Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.
Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.
BUGH...
Ria terjatuh di kamar kosnya.
Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 Holiday
"Cie.. Penasaran ni ye..?". Ledek Liani.
"Tanya aja pun gak boleh". Belaku dengan mulut manyun.
"Iya, Aku kasih tahu deh..". Jawab Liani makin membuatku penasaran.
"Juara kelas kita Dayat, rangking 2 ya Adiknya, juara 3 si Putra". Jawab Liani meyakinkan.
"Wah.. Laki-laki semua ya?". Ucapku.
"Rangking 4 dan 5 kan kita". Liani berkata dengan sangat senang sambil memelukku.
Lalu kami bercerita kembali tentang sekolah. Bahkan Kami bercerita tentang rencana hari libur nanti.
Hari sudah semakin gelap, Liani pamit pulang.
"Lumayan lama ya Bu liburnya 2 Minggu". Kataku pada Ibu yang sedang di dapur sedang memanaskan masakan yang sudah dingin.
" Iya". Jawab Ibu singkat.
"Kita tidak pulang kampung Bu? ". Sambung Adik.
"Pulang kampung yok Bu, kita sudah lama tidak lihat Nenek". Sambung Kakak lagi.
"Nanti Ibu tanya Bapak dulu ya". Jawab Ibu.
Lalu malampun makin larut.
Sebelum tidur, kami bercerita sangat bersemangat. Kakak juga bilang kalau dia mendapatkan rangking 10 besar. Dan keseruan Dia di rumah temannya.
"Nak... Kenapa belum tidur? Lihat jam sudah menunjukkan pukul berapa???". Teriak Ibu dari dalam kamarnya.
Lalu Kamipun cekikikan dan mencoba diam hingga tertidur pulas.
Keesokkan harinya, selesai masak Ibu mengajak kami anak gadisnya mambantu Ibu membuat kue. Kue bolu pertama telah selesai. Dan Ibu melanjutkan membuat kue kedua.
"Kok buat kuenya dua Bu?". Tanya Adik penasaran.
"Insya Allah besok kita pulang kampung". Jawab Ibu sambil memasukkan tepung terigu kedalam adonan sedikit demi sedikit.
"Asyik....". Teriakku.
Jam 10.00
Hari yang dinanti-nantikan telah tiba.
Ibu, Aku dan Kakak menunggu Bis di depan rumah. Kami naik Bis bersama. Sedangkan Bapak dan Adik naik motor pulang kampung. Abang-abangku tidak ikut pulang kampung. Mereka tinggal sama Nenek, orang tua Ibuku.
Di dalam Bis, Aku duduk berdua sama Kakak. Sedangkan Ibu duduk disebelah kursi kami setelah dipisahkan oleh lorong kecil.
Sesekali Kami melihat Bapak dan Adik jalan melewati Bis Kami dengan motornya. Aku dan Kakak hanya tertawa di dalam Bis.
Di dalam Bis, Ibu sengaja membeli Snack dan buah jeruk juga salak agar anak-anaknya tidak bosan di dalam Bis.
Tiga jam pun berlalu. Alhamdulillah Kami Sampai di Kota Sigli. Dengan wajah senang Kami turun dari Bis. Ternyata ada bapak juga Adik yang sudah menunggu di Terminal Bis. Mereka lebih dulu sampai di Sigli.
Lalu Bapak mengantarkan Aku dan Kakak ke rumah Nenek dengan motornya. Jaraknya hanya 10 menit dari Terminal tadi. Setelah sampai di rumah Nenek. Bapak kembali lagi ke Terminal untuk menjemput Ibu dan Adik.
Kami telah berkumpul bersama keluarga besar Bapak. Sudah pukul 22.00 saudara Bapak masih asyik dengan obrolannya. Sedangkan anak-anak Bapak sudah tertidur.
Kami tidur diruang tamu, yang sengaja dibentangkan tikar lalu diletakkan beberapa kasur dan bantal oleh Nenek.
Sesudah shalat subuh, Kami tidak tidur lagi.
Nenek sengaja membuatkan Teh panas dan menggoreng pisang yang cukup banyak untuk cucunya sarapan di pagi itu.
Selesai sarapan, Kami duduk-duduk di halaman rumah Nenek. Tiba-tiba datang Oom Adik Bapak membawakan beberapa ikan segar yang cukup besar lalu diberikan ke Ibu. Untuk masak katanya.
Ku lihat Ibu dan Nenek sedang memetik sayur mayur di kebun sebelah rumah Nenek. Di kampung, warga yang mempunyai lahan kosong pasti di tanam beraneka ragam buah dan sayur mayur untuk di makan sehari-hari. Jadi mereka tidak musti belanja jauh-jauh ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sungguh indah kehidupan di kampung, lingkungannya belum terkontaminasi dengan asap kendaraan atau polusi udara lainnya.
Kami hanya main bertiga di halaman rumah Nenek. Datanglah Sepupu Kami, anak dari Adik Bapak yang perempuan dan Adik Bapak yang laki-laki.
Ada Jannah, Imah, dan Zuhra datang. Mereka mengajak Kami bermain Engklek. Kami main bersama Adik dan Kakak juga.
Waktu makan siang telah tiba, Kami makan bersama-sama. Termasuk Jannah, Imah dan juga Zuhra yang juga cucu Nenek.
Selesai makan dan shalat, mereka mengajak Kami memetik buah mangga di pohon yang terletak di pinggir sungai. Tempatnya tidak seberapa jauh dari rumah Nenek kata mereka.
Lalu Kami meminta izin kepada Ibu dan Nenek. Dan syukurlah Kami mendapatkan izin.
Dengan senang hati Kami jalan bersama sambil bernyanyi dengan suara kecil.
😁
suka banget sama karya kaka
salam dari *make sure you love me*
karya baru kak..
Tentang Kenangan💙 disini
Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️
di tunggu feedbacnya.. 😊