NovelToon NovelToon
Mendadak Khitbah

Mendadak Khitbah

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Ulsyah Musyarofah

Ardan, seorang dosen tampan yang menjadi penerus keluarga Adinata sedang menatap pada seorang gadis yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.

Gaun yang dikenakan olehnya menunjukkan bahu dan leher jenjang milik Sasha, membuat jiwa lelaki Ardan meronta. Namun ia harus menahan segala hasrat yang sedang mencapai puncaknya, karena mengingat akan kontrak pernikahan yang membatasi sentuhan fisik diantara mereka.

Pernikahan mereka yang akan berlangsung dalam beberapa hari tersebut diakibatkan kebohongan yang dilakukan Ardan dan membuat seluruh keluarganya percaya bahwa Sasha adalah kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka dimulai?

Happy reading guys

follow ig author
@kak.ofa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Ulsyah Musyarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ardan Sania

Sepulang dari kampus Sasha merasakan lelah yang teramat sangat. Ia pun membersihkan diri sebelum melanjutkan aktivitasnya kembali. Tidak ada jadwal mengajar privat membuat Sasha bisa pulang lebih awal.

Seperti biasa Sasha langsung mencuci baju milik keluarganya di ruang cuci, agar esok pagi cucian sudah agak kering dan tinggal dijemur dengan sedikit sinar matahari.

"Anak ibu sebentar lagi jadi istri orang, ibu bakal kehilangan anak gadis yang biasa cuci baju, bikin kue, masak buat sarapan..." Yati menghela napas sambil menghampiri Sasha "... semoga Tasya cepat tumbuh besar dan pintar melakukan segala hal seperti dirimu" lanjut Yati.

Sasha mendengar perkataan ibunya, dan dia menyembunyikan wajah sedihnya.

"Ibu jangan bersedih" jawab Sasha dengan tersenyum.

"Bu... boleh Sasha tau darimana ibu bisa tau kalau Sasha pacaran sama pak Ardan? dan darimana ibu punya rencana untuk memberi kejutan pada Sasha berupa lamaran yang mendadak itu?" Sasha bertanya dengan nada yang halus agar ibunya tidak tersinggung, apalagi curiga jika sebenarnya Sasha tidak menghendaki lamaran itu.

"Emmm, itu rencana keluarga Adinata..." jawab ibu tiri Sasha tersebut "... sebenarnya ibu tidak tau jika kamu berpacaran dengan nak Ardan, tapi katanya ayah pernah melihat Ardan mengantarmu kemari saat kau pulang dari memberi les privat" jelas Yati kemudian.

"Katanya waktu itu ibu pernah bertemu dengan Nyonya Nasyila? Kapan?" Tanya Sasha lagi.

"Jadi waktu itu ada perempuan cantik..." Yati terlihat berpikir "... Namanya Selvi kalo gak salah, dia sepupunya nak Ardan. Dia datang kemari untuk meminta waktu ibu dan ayah. Saat itu kamu sedang di kampus" Jelas Yati.

"Lalu?" Sasha menjadi lebih penasaran.

"Lalu Nak Selvi mengajak kita berdua ke sebuah restoran yang begitu mewah, disana ternyata ada Nyonya Nasyila. Nyonya Nasyila mengutarakan niat baiknya untuk melamar dirimu. Dia menunjukkan begitu banyak potret kebersamaanmu dengan Ardan. Kami begitu terharu" Ucap Yati sambil sedikit mengingat-ngingat.

"Lalu ayahmu juga mengatakan bahwa Nak Ardan pernah mengantarmu pulang malam-malam, ayah tidak menyangka kalau laki-laki setampan Ardan itu kekasihmu dan akan menjadi calon menantu kita. Nyonya Nasyila begitu baik dan ramah. Meskipun kami sedikit minder karena mereka adalah keluarga konglomerat, tapi demi kebahagiaanmu, kami tidak boleh menghalangi niat baik Nyonya Nasyila" jelas Yati penuh haru.

Sasha hanya terdiam tak menanggapi lagi, dia hanya fokus pada cuciannya saja.

"Sasha!" Yati memanggil Sasha seperti orang yang kaget.

"Apa bu ngagetin aja?" Tanya Sasha.

"Kemana cincinmu?" Yati baru menyadari jika Sasha tak menggunakan cincin tunangan pemberian Nyonya Nasyila.

"Oh... eh... kan Sasha lagi nyuci bu! Jadi disimpan" Jawab Sasha berbohong. Tidak mungkin dia mengatakan jika cincinnya ia kembalikan pada Ardan.

"Oh gitu! Jangan sampai hilang, itu cincin tunanganmu! Ayahmu akan marah jika kau menghilangkannya" ucap Yati sambil pergi meninggalkan anak sambungnya tersebut.

Setelah menyelesaikan cuciannya Sasha melanjutkan kegiatannya dengan membuat kue pesanan seperti biasa. Dia melamun memikirkan Ardan. Kenapa dosen yang terlihat begitu berwibawa melakukan hal seperti itu terhadapnya.

Melihat ayah dan ibunya begitu bahagia dia tak berani mengakui kebenaran hubungannya dengan Ardan. Karena dengan mendengar penjelasa dari ibu sambungnya barusan, Sasha mengerti bahwa ini hanya rencana dari orang tua Ardan tanpa melibatkan Ardan. Ardan sendiri sudah jelas tidak tau menau mengenai lamaran itu.

Tapi mengapa harus dirinya, Sasha begitu tak mengerti. Apakah jika yang menjadi guru les Abi bukan dirinya, dan orang lain yang berada pada posisinya saat itu, Ardan juga akan tetap melakukan hal yang sama?

Lalu mengapa pula keluarga Ardan malah melamar dirinya tanpa meminta persetujuan Ardan. Sasha sama sekali tak paham akan dunia orang kaya. Kenapa dirinya harus terlibat akan masalah percintaan anak konglomerat.

*****

Paradise Residence, Di tepi Danau Bangau milik keluarga Adinata.

Lampu begitu gemerlap menghiasi langit malam. Makanan mewah menjadi hidangan yang menggiurkan tersaji untuk memanjakan lidah para tamu undangan.

Tamu yang hadir begitu menyita perhatian para pencari kabar berita. Mereka adalah tamu dari kalangan pejabat negara, pengusaha ternama, dan juga artis terkenal. Tentu saja karena ini merupakan acara ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Adinata, seorang pengusaha ternama di Indonesia bahkan di Asia.

Beberapa dosen dari universitas Nusantara juga hadir pada acara tersebut, tak terkecuali Darius. Meski dia tidak menduduki posisi penting di Universitas, namun kedekatannya dengan keluarga Adinata membuatnya menerima undangan kehormatan tersebut.

Namun kini yang menarik perhatian bukan Darius, melainkan seorang gadis cantik penyanyi cover di youtube yang tidak terlalu terkenal, akan tetapi dia datang bersama Ardan. Sang Tuan Muda dari pemilik acara ini.

"Tuan Ardan, bisa dijelaskan siapa wanita yang bersamamu kali ini?" Tanya seorang reporter padanya.

"Dia hanya teman lamaku" ucap Ardan sambil tersenyum dan berlalu melewati kerumunan wartawan.

Sania tersenyum dan melewati kerumunan wartawan. Ujung matanya melihat Darius di salah satu meja undangan sedang melihat ke arah dirinya dan Ardan, dia pun langsung mempererat tangannya menggandeng Ardan.

Setelah masuk ke dalam tempat undangan, Ardan bergabung dengan mama dan papanya.

"Kamu datang bersama Sania?" Tanya Nyonya Nasyila. Dia berusaha menguji kejujuran Ardan, karena tempo hari dia mengatakan bahwa kekasihnya adalah Sasha. Nyonya Nasyila juga memastikan bahwa Ardan masih belum tahu perkara lamarannya.

"Ah... emm... ya, cuma kebetulan ketemu!" Jawab Ardan.

"Dimana pacarmu?" Tanya Nyonya Nasyila lagi.

"Dia mungkin tidak akan datang, mama jangan berburuk sangka. Aku sudah mengajaknya, tapi dia tidak bisa" Jelas Ardan sedikit gugup.

"Oh begitu. Baiklah, ajak temanmu untuk menikmati pesta ini!" Perintah Nyonya Nasyila. Dalam hatinya, dia akan mengejutkan Ardan karena kehadiran Sasha sebentar lagi, dia ingin melihat reaksi putra semata wayangnya sebentar lagi.

Ardan dan Sania pergi meninggalkan Nyonya dan Tuan Adinata. Mereka membaur dengan tamu yang lainnya.

Sania melihat Darius yang pergi ke arah taman, mungkin dia hendak menyepi seorang diri. Sania pun mengikutinya, dia pamit untuk pergi ke toilet sebentar pada Ardan.

"Apa pesta ini kurang menarik bagimu?" Ucap Sania saat ia sudah berada di dekat Darius.

Darius yang kaget hanya menoleh dan tersenyum. Wajahnya nampak tenang.

"Aku hanya selalu membayangkan kehadiran Amanda..." katanya "... perkenalan kami dulu di tempat ini, saat pesta ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Adinata juga, dia datang bersama orang tuanya" sambung Darius.

"Kalau begitu, bolehkah aku bergabung denganmu? Kita bersama-sama melewati rasa sepi ini" tawar Sania.

Darius tersenyum mengangguk. Meski dia paham bahwa Sania mencoba mendekatinya, namun ia tetaplah teman dekatnya. Darius akan selalu menganggapnya teman, dan tidak akan berubah.

"Jika memang kau juga kesepian, kemarilah! Tapi, bukankah pangeranmu menunggumu disana?" Tanya Darius.

"Ah, dia memang pangeran impian semua orang, tapi bukan pangeran impianku" jawabnya.

"Lalu dimana pangeranmu? Sungguh disayangkan jika seorang gadis cantik hanya datang sendiri ke tempat seperti ini"

"Pangeran impianku, akan tetap menjadi mimpi bagiku, walau dia berdiri tepat dihadapanku, tapi dia tetaplah jauh, karena hatinya telah pergi ke alam lain yang aku sendiri tidak sanggup meraihnya" tutur Sania sambil menatap mata Darius begitu lekat.

"Sahabatku memang memiliki kisah cinta yang begitu ironi" Darius tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Sania.

Mereka berdua terdiam, hingga Sania kembali membuka mulutnya.

"Apakah kau tetap akan mencintai Amanda hingga akhir hayatmu? Apakah aku masih bisa berada di hatimu? aku akan menunggumu Darius. Sampai kapanpun!" Kata-kata Sania begitu pilu.

"Jangan seperti itu, bukankah Ardan juga mengatakan hal yang sama padamu? Dia akan selalu menunggumu untuk membuka hatimu padanya, dialah orang yang paling tulus mencintaimu"

Sania terdiam lalu berkata "kenapa kamu sendiri tidak pernah menyadari bahwa aku juga begitu tulus mencintaimu" ucap Sania.

"Berhentilah mencintai orang yang tidak mencintaimu Sania, itu akan menyakitkan! Kau akan menemukan kebahagiaanmu jika kau mencintai orang yang juga mencintaimu. Karena mencintai itu lebih menyakitkan daripada dicintai" jelas Darius sambil memegang bahu Sania erat.

"Kembali ke tempat Ardan" Darius meminta Sania meninggalkannya.

"Aku akan menemanimu disini" jawab Sania.

"Jangan bertingkah seperti anak kecil Sania" ucap Darius lembut namun terlihat ada sedikit kejengkalan dari perkataannya.

"Ardan akan mencarimu!" Ucap Darius lagi.

"Dia tidak mencintaiku" kata Sania.

"Siapa? Ardan?" Tanya Darius.

"Ya, dia tidak mencintaiku seperti aku mencintaimu"

"Dia hanya menyimpan semuanya, aku tau Ardan" jawab Darius.

"Kalau begitu aku akan menantangnya untuk mengutarakan perasaannya di depan umum, jika dia seberani itu, aku akan memberikan hatiku untuknya, dan berhenti mengejarmu!" Kata Sania.

"Jangan bertindak bodoh Sania! Bagaimana jika Ardan benar-benar melakukannya? Ini akan memberi reputasi buruk bagi keluarg Adinata" Darius berkata dengan ketegasan.

"Aku hanya ingin memastikan, apa dia benar-benar mencintaiku seperti yang kau katakan!" Ucap Sania tak mau kalah.

Di lain tempat, terdapat sepasang telinga yang terus mendengarkan pembicaraan mereka. Ya dia adalah Ardan. Hatinya begitu sakit seakan terhujam belati ketika mendengar percakapan sahabatnya itu.

Menyadari Sania yang mulai bergerak menuju ke ruang utama, Ardan pun segera pergi dari persembunyiannya.

Darius baru menyadari bahwa terdapat Ardan yang bersembunyi dari balik karangan bunga. Dia mendapat firasat yang tidak baik pada sahabatnya.

Apa yang akan terjadi pada Sania dan Ardan?

*****

Bersambung...

1
Indriyani_ Indry
jln ceritanya bgs,singkat,padat,dan jelas.
penokohannya jg pas.
walaupun ini karya perdana sang author,tp novel ini bgs menurut sy.
semoga utk ke depannya KK author lebih sukses lg dgn menghasilkan karya2 trbaiknya.
Yunerty Blessa
𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗻𝘆𝗮..
𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..
Yunerty Blessa
𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮..
Fuji Yana
bagus bnget...
Yunerty Blessa
bagi kesempatan Sasha..
Yunerty Blessa
sedihnya..
Yunerty Blessa
makanya jadi suami tegas sedikit Ardan..
Yunerty Blessa
pasti karna Sania makanya seperti itu
Yunerty Blessa
teman suami seperti pelakor
Yunerty Blessa
Sania lagi..
Yunerty Blessa
buat kacau saja c delivery..
Yunerty Blessa
lanjut
Yunerty Blessa
seperti nya pak.ardan juga memang suka sama Sasha cuma malu mengakui..
Yunerty Blessa
jika kau mencintai Sasha darius.. lepaskan lah biarkanlah Sasha bahagia bersama Ardan..
Yunerty Blessa
kalau kau masih cintakan Sania Ardan baik kau lepaskan Sasha..kasian dia.
Yunerty Blessa
jika kau tak mencintai Sasha lepaskan dia... jangan buat dia tergantung tanpa tali..
Yunerty Blessa
seperti nya kedua nya punya perasaan tapi sulit mengutarakan
Yunerty Blessa
kalo memang Ardan tidak mencintai Sasha..ya lepaskan saja biarkan Darius yang membahagiakan nya
Yunerty Blessa
sakit nya seperti diabaikan..
Yunerty Blessa
sabar Darius..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!