NovelToon NovelToon
Rika dan Raja Iblis

Rika dan Raja Iblis

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:345.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Azai Nagamasa

Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Suamiku adalah Raja Iblis

Chapter 12

Rika yang bisa merasakan kejadian apa saja yang ada di sekitarnya tanpa harus melihat, ia bisa tahu kalau Naga batu yang digunakan lawan dilawan dengan api yang luar biasa besar jadi mengkerutkan wajahnya.

Author note: Sekali lagi, aku menggunakan kata merasakan untuk karakter Rika, karena ia memang tidak bisa melihat, jadi agak aneh kalau aku tulis melihat.

'Ada apa dengan mereka? Kenapa malah membuang-buang tenaga hanya untuk Naga batu yang sebesar pohon Pinus, lagian apa mereka tidak melihat kalau para perampok itu menertawakan mereka?' batin Rika sembari menatap ke arah Enja, Suija, Hazuki dan Kazuki yang dikelilingi para perampok dengan wajah jahat mereka. Namun, baik Enja ataupun Suija tidak menyadari kehadiran mereka.

"Hebat, Naga batu raksasa bisa dihancurkan," gumam Shuna memuji apa yang dilakukan, Kazuki, Enja dan Hazuki.

'Haaaah ... Naga batu Raksasa? Bahkan ukurannya masih kalah dengan Anaconda dibilang Raksasa? Ada yang tidak beres, sebaiknya kutanyakan pada Shuna.'

Rika bisa mengetahui ukuran setiap benda disekitarnya melalui, getaran tanah, udara dan banyak hal yang bisa ia rasakan, Rika bahkan memastikan pantulan suara yang dihasilkan dari loncengnya memastikan kalau ukuran serangan musuh tidaklah terlalu besar.

"Maaf Shuna Naga yang kau lihat itu sebesar apa sih?" tanya Rika.

"Eh, Apa Kanjeng Ratu tidak melihatnya?"

Rika mengguk dan menjawab pertanyaan Shuna sembari tersenyum.

"Maaf tadi aku sedang ngupil jadi enggak liat adegan Naga muncul."

Jawaban spontan dari Rika membuat Shuna merasa Ilfeal kenapa? yah bayangin aja ada gadis bangsawan atau seorang Ratu yang bermartabat tinggi malah ngupil disaat-saat genting dan bahkan itu diucapkan dengan santai.

"Oh begitu ... Naga batu tadi sangat besar bahkan sakin besarnya tubuhnya sampai menutupi sinar matahari," jawab Shuna.

"Hoooh."

'Jadi ini adalah ilusi optik atau ilusi penglihatan.'

Rika yang mendengar jawaban dari Shuna hanya diam saja dan tersenyum, akhirnya ia tau kenapa orang disekitarnya bertingkah aneh, itu karena mereka terkena Ilusi.

'Tapi masalahnya, jika ini memang ilusi kenapa aku tidak terkena ilusi atau hipnotis itu, apa karena aku tidak bisa melihat atau mungkin karena ... Ah sudahlah aku sebaiknya tidak usah terlalu memikirkan masalah sepele seperti ini, karena walau bagaimana pun juga ini merupakan sebuah keberuntungan. Namun, artinya akan menjadi berbeda jika mereka sengaja tidak menggunakan hipnotis kepadaku karena aku di anggap lemah atau karena tak punya sihir aku diremehkan,' batin Rika sembari menganalisa keadaan.

"Shuna, kenapa gerakan mereka kacau?" tanya Rika, ia penasaran apa saja sebenarnya yang dilihat oleh Shuna.

"Mereka dikepung oleh ribuan musuh, ada banyak monster yang mengerumuninya," gumam Shuna menjelaskan apa yang dilihatnya.

"T-tunggu, K-kanjeng Ratu kok bertanya? bukannya kanjeng bisa melihatnya sendiri?" tanya Shuna pada Rika yang mulai bingung mengenai Rika yang tiba-tiba bertanya.

"Bukan apa-apa," jawab Rika dengan tenang, ia menggerak-gerakan gelang loncengnya untuk mendapatkan gambaran tempatnya.

'Ada banyak musuh yang menghadang .Namun, salah satu dari mereka berada jauh dari sini, hal ini benar-benar aneh, sejak tadi kerjaan orang yang ada di sana hanyalah kumat-kamit baca mantra enggak jelas sembari memegang tongkat, apa mungkin dia yang menyebarkan ilusi kepada Enja dan yang lain?'

"Hyaaaaa!! Arrrg!" Kazuki langsung mengerang kesakitan ketika ia menebas musuh, ia menatap ke arah belakang, terlihat punggungnya terkena luka tebasan pedang yang cukup panjang, sementara musuhnya sama sekali tidak terluka.

"Ba-bagaimana mungkin?"

"Aku juga tidak tau, saat kita menyerang secara tiba-tiba kita yang terluka, mereka seperti punya trick yang hebat," gumam Enja.

Suija yang melihat hal itu hanya diam saja dan saat musuh dihadapannya menyerang ia pun memilih menghindar, namun yang terjadi tubuhnya tiba-tiba mengalami luka goresan pisau.

"Kuhg. Sialan sebenarnya apa yang terjadi?"

"Kyaaa!" Hazuki mengerang kesakitan.

"Hazuki ada apa?" tanya Kazuki tiba-tiba.

"Ada seseorang yang menendang perutku," jawab Hazuki sembari memegangi perutnya dan meringis kesakitan.

"Cik, menyebalkan," ucap Kazuki mengompat marah ia tidak bisa menyangka kalau hal ini akan terjadi terhadapnya.

"Hazuki, sebaiknya kau mundur, lindungi Putri Shuna, urusan di sini biar aku dan mereka berdua yang menanganinya."

Hazuki yang mendengar penuturan dari Kazuki hanya diam beberapa saat dan tersenyum lembut kepada kakaknya.

"Kembalilah hidup, Kak Kazuki"

"Hehehehehehe, kalian pikir kalian bertiga bisa mengalahkan kami, jangan berharap, kalian bertiga akan segera mati."

"Diam kalian!"

"Grrrrrrrrr!"

"Hmm orang-orang seperti kalian benar-benar menyebalkan."

Rika yang medengar suara tapak kaki bau tubuh Hazuki bergerak ke arah mereka dan di ikuti dua di antara beberapa perampok yang tersisa, sedikit tersenyum, berjalan pelan menyambut kehadiran Hazuki.

"Putri Shuna, Gusti Ratu, aku akan melindungi kalian!" seru Hazuki sembari tersenyum.

"Em, cepatlah," jawab santai Rika dan ketika Hazuki sampai ketempat mereka berdua, Rika lalu bergerak maju dan melakukan gerakan tendangan memutar sembari bicara.

"Wah aku tadi menyakssikan aksi kalian hebat sekali loh, terutama saat Enja melakukan tendangan memutar seperti ini."

Buaag!!!

"Uraaagg!!!" kedua perampok itu mengerang kesakitan ketika kaki Rika yang melakukan tendangan memutar menghantam wajah perampok sebelah kanan dengan keras dan diteruskan dengan kepala perampok yang didorong kakinya Rika menghantam perampok yang sebelah kiri dan mereka berdua terhempas ke tanah oleh dorongan kaki Rika.

Kraaak!

Kraaak!

Boooooom!!!!

Tanah yang menjadi tempat pendaratan para perampok itu langsung mengeluarkan suara dentuman keras dan membuat debu berhamburan di udara.

Hazuki, Kazuki, Enja dan Suija hanya bisa melihat ke arah Rika dengan mulut menganga terutama Shuna, karena mereka bisa mendengar ada suara tulang patah sebanyak dua kali akibat Rika melakukan tendangan. Namun, mereka tidak melihat siapapun yang di tendang Rika, mereka menyangka kalau tulang Rika lah yang patah, akan tetapi para perampok memasang wajah lain, sebab mereka melihat dua teman mereka lah yang tepar di tanah.

Rika pun berjalan dengan santai dan tenang ke arah, Enja, Suija dan Kazuki.

"Huaaah, tadi itu tendangan yang keren sekali, keras dan bertenaga bukan, oh iya tadi aku juga mendengar suara tulang patah, apa jangan-jangan ada dua burung yang sedang terbang terkena tendanganku yah?" tanya Rika entah pada siapa dengan suara kelas.

Shuna, Hazuki, Kazuki dan Suija berserta Enja hanya bisa menatap kagum sekaligus Rika yang sejak tadi tenang-tenang saja. Namun, para perampok yang menyerang mereka memasang ekspresi ketakutan, terutama saat Rika menatap ke sebuah arah yang tidak lain dan tidak bukan tempat rekan mereka bersembunyi, pandangan mata Rika yang terarah ke sana disertai dengan tatapan dan nafsu membunuh yang sangat kuat, membuat penyihir yang yang bersembunyi dan ditatap oleh Rika bergetar hebat, ia ketakutan, wajah penyihir itu mengeluarkan banyak keringat dingin, tak ada yang tau apa yang terjadi sebenarnya.

'Apa-apaan tatapannya itu, seolah ia bisa melihat keberadaanku, tunggu senyum, dia-dia tersenyum ke arahku, eh apa maksudnya senyuman manis yang dipadukan dengan tatapan mengerikan itu? Haaaa! Jangan-jangan? Sial, aku bisa mati dibunuh nya, dia seperti menikmati rasa ketakutanku.'

'Mengerikan dia adalah orang yang mengerikan,'

Penyihir yang bersembunyi itu semakin bergetar, tubuhnya semakin tidak kuat, ia ketakuan hanya dengan menatap wajah dari Rika yang memberikan intimidasi tingkat tinggi.

Namun satu hal yang Enja dan Suija tahu, Rika telah menunjukan sisi monsternya sekarang dan siapapun yang membuat Rika memasuki mode itu tidak akan pernah selamat, aura kematian juga keluar dari tubuh Rika, setelah itu Rika langsung angkat bicara dengan nada berat dan ritme yang lambat dengan senyuman maniak yang secara perlahan merekah dari bibirnya

“Hem, jadi siapa orang yang berani melukai saudara-saudaraku? Aku paling tidak suka dengan orang yang suka main sembunyi-sembunyi.”

Kemampuan intimidasi tingkat tinggi ini akhirnya membuat sang penyihir yang bersembunyi pingsan dan jatuh dari atas pohon.

Bruuuk!

Sesuai dengan apa yang sejak tadi dipikirkan oleh Rika, ketika orang itu kalah seluruh ilusi pun menghilang.

"Eh, kemana para monsternya?" tanya Kazuki kebingungan. Hazuki juga kaget mengenai hal itu.

Rika yang mendengar pertanyaan dari Kazuki dan Hazuki hanya tersenyum kecil dan berkata.

“Sejak awal, di tempat ini tidak ada monster sama sekali, yang kalian lihat waktu itu hanya ilusi yang dibuat oleh Sosok yang ada di sana.”

Mendengar tanggapan dari Rika. Enja dan Suija hanya saling menatap satu sama lain lalu mengarahkan pandangannya ke arah tatapan Rika, maka terlihat jelas kalau ada seorang gadis elf membawa tongkat sihir pingsan disamping pohon.

"Heeeeeeh, jadi tadi hanya ilusi yah," Suija mengucapkan hal itu dengan seluruh kekesalannya, aura iblisnya mulai meningkat, para perampok disekitar mereka pun mulai bergetar hebat merasakan hal tersebut.

"Keh keh keh keh Bagoraaaaaa!!!!!" Enja sangat marah dan berteriak penuh emosi, tubuhnya langsung terlelimut api merah yang sangat panas, aura Iblisnya juga meningkat sangat besar.

"Hyaaaaaaaaaa!!!!" para perampok itu pun habis dibantai dua iblis penjaga gerbang yang kesal karena terkena tipu daya murahan seperti teknik ilusi.

Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrr!!!!!!

Ledakan kekuatan sihir muncul di mana-mana akibat kemarahan Enja dan Suija, orang-orang kurang ajar tadi langsung dibantai habis oleh kedua iblis penjaga gerbang itu, bahan jasat mereka sudah tidak terlihat, karena jasat mereka semua dibakar oleh Enja hingga menjadi debu dan Suija yang membuat seluruh musuhnya berubah menjadi cairan merah atau darah.

Rika pun berjalan ke arah Enja dan Suija lalu tersenyum ke arah mereka berdua.

"Kerja bagus, tak salah Gusti Prabu memilih kalian sebagai penjaga gerbang, elemen api dan air," puji Rika sembari tersenyum dan mengelus dua kepala pengikutnya itu.

Namun bukannya senang Enja dan Suija hanya bisa mengalihkan wajah mereka, soalnya mereka merasa tidak pantas menjaga gerbang itu karena mereka bisa dengan mudahnya dikecoh oleh sihir ilusi.

"Entah mengapa kami merasa tidak pantas menerima pujian itu," ungkap Suija dengan wajah lesu.

"Ayolah, semua orang punya kelebihan dan kekurangan bukan, lagian meskipun kalian terkena ilusi, itu bukan berarti kalian lemah dan sudah tidak pantas, tekat dan perjuangan kalian serta semangat pantang menyerah kalianlah yang membuat kalian pantas sebagai pelindung gerbang. Lagi pula sihir itu digunakan secara terus menerus, hal itu tentu membuat kalian tidak akan menyadari kalau kalian terkena ilusi  jadi hal ini bukan kesalahan kalian, mengerti."

Enja dan Suija hanya mengangguk mendengarkan penuturan dari Rika lalu, mereka pun berjalan ke arah Kazuki, Hazuki dan Shuna, untuk menanyakan perihal kenapa Shuna berbohong mengenai identitasnya.

"Lalu, sekarang apa kau bisa menjelaskannya Tuan Putri?" Rika bertanya pada Shuna soal kenapa ia memalsukan identitasnya.

"Soal itu, Emmm, aku tidak bisa mengatakan identitasku padamu, karena akan sangat mencurigakan jika ada seorang putri dari kerajaan lain muncul di kerajaan orang lain bukan? Oleh karena itu aku berbohong, soal aku terpencar dari kelompoku itu tidak bohong. Kerajaan kami sebenarnya diserang oleh manusia, kami melarikan diri, sebagian selamat, sebagian hilang dan sebagian lagi terbunuh, saat melarikan diri bersama rombongan aku terperosot kedalam jurang, soal Hazuki dan Kazuki yang tiba-tiba muncul aku tidak tau," jawab Shuna dengan santai.

"Soal kedatangan kami, itu karena Raja memerintah kami untuk mencarimu dan setelah sekian lama akhirnya kami menemukanmu di istana Raja Iblis, rencananya kami akan membawamu diam-diam, tapi melihat perlakuan mereka yang baik, kami hanya diam mengawasi," jawab Kazuki dengan santai.

Rika, Enja dan juga Suija hanya manggut-manggut saja mendengarnya.

"Hem, tapi jika memang begitu, kenapa tidak terus terang saja muncul di hadapanku dan bilang kalau kalian saja yang mengantar tuan putri kalian ke tempat persembunyian?" kali ini Suija yang bertanya, tatapannya begitu tajam menusuk ke arah Shuna, Kazuki dan Hazuki.

"Bahkan sampai menyamar menjadi salah satu dari kami, bukankah itu mencurigakan." Enja menambahkan pernyataan itu dengan tampang selidiknya.

"Hem, lagian kalian juga bisa mengikuti dari belakang kan?"

Lengkap sudah kata-kata memojokan dari Suija, Enja dan Rika pada Kazuki, Hazuki dan Shuna. Namun. dengan tenang Hazuki menjelaskan.

"Itu karena kami berpikir, akan lebih baik kalau Shuna di antar dengan kereta Ratu hem, kami menyamar menjadi salah satu dari kalian agar kalian tidak salah jalan, lagian Shuna juga tidak tau arahnya kan hem."

Jawaban itu sontak hanya membuat Rika, Enja dan Suija saling menatap satu sama lain.

"Apa masih ada alasan lain lagi?" Kali ini Rika bertanya lagi kepada mereka. Namun, tatapannya bukan tatapan menusuk melainkan tatapan penasaran, yah Rika penasaran akan keinginan mereka yang lain, atau keinginan tersembunyi mereka.

"Pada awalnya alasan kami hanya itu. Namun, setelah melihat kemampuan kalian, kami ingin bantuan dari kalian untuk merebut kembali daerah kekuasaan kami, tapi meski begitu kami juga tidak akan mengatakannya, karena kami cukup sadar kalau kami tidak bisa memberikan keuntungan apapun dari bantuan yang kalian berikan." Kazuki menjawab pertanyaan Rika dengan santai sembari menatap Shuna yang cukup ketakutan dengan diskusi tersebut.

Rika sedikit tersenyum, ia paham maksud dari Kazuki, karena memang, kalau Kerajaan sudah diserang dan tak dapat dipertahankan atau sudah direbut, maka kerajaan itu tidak akan memiliki kekayaan apapun, sudah pasti mereka tidak dapat membayar jasa bantuan dari kerajaan lain.

"Baiklah aku mengerti, tapi meski begitu aku akan tetap membantu kalian," jawab Rika sembari tersenyum kecil ke arah Shuna dan mengelus rambut merah mudanya.

"Eh kenapa? Bukankah kami tidak bisa memberikan apa-apa pada kalian?" tanya Hazuki pada Rika, ia memasak ekspresi bingung sekaligus senang.

"Kalian tak perlu membayar jasa kami dengan uang, hanya saja jika kami berhasil membantu kalian mengembalikan kejayaan dari kerajaan kalian, kalian harus berjanji untuk memberikan surat aliansi tanpa syarat dimana kalian harus membantu kami dikala kerajaan kami diserang. Namun, begitu juga sebaliknya, kami akan membantu kerajaan kalian begitu mendengar kabar kalau kerajaan kalian diserang. Bagaimana bagus bukan? Dengan begini kerajaan kita sama-sama diuntungkan."

Hazuki yang mendenga usulan dari Rika menatap ke arah Shuna, Shuna yang ditatap oleh Hazuki diam untuk beberapa saat memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil.

"Bagaimana kalau masalah ini kita diskusikan dengan ayah saja?" Shuna dengan santai mengusulkan masalah perjanjian aliansi dengan ayahnya saja.

Rika yang mendengar hal itu diam beberapa saat. Namun, tersenyum setelahnya, karena menurutnya keputusan Shuna untuk menyerahkan keputusan penawaran kepada ayahnya adalah suatu hal yang tepat.

"Baiklah, aku tidak masalah, bagaimana menurutmu Enja, Suija?"

"Kami hanya menurut Kanjeng Ratu saja." jawab mereka berdua sembari mengalihkan pandangan, yah mereka masih merasa malu karena bisa ditipu oleh sihir ilusi dengan mudah, mereka malu terhadap Ratu mereka yang merupakan manusia tanpa sihir. Namun, mampu menolak sihir Ilusi.

Bersambung

1
auathenabiruu
itu dia bukan merendahh itu karena dia anaknya baik dan sopan eaa
auathenabiruu
tapi.. ini formal
auathenabiruu
jangan SD lagi deh, aku jadi kasihan sama kamu
auathenabiruu
SD aja dan perbaiki diri
auathenabiruu: heheh maksudnya tadi sadar diri, ehh tau tau dia sempurna jadi gak jadi SD deh
total 2 replies
Aquanda17_
Keren kak novelnya😍
Frando Kanan
btw thanks cerita ini bgs 👍
❄•MASTER•OF•GU•❄: hehehe btw kk mana nomer kk aku pegen minta
total 7 replies
Frando Kanan
eh? kok......apa mungkin kembali ke masa lalu Rika (Ryu)?
Frando Kanan: hmm...
total 2 replies
Frando Kanan
Bru merasakn perih? menyakitkn? LALU GMNA DGN RIKA!! HA???!!!
Frando Kanan: cih....itulh...mereka udh melupakan ttg ini....jika Dr awal gk sudi lht rakyat sendiri....bknny bs cari mkn sendiri kn? bs cari minum sendiri kn? bs bersihkn rmh sendiri kn? Dan semua jg....hmph 😒....para bangsawan sdh melupakan ttg yg sederhana ini...
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣 mlh ngompol.... bner2 bch idiot 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hamdi: Gimana lagi kesadarannya dipaksa ada dan membuatnya nggak bisa pingsan
total 1 replies
Frando Kanan
mrleskipun lo kaisar penguasa atas...tpi syngny lo mlh menyingung raja iblis
Anggun
thor gk ada season 2nya gk ada?
Hamdi: kalau mau cari aja di profil gua ada
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣 ini msh blom apa2? ckckck 😏
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣 rasain...dsr bch idiot....krn lo sendirilh anggap remeh musuh lo 🤣🤣🤣🤣
Frando Kanan
pedang zupiter huh....heh 😏
Frando Kanan
cih.... akhirny bertemu kembali...di bch malapetaka sialan yg buat seluruh manusia mati 💢👿
Anggun
😭thor
Hamdi: Maaf Keputusan Author udah oval
total 3 replies
Frando Kanan
btw next Thor 😃
Frando Kanan
oee Thor...apakh ini next eps bkl perang itu adalah next akhir?
Hamdi: mungkin saja
total 1 replies
Frando Kanan
njirr...
Frando Kanan: gk...
total 2 replies
Frando Kanan
btw next Thor 👿👿👿💢💢💢💢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!