NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:239.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: tompealla kriweall

Reo Onsi, seorang anak Yatim yang tinggal bersama Ibunya. Mereka terpaksa terusir dari rumahnya sendiri setelah rumah tersebut disita Debt Collector atau lintah darat.

Walau Begitu, ternyata rumah tersebut tidak mampu menutup hutang keluarga mereka pada Lintah Darat.

Suatu saat, Reo mendapatkan Sistem Seribu Akun dari sebuah Layar Komputer terbengkalai yang ada di gudang. Dari sistem inilah Reo akhirnya mendapatkan misi tantangan yang akan memberinya kekayaan.

Ikuti terus kisah Reo Onsi yang berjuang untuk mendapatkan kekayaan dari sistem Seribu Akun, hingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang paling kaya di dunia tanpa harus diketahui identitasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Dasar brengsek, orang miskin, tidak berguna! sebaiknya kau lenyap saja dari muka bumi ini. Buat masalah saja!"

"Miskin ya miskin saja! Mana ini ayo lunasi!" teriak salah satu dari mereka sangat keras.

"Hai, tunggu!" teriak Ryanoir menghalangi, di saat mereka yang bergerak mendekati Lay dan Reo.

"Cuihh!!"

Preman itu juga meludahi Ryanoir, yang berusaha menjadi tameng untuk Reo dan ibunya. Tapi dia tetap berusaha untuk tenang, menunggu apa yang akan dilakukan oleh para pengacau ini.

"Jika kalian sabar menunggu, saya akan mencari uang 50 juta malam ini. Kalian bisa datang ke warnet Ryan, yang ada di jalan depan sana besok untuk mengambil uangnya."

"Yang benar kau?" tanya mereka tidak percaya.

Ryanoir menganggukan kepalanya dengan yakin saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh mereka. Meskipun dia tidak memiliki uang sebanyak itu dalam bentuk cash malam ini, setidaknya dia masih ada waktu untuk mencari pinjaman pada teman-temannya, seandainya diberi waktu malam ini.

"Ck, Gue nggak percaya!"

"Udah, kalian keluar lagi dari rumah ini aja! kembali jika udah ada duitnya!" perintah mereka dengan mendorong Ryanoir, yang masih merentangkan kedua tangannya, melindungi Reo dan juga Lay.

"Pak, sudah biar kita pergi saja dulu."

"Iya Pak, nanti mereka tambah ngamuk."

Lay dan Reo meminta supaya Ryanoir tidak berdebat dengan para penagih hutang, karena tidak mau ada kekerasan.

"Tapi aku masih punya cara, jadi harus bicara baik-baik dulu." Ryanoir berusaha membuat keduanya tetap tenang, dan dia yang memikirkan caranya.

"Hahaha..."

"Malah meeting sendiri. Cuihhh!"

Salah satu dari mereka itu tertawa-tawa mengejek, karena berpikir bahwa orang-orang yang ada di depannya itu hanya mengulur-ulur waktu saja.

"Kau bilang apa tadi?"

"Heh, apa tidak dengar? kau hanyalah sampah, tolol!"

Entah apa maksud dari ucapan yang mereka katakan, tapi itu membuat Ryanoir menjadi sangat emosi dan pria itu pun langsung lepas kendali, kemudian maju menantang mereka.

"Maju jika kalian berani!"

"Hahaha... dia pikir dia adalah jagoan?!"

"Tidak!" teriak Ryanoir.

"Apa? mau jadi pahlawan kemalaman? hahaha..."

"Aku bisa melakukannya jika kau ingin. Aku pasti akan meladeni untuk membuat mulut kalian diam." Dengan yakin Ryanoir menerima ejekan mereka, yang sepertinya menganggapnya remeh.

"Ouhh... Rupanya loe ingin babak belur!"

"Hiattt...."

Bug bag bug

Dug bug dag

"Heh, dasar miskin!"

Siuttt!

Ciutttt...

Tag bug dug

Salah satu dari mereka mengeluarkan pisau lipat, yang digunakan untuk menyerang Ryanoir.

Reo memeluk ibunya yang ketakutan, dan membawanya ke sudut ruangan. "Ibu tunggu di sini ya," pinta Reo, yang diangguki Lay dengan tubuh bergetar karena ketakutan.

Saat ini Ryanoir tengah berkelahi dengan para penagih hutang, karena mereka sudah melakukan kekacauan dan berteriak-teriak tidak ada sopan santunnya sama sekali sebagai tamu.

Mengalami masalah dengan preman lintah darat yang menagih utang, kadangkala memang menjadi keributan. Mereka tidak mau memberikan waktu, padahal ini adalah masalah bunga pinjaman bulan ini yang sebenarnya sudah tidak diperhitungkan karena sudah di lunasi.

Ibunya Reo, telah dinyatakan bahwa semua hutang-hutangnya lunas semua. Namun, preman lintah darat tetap bersikukuh bahwa hutang tersebut belum lunas secara keseluruhan, karena bunga yang 50 juta masih nyangkut di bulan ini dan belum masuk hitungan mereka saat membuat totalan.

Masalah ini kemudian berlanjut dengan adanya tindakan kekerasan dari pihak preman penagih utang tersebut, yang tidak sabar dan tidak mau memberi waktu untuk memberikan kelonggaran waktu hingga besok pagi, karena Ryanoir sudah berjanji untuk memberikan uangnya.

Sebenarnya, kekerasan dalam keadaan seperti ini sudah sering terjadi. Padahal seharusnya, pihak preman lintah darat tidak menggunakan tindakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah utang piutang.

Sebaliknya, mereka seharusnya menggunakan cara yang lebih baik dan lebih aman untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berdiskusi dan mencari jalan keluar yang baik bagi kedua belah pihak.

Karena itulah, Ryanoir juga tidak dapat membenarkan tindakan kekerasan dari pihak preman penagih hutang tersebut. Meskipun seandainya memang benar, jika hutang tersebut belum lunas.

"Arghhh..."

Bug bag krakkkk

"Oughhh..."

Ryanoir berhasil mematahkan tangan salah satu dari mereka, sehingga yang lain mundur. Mereka saling pandang, mereka tidak pernah menyangka jika mendapatkan lawan yang seimbang. Padahal mereka ada tiga orang, sedangkan yang melawan hanya satu orang.

Reo sendiri masih menenangkan ibunya, karena ibunya tidak mau ditinggal.

"Cepat pergi dari sini dan kembalilah besok ke warnet! Aku akan menyiapkan uang 50 juta cash!" terang Ryanoir pada mereka bertiga.

Brukkk

Dengan cepat Ryanoir mendorong preman yang tadi masih dia pegang dan tangannya sudah dipatahkannya, ke arah kedua temannya yang lain.

Kedua preman tersebut sigap menangkap temannya, tapi tetap dengan pandangan mata yang tajam.

"Ingat! Ini bukan kekalahan kami. Kami pastikan akan memberikan ganjaran padamu setelah ini!" ancam mereka, dengan menunjuk ke arah Ryanoir yang tersenyum sinis ke arah mereka.

"Aku tunggu, tapi di warnet sana! Jangan pernah kalian datang ke rumah ini lagi, apalagi sampai mengganggu mereka berdua!"

Dengan tegas Ryanoir memperingatkan ketiganya, supaya tidak lagi datang ke rumah ini dan mengganggu ibu dan anak tersebut. Dia yang akan mengambil alih pelunasan bunga hutang, yang sebesar 50 juta itu.

"Baik. Jangan sampai perkataan mu itu meleset!" ancam mereka balik.

Setelah ketiga preman tadi pergi, Lay dan Reo mendekat ke tempat Ryanoir berdiri. Pemilik warnet tersebut memang belum beranjak dari tempatnya, karena memastikan jika ketiga preman tadi benar-benar pergi dari rumah ini.

"Pak Ryan, terima kasih atas bantuannya." Lay mengucapkan terima kasih, dengan melihat iba ke arah wajah Ryanoir.

Dia melihat beberapa lebam yang terdapat di wajah dan lengan laki-laki tersebut.

Reo juga memegangi tangan Ryanoir, memeriksa keadaan pemilik warnet tersebut. "Ayo Bu, kita obati luka Pak Ryan."

Lay menganggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan anaknya. Dia segera berjalan ke dalam rumah, mencari kotak obat untuk mengobati luka-luka Ryanoir. Sedangkan Reo menuntun pemilik warnet tersebut untuk duduk di kursi terlebih dahulu.

***

Plakkk plakkk plakkk

"Dasar bodoh!"

"Apa gunanya kalian bertiga, melawan satu orang saja tidak becus!"

Bos lintah darat, Hendrix, sangat marah mendapati laporan anak buahnya yang gagal menagih hutang malam ini. Dia menampar ketiga anak buahnya yang baru saja datang dari menagih hutang, tapi gagal. Apalagi dia juga masih dalam keadaan pusing, sebab beberapa hari ini bisnis judi onlinenya mengalami kerugian yang besar.

"Argh... dasar kalian semua memang tolol, stupid, crazy, ****!"

Makian keluar dari mulut Hendrix, sedang ketiga anak buahnya menundukkan kepala. Mereka tidak ada yang berani menyela atau menyahuti perkataan Hendrix yang sedang murka.

"Pastikan besok pagi untuk menerima uang 50 juta itu. Aku tidak mau tahu apa pun alasannya, pokoknya harus berhasil!"

Bug bug bug

Dengan cepat Hendrik memukul perut ketiganya, karena dia masih merasa kesal dan marah atas kegagalan ke-tiga anak buahnya malam ini.

"Hah! Sungguh aku akan bangkrut jika seperti ini terus-menerus!" kesah Hendrix, meninggalkan tempatnya.

1
strivee
kntlisklsusfmuehs
strivee
satu sipon 1 ronda 1 hondajes 1 lambegoni
Jasmin Melor
Luar biasa
Edy Sulaiman
menarik juga...hhh
Seven8
kalimatnya bertele-tele. utk maksud & tujuan yg sama sering diulang2.
William Shakespeare
satu indo satu Inggris 🗿
Emil Djibran
penjelasan soal uangnya kurang jelas,ceritanya pun terasa loncat-loncat jadi kesannya kurang nyambung,,jadi para reader di suruh mikir sendiri jadinya
Emil Djibran
apa ini thor?
4 milyar atau 4 ribu milyar ?
AitchAre
teteh
TK: telah 🤦🤦🤦
terima kasih
total 1 replies
AitchAre
bang digital
TK: Bank 😀😀✌️
total 1 replies
Vincent Da Vinci
ayat terlalu banyak memperjelaskan sesuatu hal... jangan buat cerita bertele-tele. menjadi hilang minat bila baca cerita bertele-tele
TK: ok thanks, bos
total 1 replies
Eros Hariyadi
Miskin boleh² saja, tapi jangan bodoh.... nampaknya pemilik warnet juga ketularan koplaakk.... undang pihak yang berwenang/polisi...itu jelas delik penipuan dan kriminal, namanya Pelunasan/Paid-off dimana pun di dunia ini seluruh kuwajiban/hutang, bunga dan denda keterlambatan bayar telah dihitung....gak ada sisa bunga yang masih harus ditagihkan, gw yakin authornya kurang paham soal ini...gw orang kerja di Bank jelas memahami soal remeh seperti ini, mengusir orang dari rumahnya ga semudah seperti itu...apalagi dengan kekerasan, ndak bisa dilakukan...Hak Mutlak tidak berlaku di negara ini, semua harus via pengadilan itupun tahapannya banyak yang musti dilalui....gw mah termasuk ahli di bidang ini, kerjaan sehari-hari... wkwkwk 😝😄🤣
TK: nah itu, Pinjol akhirnya bertebaran. padahal sama aja targetnya dan 🤷
total 8 replies
Eros Hariyadi
katanya udah pelunasan kok masih ada hutang bunga, napa waktu pelunasan kemarin ga bawa Pengacara dari LSM...?? khan ada bantuan hukum gratis untuk golongan gak mampu...ini yang gw bilang gak masuk akal, kayak hutang recehan ajaahh....ini negara hukum, bukannya negara halu...😝😄🤣😫
TK: aku buat di negara halu gimana dong 🤷
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya Bocil ada saatnya kumpul dan ber-senang² dengan temen²nya... namun juga dipaksa untuk berpikir dewasa yang bukan untuk seusianya... kasihan juga...🤔🙄😢😫😭😭💪👍
TK: huwaaa 😭
total 1 replies
Eros Hariyadi
Tetap Semangat yaaa... Thor, Sukses selalu 😝😄💪👍👍🙏
TK: very tengyu gan.
matur suwun 🙏
total 1 replies
Eros Hariyadi
hadeeehh.... akhirnya author mewariskan ilmu pamungkasnya kepada Reo, Ilmu bersandiwara... wkwkwk...banyakan nonton sinetron neehh... authornya, asalkan jangan ilmu Bokep yaaa...😝😄💪👍👍👍
TK: waduh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
TK: sippp 👍
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya juga Bocil... dengan melihat usianya jelas belum layak untuk melakukan perbuatan hukum, KTP ajaahh...pasti lom punya, lom memenuhi syarat disebut dewasa....🤔🙄😠😡😢
TK: haahhh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍😢
TK: Ok 👍👏👏
total 1 replies
Eros Hariyadi
Mang waktu pelunasan hutang kepada rentenir, gak ada tanda bukti pelunasan yang berkekuatan hukum pasti/akta, soalnya hutangnya udah diatas 1 milyar dan penyerahan bukti sertifikat tanah dan bangunan, khan harus ada...,.?? masa hutang sebesar itu dianggap sama dengan hutang Rp 15.000,- seehh...🤔🙄😝😄🤣
TK: namanya lintah darat itu pasti gak resmi, kan ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!