Season 1 (Tamat)
Karena dendam yang membara di hati salah satu CEO muda bernama Rayhan Johnson. Ia berani menikahi seorang gadis cantik bernama Della agar dendamnya terbalaskan, tapi bukan dendam terbalaskan yang didapatkan malah ia terjebak dalam pernikahan itu dan jatuh cinta pada istrinya.
Season 2 (Melanjutkan kisah anak-anaknya)
Perbedaan kasta, usia dan agama meliputi kisah ini. Kisah percintaan setiap anak-anaknya berbeda. Ada menikah karena kesalahpahaman, dan kisah cinta yang terhalang oleh agama.
Sholatlah agar hatimu tenang
Istighfarlah agar kecewamu hilang
Dan berdoalah agar bahagiamu
Segera datang;)
@Cacil_0307
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. DENDAM MEMBAWA CINTA
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
#DRNDAM MEMBAWA CINTA#
Sesudah Della keluar dari kampusnya Della langsung memutuskan untuk pulang, seharian ini terlalu banyak sudah kejadian yang dihadapi Della.
Sesampainya di rumah Della bergegas memarkirkan motor kesayangannya itu, tetapi ketika Della mau memarkirkan motornya tak sengaja Della melihat mobil Avanza yang menyerupai mobil abangnya itu.
"Siapa yang punya mobil nih, kayak punya Bang Andri, tapikan kata Ibu Bang Andri pulangnya besok." batin Della.
Karena Della penasaran dengan yang dilihatnya barusan, segera Della masuk rumah untuk mencari tau.
"as'salamualaikum Bu..." ucap Della seraya membuka pintu dan bergegas masuk mencari ibunya.
"wa'alaikumussalam... kamu sudah pulang Nak ?" tanya buk Tiwi seraya menghampiri Della.
"Iya Bu, ngomong-ngomong siapa yang punya mobil terparkir di depan rumah ?" tanya Della sambil meraih tangan buk Tiwi dan menciumi tangan punggungnya.
"Itukan punya mobil Abang mu, masak kamu tidak kenal sih ?" jawab buk Tiwi sambil mengulurkan tangannya yang mau di salami.
"Bukanya kata Ibu Bang Andri pulangnya besok ?" tanya Della lagi keheranan.
"Iya, tadinya Andri mau pulang besok tapi putri merengek minta pulang katanya kangen sama kamu," jelas buk Tiwi.
"Trus putrinya di mana ?" tanya Della sambil celingak-celinguk mencari keponakannya yang imut itu, tapi ninih tidak ada tanda-tandanya.
"Dia udah tidur kelelahan nungguin kamu pulang," ucap buk Tiwi yang di dengarkan oleh Della.
"Kalau Bang Andri sama Mbak Shinta kemana ?" tanya lagi Della yang tidak melihat siapapun di rumah itu kecuali Ibunya.
"Dia lagi pergi."
"Tapikan mobilnya ada di luar ?"
"Dia pakai motor."
"Kalau gitu Della mau lihat keponakan Della yang imut itu."
"Jangan-jangan !! Nanti kamu ganggu lagi dia, trus bagun, kan kamu sering banget gangguin keponakanmu itu," larang buk Tiwi membuat Della memanyunkan bibirnya.
"Ya udah kalau gitu Della masuk kamar dulu," pamit Della dan memasuki kamarnya.
Della merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya itu dan memejamkan matanya. Memikirkan kejadian hari ini yang berlalu sangat panjang.
Della sengaja tak menceritakan kepada ibunya tentang kejadian di kampus tadi. Bukan ia tidak mau menceritakannya, tapi ia takut kalau ibunya akan khawatir dan membuat penyakit ibunya menjadi kambuh.
Lama dengan posisinya yang memejamkan mata Della akhirnya tertidur pulas.
**
Kita beralih ke negara Thailand ya gays.
Terlihat di sebuah rumah yang mewah dan megah terdapat dua orang sepasang suami istri yang sedang berbincang di ruang keluarga tersebut.
"Sayang apakah Rayhan tepat mengambil keputusan itu ? Aku takut kalau Rayhan mengambil keputusan yang membuat dirinya akan menyesal," ucap wanita tersebut kepada suaminya, yang tampak terlihat khawatir.
"Papa sudah bilang kepada Rayhan untuk tidak melanjutkan rencananya, tapi kamu taukah kalau anak itu sangat keras kepala dan tidak ada yang bisa meluluhkan hatinya," ujar pria itu. Tak lain adalah papa dan mamanya Rayhan.
"Iya, sama sepertimu sama-sama keras kepala."
"Loh kok seperti Papa sih, Papa bukan seperti Rayhan yang tak takut pada siapapun, kalau papa takut sama istri, karena sama persis seperti singa lapar," ujar pak Bara sambil tertawa membuat buk Youyi jengkel dan meninggalkannya sendirian di ruang keluarga.
"Ehh kok Papa di tinggalin sih," ujar pak Bara sambil mengejar istrinya yang meninggalkan nya sendirian.
***
Terlihat Rayhan sedang santai duduk di taman belakang rumahnya, tepatnya di dekat kolam ikan.
Sesekali Rayhan menyerut kopinya dengan santai sambil menikmati sejuknya alam di sore hari ini. Walaupun terlihat santai begitu, tapi Rayhan sangatlah banyak pikiran, baik dalam hal kerja maupun yang lain.
"Sebentar lagi tujuanku akan tercapai, tinggal satu langkah lagi apa yang aku perjuangkan dari dulu akan terbalaskan." ujar Rayhan sambil tersenyum devil ke arah ikan-ikan yang ada di kolam tersebut.
"Aku harus menelpon Mama agar secepatnya pulang ke Indonesia," ucap lagi Rayhan sambil merogoki kantong celananya untuk mengambil ponselnya. Terlihat Rayhan mengubungi mamanya yang masih belum mengangkat.
Dan nomor yang dituji bisa menyambung serta tak lama akhirnya nomornya mengangkat. Dan Rayhan langsung menyapa yang diteleponnya tadi.
Rayhan: Hallo Mam...
Mama: Ada apa kamu tumben menelpon Mama ?
Rayhan: Rayhan hanya kangen saja dengan Mama.
Mama: Jangan berbohong kamu !! Mana ada kamu menelpon Mama kalau tida ada maunya.
Rayhan: Sebenarnya Rayhan hanya ingin meminta Mama dan Papa untuk pulang ke Indonesia.
Mama: Apakah kamu masih melanjutkan rencanamu itu ?
Rayhan: Sampai kapanpun Rayhan akan melanjutkannya, sampai Rayhan berhasil menghancurkannya.
Mama: Sayang... Mama sudah ikhlas dengan semua ini, Mama harap kamu juga ikhlas dengan ini semua.
Rayhan: Maaf Mam, Rayhan tak bisa mengikhlaskan ini semua, Rayhan akan membalasnya dengan tangan Rayhan sendiri.
Mama: Terserah kamu saja, Mama dan Papa bisa pulang ke Indonesia sekitar 1 Minggu lagi.
Rayhan: Tidak masalah, lagi pula rencananya masih agak lama.
Mama: Kalau tidak ada lagi yang mau kamu omongin, mama mau tutup telfonnya dulu, soalnya papamu sudah pulang dari tadi cari-cari mama.
Rayhan: Eh ya Mam, kalau gitu Rayhan tutup dulu telponnya. bay...
Tut...tut...tut... (suara telpon terputus)
"Aku harus segera bertindak lebih cepat untuk rencana selanjutnya agar cepat selesai." batin Rayhan.
***
Della yang baru bangun tidur, setelah ketiduran dari pulang ngampus tadi, baru sekarang Della bangun dari tidurnya waktu siang tadi.
Dilihatnya jam dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 05:30 sore. Della bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri yang dari pulang tadi tidak langsung memberikan diri melainkan langsung tidur.
"Aduh... udah jam segini, aku belum mandi sama sholat lagi," panik Della seraya mengambil handuk dan menuju kamar mandi. Tak biasanya Della terlambat bagun seginian, mungkin gara-gara kejadian hari ini membuat Della kelelahan dan tertidur pulas.
Della yang sudah selesai dengan mandinya serta sholatnya langsung membersihkan tempat tidurnya, karena terlihat agak berantakan setelah Della menidurinya tadi.
Sifat Della itu tak suka dengan keadaan berantakan, jadinya Della adalah seorang pembersih.
BERSAMBUNG...
Della juga,,,, baru menampar sekali aja udah
merasa bersalah,,,,, apa kabar dengan perlakuan Reyhan selama kalian bersama sampai ibumu meninggal gara2 surat cerai yg di berikan oleh Rey. jadi Della yg oon... sebelum menerima Rey kembali, ingatlah perlakuan nya dlu. tapi wanita yg sudah di mabuk cinta kayak Della Tdk akan memikirkan semua itu, Krn cinta yang sudah membuat Della menjadi buta.