Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUSB 12
Hari senin adalah hari yang paling tidak di sukai oleh Nina dan kebanyakan orang lainnya, setelah kemarin dua hari menghabiskan waktu bersama dengan keluarga Raynar.
Kini Nina kembali bekerja, hari yang panjang pagi Nina, pagi- pagi ia sudah di hadapkan denan drama keponakannya yang tiba- tiba lengket dengan dirinya.
Yahh Ellena yang menangis hanya ingin di gendong oleh Nina, hingga membuat dirinya telat.
" Wahhh mentang- mentang naik jabatan, terus kakaknya dekat dengan keluarga pemilik perusahaan bisa seenaknya telat ya.." sindir Icha yang berpapasan dengan Nina saat ingin masuk lobby.
Nina tak menanggapinya,ia memilih jalan melewati Icha dengan perintilannya,Icha yang di kacangi oleh teramat kesal, kemudian ia berjalan cepat mendahului Nina.
Saat di lift Nina masuk terlebih dahulu, saat icha masuk pintu tidak mau tertutup karena kelebihan muatan.
Dengan kesal Icha menyuruh Nina untuk keluar, "loe keluar,cepet orang pada mau kerja nih" ujar Icha mendorong Nina, hingga keluar lift
" loh mb icha yang terakhir masuk, kenapa Nina yang di suruh keluar" seru Kelvin seorang staf di Kastara furniture.
" Diam kamu" pintupun tertutup.
Perlahan Nina bangkit, ia menunggu lift kembali terbuka, kakinya terasa nyeri.
Saat pintu lift kembali terbuka, Nina urungkan niatnya untuk masuk ke dalam lift karena ada Raynar, Zeyya dan juga Bimo asisten Raynar.
" Masuk saja gapapa Na" ujar Zeyya.
"Ahh iya mbak, makasih" Nina kemudian masuk ke dalam lift.
Raynar menyadari jika kaki Nina sedikit pincang saat jalan masuk ke dalam lift, " kaki kamu kenapa?" tanya Raynar pada Nina.
Zeyya dan Bimo menoleh ke arah Nina, sedangkan Nina melihat ke arah Zeyya dan Bimo secara bergantian.
" Saya tanya kamu Nina" ucap Raynar kala Nina bingung, pertanyaan Raynar di tunjukan kepadanya siapa.
" Ohh saya pak, maaf tadi saya kira bapak tanya ke Mb Zeyya atau enggak pak bimo, tadi kaki saya enggak sengaja terkilir pak" jawab Nina.
" Lepas hells kamu, pakai sepatu saya" pinta Raynar yang kemudian melepas sepatunya.
Zeyya dan Bimo saling memandang satu sama lain dan tersenyum melihat sikap Raynar pada Nina.
" ehh enggak usah Pak, saya ada sandal kok di meja saya, nanti saya pakai sandal saya saja pak" Tolak Nina.
" lepas dan pakai ini" ucap Raynar kembali, namun dengan nada lebih tegas.
" Udah pakai aja Na" ujar Zeyya dan kemudian ia keluar dari lift yang bertepatan terbuka.
" pakai" pinta Raynar kembali.
" ahh iya pak, makasih pak, nanti saya kembalikan" ujar Nina yang kemudian melepas hels nya dan memakai sepatu milik Raynar dan turun di lantai yang sama seperti Zeyya.
Nina kemudian menuju ke mejanya, sedangkan Raynar kembali ke rungannya setelah melakukan meeting bersama sang adik dan juga asistennya.
" Nina kamu telat?" tanya salah satu teman satu divisi Nina, bernama Michelle
" Iya mbak, tadi ada sedikit kendala, maaf yaa mbak" jawab Nina.
" Iya gapapa, tapi itu pekerja kamu banyak hari ini, dan harus selesai hari ini juga yaa" ujar Michelle memberi tahu Nina.
" Iya mbak aku selesaikan hari ini juga" jawab Nina.
Nina kemudian mulai mengerjakan pekerjaanya, hingga tak terasa waktu makan siang tiba, rekan kerja Nina mulai meninggalkan mejanya untuk makan siang.
" Na ayo ke kantin, makan siang dulu" ajak Michelle dan juga Kinara.
" Duluan saja mbak, aku bawa bekal kok, ini juga pekerjaan ku masih banyak" jawab Nina.
" beneran? emang kamu enggak sholat dulu? atau mau titip sesuatu gak?" tawar Kinara.
" aku sedang halangan mbak, enggak usah mbak, makasih, kalian ke kantin saja dulu"ujar Nina.
" okey, kalau mau nitip sesuatu nanti hubungi kita aja ya" ucap Kinara.
" Iya mbak, makasih yaa mbak"
Setelah kepergian Michelle dan juga Kinara,Nina kembali mengerjakan pekerjaanya, tanpa ia sadari seseorang memperhatikan dirinya, Yaitu Kelvin teman satu divisinya.
Diam- diam Kelvin menyimpan rasa pada Nina, saat mereka tak sengaja berpapasan di mushola kantor,sudah cukup lama, kala itu Nina baru masuk ke Kastara grup.
Kelvin ingin menghampiri Nina, namun ia kalah cepat dengan Zeyya yang juga menghampiri Nina.
Sedangkan di meja Nina, ia sedang mengobrol dengan Zeyya, yang memberikan bekal dari Bunda Arista untuk Nina.
" Na, ini tadi Bunda nitip makan siang buat kamu" ujar Zeyya membawa dua tempat makan.
"Ehh, enggak usah mbak, aku udah bawa bekal kok" tolak Nina.
" Tapi ini emang buat kamu Na, rezeki enggak boleh di tolak" ujar Zeyya, kemudian menarik kursi ,yang berada di samping meja Nina.
"Tapi mbak...."
" Udah makan saja Na, rezeki enggak boleh di tolak, oh yaa.. kamu bawa bekal apa?" tanya Zeyya memulai obrolan yang lebih santai denan Nina.
" Bawa roti panggang sama buah mbak, Mb Zeyya mau?" tawar Nina membuka kotak makan yang di siapkan oleh Kakak iparnya tadi.
" Wahhh pas bangetkan Na, Bunda bawain kamu makan siang, masak kamu cuma makan roti sama buah" ucap Zeyya.
" Iya mbak, sampai terima kasih ku ke Bu Arista yaa mbak" ujar Nina
Zeyya dan Nina mulai memakan bekal mereka yang di siapkan oleh Bunda Arista,dengan obrolan yang mulai mengalir.
Hingga datang seorang Raynar dengan mengenakan sandal jepit dan juga Kemeja yang di gulung dan rambut sedikit basah, karena habis melaksanakan sholat dhuzur.
Raynar ingin ke rungan Zeyya untuk meminta desain yang harus ia lihat, namun sangat memasuki runan divisi Marketing.
Raynar melihat Zeyya sedang makan bersama dengan Nina di meja milik Nina, mereka tampak akrab dan juga dekat.
Raynar tak fikir panjang ia mendekat ke arah meja Nina.
" Dek" panggil Raynar.
Spontan Zeyya dan Nina menoleh ke arah belakang, Nina spontan berdiri kala melihat Raynar yang berada di belakangnya.
"Duduk saja, santai saya cuma mau ambil sesuatu di Zeyya" ujar Raynar.
" Iya pak" sahut Nina kemudian kembali duduk.
"Desainya Bang Haris yaa? abang masuk rungan Zeyya nanti di tumpukan laporan keuangan, oh yaa.. sama bekal abang ada di rungan aku" sahut Zeyya yang masih santai makan.
" Okey, abang ambil yaa" ujar Raynar.
Namun sebelum beranjak Nina kembali berdiri dan mengembalikan Sepatu milik Raynar.
" oh yaa.. pak, ini sepatu bapak, terima kasih karena sudah meminjamkan sepatu bapak" ujar Nina mengambil sepatu Raynar.
" Ya, lain kali kalau pakai sepatu hak tinggi hati- hati" jawab Raynar menerima sepatunya,kemudian berlalu menuju ke rungan Zeyya.
" ekhmm kayaknya ada yang pak ceo kita lagi jatuh cinta ni" teriak Zeyya, karena memang rungan sedang kosong, hanya ada mereka bertiga dan juga Kelvin.
" Apa Pak Raynar suka sama Nina?"