Mengimpor komputer dari tumpukan rongsokan, Xing Lan mendapatkan sebuah sistem yang membawanya ke dunia novel sangat tidak jelas setelah ia mati kesetrum listrik.
Yu Zhouchen adalah seorang tokoh utama sekaligus protagonis dalam novel yang telah di plagiat oleh seseorang. Namun, dia mati di tangan Guru besarnya yang merupakan seorang Antagonis?!
Dan karena itu semua, Xing Lan harus mengubah kehidupan seorang Yu Zhouchen yang tidak seharusnya mati di tangan Guru besarnya sendiri! Menggunakan sistem yang muncul tanpa permisi, ia harus melewati kehidupan yang luar biasa baginya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER. 11 - MEMBELA DIRI II
”Zhaoyua! Menjauhlah dari anak terkutuk ini!” Jiu Yulan langsung menarik Qing Zhaoyua ke belakang punggungnya begitu dia tahu Yu Zhouchen sedang dirasuki.
Yu Zhouchen sedikit terkejut saat seseorang mengatakan itu padanya. Dia berdiri kembali setelah membuat Yuntao berubah menjadi tulang belulang. Sorot matanya mengarah pada Jiu Yulan yang bertindak sok melindungi Qing Zhaoyua.
”Siapa mereka berdua? Aku sudah tertidur berapa lama sampai-sampai tidak mengenal satupun dari orang-orang ini?” batin Yu Zhouchen.
Qing Zhaoyua menggigit bibirnya. Dia juga tahu kalau Yu Zhouchen sedang dirasuki oleh arwah yang berumur ratusan tahun. Tapi, yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin orang yang masih hidup bisa merasuki tubuh orang lain seperti orang yang sudah mati? Ditambah lagi, orang yang merasukinya adalah orang yang cukup kuat bahkan berada di tingkat Iblis.
”Sepertinya, kalian sangat menikmati penghinaan ini. Rong Shuan sudah meremehkanku.” ucap Yu Zhouchen sembari menatap sinis pada keduanya.
Qing Zhaoyua menurunkan tangan Jiu Yulan yang mencoba menghalanginya. Dia menatap Yu Zhouchen dengan teliti seolah sedang membuktikan sesuatu.
”Aku belum pernah melihat pesona sihir gelap sebesar ini. Tubuhnya pasti tidak berada jauh dari sini.” batin Qing Zhaoyua yang langsung bertanya, ”Bisakah aku mengetahui sesuatu? Kau ini siapa? Mengapa kau bisa merasuki tubuh seseorang sedangkan kau sendiri masih hidup?”
Yu Zhouchen memiringkan kepalanya, membalas Qing Zhaoyua dengan tatapan sinis yang lebih meremehkan. ”Kau masih tidak sadar diri juga? Orang lemah sepertimu, memangnya pantas mengetahui siapa diriku? Lagipula, kau pikir aku tidak tahu kesalahan terbesar yang sudah kau lakukan? Kesalahan yang membuatmu akan dihukum mati dan dibenci oleh murid-muridmu sendiri. Kau secara diam-diam mempelajari sihir gelap kan?”
”Sudah cukup sampai di sana!” Jiu Yulan terlihat sangat marah. Dia langsung mengerahkan cambuknya ke arah Yu Zhouchen dan tak mempedulikan apakah anak ini akan mati atau tidak. Karena sejak awal, dia memang sudah membencinya.
Jiu Yulan berpikir kalau serangannya ini bisa mengenainya. Namun, ternyata dia salah. Yu Zhouchen menggenggam ujung cambuknya dengan tangan kosong. Tak sampai semenit dia berhasil membuat Jiu Yulan terkejut. Yu Zhouchen langsung mengubah cambuknya menjadi batu yang kemudian hancur saat terjatuh ke tanah.
”Huh? Ternyata hanya mainan anak-anak. Apakah kau mencoba meledekku hanya karena aku menempati tubuh anak-anak?” Yu Zhouchen menyeringai, menatap cambuk yang telah menjadi bongkahan batu tak berarti.
”Kuat sekali! Orang ini, darimana dia berasal?” batin Jiu Yulan yang terlihat sangat terkejut.
”Tetua! Aku saja yang akan menghadapinya.” ucap Qing Zhaoyua sembari menunjukkan pedangnya lalu menarik Jiu Yulan ke belakang.
Namun, saat dia melakukannya, tiba-tiba sesuatu telah berhasil menarik perhatiannya. Darahnya menetes keluar dari dalam hidungnya dan mengalir lepas sampai ke bawah dagunya. Qing Zhaoyua benar-benar tak menduganya. Tubuh Yu Zhouchen yang masih kecil, pastinya tidak akan sanggup menahan kekuatan besar dari jiwa yang merasukinya.
Sebentar lagi, tubuhnya akan hancur!
”Aduh, tak ku sangka tubuhnya selemah ini. Padahal aku ingin menggunakannya seharian penuh.” ucap Yu Zhouchen tak terlihat terkejut sama sekali. ”Haah, ternyata tidak semudah yang aku pikir.”
”Kau! Cepat pergi dari tubuhnya!” ucap Qing Zhaoyua, serius.
Yu Zhouchen melirik ke arah Qing Zhaoyua dengan tidak suka. Dia menaruh kedua tangannya di atas pinggang sembari berkata, ”Aku akan pergi. Tapi, ada sesuatu yang harus aku lakukan sebagai perlindungan diri.”
Saat Yu Zhouchen melangkahkan kakinya ke depan, dalam sekejap dia langsung muncul di hadapan Qing Zhaoyua lalu menendang tubuhnya sampai terhempas ke belakang dan menabrak pohon. Bukan hanya itu saja, dia juga menepuk tengkuk leher Jiu Yulan sampai membuatnya pingsan.
Qing Zhaoyua terbatuk beberapa kali setelah debu tanah masuk ke dalam hidungnya. Belum sempat bernafas, dari depan Yu Zhouchen langsung mencekiknya dan menekannya di tanah.
”Menarik. Sejak awal aku tahu kalau kau hanya ingin memanfaatkan anak ini. Cara apa yang kau gunakan untuk melatih muridmu sendiri? Kau mengajari mereka cara menggunakan sihir gelap atau berkultivasi selama ratusan tahun?” ucap Yu Zhouchen sembari menatap sinis.
Tidak bisa bergerak! Seperti ditimpa gunung!
Yu Zhouchen meletakkan jari telunjuk di antara kedua alis Qing Zhaoyua. ”Aku tidak bermaksud menghilangkan kekuatanmu. Aku hanya ingin menghilangkan ingatanmu tentang anak ini. Keberadaanmu, hanya membuatnya terseret ke dalam liang lahat.” ucapnya.
Hanya berselang beberapa detik saja, sebuah kelereng berwarna biru keluar mengikuti jari telunjuk Yu Zhouchen. Qing Zhaoyua terbelalak saat melihat benda itu keluar dari dalam kepalanya.
”Ternyata hanya segini saja. Kecil sekali sampai-sampai aku tidak bisa menghancurkannya. Atau mungkin, aku harus mengambil seluruh ingatan masa lalumu dengan Yu Zhenxing agar aku bisa menghancurkannya?” ucap Yu Zhouchen, berpikir selama beberapa saat.
”Hmm, baiklah.”
***
”Uwahh! Apa ini? Aku jatuh dari luar angkasa?! Memangnya ada yang seperti ini?!” Yu Zhouchen yang asli berteriak saat mendapati dirinya terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi melebihi gedung pencakar langit.
Lalu, seorang wanita berambut ungu muda tiba dibawahnya dan hendak akan menangkapnya dengan kedua tangan. Bersamaan dengan hal itu pula, ukuran tubuhnya berubah menjadi wujud dari seorang bayi yang baru berumur 3 bulan!
”Susah payah aku bertahan hidup sampai usiaku 20 tahun dan sekarang aku kembali saat aku dilahirkan?!” teriak Yu Zhouchen dalam benaknya sebelum wanita itu memeluk tubuh mungilnya dan mengelus kepalanya.
”Zhouchen, jangan takut. Ayahmu bukanlah penjahat. Ibu akan melindungimu dari belakang.” ucap wanita dengan lembut.
Yu Zhouchen tak mengerti setiap kata yang diucapkan wanita ini padanya. Siapa dia? Siapa ayahnya? Dan siapa dirinya? Dimana ini? Dia merasa hilang ingatan setelah tubuhnya meluncur seperti meteor.
Wajah Ibunya memiliki kulit putih seperti salju, matanya merah menyala seperti sirine ambulan. Rambutnya berwarna ungu muda sedikit pucat. Pakaiannya pun selalu kontras, merah dan hitam. Namun, terkadang dia memakai hitam dan putih dengan jubah hitamnya yang dominan.
”Buram. Aku masih tidak bisa melihatnya dengan jelas karena tubuhku masih bayi. Ayolah! Cepatlah besar dan dewasa!” batin Yu Zhouchen sembari memejamkan matanya.
Suara wanita tadi berganti dengan suara teriakan puluhan orang. Mereka semua menjerit kesakitan. Ada juga suara tikaman pedang dan anak panah yang datang dari segala arah. Bukan hanya itu, dia juga mendengar suara langkah kaki wanita ini sedang membawanya ke suatu tempat.
”Yu Zhang! Betapa jahatnya kau ini! Mengapa kau lakukan pada anak ini?!”
”Wanita ini berteriak untuk membelaku? Apa yang terjadi dengan dunia ini? Tak ku sangka, menjadi bayi itu enak juga.” batin Yu Zhouchen yang hanya mendengarnya.
”Mengapa menyalahkanku? Toh dia akan baik-baik saja. Bukankah kau berjanji akan melindunginya? Kau sudah menghinaku lebih dulu dan aku akan membuat Sekte kalian kembali berperang seperti dulu.” ucap laki-laki.
”HAAHH!”
Yu Zhouchen langsung terbangun tiba-tiba dengan perasaan kaget setelah dia mendengar suara laki-laki itu. Dia pun sadar kalau dia telah kembali ke kamarnya yang ada di kediaman Qing Zhaoyua.
Dia langsung mengambil posisi duduk sembari mengusap tengkuk lehernya sendiri. ”Cuma mimpi. HAHAHAHAHA.”