
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: Richest

Michelle sudah lama mencintai Edward, namun ternyata lelaki itu justru jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan Kimberly, teman baik Michelle sendiri.

Rasa benci Michelle terhadap Kim semakin membara. Sehingga salah seorang sahabatnya yang lain mengajaknya ke desa sepupunya.

Michelle membawa pulang barang antik berupa cermin tua yang sangat menyeramkan setelah pulang dari hutan. Cermin itu bisa mendatangkan petaka.

Hingga kabar tentang kematian Kim setelah beberapa hari menikah dengan Edward pun tersebar di kalangan masyarakat.

Ada misteri apa di balik kematian Kimberly?

Ayo temukan jawabannya dengan membaca novel ini sampai selesai, selamat membaca 🥳

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Edward dan Michelle memesan kamar khusus di hotel untuk menghabiskan waktu bersama pada malam hari ini.

Sebelumnya, lelaki itu mendapat sebuah pesan teks dari Sisca yang ingin mengajaknya ketemuan tanpa sepengetahuan dari orang lain.

Edward mengikuti keinginan gadis itu. Dia benar-benar datang ke tempat yang diminta oleh Sisca. Bukan di kafe ataupun taman. Melainkan sebuah gedung tua yang sudah lama terbengkalai.

Dia sudah sampai di lokasi yang dijanjikan oleh Sisca. Dia mulai merasa bingung mengapa gadis itu memintanya ketemuan di tempat seperti ini. Seperti tidak ada tempat lain saja.

Sisca sudah menunggu lelaki itu di lantai paling atas gedung tersebut. Sedangkan Chris sengaja tidak ikut menemaninya untuk berbicara dengan Edward.

Lelaki itu bertugas untuk berjaga-jaga siapa tahu akan ada hal-hal yang tak terduga nantinya yang mungkin akan terjadi.

"Sisca? Ada apa kamu mengajakku ketemuan disini?"

"Maaf Ward aku mengajakmu ketemuan di tempat yang busuk dan jorok seperti ini. Tapi kurasa ini adalah tempat yang paling aman untukku mengatakan rahasia ini kepadamu."

"Rahasia? Rahasia apa?"

"Eits, sebentar. Ada apa dengan tanganmu? Kenapa bisa seperti ini?" tanyanya khawatir.

"Ceritanya panjang. Akan kujelaskan semuanya kepadamu."

Sisca menceritakan semuanya kepada Edward. Bahwa Michelle yang sudah membunuh Kim, mengoleksi mayat Kim, dan juga berniat ingin membunuh dirinya juga.

"Tidak mungkin Michelle dengan sangat berani mengoleksi mayat Kim. Kamu tidak sedang berbohong, kan?"

"Untuk apa aku berbohong kepadamu? Bahkan aku juga termasuk korbannya, Ward. Terserah kamu ingin percaya atau tidak tapi begitulah kenyataannya. Aku tidak menambah ataupun mengurangi kenyataannya."

"Dia saat ini memang benar-benar sudah gila dan dia juga menjadi psikopat. Aku tidak ingin korbannya akan menjadi semakin banyak nantinya." tambahnya.

"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Apakah aku harus melaporkan ini ke polisi sekarang?"

"Sepertinya jangan dulu. Aku ingin mendapatkan bukti untuk menjebloskannya ke penjara. Dia pasti sudah memindahkan mayat Kim ke tempat lain."

"Kau dekati saja dia untuk membalaskan dendam." tambahnya.

"Baiklah, aku paham maksudmu. Aku masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Aku pergi dulu. Kalau kamu butuh bantuan hubungi saja aku lagi."

"Ya, terimakasih."

Sepanjang perjalanan, Edward masih memikirkan akan perkataan dari Sisca tadi.

"Pantas saja aku merasakan vibes yang berbeda saat masuk ke dalam rumahnya Michelle. Dia memang sudah menyembunyikan sebuah rahasia besar."

Malam pun telah tiba. Michelle dan Edward sedang menikmati malam hangat berdua di dalam sebuah kamar hotel.

Dengan lingerie nya yang transparan itu Michelle memeluk erat tubuh atletis lelaki di sebelahnya itu.

"Sayang, ayo kita melakukannya. Lupakan handphone mu sebentar. Aku sudah tidak sabar ingin menyatukan milikku dengan milikmu." ucapnya dengan manja.

Edward meletakkan handphonenya ke atas nakas. Dia melucuti celananya dan kemudian menindih tubuh seorang gadis yang sudah tak perawan lagi karena telah berhubungan badan dengannya.

Michelle mulai menikmati permainan Edward di atas tubuhnya. Setiap sentuhan yang lelaki itu berikan selalu membuatnya candu dan ingin selalu disentuh olehnya.

Bahkan mereka melakukannya sampai empat ronde. Setelah selesai dengan permainannya, lelaki itu merebahkan tubuhnya di samping Michelle yang sudah tertidur pulas.

Saat dia melirik ke samping, dirinya tersentak. Seseorang yang tidur di sampingnya bukanlah Michelle melainkan istrinya yang sudah cukup lama meninggalkannya untuk selama-lamanya, yaitu Kimberly.

"Kim?" ia menelan ludahnya dengan kasar. Dia mengucek-ngucek matanya. Takut dirinya salah lihat. Tapi ternyata itu memang Kim.

Edward segera mengambil piyamanya dan memakainya kembali. Kemudian berlalu ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Saat dia sedang menghadap ke cermin di kamar mandi, tiba-tiba Kim sudah berada di belakangnya. Dia tahu itu lewat pantulan wajahnya di cermin.

Mantan istrinya itu mendekatinya dan kemudian memeluk erat tubuhnya dari belakang. Tubuh lelaki itu seakan dipeluk dengan sangat kuat. Sehingga membuatnya sulit untuk bernafas.

"Lepaskan, Kim. Bukan aku yang membunuhmu. Tapi Michelle yang sudah membunuhmu. Ganggu saja Michelle jangan aku. Bagaimanapun juga aku tetap suamimu."

"Aku tidak peduli! Kamu sudah berkhianat kepadaku. Walaupun bukan kamu yang membunuhku tapi tetap saja kamu juga sudah merencanakannya."

"Kamu bahkan menikmati kehangatan bersama dengan Michelle pada malam ini. Kamu kelihatan bahagia sekali di atas kematianku."

"Kamu benar-benar lelaki bajingan!"

Dia mencekik leher lelaki itu dengan sangat kuat hingga tubuhnya agak terangkat ke atas. Kemudian ia menjatuhkan tubuh lelaki tampan itu dengan kasar hingga kepalanya terbentur ke tepi wastafel.

"Sssttt" dia merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya yang tadi terbentur.

Michelle yang mulai menyadari Edward sudah tidak ada di sampingnya itupun segera menyusulnya hingga ke dalam kamar mandi.

"Edward, kamu kenapa? Ada apa dengan kepalamu? Kenapa bisa merah begitu?" dia menghampiri lelaki itu dan memeriksa keadaan kepalanya.

"Tadi aku kembali diganggu oleh hantunya Kim. Sepertinya dia marah karna aku menjalin hubungan denganmu. Padahal dia sudah meninggal. Aku tidak tahan selalu diganggu olehnya saat kita sedang bersama."

"Mungkin lebih baik kita akhiri saja hubungan kita berdua. Sepertinya hantu Kim tidak suka aku berhubungan denganmu." ungkap Edward kemudian.

"Hanya karena itu saja kau sudah menyerah dengan hubungan ini? Pikiranmu memang sangat sempit. Kamu tidak bisa membuat keputusan secara sepihak. Aku tidak ingin mengakhiri hubungan kita. Lagipula Kim sudah meninggal. Orang yang sudah meninggal tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jangan takut padanya."

"Baiklah, terserah kamu Michelle. Tapi mungkin alangkah baiknya kalau kita jangan bertemu dulu untuk beberapa hari." ujar Edward.

"Bahkan lebih baik telapak tanganku yang terluka ini selalu berdarah daripada aku tidak bertemu denganmu selama tiga hari saja." ucap Michelle.

Edward meninggalkan Michelle yang masih berdiri di posisi awalnya. Dia naik ke atas ranjang dan kembali merebahkan tubuhnya di sana.

Gadis itu turut naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh lelaki yang sangat ia cintai secara ugal-ugalan itu.

"Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin dipisahkan denganmu bahkan dalam waktu beberapa hari saja. Kau harus berjanji denganku jika kau akan menikahiku dalam waktu dekat."

Edward memalingkan wajahnya. Dia pasrah dengan permintaan Michelle barusan. Sepertinya dia tidak sanggup jika setiap berhubungan dengan gadis itu pasti selalu diganggu oleh hantunya Kim.

Sepertinya Kimberly sungguh tidak rela jika Michelle dapat hidup bahagia dengan suami yang sangat ia cintai.

Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Orla sedang memperhatikan keduanya di balik jendela kamar yang tertutupi oleh gorden yang melayang-layang karena hembusan angin.

Orla berpikir bahwa Michelle sudah mendapatkan apa yang dia mau. Keinginannya untuk mendapatkan pujaan hatinya sudah hampir terpenuhi. Kini gilirannya yang ingin meminta sesuatu dari gadis itu.

1
Crazy Girl
Apa yang terjadi dengan Michelle selanjutnya? Semuanya ayo semangat lagi bacanya ☺️✌️
Isabel Hernandez
Sudut pandang baru
Crazy Girl: lanjut baca terus yaa 👍🙏
total 1 replies
Abdul Rahman
Nah, ini baru kualitas cerita yang oke!
Crazy Girl: Terimakasih, baca terus ya:)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!