Alisya Putri Hendriwan adalah seorang gadis yg ceria dan hangat. Tapi semuanya berubah setelah tragedi itu terjadi. Dia berubah menjadi gadis tomboy, dingin , dan selalu cuek dengan keadaan sekitar.
Elavano Kaisar Bramarta adalah seorang pria arogan, angkuh, dan sombong. Dia pria playboy yg selalu memainkan wanita. Hingga suatu hari Dia dipertemukan dengan seorang gadis misterius yg sama sekali tidak tertarik dengan pesona ketampanan nya.
Akan kah gadis misterius itu bisa membuka hati untuk nya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
Dua minggu telah berlalu. Hari yg di tunggu pun telah tiba. Alisya sedang menatap bayangan dirinya di cermin.. Alisya tersenyum gugup. Dia sudah cantik dengan gaun pernikahan nya dan make up yg natural. Alisya sudah berkeringat dingin.. Dia benar benar gugup..
Di sisi lain Vano pun merasakan hal yg sama apa lagi Dia sekarang sudah duduk didepan penghulu. Karna Alisya yatim piatu jadi walinya di hakim kan pada penghulu.
"Anda sudah siap Tuan?" tanya Pak penghulu
"Sudah" jawab Vano santai. Padahal Dia sudah benar benar gugup. Tapi Vano masih bisa menyembunyikan kegugupan nya. Gengsi dong seorang mantan Playboy harus tegang disaat ijab qobul.
Pak penghulu langsung menjabat tangan Vano dan mengucapkan ijab Qobul. Vano pun menjawab dengan satu tarikan nafas dengan lancar.
"SAH" Ucap para saksi disana. Pak penghulu pun langsung membaca Doa. Alisya yg sedari tadi berada di kamar langsung di tuntun oleh kedua MUA menuju Elvano. Alisya pun duduk di samping Vano.
Alisya meraih tangan Vano dan mencium nya. Elvano pun mencium kening Alisya sangat dalam. Setelah itu mereka memasangkan cincin pernikahan di jari manis masing masing...
Prok Prok Prok
Semua yg ada disana bertepuk tangan dan tersenyum bahagia. Vano dan Alisya langsung menuju pelaminan. Satu persatu tamu mulai mengucapkan selamat pada mereka...
"Selamat sya Van. Akhirnya kalian nikah juga. SAMAWA ya" Satya memeluk Vano dan menepuk pundak nya
"Makasih Bang Sat. Lo selalu jadi abang terbaik buat gue" ucap Vano
"Hey.. Selamat ya Sya Van. atas pernikahan nya " Kevin yg tiba tiba muncul
"Makasih Vin. kalian juga cepet nyusul betah banget nge jomblo " Vano meledek
"Sombong Amatt" teriak mereka bertiga serempak
"Haha.. gue kan cuma ingetin aja. Gak malu apa kalian sama umur ?" Vano masih meledek ketiganya
"Heh. apa maksud lo kita masih muda gini. Lo aja yg ketuaan makan nya buru buru nikah" Reno kesal
"Heh apa lo lupa Bang kita itu beda 2 tahun lho umurnya dan itu juga tuaan lo" Vano tersenyum mengejek
"Udah deh.. Sama sama Tua gk usah saling meledek" ucap Satya yg langsung lari takut kena sasaran keduanya
"Sialan Lo Sat" Reno kesal
"Awas aja Lo Bang Sat" teriak Vano
"Hahaha" kevin dan Alisya hanya tertawa melihat tingkah konyol mereka.
...................
Hari melelahkan pun telah selesai. Kini Alisya sedang duduk di sofa kamar hotel Dia sedang menunggu Vano yg masih mandi.
Tak lama kemudian Elvano keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di samping Alisya..
"pakai baju dulu Van" ucap Alisya
"gak mau. kamu aja manggil aku kaya gitu. Kita itu sudah nikah tau gak" Vano kesal
"Hahaha. Baiklah sayang. ganti baju dulu ya" Alisya tertawa geli
"gak usah pake baju honey.. Ayo kita buat Baby " Bisik Vano dan langsung menggendong Alisya ke tempat tidur.
Mereka langsung berciuman dan bercumbu mesra. Baju Alisya pun sudah tergeletak di lantai. Vano terus menciumi setiap lekuk tubuh Alisya. Alisya pun menggeliat geli dan mendesah Nikmat. Sampai Akhirnya Alisya mencekram seprei hingga tangannya memutih menahan sakit yg baru Dia rasakan.. Terjadilah malam yg panjang diantara mereka.
............
Di lain tempat 3 sekawan sedang berkumpul di apartemen Satya. Satya memilih tinggal di apartemen semenjak Vano melamar Alisya. Satya tak mau menjadi Kamcong.
Sebenarnya Vano melarang. Tapi Satya tetap ngotot Dia juga males tinggal dirumah segede itu. Jadi Dia serahkan aja rumah itu pada Vano. Semetara Papi nya tinggal di Amerika mengurus salah satu perusahaan keluarga mereka yg ada disana. Bahkan saat pernikahan Vano pun Papi nya tak bisa datang.
"Pasti sekarang mereka lagi Wik wik" Kevin menyatukan kedua telunjuk nya.
"Lo tuh ya fikiran nya Mesum mulu " Reno menoyor kepala Kevin
"Hahaha... kaya nya si kevin ini emang Player" kata Satya
Bugh
Kevin melempar bantal sofa tepat mengenai muka Satya.
"Sialan lo.. Gue masih suci ya" Kevin melekong
"Hahaha.. Najis gue liat lo kaya Banci gitu" Reno tertawa geli
"Tapi kalian terhiburkan dengan candaan gue" ucap kevin bangga
"Iya juga si.. Karna kegilaan lo kita jadi bisa melupakan kejonesan kita" ucap Reno
"Gue si gk masalah soal gelar kita yg jomblo. Toh semua cewek sama aja" kata Satya kesal
"Lo harus bisa move on dari Bella dong Bang Sat." kata Kevin
"Gue udah move on ko. malahan gue udah lupain Dia" jawab Satya
"Yakin lo? kalo emang lo udah move on. Lo gk mungkin nutup diri gitu dari cewe lain" Reno
"Bahkan banyak cewe di kantor ataupun anak dari rekan bisnis kita yg tertarik sama lo. Tapi Lo cuek dan dingin banget sama mereka" Kevin
"Tenang aja Vin. mungkin juga nanti ada waktunya Satya membuka hati untuk cewe lain" Reno menimpali karna Satya dari tadi hanya diam menyimak.
dri awal sampai 10 ini msih bicin isix
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
lalu tanggapan mereka juga di skip?