Siapa bilang pria dingin yang telah tumbuh dewasa itu tidak menyimpan rasa pada sang adik angkat, yang jelas-jelas dirinya hanyalah kakak angkat yang kebetulan di rawat oleh keluarga Satuan.
"Siapa suruh kamu begitu menarik, jangan salahkan kakak jika kamu selama ini jadi fantasi kakak, kamu cantik dannnn menarik Sea. " Delane menatap bingkai foto milik Sea.
Tapii, hubungan itu telah membawa keduanya ke jenjang yang seharusnya tidak di lakukan. Apalagi setelah itu mereka terpisah negara dan juga waktu, belum lagi lantaran kesalah pahaman yang berujung retaknya sebuah hubungan yang sudah berjalan dengan baik selama itu.
"ya aku memang tergoda akan pesonamu Sea, tapi hanya tubuhmu. Setelah insiden ulang tahunmu itu aku merasa jijik melihat dengan bajing@n itu. "
Deg.
Mampukah Sea meyakinkan dan memulihkan kepercayaan Delane kembali setelah insiden itu, apa keputusan terakhir yang Sea ambil setelah segala usahanya tidak di anggap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Sky tau kenyataan yang ada
Namun Sky tak percaya, memang ia merasa ada yang tidak beres benar-benar tidak beres.
"kalian pacaran? "
deg.
pertanyaan langsung pada intinya.
Delane diam membisu seperti Sea, lalu perjalanan itu terasa sunyi tanpa celoteh seperti biasanya. Sky tau suasana jadi begini mendingan tadi tidak ikut dan santai di rumah meski nanti juga bakalan sibuk, oh ya dirinya teringat Olivia, kemana kekasihnya itu kenapa tanpa kabar sama sekali, apa dirinya tak penting hingga kekasihnya tanpa kabar begini.
"ayolah kalian mengakuinya, udah sering kok aku lihat kalian selalu curi pandang dan kemudian senyum-senyum. " Sky taunya hanya itu saja, padahal mereka berdua sudah se hot itu saja gak ada yang tau.
Sea menatap ke arah Sky yang sedari tadi berisik di bangku belakang, memang benar-benar setan kakaknya itu.
"apa sih berisik, kalau aku punya pacar kenapa? apa kamu bermasalah. lah kamu sendiri udah punya aku gak ada masalah, fine fine aja tuh gak rempong. " celetuk Sea kesal.
pasalnya Sky ini protektif sekali, padahal dianya bahagia dengan pacarnya, kenapa diri ini tak di bolehkan.
"lah aku kan laki-laki, wajar kalau punya. awas saja kalau pacar kamu ternyata kak Delane. "
Delane hanya menyimak perdebatan keduanya di mobil, celotehan mereka itu membuatnya tak mengantuk saat menyetir mobil begini, apalagi perjalanannya lumayan jauh dari rumah.
"apaan sih, memang iya kok, " santai.
Sky sudah mengebul asap di kepalanya dan siap-siap meledak.
"APA, coba kamu ulangi Sea? " tak percaya serasa mimpi dan bohong siang hari.
"ya, kamu gak salah denger kok. adikmu yang paling jelek dan ngeselin ini pacar pertamanya kak Delane sekaligus cinta pertamanya, "
Delane terus mengembangkan senyumnya, di akui Sea seperti ini ke Sky saja sangat luar bisaa bahagianya, apalagi saat Mommy dan daddynya tau kalau dirinya di banggakan begini, waduhhh terbang melayang ini raganya.
Sky tak percaya dengan pengakuan Sea barusan.
"gak percaya, mustahil seorang Delane suka dengan perempuan seperti kamu Sea, jomplang tau. Yang satu pangeran yang satunya lagi itik buruk rupa. "
PENG.
Sendok melayang di kepala Sky, benjol tuh kepala terdengar dari suara nyaringnya.
"awww, sakit Sea. gila kamu ya, kakak sendiri kamu lemparin sendok kenceng banget lagi, ssstt aaww sakit banget. " ingin mengumpat Sea tapi kalau ia bicara sembarangan pasti nanti ujung-ujungnya daddynya akan menghukumnya.
Sial.
"sudah, kalian jangan bertengkar. apa yang di ucapkan kesayangan ku bintang kecilnya daddy memang benar Sky, aku sekarang tidak cuma kakakmu tapi calon adik ipar mu sekaligus kakak ipar Sky. "
Sky di buat merinding saat dirinya di panggil kakak ipar.
"aku pasti sudah gak waras ini, turunkan aku. aku mau pulang. "
"yakin? " Delane menatap dari spion dan melihat sekeliling tidak ada rumah dan kini melewati hutan meski sekarang ini siang hari.
tapi suasana sangat sepi dan orang-orang jarang lewat.
"gak jadi, aku berubah pikiran. lebih baik aku mengawasi kegiatan kalian, awas saja kalian berbuat macam-macam di luar nalar. " tatapan bombastis side eye Sky sangat tajam di sertai tangan telunjuknya.
Delane terdiam, gimana kalau Sky tau adik tercintanya sudah ia apa-apakan. pasti di gantung ini dirinya di dinding mengingat Sky hobi buat karya seni.
"oke, "
Sedangkan Sea menatap Delane tak henti -henti dan secara terang-tetangan pula.
"apa mommy dan daddy tau hubungan kalian? "
Delane mengangguk.
"ck, kalau kak Delane pacaran aja boleh. coba kalau aku, yang ada di ceramahin dari pagi sampai pagi lagi. entah mengapa daddy dan mommy tak adil, padahal Olivia itu baik banget, "
Sea dan Delane shock sistem, gimana-gimana tadi bilangnya. Baik banget?
Huwek.
Rasa-rasanya mau muntah mendengar itu.
Sudah sering Olivia berbuat ulah ke Sea hanya saja mata Sky buta permanen.
"baik apanya, jelas-jelas udah gak pw kamu bilang baik Sky. Sadarlah. " celetuk Delane langsung.
"aku gak masalah kalau Olivia gak pw, buat apa pw kalau gak mau di ajak pacaran, "
"tapi masalahnya, dia lepasin pw nya saat pacaran sama kamu tapi nyatanya nglakuin itu dengan yang lain. "
krak.
Hati Sky robek.
Ia tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, Olivia melepas pw nya saat berpacaran dengan dirinya dan itu kapan. Apa jangan-jangan saat liburan ke pantai saat itu, berarti saat ia di bergandengan dengan laki-laki itu ia benar-benar adanya dan dirinya tak salah lihat.
Saat itu.
"aaahh jangan terburu-buru, aku takut sakit. " suaranya menggelikan dan menjijikkan sekali.
"iya, aku akan pelan-pelan. apa milik Sky kekasihmu juga seperti ini, panjang? " tanyanya dengan nada sen$ual.
"gak tau, belum lihat, "
Delane membuang putung ro kok yang ia hisap barusan. "ck, pelepasan di mobil, kelihatan gak punya duit. " beranjak pergi.
Pada akhirnya Delane bercerita lah, sekarang lihat saja ekspresi Sky seperti orang mati.
"Kak Delane, kak Sky gak apa-apakan? " menyentuh bahunya sembari bertanya.
Delane meraih tangannya dan berkata. "tidak apa-apa kok, cuma shock sebentar. paling parah mungkin pingsan sebab tidak bisa menerima kenyataan, "
"iya juga ya, biarin si jamet kena batunya. salah sendiri sombong gak karu-karuan. " sea senang sekali saat Sky tertindas tak berdaya begitu.
Sky muntah da rah seketika, shock berat mendengar celoteh keduanya. Kok bisa mereka berdua kompak sekali.
"apaan sih jelek, udah jelek ngeyel lagi belum lagi tuh pipi gak ada cantik-cantiknya. pakai pelet ya kamu untuk merayu kak Delane? " sambil menujuk wajah Sea.
Justru Sea menjulurkan lidahnya, gak pakai pelet aja udah kecintaan begini, bagaimana kalau pakai.
"hey, mulut ya, " mencomot mulut Sky.
Adegan ini sungguh lucu sekali, lihatlah betapa panjang bib ir Sky saat di tarik Sea.
"aku cantik dan gak jelek, ini hanya kulit buatan dan aku gak bisa lepasin kalau bukan dokter Dilan yang lepasin tau. Jadi jangan asal ngomong ya kamu. "
Duar.
Bel juga berhenti keterkejutan nya kini bertambah lagi.
bug bug bug, Sky serasa di timpa puluhan batu seketika.
"jadi?! "
"ya, begini lah. tapi aku nyaman dalam keadaan begini sky, " wajahnya sedih tapi mau gimana lagi.
Sky yang melihat raut wajah Sea yang sendu langsung berbuat ulah.
"Halahhh gitu doang sedih, ngapain sih sedih-sedih. udah sampai , keluar yuk. ngapain lama-lama di dalam mobil. " ia membuka pintu mobil lalu pintu sebelah Sea.
Sea bergegas keluar dan lihat pemandangan yang ada, cantik sekali.
"aku gak, maauuu waaahhh cantiknya. " senang bukan main.
Sea berlarian di sana, Delane dan Sky mengikutinya.