Fabrizio Argantara seorang CEO Diamon Group terpaksa harus menikahi Putri dari orang yang ia tabrak hingga meninggal.
Fabrizio menikahi Jihana Almayra hanya demi sebuah tanggung jawab semata, hingga suatu hari salah satu diantara mereka memiki perasaan mencintai.
Mampukah Fabrizio dan Jihan mempertahankan pernikahan mereka saat badai rumah tangga mereka hadir disaat mereka sudah saling yakin untuk mencintai satu sama lain ?
Yuk simak selengkapnya novel "Istri Siri CEO" karya Dewi KD.
Jangan lupa untuk dukung author dalam bentuk Like & Comment 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU LAGI
Jihan dan Mama Sonia berada dikampus Sonia dengan setia menunggu Jihan menulis formulir pendaftarannya. Sonia merasa kasihan pada Jihan, seharusnya Zio yang menemani Jihan. Namun apa daya Zio yang keras kepala lebih memilih Cindy ketimbang istrinya sendiri.
"Sudah selesai Ma, tunggu sebentar ya Ma, Jihan mau memberikan berkas ini ke ruangan administratif dulu" Jihan berdiri dan merapikan berkas ditangannya.
"Ah..iya Mama tunggu disini ya" balas Sonia tersenyum lembut.
Jihan menyerahkan berkas ditangannya ke ruang administrasi. Ia beruntung masuk ke kampus itu karena jalur beasiswa jadi ia tak perlu repot lagi untuk mengikuti tes ujian masuk. Ia sudah diberitahu tanggal berapa ia mulai mengikuti perkuliahannya nanti.
Saat keluar dari ruangan dan hendak menemui Mama Sonia. Jihan dikagetkan ketika bertemu dengan Devan. Devan adalah lelaki yang ia kagumi sejak dibangku SMA. Ia mengagumi Devan secara diam-diam tak pernah sekalipun ia berani mendekati Devan, seperti teman-teman ataupun adik kelasnya. Tentu semua menyukai Devan karena ia ketua osis yang begitu tampan dan pintar.
"Jihan.." sapa Devan ia tak menyangka bertemu dengan Jihan dikampus yang sama.
"Devan..kau disini juga ?" tanya Jihan yang melihat berkas ditangan Devan.
"Iya, aku mendapat beasiswa juga sama sepertimu"
"Oh aku kira kau akan kuliah ke luar negeri" Jihan yang tahu dari teman-teman kelasnya bahwa Devan akan melanjutkan study ke luar negeri.
"Aku tidak jadi kuliah diluar negeri, karena alasan tertentu" jawab Devan tersenyum manis.
"Oh.."
"Jihan mana nomor ponselmu"
Jihan tersenyum simpul saat Devan meminta nomor ponselnya. Namun ekspresi wajah Jihan mendadak jadi murung karena ia tak memiliki handphone. "Aku tak punya ponsel"
"Ah..sayang sekali" balas Devan nampak kecewa.
Tiba-tiba Jihan teringat akan Mama Sonia yang sudah menunggunya sedari tadi. Ia kemudian pamit pada Devan untuk segera pulang. "Aku pergi dulu ya, Dev. Sampai jumpa"
Devan yang diam-diam mengikuti Jihan ke mana Jihan akan pergi, tiba-tiba ia mengernyitkan dahi ketika melihat Jihan berjalan bersama dengan Nyonya Sonia istri Tuan Anggara yang merupakan teman bisnis Ayahnya.
Devan juga semakin penasaran kala Jihan ikut masuk dalam mobil yang sama dengan Nyonya Sonia. "Ada hubungan apa mereka bedua ?" Karena Devan tahu Jihan bukanlah dari keluarga berada bahkan keluarga Argantara semua berada di luar negeri. Tidak mungkin Jihan adalah keluarga Argantara.
"Membuat aku semakin penasaran saja"
.......
Jihan dan Sonia pergi ke sebuah Mall, suatu kegiatan yang sangat Sonia sukai saat ini adalah mengajak Jihan pergi berbelanja.
Saat mereka sudah berada disebuah mall Sonia mengajak Jihan mencoba beberapa pakaian.
"Ma, baju yang diberikan Mama tempo hari sudah begitu banyak"
"Sudah kamu pakai saja, kemarin Mama lupa memberikanmu pakaian pesta. Mama baru ingat jika besok ada undangan perayaan ulang tahun perusahaan dari kolega bisnis Papa. Kamu harus ikut, ya ?"
Jihan yang tak enak hati jika menolak keinginan Mama Sonia, ia pun mengiyakannya dan mencoba gaun pesta yang diberikan oleh Mama mertuanya itu.
Saat jihan melihat pantulan dirinya dicermin setelah mengenakan gaun tersebut, ia tersenyum getir kala mengingat dulu ia ingin sekali membeli sebuah gaun pesta yang ia lihat disebuah toko. Namun sayang ia tak mempunyai uang dan bahkan untuk meminta pada Ayahnya saja ia tak berani karena untuk makan sehari-hari dan biaya sekolahnya saja Ayahnya harus bekerja siang malam.
Beberapa saat kemudian Mama Sonia dan Jihan menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka. Jihan yang berada dibelakang melihat ke arah sisi kiri disana ada banyak sekali sepatu kets terpajang.
Jihan mendekat ke arah sepatu-sepatu itu ia mengambil satu sepatu dan membulatkan mata kala tahu berapa harganya.
Saat Jihan mengembalikan lagi sepatu itu ketempatnya dan membalikkan tubuhnya kemudian berniat kembali ke kasir.
Tiba-tiba Jihan tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga belanjaannya terjatuh.
"Ma..maafkan sayang Nona" Jihan mengambil belanjaan wanita tersebut dan menyerahkannya pada wanita itu.
Mata Jihan membulat saat ia melihat lelaki disebelah wanita itu dia adalah.....
keren bgt thor👍👍
bwt zio kurang ganteng thor
aku jg lama gk punya2 ank.
3 thn pernikahan br punya ank.
sedihnya tuh sm mulut2 gk berprikemanusiaan..jahara pedes rawit tenan.
kenaa kau