Penguasa Daratan Merah
Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.
Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.
Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.
Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.
*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih
*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.
terima kasih sudah membaca 😁
ig : @man_gervis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 12 : Satu vs Lima Belas
Zhen Wu kini telah dibawah oleh seorang bandit bertubuh kekar, tinggal menyisakan Zi Li seorang diri yang tengah dikerumuni oleh 15 orang bandit.
Sebelumnya Zi Li terlihat panik akan ditinggal oleh Zhen Wu. Namun kini wajah gadis kecil itu perlahan lahan mulai berubah, dia yang tadinya takut dan gugup, kini mulai mengubah sikapnya menjadi lebih tenang.
Tatapan yang diberikan Zi Li mulai terlihat dingin, membuat atmosfir disekelilingnya mulai berubah. Bos bandit yang berada didekat Zi Li itupun, mulai merasa ada yang aneh dengan gadis kecil itu.
"Ehk.. ada apa gadis manis? Jangan menatap paman seperti itu, nanti paman jadi takut." Pemimpin bandit tersebut mulai memegang dagu milik Zi Li dengan lembut.
Tatapan yang diberikan Zi Li kepada bos bandit itu tidak berubah sama sekali. Malah mulai timbul perasaan marah dibalik wajahnya yang dingin itu. Tetapi Bos bandit tersebut tidak menghiraukan tatapan dingin Zi Li kepadanya, bahkan dia mencoba lebih berani lagi, dengan mencoba mengelus wajah manis Zi Li dengan tangan kotornya.
Saking keasikannya dia mengelus wajah gadis itu, dia tidak menyadari bahwa ada sebuah pisau yang tengah melayang cepat kearah mata kirinya." Slash!!"
"Akh!!!" Pemimpin bandit itu memegang matanya yang tertusuk hingga kemudian dia berdiri sempoyongan.
"Bos!!!" Para anggota lain yang melihat pemimpin mereka telah tertusuk sebelah matanya, dengan cepat mereka menghampiri agar bisa memberi bantuan.
"Keparat! Akan ku habisi kau karena telah melukai bos kami," teriak seorang dari bandit yang sedang berkumpul.
Baru saja bandit itu akan menyerang, dia tiba tiba dikejutkan dengan Zi Li yang mulai bersikap aneh. Terlihat tubuh milik Zi Li mulai terkelupas satu persatu, wajahnya kini mulai memucat hingga seluruh kulitnya nampak seperti mayat hidup.
Para bandit yang berdiri di depan Zi Li, merasakan ketakutan yang amat besar. Mereka tidak pernah melihat manusia yang menyeramkan sepertinya, terlebih lagi aura yang dikeluarkan berbeda dengan kebanyakan kultivator lain.
Zi Li mulai menatap kearah para bandit yang tengah berdiri dihadapannya, dengan membawa pisau yang masih berlumuran darah dari mata pemimpin bandit, dia hendak bersiap untuk menyerang para bandit yang tersisa.
"Hey, aku tidak tahu kau ini masih manusia atau tidak. Yang jelas, kau tidak akan bisa melarikan diri dari kami. Kami semua ada 14 orang dan kau hanya sendiri, terlebih lagi ranah kultivasi mu hanya berada diranah penempaan tulang tahap awal," ucap seorang dari mereka.
Bandit yang berbicara tersebut adalah bandit kurus yang sebelumnya hampir bertarung dengan Zi Li. Dia mulai percaya diri bisa melawan Zi Li dengan kekuatannya, apalagi dia merasa bahwa ranah miliknya lebih tinggi dari gadis itu, karena berada di ranah penempaan tulang tahap akhir.
Namun Zi Li malah tidak gentar dengan gertakan yang dilontarkan oleh bandit kurus tersebut. Zi Li malah mulai menggenggam erat pisau miliknya yang telah berhasil merenggut mata kiri pemimpin mereka.
Zi Li kemudian berlari dengan gerakan yang lincah, dengan gesit dia mengayunkan pisau miliknya kearah setiap bandit yang dia lewati.
Dikarenakan ruangannya yang begitu kecil, dia hanya bisa berlari kesana kemari dengan memanfaatkan tubuhnya yang mungil. Setiap kali dia mengayunkan pisau miliknya, ada paling tidak satu orang yang mengalami kebutaan.
"Akh!! Akh!! Akh!!" Teriakan dari masing masing bandit yang tertusuk oleh pisau milik Zi Li.
Anehnya diantara semua bandit yang berkumpul, hanya bandit kurus tersebutlah yang tidak diincar oleh Zi Li.
Zi Li terus menerus berlari kesana kemari dengan cepat sambil mengayunkan pisaunya kearah mata para bandit lainnya.
"Hei!! Hentikan... Kubilang hentikan." Bandit kurus tersebut kesulitan dalam menangkap ataupun menebas Zi Li dengan senjata miliknya, dikarenakan kelincahan Zi Li dalam bergerak sulit untuk untuk diimbangi.
Zi Li kemudian berhenti didepan bandit kurus tersebut, setelah semua bandit yang diserang olehnya tumbang satu persatu.
Tujuan dia mengincar mata dari para bandit, dikarenakan itu merupakan salah satu titik terlemah para kultivator. Seorang kultivator diketahui dapat mampu menahan serangan langsung dari para penyerang, namun organ-organ seperti mata, mulut, telinga merupakan kelemahan yang mendasar, karena tidak memiliki pertahanan dan juga mudah untuk diserang jika lawan lengah dalam pertarungan.
Seluruh bandit yang tertusuk pisau milik Zi Li telah tumbang tak bernyawa. Gadis itu mulai menatap bandit kurus yang masih termenung melihat para kawannya mati terkapar.
Kini bandit kurus tersebut perlahan mundur menjauhi Zi Li yang mencoba mendekat kepadanya. Dia terlalu panik karena mengetahui kekuatan Zi Li berada diluar akal sehat.
"Berhenti, mundur kau." Bandit kurus tersebut mulai mengarahkan senjata miliknya kearah Zi Li, walaupun dirinya kini mulai meragukan kemampuannya.
"Mana keberanian mu yang kau tunjukan sebelumnya. Aku ingin lihat apakah kau memiliki kekuatan untuk bertarung dengan ku sekarang." Zi Li menatap bandit itu dengan sorotan tajam.
Zi Li hendak menyerang bandit tersebut, namun sesaat dia mulai mengayunkan pisau miliknya, seseorang dari belakang mencoba melemparkan sebuah pedang kearah dia berdiri.
Pedang tersebut terlempar dengan sangat cepat dan terlihat dipermukaan pedangnya terlapisi dengan aura Qi yang sangat kuat.
Zi Li yang mengetahui arah datangnya lemparan pedang, mencoba menghindar pedang tersebut dengan mengandalkan insting miliknya.
"Slash!!"
Lemparan pedang tersebut berhasil dihindari oleh Zi Li, namun naas bandit kurus didepannya itu malah terkena hantaman dari pedang yang terlempar. Pedang tersebut kini tertancap di bagian lehernya, seketika bandit kurus tersebut jatuh hingga mati berlumuran darah.
Zi Li kemudian menoleh kearah orang yang melempar pedang tersebut. Nampak di ujung ruangan, terlihat seorang pria yang sedang memegang mata kirinya yang tengah berlumuran darah. Dia adalah pemimpin bandit, orang yang melemparkan pedang tersebut kearah Zi Li, namun dia tidak mengira bahwa Zi Li mampu menghindari serangannya.
Kini Zi Li dan pemimpin bandit tersebut saling menatap dari jauh yang masing masing dari mereka menyimpan amarah tersendiri. Suasana hening diciptakan akibat kedua orang tersebut yang tengah berdiri diantara mayat berserakan.
"Siapa kau sebenarnya. Aku tidak pernah melihat kultivator seperti dirimu." Pemimpin bandit tersebut tidak langsung menyerang, dia lebih memilih berhati hati kepada Zi Li. Karena melihat seluruh anak buahnya mati akibat serangan yang dilancarkan oleh gadis kecil itu.
Zi Li hanya diam saja, dia masih tidak menanggapi perkataan yang dilontarkan oleh pemimpin bandit di depannya .
Pemimpin bandit tersebut agak ragu untuk menyerang lebih dulu, dikarenakan dia termasuk orang yang berhati hati dalam membuat keputusan. Setiap keputusannya selalu membawa para bandit kepada keuntungan yang besar, namun kali ini ia harus menerima kegagalan yang besar karena lengahnya dirinya.
Walaupun dia memiliki ranah kultivasi yang jauh lebih tinggi dari Zi Li, yaitu ranah pembentukan tubuh tahap akhir, tetapi dia tidak akan berani menyerang tanpa tahu lebih jelas kekuatan asli lawannya.
"Sial! Anak ini punya kekuatan yang sulit untuk diprediksi. Aku tidak boleh lengah lagi," batin pemimpin bandit yang mencoba mengukur kekuatan Zi Li. Namun semakin lama dia berpikir, kepalanya serasa mau pecah karena tidak mendapat jawaban yang dia inginkan.
"Hmm... Sial, sepertinya ini percuma saja." Pemimpin bandit mulai menatap tajam ke arah Zi Li. "Aku Cao Feng, dengan kedua tanganku, ku pastikan kau akan membayar perbuatan mu karena telah membunuh anak buah ku."
Cao Feng kemudian langsung berlari dengan cepat kearah mayat anak buahnya yang telah tewas tertancap pedang. Dia hendak mengambil pedang tersebut untuk bisa bertarung dengan kekuatan penuh.
Zi Li langsung waspada dengan pergerakan yang dilakukan oleh Cao Feng, dia dengan cepat bergerak menjauh dari Cao Feng.
Cao Feng yang telah mendapatkan pedang miliknya, kini mulai melancarkan serangan yang membabi buta kearah Zi Li. Dia merasa bahwa gadis kecil di depannya ini, kapan saja bisa merenggut nyawanya jika dia tidak serius diawal.
"Sing!! Sing!!" Bilah pedang Cao Feng dan pisau milik Zi Li saling berbenturan.
Zi Li dapat menangkis semua serangan yang dilancarkan oleh Cao Feng kepadanya, dengan dirinya yang masih mempertahankan ketenangan dalam bertarung.
Walaupun Zi Li mampu menahan semua serangan yang diberikan kepadanya, tidak dapat dipungkiri bahwa Zi Li tetap tidak bisa mengalahkan seseorang yang berada diranah pembentukan tubuh tahap akhir.
Selanjutnya>>>
Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.