NovelToon NovelToon
Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Pernikahan Kilat / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: emmarisma

Sekuel dari Menikahi Ibu Susu Baby Zafa


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki rasa lebih tapi mereka ragu untuk mengungkapkan perasaan masing-masing.

Rian, papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu terbuka dengan perasaan mereka masing-masing. Namun karena sebuah kejadian Zafrina dan Zico dipaksa menikah.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak selengkapnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Bukan Jodohnya

*******

Zafrina sudah duduk di samping Zico meskipun pernikahan ini tidak di rencanakan sejak awal namun tetap saja membuat Zafrina gugup.

Gadis itu tampak sangat cantik dengan dress dan riasan naturalnya, Marvel bahkan sampai tak mengedipkan mata karena terpesona pada sosok Zafrina. Zico menatap Zafrina dengan binar kebahagiaan. Zafrina mencium punggung tangan Zico dan Zico mencium bibir Zafrina.

Zafrina terbelalak kaget, namun tidak bagi dokter dan para perawat yang ada di sana. Tuan Ali pun tersenyum simpul. Saat Zico melepas tautan bibirnya, Zafrina memukul lengan Zico dengan wajah yang memerah.

"Tuan, tugas saya sudah selesai. Saya mohon pamit." tuan Ali bangkit dari duduknya, Zico dan Zafa menyalami guru besar itu seraya mengucapkan terima kasih, begitu juga dengan Rian, Gerry dan Leo ketiganya juga mengucapkan banyak terima kasih pada tuan Ali.

"Terima kasih, tuan Ali," ucap Dian tulus. Tuan Ali menggangguk dan tersenyum tipis. Zafa dan Marvel ikut berjalan keluar untuk mengantarkan Tuan Ali. Saat Zafa akan menyerahkan amplop untuk tuan Ali, pria paruh baya itu menolak.

"Sedekahkah saja kepada yang lebih membutuhkan," tutur tuan Ali.

"Jika begitu, saya percayakan saja pada anda, Anda bisa memberikannya kepada siapapun. Biarkan rejeki mereka melewati anda."

"Baiklah, aku menerima amanah ini."

"Assalamualaikum." Tuan Ali langsung masuk ke mobil yang dikendarai oleh anak buah Zafa.

"Wa'alaikumsalam... "

Zafa kini beralih menatap Marvel, dia tersenyum tipis pada kepala pengawal papanya itu, "Apa kau butuh mencari udara segar?" Zafa merangkul bahu Marvel.

"Ya, sepertinya begitu."

Keduanya berjalan menuju kafetaria. Waktu sudah hampir menjelang sore tapi baik Zafa ataupun Marvel belum sempat mengisi perutnya.

Setelah memesan kopi dan camilan siang keduanya masih belum ada yang membuka suaranya.

"Maaf... " kata Zafa.

"Untuk apa? apa anda berbuat salah terhadap saya?

"berhentilah berbicara formal padaku"

"Tapi anda adalah...."

"I don't care. Kita ini sahabat kan?"

"Baiklah, maaf."

"Bagaimana perasaanmu saat ini?

"Biasa saja," jawab Marvel seraya membuang wajahnya.

"menipulah sesuka hatimu, tapi jangan menipuku. Aku tahu bagaimana kamu begitu memuja Zafrina."

"Tapi nyatanya aku memang tidak cukup pantas untuknya."

"ini bukan perkara pantas dan tidak, Vel. Tapi perasaan adikku sejak awal sudah tertuju pada Zico. Andaikan tidak, maka aku dan yang lainnya akan menjadi bagian dari pendukungmu."

Marvel menatap Zafa lalu tersenyum tipis. Sahabatnya itu selalu tahu bagaimana membuat moodnya kembali membaik.

"Ayo kita kembali, aku takut papamu membutuhkanku."

Zafa dan Marvel akhirnya meninggalkan kafetaria. Sementara itu, di ruang perawatan Dian, Zafrina dipaksa pulang oleh mamanya. Alih-alih menuruti keinginan mamanya Zafrina justru menangis. Dia takut mamanya akan pergi selamanya jika dia pulang.

"Sayang, mama butuh istirahat di lingkungan yang tenang. Lagi pula apa kamu tidak kasih pada Zico. Dia sejak kemarin belum beristirahat dengan baik," ujar papi Rian. Zafrina akhirnya menuruti permintaan semuanya. Dia memeluk mama dan papanya bergantian. Lalu pergi bersama keluarga papinya juga suami barunya dan ayah mertuanya.

"Ada apa, mas? kenapa sejak tadi menatapku seperti itu?"

"Katakan padaku, sayang. Apa sebenarnya maksudmu. Dokter mengatakan kondisimu baik-baik saja. Tapi kenapa kamu seakan .... " Gerry tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Matanya bahkan telah mengembun.

Dian tersenyum lembut dan menarik tangan Gerry. "Tidak ada apa-apa, mas. Aku hanya merasa akan sangat bersalah jika membiarkan mereka dalam hubungan seperti itu. Berteman tapi bebas berbuat apapun. Aku takut suatu saat mereka salah langkah. Dan justru akan menghancurkan nama baik putri kita sendiri. Yah, meski pun tinggal di luar negeri setidaknya darahnya mengalir darah kita, ia harus menjujung adat ketimuran. Apalagi secara agama hukumnya Zina. Jika mereka sah, mau berbuat apapun ya terserah."

"Tapi mereka masih terlalu muda, Mah."

"Aku juga membesarkan Zafa dan Zafrina saat berumur 20 tahun, Pah. Mama yakin kalau Zafrina sanggup menjalani rumah tangga ini. Apalagi mereka sahabat jadi cinta. Tidak akan mungkin mereka saling menyakiti."

"Papa terserah mama saja. Semoga saja memang ini yang terbaik untuk putri kita. Tapi bagaimana nanti menghadapi oma opanya?"

"Nanti aku akan bicara pada mereka."

Tak lama pintu kamar perawatan Dian terbuka. Zafa dan Marvel masuk. Ruangan sudah sepi hanya tinggal mama dan papanya saja.

"Zafa, apa tidak sebaiknya kamu pulang, sayang?"

"Mah, Zafa terlanjur menyanggupi menjadi asisten dosen Mr Smith. Kalau Zafa mundur sekarang yang ada nanti Zafa dianggap tidak berkompeten."

"Tapi setidaknya bantulah adikmu mengurus perusahaan kita. Biar dia juga punya quality time dengan keluarganya."

"Nanti Zafa akan bantu dari sini, mama. Yang penting sekarang mama sehat. Lalu kita pulang."

"Mama sudah sehat. Tadi dokter Steven berkata mama sudah boleh pulang setelah menghabiskan infus ini."

"Benar begitu, pah?" Gerry hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Dian menatap Marvel, tatapan yang sama yang sering dia berikan pada kelima anak-anaknya.

"Marvel, maafkan tante ya." Marvel salah tingkah saat mendengar ucapan Mama Dian.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan tante. Semua sudah menjadi takdir. Mungkin Inna memang bukan jodoh saya."

Marvel tahu, pasti mama Dian merasa bersalah. Karena dulu sebelum ibu Marvel meninggal, mama Dian pernah berkata akan menjodohkan dirinya dengan salah satu anak perempuannya agar ia bisa mengawasi dirinya. Dan yang saat itu ada di sana adalah Zafrina.

Pikiran Marvel saat itu ia akan dijodohkan dengan Zafrina. Hingga dia memilih menutup hatinya untuk gadis lain. Tapi justru malah kini berakhir begitu saja.

"Tante tidak perlu banyak pikiran. Sekarang yang terpenting kesehatan, Tante."

Dian dan Gerry tersenyum. Marvel memang pemuda yang baik dan bertanggung jawab. Semoga saja nantinya Marvel mendapat jodoh yang lebih baik dari putri mereka.

Zafrina ikut pulang ke mansion papi Rian. Dia di bantu beberapa pelayan mengemas beberapa potong pakaiannya dan keperluan lainnya. Hari ini juga Zafrina resmi di boyong oleh suaminya. Sehingga dia membawa beberapa koper.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Like komen dan Vote ya Guys. Mama tungguin 🤭🤭🥰

1
Ais NSP
Kisah ZZ ZafrinaZico dan keluarga besarnya dengan konflik ringan tapi seru. makasih kak othor sukses selalu dengan semua karyanya/Heart//Good//Rose//Kiss/
Yuni
karyanya bagus2 banyak penglaman yg bisa diambil Dr setiap veritable.. sehat2 truss kk Emma 💞💞💞💞
Yuni
kangen banget sama kk Emma..
Shifa Burhan
ini keegoisan yang selalu ada novel karya wanita, mudah mudahan author belajar
*saat suami tidak percaya istri, maka novel itu akan bawa2 asas kepercayaan dalam hubungan dan suami yang salah karena tidak percaya istrinya
*saat istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah, asas kepercayaan dalam hubungan langsung kalian buang, suami salah karena tidak bisa menjaga perasaan istri

coba author dan kalian cari di novel mana pun, jika konflik suami tidak percaya istri maka suami yang salah, dan ketika istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah

jadi author itu bukan hanya pantai buat cerita tapi harus netral buang sisi wanita dalam berkarya, jadi novelis netral, jadi berlaku adil pada sang suami dan sang istri, jika suami salah maka suami yang salah, jika istri salah maka istri yang salah, jangan suka memutar balikan fakta
Emma Risma: makasih untuk masukannya kakak 🙏
total 1 replies
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
zico.zafrina🥰
happy mom's
dapat bekas ni zafrina 🙃
Siti Maimunah
zmain boneka thor🤣🤣🤣..Zafrina oh zafhinaa🤣🤣🤣 msh malu2 kucing
Nurjana Bakir
semangat thoor
Aryo
nyimak dulu belum pernah baca novel
私°はHiu Shark🔰π¹¹™: koooooooooo
total 2 replies
Wiji Lestari
Gampangnya nikah 😁
Wiji Lestari
👍👍👍🌹🌹🌹
Wiji Lestari
Suka banget baca novel ini
Yulia
keren 👍
Nur Azizah
siappp kak author menanti kisah zayyana Marsvel dan Raiden zafia
Nur Azizah
kebahagiaan yg sempurna keluarga. Zico dan zafrina
Nur Azizah
Amanda akan punya Dede yaahh
Nur Azizah
lanjuutt kak author semangat terus pokoknaa
Nur Azizah
ikut bahagia atas kedatangan Dede Amanda lahir kedunia
Nur Azizah
selamat buat Zico dan Zafrina telah mnjdi orang tua
Nur Azizah
ikut terharuiii kak author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!