assalamualaikum,
hai jumpa lagi dengan saya vera
novel ini menceritakan perjalanan seorang wanita yang menantikan pendamping hidupnya.
lailatul zahwa seorang wanita karir yang berencana menikah setelah wisuda S2 nya. ia pun pergi ke acara wisuda dengan membawa setumpuk undangan dan dibagikan kepada teman temannya juga beberapa orang dosen.
namun takdir berkata lain, laila harus kehilangan calon suaminya beberapa hari sebelum janur kuning melemgkung. laila terpuruk dan mengurung diri hingga ia mendapat teguran dari perusahaan tempat ia bekerja.
ahirnya dengan berat hati laila melepaskan pekerjaan yang ia dapat sebagai bonus dari predikat comlude sarjana nya. ia dipanggil bekerja dengan posisi yang cukup bergengsi, bukan sebagai karyawan biasa.
ahirnya laila memutuskan menjalankan usaha mama dan menjemput jodoh disana. sudah banyak pernikahan orang yang ia rancang dan laksanakan sehingga menjadi meriah dan meninggalkan kesan bahagia yang bisa di kenang seumur hidup.
dan laila pun berharap ia juga bisa menata pernikahannya sedemikian rupa dengan lelaki yang mencintainya. dan mampu mendampinginya sampai ajal memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vera irmayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kisah tumpukan amplop
saeful membuka amplop yang ada di tangannya satu persatu. amplop - amplop yang ia dapat dari berbagai panggilan mengisi materi majrlis anak remaja masjid sampai majelis ibu - ibu dan bapak - bapak.
setelah semua isi disatukan hanya mampu membayar setengah dari biaya rumah sakit. di genggamnya tumpukan uang tersebut sambil memejamkan matanya.
" aku harus bisa merelakannya, jika memang allah meridhoi aku menikah tahun ini insyaallah ada rezeki dari jalan yang lain, tapi jika belum rezeki ku menikah tahun ini berarti aku masih harus berusaha lebih dan banyak bersabar" saeful bergumam sendiri lalu menghela nafas kasarnya
impian untuk melepas masa lajang dalam waktu dekat pun harus di relakannya. karena uang yang ia kumpulkan untuk rencana mempersunting seorang wanita pun harus ia relakan untuk membayar hutang - hutangnya.
saeful memang sudah mulai mengumpulkan uang yang ia dapat untuk biaya pernikahan. sehingga ia tidak membebani kedua orang tuanya atau bahkan kakak - kakaknya.
saeful sering berangan, jika ia ingin menikah, ia harus menggunakan uangnya sendiri. maka dari itu saeful sengaja tidak membelanjakan uang yang ia dapat dari acara - acara di luar pesantren.
"tapi dari mana lagi ya aku bisa mendapatkan uang lebih?" saeful bergumam sendiri didalam kamarnya
"bagaimana kalau seandainya aku pergunakan ijazah sarjanaku, sedangkan aku disini dikirim oleh kiyai Amin untuk mengabdi di pesantren milik santrinya juga" batin saeful terus berkata - kata
"tapii, aku tidak yakin kiyai mahfudz mengizinkanku mengajar di luar, sedangkan keahlianku hanya mengajar, dan di pesantren ini tenaga ku sangat di butuhkan" saeful masih bergumam sembari berbaring di kasur kecilnya dan melipat kedua tangannya di bawah kepala.
saeful adalah santri yang di kenal pintar dan selalu patuh pada perintah kiyai. maka dari itu ketika ada pondok pesantren yang meminta tenaga pendidik ia di kirim oleh pak kiyai untuk menjadi tenaga tetap.
sebagai santri yang sudah hafidz quran dan bergelar sarjana, kemampuannya tidak diragukan lagi. maka dari itu pak kiyai mempercayakan saeful untuk membantu pesantren kiyai mahfudz.
****
saeful
[ assalamualaikum mbak laila, maaf kalau saya mengganggu waktu istirahatnya mbak, ]
laila yang dari tadi memang memegang ponselnya untuk memeriksa pekerjaannya secara online dirumah langsung membalas pesan dari saeful.
laila,,
[ waalaikumsalam ustadz saeful, ]
[ tidak menganggu ustadz, ada apa ya? ]
Saeful,,
[ begini mbak, saya mau membayar sebagian hutang saya kepada mbak laila, tapi maaf baru saya baru bisa membayar setengahnya]
Laila,,
[ iya usyadz, tidak apa - apa, kalau memang saat ini baru ada setengahnya, dan sisanya nanti kalau sudah ada lagi ]
[ ini nomor rekening saya ustadz, ]
123 xxxx
Bank xxx
An. Lailatul Zahwa
Tanpa dipikir panjang laila langsung saja mengirim nomor rekeningnya. Ia hanya berfikir akan lebih mudah jika uang yang akan dibayarkan ustadz saeful di kirim melalui bank. karena laila masih harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. banyak event besar yang ia tangani bulan ini.
Berbeda hal nya dengan saeful yang sebenarnya ingin memberikan uang tersebut secara langsung.
Ia merasa sedikit kecewa karena ia tak bisa bertemu dengan laila.
"ah, mungkin dia sibuk dan tak ada waktu untuk menemuiku". Ucapl saeful lagi
"lailatul zahwa, nama yang cantik, secantik orangnya" ucap saeful secara tak sadar
Sebenarnya laila tidak begitu cantik, namun dengan gaya nya yang sederhana, sopan dan murah senyum selalu menarik perhatian orang orang di sekelilingnya.
Kebaikan hati laila yang selalu memancarkan aura tersendiri kepada orang orang yang berjumpa dengannya.
laila adalah sesosok wanita yang pandai bergaul dengan berbagai kalangan. ia tidak pernah memandang orang dari setatus sosialnya. yang menjadi prinsip pergaulan laila hanyalah harus menghormati yang tua dan menghargai sesama tanpa harus membeda - bedakan status apapun.
"ada apa denganku, kenapa aku sering mengingatnya?" hati saeful mulai bertanya -tanya
"ah tidak - tidak, mungkin aku mengingatnya karena aku masih memiliki kewajiban membayar hutangku kepadanya" lanjutnya lagi
Saeful memejamkan mata nya, ia sempat mengucap harap di beri kelancaran rezeki agar terlepas dari hutang.
Sebelum kedua orang tua nya mengetahui keadaan saeful yang sebenarnya di perantauan. saeful harus menyelesaikan hutangnya kepada orang - orang yang telah membantunya.
"baiklah besok berarti aku harus ke bank untuk transfer uang mbak laila" ucap saeful dalam hati
saat sore hari saeful datang kerumah ustadz ayubi, ia menyampaikan maksudnya jika ia akan keluar besok pagi untuk mentransfer uang kepada mbak laila sekaligus meminta izin. karena segala perizinan melalui ustadz ayubi.
@@@@@@@@@@@@@
** hai readers yang tersayang, maafkan author jika masih banyak salah dalam penulisan atau penempatan kata - kata.
mohon maaf jika masih belum bisa konsisten dalam penempatan waktu upload. semoga teman - teman readers tersayang tidak bosan dengan alur ceritnya,
jangan lupa klik vote, like, dan coment nya, karena masukan dari teman - teman readers semua akan menjadi penyemangat author dan sebagai bahan perbaikan tulisan ini.
terimaksih
salam sayang dari author untuk teman - teman readers semua**