"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"
Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!
Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Siang hari tidak terasa begitu panas, jadi aku memutuskan untuk menjelajahi kota ini bersama Huo Lin. Omong-omong, sebelum berjalan lebih jauh, aku ingin mengingatkan bahwa aku tidak menguntit Yue Jian dan Zhang. Sekian dan terima kasih.
“Setelah dilihat lebih lanjut, kota ini ternyata tidak terlalu besar seperti bayanganku,” gumamku. “Satu-satunya tempat yang menurutku mencolok hanyalah Perguruan Tanah Merah yang dikelilingi oleh pagar tinggi. Tapi sayang kita tak bisa masuk ke sana.”
“Sepertinya aku tahu jalan rahasia untuk masuk ke sana,” kata Huo Lin, tanpa ragu.
“Sungguh? Anta raku ke sana!”
Huo Lin sudah jauh lebih terbuka daripada kemarin. Kurasa dia adalah orang yang sangat mudah percaya pada orang lain. Beruntung dia bertemu dengan aku yang adalah orang dengan martabat tinggi!
Beberapa saat kemudian, akhirnya aku dan Huo Lin tiba di depan pagar yang memiliki celah. Pagar ini merupakan pagar Perguruan Tanah Merah yang berbatasan langsung dengan hutan. Sepertinya para pengurus perguruan ini tidak terlalu memerhatikan detil seperti ini.
“Kita sudah sampai. Ini adalah jalan rahasia itu,” kata Huo Lin, tersenyum seolah sudah melakukan hal besar.
“Kerja bagus, Huo Lin.” Tentu aku memberinya pujian dengan tulus. “Apakah tidak ada orang di balik pagar ini? Penjaga atau semacamnya?”
Huo Lin menggelengkan kepala. “Sepertinya tidak. Aku beberapa kali masuk ke sini dan tak menemukan siapa pun, karena di balik pagar ini juga masih terdapat semacam hutan.”
Aku paham. Pantas saja pagar ini seperti tidak dirawat, ternyata itu alasannya. Mereka sangat ceroboh.
“Baiklah, ayo kita masuk ke sana, Huo Lin!”
“Baik!”
Operasi menyelinap ke dalam Perguruan Tanah Merah, dimulai! Sudah sangat lama aku tidak melakukan hal ini!
Akhirnya aku dan Huo Lin berhasil masuk ke dalam Perguruan Tanah Merah. Seperti yang dikatakan oleh Huo Lin, di sini adalah sebuah hutan yang ada dalam perguruan. Selain itu, tempat yang dipenuhi oleh pepohonan ini, aku tak melihat orang lain di sini.
“Ayo berjalan lebih jauh, Huo Lin.” Aku memimpin jalan dan tetap waspada pada sekitar.
Aku tahu kalau aku dapat meratakan perguruan ini dengan kekuatanku sekarang. Tapi, itu akan membuatku menjadi sangat mencolok. Aku tak mau! Aku hanya ingin hidup biasa saja dan puas.
“Luo Xiao, kenapa kamu mau menyelinap ke Perguruan Tanah Merah? Ingin menjadi pendekar atau mencuri sesuatu?”
Sejenak aku memalingkan pandangan ke arah Huo Lin, tetapi gadis itu segera menundukkan tubuhnya, berkata, “Maafkan aku sudah tidak sopan.”
Aku lantas melambaikan tangan, menolak permintaan maafnya, menjawab, “Aku tidak marah.” Aku pun kembali menghadap ke depan. “Ak uke sini hanya karena penasaran bagaimana keadaan perguruan itu. Itu saja. Dan aku tidak berminat menjadi pendekar di sini.”
“Kenapa?” Huo Lin sedikit terkejut. “Bukankah kau itu kuat dan cerdas? Kurasa kau akan menjadi seorang pendekar hebat bila berhasil masuk dalam perguruan hebat.”
Tanpa perlu masuk perguruan bobrok ini pun aku sudah menjadi pendekar hebat, lho! Aku adalah Raja Daratan—Luo Xiao!
Seandainya aku dapat mengatakan itu dengan lantang. Tapi, karena sekarang aku sudah memiliki tujuan, aku tidak dapat sembarangan mengatakan itu. Karena aku akan dianggap orang sinting bila orang-orang tak ada yang percaya.
“Aku hanya tak ingin menjadi pendekar. Dan menjadi orang kuat tak harus punya status sebagai pendekar, kan?”
“Hm … itu tidak salah sih.”
Anak ini sepertinya tertarik menjadi seorang pendekar, tetapi aku tidak berminat untuk mengambil murid lagi. Lagipula, selama dia bersamaku, tidak ada yang bisa menyakitinya.
Kemudian, kami pun tiba di perbatasan hutan dengan lapangan yang lumayan luas. Di ujung lapangan, aku dapat melihat sebuah bangunan besar berdiri. Mungkin itu adalah Gedung utama perguruan ini?
“Luo Xiao, mulai dari sini kita harus hati-hati,” Huo Lin mengingatkan. “Di lapangan ini tak jarang ada pendekar yang berlatih atau pun bertarung.”
“Tapi sepertinya lapangan ini kosong ….” Aku mengatakan itu karena memang lapangannya sedang kosong.
“Itu karena sekarang bukan waktunya latihan,” jawab Huo Lin. “Namun, aku tak jarang menemui ada murid yang juga berlatih pada siang hari seperti ini. Jadi, mau bagaimana pun kita harus berhati-hati.”
“Baiklah.”
Seperti yang diminta oleh Huo Lin, aku memimpin jalan dengan hati-hati. Dan ternyata benar, memang ada beberapa murid yang datang ke lapangan lalu bertarung. Namun, selagi mereka tak menyadari keberadaan kami, mereka bukan orang-orang penting yang harus aku acuhkan.
Tak lama berselang, akhirnya kami tiba di belakang bangunan besar di perguruan ini. Akan tetapi, di dalam sini terdapat begitu banyak murid perguruan, jadi aku dan Huo Lin tak bisa menyelinap masuk dengan mudah.
“Huo Lin, kau sudah pernah menyelinap ke sini, apa kau tahu jalan masuk rahasianya?”
Huo Lin menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu, aku belum pernah masuk ke gedung ini. Aku hanya pernah masuk sampai perbatasan hutan dengan lapangan itu. Maaf ….”
“Tak apa. Tidak perlu meminta maaf.” Salahku sudah berharap dia bisa memberitahuku jalan rahasia untuk masuk ke dalam bangunan besar ini. “Ayo kita kembali saja.”
“Apa kau menyerah begitu saja?”
“Kurang lebih aku sudah tahu isi perguruan ini.” Dari apa yang aku lihat, perguruan ini hanya berisikan Ras Manusia campuran sampah itu saja. Harusnya, perguruan seperti ini dapat ditaklukan oleh Yue Jian dan Bocah ingusan. Kalau mereka tidak bisa melakukannya, aku akan menghajar mereka!
Setelah perjalanan yang tidak begitu lama, aku dan Huo Lin sudah keluar dari Perguruan Tanah Merah. Di sini aku teringat akan sesuatu hal.
“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, apakah boleh?” kataku memulai topik baru.
“Tentu.”
“Kau berasal dari Ras Manusia Naga, kan, Huo Lin?”
Huo Lin menghentikan langkah, terdiam sejenak, lalu menjawab, “Kurang lebih seperti itu ….”
“Bukankah itu Ras yang kuat?”
“Seharusnya. Haha.”
Aku dapat tahu dengan jelas bahwa Huo Lin tidak tertawa sepenuh hati. Itu adalah sebuah tawa yang dipaksakan.
“Ras Manusia Naga akan selalu membuang produk cacat,” sambung Huo Lin. “Mereka bahkan membunuh kedua orangtuaku, hanya karena sudah melahirkan aku yang mereka anggap cacat.”
Kurang lebih aku paham. Ini adalah sebuah tindakan bodoh yang dilakukan ras yang merasa telah menjadi ras terkuat dan sempurna. Padahal, tidak ada ras yang sungguh sempurna, seperti Ras Manusia Murni. Semuanya memiliki ketidaksempurnaannya masing-masing.
“Apakah sekarang kau berpikir untuk kembali atau membalas dendam dengan mereka?” Aku bertanya dengan serius untuk memastikan apa ambisi gadis bernama Huo Lin ini.
Huo Lin menundukkan kepala. “Bohong bila aku berkata kalau aku tak membenci mereka. Aku sangat benci!” Dia diam sejenak. “Tapi, apa yang dapat aku lakukan?! Tak ada!”
MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.
Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.
Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.
Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍
Semoga ada kelanjutannya yak 😁